
"Kamu mau kemana entar malam?" tanya Juan sambil masih fokus pada kerjaannya.
"Emm terserah kamu deh, aku ngikut ajah sama kamu," jawab Syeila.
Juan pun sedikit tersenyum begitu mendengar ucapan Syeila.
"Kan tadi kamu ngajak loh, masa aku yang nentuin tempatnya, aku yang bakalan ngikut ajah sama kamu, dimanapun kamu mau aku mah ngikut ajah," ucap Juan.
"Emm okelah aku yang nentuin tempatnya, tapi bentar malam ajah aku bilangnya yah," ucap Syeila.
"Iya sesuai keinginan kamu," ucap Juan.
Ketika Syeila ingin berbicara lagi, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dan Syeila pun membatalkan niatnya untuk berbicara.
"Masuk," ucap Juan dari dalam ruangan.
Oh ternyata masih ada pacarnya Juan disini, aku ganggu nggak yah, batin Jeki sambil melihat Juan dan Syeila bergantian.
"Emm aku pulang dulu yah kalau gitu, nggak enak ganggu kalian kerja, semangat yah kerjanya," ucap Syeila kepada Juan.
"Jeki semangat kerjanya," ucap Syeila juga kepada Jeki dan Jeki pun tersenyum canggung karena jangan sampai dia telah mengganggu waktu Juan dan Syeila, tapi memang dia harus mengganggu karena tuntutan pekerjaan.
"Nggak ganggu kok, kamu hati-hati yah baliknya, nanti bentar malam aku jemput kamu," ucap Juan.
Haduhh gila Juan ngegas banget sih giliran udah dapat yang cocok, batin Jeki.
"Oke, aku balik dulu yah," ucap Syeila.
__ADS_1
"Iya," ucap Jeki dan Juan bersamaan.
Syeila pun segera keluar dari dalam ruangan Juan membiarkan Juan dan Jeki membahas pekerjaan karena memang jam makan siang juga sudah habis.
"Siapa yang akan pergi meninjau lokasi untuk pembangunan mall?" tanya Jeki dengan wajah juteknya karena setelah mendengar ucapan Juan tadi ada kemungkinan besar dialah yang akan ke luar kota sebentar, untuk meninjau lokasi itu.
"Kamu masih tanya lagi Jeki sepupuku sayang, yah sudah tentu kamu lah, masa aku sih, kamu jangan pergi lama-lama yah, disini aku butuh kamu masalahnya," ucap Juan sambil menahan tawanya begitu melihat ekspresi sepupunya.
"Aku malas banget lakukan ini, ke luar kota sendiri,, nggak ada teman juga, misalnya teman cewek gitu, biar lebih semangat lah aku kerjanya," ucap Jeki.
"Yah kamu carilah, kamu pasti sangat mudah untuk mendapatkan wanita," ucap Juan santai karena tahu kelebihan sepupunya itu mereka sangat berbeda, Jeki jika dia mau serius mencari dan mendekati wanita sudah tentu dengan sangat mudah dia dapatkan.
Jeki teringat dengan Syeila dan Juan yang sudah berpacaran jadi sudah tentu dua gadis cantik teman Friska tidak jadi dengan Juan padahal Jeki tahu mereka menyukai Juan waktu itu, dan juga mereka terlihat baik, cantik walaupun centil.
"Ehem sepupuku aku mau nanya nih sama kamu, bolehkan?" tanya Jeki dengan senyumnya.
"Nggak boleh kamu nanya aku malas menjawab," ucap Juan sambil fokus lagi dengan laptopnya.
"Kamu tuh datang kesini hanya untuk bertanya saja yah tentang siapa yang keluar kota atau kamu masih ada pertanyaan lain yang berhubungan dengan pekerjaan," kata Juan lagi.
"Oh iya kamu yang pimpin rapat dulu yah, bagian pemasaran kamu perhatikan baik-baik presentasinya dan yang lainnya juga sih, tapi bagian pemasaran yang utama, aku nggak bisa memimpin rapat hari ini karena aku masih banyak kerjaan, dan tuan Kenan belum juga membalas E-mail dari aku," ucap Juan.
"Keluar sana kamu mengertikan yang aku katakan tadi, ngapain masih berdiri disini, capek aku lihat wajah kamu nggak berubah ganteng juga," ucap Juan sambil menahan tawanya begitu melihat ekspresi sepupunya.
Juan hanya bercanda saja, sebenarnya Jeki juga ganteng, bahkan dia bisa jadi playboy dengan wajah gantengnya itu tapi Jeki memang bukan tipe cowok playboy, dia membicarakan wanita hanya candaan saja tapi sampai sekarang dia belum menemukan yang cocok dengan dia, dia tidak beda jauh dengan Juan dalam masalah wanita, bagi Jeki wanita yang akan bersamanya nanti berarti dialah yang telah lulus seleksinya, dan Jeki akan benar-benar serius dengan wanita itu makanya dia masih saja jomblo karena belum ada wanita yang lulus seleksinya dan juga bisa mengambil hatinya.
"Aku nggak bakalan keluar karena aku mau bertanya dulu ini penting banget, masalah rapat dan yang lainnya aku mengerti kok nggak perlu di beritahu lagi, dan aku juga ikhlas ke luar kota untuk meninjau lokasi dan kalau perlu aku video call dengan tuan Kenan, sekarang aku mau bertanya tentang hal lain, kamu harus dengar," ucap Jeki lagi.
__ADS_1
"Kamu jangan asal video call tuan Kenan karena sekarang dia lagi bulan madu, kamu mau hanya tinggal kenangan saja di dunia ini," ucap Juan.
"Idiih sadis amat, nggak kok aku juga tahu tata caranya video call bos yang lagi bulan madu apalagi kalau seperti tuan Kenan," ucap Jeki.
"Ya udah keluar sana," usir Juan lagi.
"Ya ampun aku tadi mau bertanya kok kamu usir terus sih, boleh atau nggak?" tanya Jeki lagi.
"Kalau aku juga bilang nggak boleh pasti kamu nggak bakalan terima kan dan akan tetap disini terus, jadi ya udah boleh deh, cepatan kamu itu mau tanya apa sih, harus gitu minta izin dulu, nggak mau tanya ajah langsung seperti tadi," sewot Juan.
"Karena ini nggak ada hubungannya dengan kerjaan, jadi aku mesti minta izin dulu," ucap Jeki.
Juan pun melihat ke arah Jeki.
"Ya udah apa?" tanya Juan.
"Kamu mau nanyain tentang Syeila?" tanya Juan lagi karena Juan tahu Jeki itu selalu kepo biarpun dia sudah tahu tapi tetap saja dia selalu kepo.
"Nggak lah aku nggak mau nanya tentang Syeila, aku mau nanya tentang istri tuan Kenan," ucap Jeki yang membuat Juan langsung semakin melihatnya bahkan menatapnya.
"Kenapa kamu mau nanyain tentang istri tuan Kenan?" tanya Juan penuh selidik.
"Emm itu istri tuan Kenan sudah selesai ujian kan, dia sekarang kelas dua belas kan?" tanya Jeki sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Kamu mau tewas hari ini juga tanya-tanyain istri tuan Kenan, kamu tidak tahu seberapa bucinnya tuan Kenan sama istrinya dan kamu dengan beraninya menanyakan tentang istrinya, kalau tuan Kenan tahu ini, kamu benar-benar hanya akan tinggal kenangan saja, cari wanita lain yang belum menikah, jangan stress mau mendekati istri tuan Kenan," ucap Juan.
"Ya ampun aku tahu kok, aku masih menyayangi nyawaku kali, aku sebenarnya mau menanyakan tentang dua temannya istri tuan Kenan yang pernah menyukai kamu, aku pernah tuh jadi sopir mereka, cuma tadi basa-basi dulu biar nggak terlalu ngegas ajah bertanya sama kamu makanya aku tanyain istri tuan Kenan dulu," ucap Jeki sambil nyengir.
__ADS_1
"Emm itu kamu punya nggak nomor ponsel salah satu temannya, yang punya gingsul dan lesung pipi itu, yang senyumnya gila manis banget, emm kalau nggak salah namanya Ela, iya Ela namanya, punya nggak? kalau kamu nggak punya mintain sama istri tuan Kenan dong, kan kamu cukup dekat dengan istri tuan Kenan," ucap Jeki.