Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Ketahuan loe,,,


__ADS_3

"Ela loe lagi nggak ngigo kan?" tanya Salsa setelah selesai dengan keterkejutannya.


Ela pun langsung tertawa begitu mendengar pertanyaan Salsa.


"Lah kok loe malah tertawa sih Ela,, loe belum gila kan,, gara-gara loe kelamaan dilamar? sampai halu begini loe,," tanya Salsa lagi.


"Yah nggak lah Sal,, loe itu yah gangguin gue ngigo,, halu juga loe bilangin,,, secara nggak kedua-duanya kali Sal,, gue serius tau bakalan dilamar nanti malam,, jadi loe datang yah,, pokoknya harus datang,, awas aja kalau loe sibuk,, gue nggak bakalan maafin loe,,, dan gue bakalan beritahu orang lain tentang masalah yang loe lagi hadapin sekarang yaitu jadi pembantu karena punya utang,, biar sekalian loe dibayarin aja,, nggak usah nunggu sampai uang jajan loe cukup,,, gue yakin kalau Friska atau kak Juan atau kak Jeki tau pastilah mereka bakalan bayarin,, atau pak Kenan pasti dibayarin loe,,, terus orang itu diberi pelajaran sama pak Kenan karena sudah tega sama bocah teman ponakan kesayangan dia,," cerocos Ela yang membuat Salsa sedikit menjauhkan ponselnya dari telinganya.


"Ela loe bicara bisa pelan-pelan nggak sih dan nggak usah terlalu nyaring gitu kali,, budek nanti gue,," ucap Salsa.


"Yah abis loe pasti nggak jelas kan sebentar mau datang atau nggak,, gue yakin nih,, terus alasan loe karena bos loe itu,, tapi coba aja gue bakalan beritahu orang lain,," ancam Ela.

__ADS_1


"Duhh mengancam lagi,, gue pasti datang kok,, kalau gue dilarang gue bakalan kabur,, malam kan? udah pasti gue bakalan datang tenang saja dan nggak usah beritahu siapa-siapa yah mengenai apa yang terjadi sama gue," ucap Salsa lagi.


"Oke asal loe datang aja," ucap Ela lagi.


"Iya,, loe kirimin aja gue alamat,,, nanti sebentar gue bakalan datang," ucap Salsa.


"Iya udah pasti itu,, ehhh kalau perlu loe bawa aja bos loe itu sebagai partner yah walaupun masih melamar aja sih,, tapi kan nggak apa-apa,, siapa tau aja kan pria itu jodoh loe yang dikirimkan melalui tabrakan kalian," ucap Ela sambil menahan tawanya.


"Idihhh amit-amit Ela,,, gue nggak mau sama dia,, dia itu ngeselin Ela super ngeselin banget,, jadi jangan bicara sembarangan dehh loe," ucap Salsa cepat.


"Hmmm iya sih kalau ganteng emang sih Raka-Raka ini ganteng,, tapi ngeselin banget sumpah ngeselin banget,,, cewek secantik gue dijadikan pembantu dia,,, pengen ku pites tuh orang,," ucap Salsa yang didengar oleh Raka.

__ADS_1


Wahhh diam-diam ada juga yang mengakui kegantengan aku,, emang sih aku ganteng banget,,, hahaha,, batin Raka.


"Ekhhemm,," batuk Raka yang disengaja dan itu membuat Salsa benar-benar shock.


Mendengar batuknya saja dia sudah tau bahwa yang batuk itu pasti Raka tanpa perlu menoleh.


"Sal,, kok loe langsung diam? batuk siapa tuh?" tanya Ela namun tak ada jawaban dari Salsa.


Salsa masih shock dan panik jangan sampai ucapan dia yang barusan didengar oleh Raka,,, Salsa sangat tidak mau Raka mendengar dirinya sedang memuji ketampanannya.


"Oh atau jangan-jangan bos loe yah?" ucap Ela lagi.

__ADS_1


"Hahaha ketahuan loe memuji bos loe,, malu nggak? malu nggak? yah malu lah massa nggak," ucap Ela lagi lalu tertawa.


"Udah dulu yah Sal,, sepertinya memang benar itu bos loe,,, selamat menghadapi bos loe,, bye Sal,," ucap Ela lagi lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Salsa sambil tertawa.


__ADS_2