Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Karena kamu tidak mengizinkan aku


__ADS_3

Friska terkejut melihat Kenan yang akan berbuat seperti itu begitupun dengan Juan, karena Kenan tidak biasanya mau turun tangan sendiri, biasanya kalau memang ada yang mau di habisi dia akan memerintah bawahannya untuk melakukan itu bukan dia yang akan melakukan.


Kenan pasti sangat marah sekarang, Renata bodoh mau saja mencari masalah dengan Kenan mana bawa-bawa istri Kenan lagi, semoga saja Nona Friska turun tangan membatalkan niat suaminya ini, karena pasti hanya Nona Friska yang bisa, kasian juga kalau mereka akan di bunuh, aku lagi pasti yang susah mengurus semuanya supaya semua jejak hilang biar tidak ada yang curiga kalau mereka di bunuh batin Juan.


Kenan sudah memegang pistol itu dan yang akan dia tembak duluan adalah Renata, namun Friska menahan Kenan yang sedang membidik Renata agar tepat sasaran.


"Sayang kamu mau ngapain, jangan bunuh mereka berdua," ucap Friska.


"Sayang mereka memang pantas mendapatkan itu semua," ucap Kenan.


"Kenan aku mohon jangan bunuh aku Kenan, aku mohon maafkan aku Kenan," mohon Renata yang sekarang sangat takut pada Kenan, dia tidak menyangka kalau Kenan akan setega itu dan semenakutkan itu.


"Diam kamu Renata," bentak Kenan yang membuat Renata terlonjak kaget.


"Sayang duduklah biar aku yang menyelesaikan ini, tidak usah kasihan pada orang seperti mereka, karena mereka yang sudah bermain-main duluan, atau kamu tunggulah di luar sayang bersama Juan biar kamu tidak melihat ini semua," ucap Kenan.


"Sayang kamu nggak boleh jadi pembunuh, aku nggak mau mempunyai suami pembunuh," ucap Friska.


"Laporkan saja mereka pada polisi biar di penjara, kamu jangan membunuh," ucap Friska.


"Baiklah sayang, sesuai keinginan kamu," ucap Kenan sambil mengusap lembut rambut istrinya.


Untung saja tadi pawangnya Kenan ikut, jadi bisa di jinakan batin Juan sambil tertawa di dalam hatinya.


"Bawa mereka berdua ke kantor polisi, buat mereka di penjara dengan waktu yang lama bagaimanapun caranya, mereka tidak boleh berkeliaran di luar, tempat yang cocok buat mereka berdua yaitu di penjara," ucap Kenan.


"Baik tuan," ucap bawahan Kenan bersamaan lalu segera menyuruh Renata dan orang suruhannya Renata sendiri untuk berdiri, karena mereka akan langsung di bawa ke kantor polisi.


Dorr... Dorr...

__ADS_1


Semua yang berada di dalam ruangan itu sangat terkejut apalagi bawahan Kenan yang memegang Renata dan orang suruhan Renata, mereka sampai terlonjak kaget. Kenan tiba-tiba menembak betis kedua orang itu dengan tepat sasaran yang seketika membuat Renata dan orang suruhan Renata berteriak kesakitan.


Juan dan bawahan-bawahan Kenan benar-benar takjub dengan kemampuan menembak Kenan, sedangkan Friska benar-benar melongo tak percaya melihat Kenan yang berbeda tidak seperti biasanya, bahkan kemampuan menembaknya sangat bagus.


"Itu baru cocok, bawa mereka sekarang dan kamu Juan ikut mereka," perintah Kenan lalu segera memberikan pistol yang dia pegang kepada Juan, agar Juan memberikan kepada bawahannya.


"Baik tuan," ucap Juan sambil mengambil pistol yang di pegang oleh Kenan.


"Sakit.. " ucap Renata yang sudah bercucuran air mata begitupun dengan orang suruhan Renata.


Kenan hanya tersenyum mengejek begitu melihat orang yang ingin membunuh istrinya sedang kesakitan.


"Bawa mereka secepatnya pergi dari sini sebelum aku benar-benar membunuh mereka, aku benar-benar benci melihat wajah mereka," ucap Kenan membuat Juan dan bawahan Kenan segera membawa Renata dan orang suruhannya untuk segera pergi dari ruangan itu.


"Sakit banget, tolongin aku ini sakit banget," ucap Renata dengan air matanya dan orang suruhan Renata pun tak kalah kesakitannya.


"Gimana ini pak Juan, kita langsung bawa ke rumah sakit atau bagaimana?" tanya bawahan Kenan yang bingung dan juga telinganya yang sakit karena mendengar orang yang menjerit kesakitan terus.


Juan pun tampak berpikir.


Ginikan pasti aku yang berpikir, aku yang pusing lagi, ini juga wanita bodoh banget sih nyari masalah sama orang yang salah, sekarang kamu rasainkan sakitnya dan aku rasain repotnya batin Juan.


"Tolong bawa saya ke rumah sakit," mohon Renata.


Aku akan memanfaatkan kesempatan itu buat kabur, aku nggak mau di penjara, aku harus bisa balas dendam sama kamu Friska harus banget, karena kamu aku jadi seperti ini batin Renata yang masih dendam juga pada Friska padahal Friskalah yang melarang Kenan agar tidak membunuh dirinya.


"Iya tolong bawa kami ke rumah sakit, ini sangat sakit," ucap orang suruhan Renata juga.


"Heem bawa mereka ke kantor polisi saja biar disana mereka di urus, karena kalau bawa mereka ke rumah sakit takutnya tuan Kenan akan tahu dan malah akan marah karena dia tidak menyuruh kita membawa mereka ke rumah sakit, dia menyuruh kita membawa mereka ke kantor polisi," ucap Juan pada akhirnya yang membuat Renata benar-benar kesal dan sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

__ADS_1


"Makanya kamu jangan cari gara-gara pada orang yang salah akhirnya kamu jadi seperti inikan, beruntung tadi istri tuan Kenan menahan tuan Kenan untuk tidak langsung membunuh kalian berdua, kalau Nona muda tidak ada tadi maka kalian berdua hanya akan tinggal kenangan saja," ucap Juan.


Renata semakin kesal, dia lagi kesakitan tapi malah Juan sempat-sempatnya ceramahi dia, begitu pikir Renata.


"Tapi istri tuan Kenan keren banget yah," ucap salah satu bawahan Kenan.


"Iya benar banget, nggak nyangka aku kalau dia ternyata bisa bela diri," ucap bawahan Kenan yang satunya lagi.


"Iya, aku yakin banget tadi itu tendangan orang yang sudah terlatih,"


"Memang dia bisa bela diri, dia memang terlihat imut-imut di luar tapi di balik keimutan dia itu menyimpan tenaga yang besar," ucap Juan lalu tertawa.


"Iya benar banget, pantas saja dia bisa mencuri hati tuan Kenan, nah dia seperti itu, mereka memang pasangan yang sangat cocok," ucap bawahan Kenan lagi yang sedang mengemudikan mobil.


"Tapi aku kaget banget dengan tuan Kenan yang tembakannya jitu banget," ucap Juan karena dia memang baru melihat Kenan yang seperti itu.


"Sama," ucap bawahan Kenan, karena biasanya merekalah yang di perintah Kenan, sedangkan Renata dan orang suruhan Renata terus menjerit kesakitan bahkan darah sudah sangat banyak, Renata merasa dirinya akan segera pingsan.


#######


"Sayang kamu kenapa?" tanya Kenan begitu melihat Friska hanya bengong saja.


"Sayang," ucap Kenan lagi sambil menggoyangkan bahu istrinya itu.


Friska pun tersadar.


"Tadi kamu nembak mereka berdua nggak mikir dulu gitu, gimana kalau bawahan kamu yang kena atau gimana kalau kamu kena area vital mereka, kan mereka bisa mati tanpa perlawanan," ucap Friska masih dengan keterkejutannya.


"Nggak sayang mereka nggak akan mati karena kamu tidak mengizinkan aku membunuh mereka dan juga bawahanku nggak mungkin kena karena aku tidak berniat untuk menembak mereka," ucap Kenan gemas kepada istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2