Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Kok barengan,,,


__ADS_3

Kenan dengan segera menenangkan istrinya dan membiarkan Salsa dan Jeki dibawa masuk ke dalam mobil ambulance.


Setelah itu dengan segera Kenan menggendong Friska yang sudah terduduk di jalan dengan perasaan yang sangat campur aduk. Ketakutan Friska akan kehilangan Salsa seolah terngiang-ngiang di dalam pikiran Friska,, karena Friska melihat sendiri kondisi Salsa dan Jeki,, Salsa lah yang sangat parah jika dibandingkan dengan Jeki.


Kenan yang menggendong tubuh Friska benar-benar kepikiran dengan Jeki dan Salsa juga,, dia benar-benar tidak bisa membayangkan jika Juan dan Ela tau mengenai kejadian ini,,, Kenan juga melihat Jeki terluka parah walaupun lebih parah Salsa.


Sekarang Kenan dan Friska benar-benar takut kehilangan dua orang itu.


"Sayang kamu tenang dulu yah,, dan berdoa supaya mereka berdua bisa selamat,," ucap Kenan sambil memasangkan seat belt pada Friska yang masih menangis.


Setelah itu Kenan dengan segera mengikuti mobil ambulance yang membawa Salsa dan Jeki.


"Aku nggak mau kehilangan mereka,," ucap Friska sambil menangis.

__ADS_1


"Iya sayang,, aku juga nggak mau kehilangan mereka,," ucap Kenan lagi.


"Kamu doain mereka biar bisa selamat dan baik-baik saja seperti sebelumnya,," ucap Kenan lagi sambil melirik sebentar ke arah Friska lalu kembali fokus menyetir mobilnya.


Kenapa bisa mereka kecelakaan,, apa yang terjadi? sepertinya tadi kecelakaan tunggal,, ada yang nggak beres sepertinya,, aku tau Juan seperti apa orangnya,, dia sangat teliti apalagi mengenai kendaraan dia,, dan juga kenapa bisa Jeki dan Salsa yang berada di dalam mobil Juan,, kemana Juan? batin Kenan yang penuh tanda tanya,, serta benar-benar merasa curiga dengan kecelakaan yang dialami Jeki dan Salsa,, karena Kenan sangat tau betul Juan sangat memperhatikan kendaraan dirinya mengingat Juan yang tidak mau lengah,, Juan sadar betul akan musuh-musuh Kenan dimana-mana makanya dia lah yang selalu teliti.


Friska pun langsung kepikiran untuk mengabari keluarga Salsa,, dan juga dia akan mengabari Ela serta Juan.


Dengan segera Friska menelepon mama Salsa.


Juan benar-benar merasa aneh dengan perasaannya,, seperti ada perasaan tidak enak namun dia tidak tau itu karena apa,, sudah sejak tadi Juan merasakan hal itu.


Jam berapa yah Jeki akan pulang? aku kan mau mengurus Syeila yang sudah kelewatan itu,, batin Juan.

__ADS_1


"Mau telfon siapa sayang?" tanya Ela begitu melihat Juan memegang ponselnya.


"Nih telfon Jeki,, aku mau tau aja dia baliknya jam berapa,, tumben sih dia lama begini bawa anak gadis orang,,," ucap Juan sambil nyengir.


"Aku mau mengurus Syeila yang sudah sangat keterlaluan itu,, aku nggak perduli lagi dengan pertemanan ku dengan dia," ucap Juan lagi sambil menelepon Jeki.


"Ya ampun pakai nggak aktif segala lagi nomor ponselnya,, nggak mau diganggu banget tuh anak,," ucap Juan lagi namun perasannya merasakan hal lain.


"Ya udah aku telfon Salsa kalau gitu,, mungkin aja ponsel kak Jeki baterainya habis," ucap Ela juga sambil menelepon Salsa.


"Loh kok barengan sih mereka,, ponsel Salsa juga nggak aktif,," ucap Ela lagi yang entah kenapa perasaannya semakin tidak enak.


Belum lama habis mengucapkan itu,, tiba-tiba ponsel Ela pun berdering dengan segera Ela mengangkat panggilan telfon dari Friska.

__ADS_1


"Loh kok nangis Fris? siapa yang nyakitin loe,, bisa-bisanya ketua geng kita yang nggak pernah nangis malah nangis seperti ini,, bilang Fris,, gue dan Salsa bakalan nemuin loe,," ucap Ela begitu mengangkat panggilan telfon dari Friska.


__ADS_2