
Juan pun langsung menelan saliva nya kasar begitu mendengar ucapan Kenan yang ada benarnya juga,, dia takut Friska akan salah paham dan akan memberikan dirinya pelajaran karena Friska pikir dirinya telah macam-macam di belakang temannya.
"Emm ini semua karena permintaan Ela tuan makanya saya hanya mengikut saja,, katanya dia mau Tantenya bahagia-bahagia dulu,, kepedean dulu,," ucap Juan.
"Oh itu atas izin Ela,, ya udah deh kamu aman,, pergi deh jemput Syeila,, nggak apa-apa dia ikut," ucap Kenan.
"Baik tuan,, tapi tolong tuan beritahu memang kepada istri tuan,, saya takut akan benar-benar terjadi apa yang tuan katakan tadi," ucap Juan.
"Iya kalau nggak lupa karena sekarang dia masih berpakaian dan aku menunggu di luar kamar jadi aku nggak bisa memberitahukan dia sekarang,, jadi kamu pergi dulu sana jemput Syeila,, aku tutup dulu telfonnya," ucap Kenan lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Juan.
"Dasar si Juan,, takut banget,," ucap Kenan lalu tertawa.
"Duh nasib-nasib," ucap Juan lalu segera menjemput Syeila.
Sementara Syeila yang sedang bercermin merasa sangat bahagia dan juga sudah sangat kepedean.
Aku cantik banget malam ini,, pasti Juan akan sangat terpesona begitu melihat aku,, sepertinya aku yang paling cantik malam ini,, mengalahkan wanita yang mau tunangan,, batin Syeila.
Tiba-tiba ponsel Syeila berdering dengan segera Syeila melihat nama kontak yang meneleponnya.
Senyum merekah terbentuk di bibirnya begitu tau Juan yang meneleponnya dengan segera Syeila mengangkat panggilan telfon dari Juan.
"Halo Juan,, kamu udah di depan?" tanya Syeila.
"Belum,, aku nelfon mau memastikan,, kamu udah selesai berpakaian kan?" tanya Juan.
"Iya udah kok,," jawab Syeila.
"Ok baguslah,, aku ke rumah kamu sekarang yah," ucap Juan.
"Iya hati-hati yah Juan, aku menunggumu disini," ucap Syeila.
"Oke Syeila," ucap Juan.
"Aku tutup dulu yah panggilan telfonnya," ucap Juan.
"Iya," ucap Syeila dan Juan pun segera menutup panggilan telfonnya dengan Syeila lalu segera menyetir mobilnya menuju ke rumah Syeila untuk menjemput Syeila.
Rumah Syeila.
Juan turun dari dalam mobil dengan tidak bersemangat,, lalu Juan segera membunyikan bel rumah Syeila begitu dia sudah berada di depan pintu.
Syeila yang mendengar bunyi bel rumahnya dengan segera berjalan ke luar untuk membuka pintu rumahnya.
Itu pasti Juan,, batin Syeila bahagia.
Dan memang benar Juan lah yang datang.
"Kamu udah siap?" tanya Juan begitu Syeila sudah membuka pintu rumahnya.
Hah segitu aja ekspresi Juan,, apa dia nggak melihat malam ini aku yang cantik begini,, seharusnya dia memuji aku dong,, aku udah capek dandan juga,, masa begitu saja sih dia pas lihat aku yang dandan begini, batin Syeila kesal.
"Syeila kamu kok diam?" tanya Juan.
"Emmm maaf Juan,, abis aku terpesona sedikit begitu melihat kamu yang begitu tampan malam ini, kamu terlihat sangat berbeda malam ini,," ucap Syeila dan berharap dia akan mendapatkan pujian juga dari Juan.
Juan malah mengernyitkan keningnya bingung begitu mendengar ucapan Syeila karena menurutnya dia biasa saja,, dia sama saja seperti yang lalu-lalu nggak berubah.
"Biasa aja kok Syeila,, lagian aku nggak perawatan,," ucap Juan.
"Ayo kalau kamu udah siap karena kita akan bersama tuan Kenan dan ponakannya,," ucap Juan yang membuat Syeila shock karena tidak sesuai dengan dugaannya,, Syeila pikir akan berdua saja dengan Juan di dalam mobil lalu Juan akan memujinya.
"Kita satu mobil dengan mereka Juan?" tanya Syeila ulang untuk memastikan semuanya lagi.
"Iya dong,," jawab Juan.
Terus mau kamu aku jalan berdua gitu dengan kamu,, ihh malas banget,,, pasti tadi juga dia pengen aku puji tuh,, nggak usah berharap deh,, batin Juan.
"Ayo," ucap Juan lagi.
Syeila pun segera mengunci pintu rumahnya lalu mengikuti Juan yang sudah lebih dulu jalan ke mobil.
Apa aku nggak cantik malam ini,, Juan nggak ada romantis-romantisnya,, dia nggak bukain aku pintu,, nggak memuji aku,, hmmm seharusnya tadi aku nggak usah dandan sendiri,, aku ke salon aja seharusnya tadi,, batin Syeila yang penuh penyesalan lalu dia pun segera masuk ke dalam mobil.
Begitu Syeila sudah masuk ke dalam mobil dengan segera Juan menyetir mobilnya menuju rumah Kenan.
Sementara Kenan yang sudah tidak sabar menunggu istrinya segera berjalan untuk mengetuk pintu kamar mamanya.
Mama ini tega banget,, sejak tadi aku nggak bertemu dengan istriku,, dia kurung di dalam kamarnya,, padahal nggak perlu dandan dia sebenarnya dia itu sudah cantik apalagi di mata aku dia itu sangat cantik,, batin Kenan.
"Ma lama banget sih,, aku kangen nih sama istriku,, buka pintunya dong biar aku bertemu dengan istriku,, nggak usah terlalu di dandan ma dia udah cantik begitu,," ucap Kenan begitu sudah berada di depan pintu kamar mamanya.
Mama Kenan menggelengkan kepalanya begitu mendengar ocehan anaknya itu.
"Dengar tuh suami kamu,, belum juga satu hari kamu berada di dalam kamar mama,, dia sudah begitu saja kelakuannya,, kangen segala lagi dasar anak itu,," ucap mama Kenan.
"Yah begitulah kelakuan dia ma,, tapi aku cinta dan juga kangen sama dia," ucap Friska sambil nyengir.
Mama Kenan langsung tertawa begitu mendengar ucapan Friska.
__ADS_1
"Kalian berdua sama aja," ucap Mama Kenan.
"Dikit lagi sabar dulu yah," ucap mama Kenan pada Friska.
"Mama istriku nggak kenapa-kenapa kan? kok aku nggak di gubris sih,, ini aku ma anakmu,, suami dari menantu kamu," oceh Kenan di depan pintu kamar Mamanya.
Kenan bisa saja masuk menggunakan kunci cadangan tapi dia tidak berani pada mamanya karena dia sudah di perintah tunggu di luar.
"Diam saja kamu Kenan tunggu saja di situ,, istrimu baik-baik saja, dan sebentar lagi akan selesai,, sebelum Juan datang pasti sudah selesai ini asal kamu tidak ribut,," ucap mama Kenan melalui panggilan telfon.
Mama Kenan memutuskan untuk menelepon Kenan karena malas teriak.
"Iya ma,, tapi cepat dong," ucap Kenan.
"Iya,, makanya jangan ribut kamu,," ucap mama Kenan lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Kenan.
Astaga mama aku ini pakai nelfon segala seharusnya dia buka saja pintu kamar ini,, batin Kenan sambil menggelengkan kepalanya lalu kembali duduk menunggu istrinya.
Tak lama Friska pun keluar dari dalam kamar Mamanya dan refleks Kenan melihat ke arah istrinya.
Kenan benar-benar mangap begitu melihat istrinya yang sangat berbeda malam ini.
"Mulutmu tutup tuh nanti lalat masuk,," ucap Mama Kenan sambil menahan tawanya.
Kenan pun langsung menutup kembali mulutnya lalu datang mendekat kepada mama dan juga istrinya.
"Ini benar-benar istriku?" tanya Kenan sambil memperhatikan baik-baik penampilan Friska.
"Bukan,," jawab Friska.
"Sayang kamu cantik banget,, kamu nggak usah ikut deh sayang,, aku jadi tambah khawatir nih,, nanti banyak yang pengen kenalan dengan kamu,, nanti saja sayang kamu ikut pas kita sudah mengumumkan pernikahan kita biar nggak ada yang berani dekat-dekat kamu kalau aku bawa kemana-mana,," ucap Kenan langsung.
"Isshh apaan sih,, aku udah di dandan berjam-jam masa nggak boleh ikut pada akhirnya,,, aku nggak mau ahh,, aku akan benar-benar ngambek kalau kamu nggak bawa aku," ucap Friska yang merasa sia-sia saja dia sabar selama di dandan tadi karena sebenarnya dia juga tidak suka dandan jadi ketika dia di dandan itu akan sangat membosankan menurut dia meskipun tidak terlalu lama memakan waktu tapi menurut dia itu sudah sangat lama.
"Iya nih Kenan,, ngambek aja sayang biar dia tau rasanya nggak dapat jatah ketika lagi pengen,, kamu tidur aja sama mama," ucap mama Kenan.
"Astaga mama aku ini,, jangan ingatin dia yang itu dong,, tega benar mama,," ucap Kenan.
"Emang mama tega, siapa suruh kamu nggak mau membawa istri kamu disaat dia udah tampil cantik begini,," ucap mama Kenan.
"Iya mama benar banget,, ayo ma kita masuk ke kamar mama aja,, puasa kamu puasa," ucap Friska lalu ingin masuk kembali ke dalam kamar namun dengan cepat Kenan menahan tangan Friska.
"Istriku mahh tega banget,, jangan puasa lah,, kamu juga jangan ngambek dong,, aku nggak bisa kalau kamu ngambek,, ini tuh demi kebaikan sayang,, mengertilah,, kamu cantik banget sih,," ucap Kenan.
"Bersyukur dong kamu punya istri cantik,," ucap Mama Kenan.
"Jagain dong," ucap Mama Kenan.
"Udah ma dia nggak bakalan mau,," ucap Friska kesal sambil berjalan masuk namun lagi-lagi Kenan menahan tangan istrinya.
"Baik,, baik kamu ikut sayang,, jangan ngambek," ucap Kenan lalu mengecup bibir istrinya di depan mamanya.
"Kenan,," teriak mamanya.
"Maaf ma,, ini tuh cara menenangkan dia kalau ngambek,," ucap Kenan sambil nyengir.
"Idihhh apaan nggak gitu kok ma,, dia aja nih nyari kesempatan," ucap Friska.
Kenan pun hanya tersenyum begitu mendengar ucapan istrinya karena memang benar adanya.
"Ayo duduk sayang kita tunggu Juan datang,, dan ingat sebentar kamu gandeng terus tangan aku yah,, jangan kemana-mana," ucap Kenan.
"Iya,," ucap Friska.
Mereka pun duduk di sofa sambil menunggu Juan.
"Oh iya Juan nggak ada pasangan dong yah? kasihan jomblo tuh anak," ucap mama Kenan.
"Hemm jangan salah ma,, Juan sekarang udah nggak jomblo lagi,, dia udah punya pasangan dan pasangannya itu teman istriku,, ketika Ela sudah lulus Juan akan langsung menikahi Ela loh," ucap Kenan yang membuat mama Kenan terkejut.
"Ini beneran,, anak itu sudah tidak jomblo lagi?" tanya mama Kenan.
"Iya ma beneran,, masa Kenan mau bohong sama mama," ucap Kenan.
"Kok dia nggak cerita sama mama, dasar yah anak itu," ucap mama Kenan sambil menggelengkan kepalanya.
"Mungkin dia masih malu ma,,, atau mau ngasih surprise ke mama,, nanti ketika dia udah mau nikah baru dia beritahu ke mama,, atau bisa juga belum saatnya karena dia mesti menyembunyikan dulu hubungan dia dengan Ela karena Tantenya Ela,," ucap Kenan.
"Hah tantenya Ela,, gimana sih maksudnya,, Juan nggak di restui gitu? rugi sekali kalau dia nggak merestui Juan bersama ponakannya karena Juan kan baik, beruntung wanita yang dapatkan anak itu," ucap mama Kenan.
"Bukan gitu ma,, justru tantenya Ela itu suka juga sama Juan dan malah mengadu domba Juan dan Ela waktu itu,,, sehingga mereka berdua semakin jauh,, tapi karena mereka saling mencintai dan udah ditakdirkan untuk bersama mungkin,,,, jadi ada saja jalannya sehingga mereka bisa bersama dan kejahatan tantenya Ela bisa ketahuan," ucap Kenan.
"Hah,, kasihan sekali kisah percintaan dia yah,, mama kurang teliti sama dia masalah percintaan karena mama pikir dia belum menyukai gadis manapun ternyata dia sudah jatuh cinta juga,, kok bisa Tante Ela setega itu sama ponakan dia sendiri?" ucap mama Kenan sambil menghela nafasnya.
"Yah itulah cinta ma,, bisa membuat orang tega sekali pun keluarga sendiri kalau sudah cinta yang menguasai diri jadi gitu,, tapi nggak semua juga sih tergantung orangnya saja, dan tantenya Ela termasuk orang yang bodoh karena mau di bodohi dengan cinta,, padahal seharusnya dia mengalah karena dia tau Juan mencintai ponakan dia,, seharusnya dia merestui saja tanpa perlu berniat memisahkan mereka agar Juan bersama dia," ucap Kenan.
"Dan sekarang Juan akan bersama tante Ela ke pesta," ucap Kenan.
"APA!!! teriak Friska yang langsung bereaksi begitu mendengar Juan akan membawa Syeila bukannya Ela.
__ADS_1
Mama Kenan ikut terkejut juga begitu mendengar ucapan Kenan. Karena menurut dia untuk apa membawa Syeila dan di liput media.
"Tenang sayang tenang,, Juan pasti punya alasan untuk semua itu,, kita dukung saja,, dia nggak bodoh dan itu saran dari Ela juga kok,," ucap Kenan.
"Oh kirain dia mau belajar nakal,, kebetulan yang aku pakai nih heels,, lumayan lah kalau kena om Juan karena menyakiti hati teman aku," ucap Friska.
"Nggak kok sayang,, dia itu sangat mencintai Ela,, jadi ini pasti hanya untuk membuat Syeila di atas udara dulu,, berkhayal,," ucap Kenan yang langsung dimengerti Friska.
"Percintaan Juan sangat rumit,, kelebihan ganteng sih akhirnya di suka sama ponakan dan tante," ucap mama Kenan.
"Iya om Juan emang ganteng,, makanya nasib dia begitu," ucap Friska lalu tertawa.
"Ganteng an mana dengan aku sayang?" tanya Kenan.
"Ganteng member BTS," jawab Friska lalu tertawa.
"Tunggu,, tunggu sayang kamu suka sama mereka juga?" tanya mama Kenan yang seketika jiwa fangirl nya keluar.
"Iya dong ma,, mereka itu kan ke tujuh suami halu aku mah,," ucap Friska lalu tertawa.
"Ehh tapi kok mama bisa tau sih,,, mama juga suka sama mereka?" tanya Friska dengan semangatnya.
Aduhhh ketemu dahhh,, mereka pasti sebentar lagi akan memasuki dunia halu mereka yang hanya mereka saja yang tau,, untung saja BTS itu di Korea kalau nggak mereka pasti saingan terberat aku,, batin Kenan.
"Iya dong suka banget malah,, mama itu punya album nya banyak banget,,, semua yang berhubungan dengan mereka mama punya,," ucap mama Kenan.
"Wahh sama dong ma dengan aku,, hanya kebanyakan barang-barang nya itu di kamar aku,, di rumah orang tuaku," ucap Friska.
"Merek ganteng-ganteng banget kan? Kenan mahh kalah jauh," ucap mama Kenan yang membuat Kenan melongo tak percaya dengan ucapan mamanya.
"Perhatikan baik-baik wajah aku ini udah sama seperti Kim Taehyung hanya aku versi lokalnya," ucap Kenan.
"Kamu dan Kim Taehyung punya tempat masing-masing di hatiku," ucap Friska lalu tertawa.
"Ayo kamu pilih aku atau member BTS? terutama Kim Taehyung itu yang kamu ngigo,, masa yah ma dia meluk-meluk aku nih,, cium-cium aku tapi bibirnya berucap Kim Taehyung,,, besok malamnya Jungkook,, sepertinya dia ada jadwal nya ngigo ke tujuh orang itu,, nyesek ma hati aku nyesek berarti dia tidur mikirin pria lain sampai bawa ngigo,," curhat Kenan yang malah dapat tawa terbahak-bahak dari mamanya.
"Kamu jangan baper dong Kenan kan wajar karena mereka tampan-tampan dan juga jangan suruh memilih istrimu karena kalian punya tempat masing-masing di hatinya,, lagian mereka jauh di sana,, kamu kan dekat disini,," ucap Mama Kenan lalu tertawa.
"Mama mahh nggak ngerti pasti ayah ngerti nih sama perasaan aku," ucap Kenan.
Mama Kenan dan Friska malah semakin menertawakan Kenan.
Tak lama Juan akhirnya sampai di rumah Kenan bersama Syeila.
"Juan aku keluar juga?" tanya Syeila.
"Emm nggak usah,, aku kan cuma menjemput mereka saja,, kamu tunggu saja di dalam nggak lama kok," ucap Juan yang sengaja melarang Syeila keluar karena jangan sampai Syeila melihat hal aneh-aneh yang dilakukan Kenan pada istrinya.
"Oke," ucap Syeila.
Juan pun segera keluar dari dalam mobil lalu segera berjalan masuk ke dalam rumah Kenan.
"Ehh ini dia anak ganteng aku yang satu udah datang," ucap mama Kenan begitu melihat Juan datang.
Juan sedikit terkejut begitu melihat mama Kenan karena dia tidak tau mengenai kedatangan mama Kenan.
"Aku sengaja nggak bilang-bilang sama kamu," ucap mama Kenan yang sudah mengerti dengan ekspresi terkejut Juan.
Juan pun segera salam kepada mama Kenan.
"Udah lama tante datang?" tanya Juan setelah salam kepada mama Kenan.
"Belum kok,,, tadi sore Tante datangnya,," jawab mama Kenan.
"Oh iya mana tuh Tante nya pacar kamu,,, aku ingin lihat," ucap mama Kenan yang membuat Juan langsung mengerti pasti mama Kenan tau dari Kenan.
"Ada di dalam mobil tante,, aku sengaja menyuruh dia menunggu di dalam mobil,, karena jangan sampai dia masuk dan melihat sesuatu yang belum bisa di lihat karena biasanya tuan Kenan selalu seperti itu,," ucap Juan yang lagi mengambil kesempatan mengeluarkan unek-uneknya selama ini.
"Oh begitu yah kamu,, dasar tukang lapor," ucap Kenan.
"Aku juga tadi udah mengalaminya kok Juan,, jadi aku mengerti dengan apa yang kamu rasakan,," ucap mama Kenan.
Juan yang ingin berbicara lagi langsung menghentikan niatnya untuk berbicara karena melihat Friska,, Juan langsung pangling begitu melihat penampilan Friska,, karena ketika Juan datang Friska sedang berada di dalam kamar mama mertuanya untuk mengambil tas dan ponselnya.
"Nona Friska cantik banget," ucap Juan keceplosan yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Kenan.
"Om Juan udah datang?" ucap Friska sambil tersenyum karena dia tidak menunggu lagi.
Juan pun hanya menganggukkan kepalanya karena masih kagum pada Friska yang ketika dandan semakin cantik.
"Juan mata kamu itu mau aku colok? jangan melihat istriku seperti itu,,, duh baru di rumah aja sudah begini," omel Kenan.
"Maaf tuan,, Nona Friska terlihat beda banget,," ucap Juan.
"Udah-udah nggak usah gelud,, kalian berangkat sekarang gihh jangan sampai tante Ela nyusul loh dan tau semuanya," ucap Mama Kenan.
"Oh iya juga yah,, di mobil kan ada Syeila,," ucap Juan.
Friska pun tersenyum sinis begitu mendengar nama Syeila. Sewaktu dia mengambil ponselnya di dalam kamar mama mertuanya,,, Friska sempat telfonan dengan Ela dan juga Ela sudah meminta bantuan kepada Friska untuk mengerjai tantenya sedikit.
__ADS_1