
"Sayang" ucap Kenan lega begitu melihat Friska yang sedang menyiksa Adelia dan juga laki-laki suruhan Adelia.
Sahabat-sahabat Friska mengira Kenan memanggil Friska dengan panggilan sayang karena dia sayang banget sama keponakannya jadi mereka biasa ajah.
Friska langsung menoleh begitu mendengar suara Kenan dan langsung berlari memeluknya.
"Kamu tidak apa-apakan?" tanya Kenan sambil memegang kedua pipi Friska dengan lembut.
Bagus, lupa deh mereka kalau disini itu masih ada orang bernafas selain mereka, di tambah jomblo lagi batin Raka.
"Nggak kok aku nggak kenapa-kenapa, tante mak lampir ini menyuruh orang untuk menculik aku" ucap Friska sambil menunjuk Adelia yang rambutnya sudah acak-acakan di tambah lagi pipi Adelia yang sudah memar akibat ulah Friska.
Adelia hanya tertunduk tidak berdaya. Dia tidak berani melihat kemarahan Kenan dan juga dia malu kepada orang-orang yang berada disitu.
"Dan tante mak lampir itu juga menyuruh laki-laki itu untuk menghancurkan masa depanku" ucap Friska sambil menujuk seorang pria yang sedang kesakitan memegang bagian intimnya.
Kenan semakin marah begitu mendengar Friska mengatakan itu.
Raka hampir saja tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Kenan, namun berhasil dia tahan.
Hampir saja Kenan loe menangis batin Raka.
Kenan langsung datang mendekati Adelia dan memberinya tamparan keras membuat Friska dan yang lainnya terkejut kecuali Raka dan Juan.
"Beraninya kau Adelia seperti itu pada Friska" bentak Kenan dan memberinya lagi tamparan keras.
Adelia hanya bisa memegang pipinya yang sangat sakit dan perih karena sebelumnya Friska sudah membuat Adelia menderita terlebih dahulu.
"Kenan ini semua karena Friska yang memulainya, makanya aku melakukan ini padanya, tapi kamu lihat disini akulah yang tersiksa bukan dia, kenapa kamu menambahnya lagi" ucap Adelia setelah mengumpulkan keberaniannya untuk bicara.
Kenan tertawa mendengar ucapan Adelia.
"Kamu memang pantas mendapatkan ini semua Adelia, sangat pantas" ucap Kenan.
"Hei kamu lakukan pada Adelia, seperti yang ingin kamu lakukan pada ponakanku" perintah Kenan pada pria yang berada di sebelah Adelia dengan wajah yang terlihat kesakitan.
"Emm dia kayaknya udah nggak bisa lagi deh" ucap Friska.
Semua mata tertuju pada Friska begitu dia mengucapkan kalimat itu.
"Kenapa?" tanya Farel.
"Karena aku habis menendangnya sekuat tenaga di bagian masa depannya" ucap Friska lalu nyengir.
"Apa" ucap mereka serentak dengan keterkejutannya.
__ADS_1
Friska menceritakan semuanya.
Flashback on
Pria itu terus mendekati Friska dengan tatapan mesumnya. Membuat Friska bergidik ngeri.
"Ayolah sayang, loe jangan seperti itu. Lebih baik loe pasrah saja, lagian enak kok" ucap laki-laki itu.
"Nggak sudi gue tahu nggak" teriak Friska.
"Ini baru yang pertama kalinya yah" ucap pria itu lagi.
"Nggak ada urusannya sama loe" bentak Friska.
"Ada dong sayang, biar gue bisa pelan-pelan melakukannya, agar loe nggak kesakitan. Meski tetap ajah sakit tapi palingan cuma sebentar, lama-lama loe akan kenikmatan" ucap pria itu lagi sambil mengelus pipi Friska.
"Jauhkan tangan kotor loe itu" bentak Friska.
"Gue itu nggak mau main kasar sayang jadi jangan paksa gue buat main kasar. Sekarang kita ke kasur ajah biar lebih nikmat. Oh iya sini talinya gue bukain biar loe bisa bebas melayani gue" ucap pria itu sambil melepaskan ikatan tangan Friska.
Bagus memang ini yang gue tunggu sejak tadi batin Friska.
Begitu pria itu melepaskan Friska dan Friska sudah berdiri dengan bebas, dengan satu kali tendangan saja dari Friska membuatnya langsung jatuh ke lantai sambil meringis kesakitan.
"Oh jadi loe mau gue main kasar" ucap pria itu sambil berusaha berdiri dari jatuhnya.
"Baiklah sayang" ucap pria itu sambil ingin memukul Friska namun pukulannya di tahan oleh Friska.
"Dasar laki-laki otak mesum, kalau masa depan loe sudah nggak berfungsi lagi, pasti loe nggak akan berpikiran seperti itu lagi kan, jadi rasakanlah ini" ucap Friska lalu menendang sekuat tenaga masa depan laki-laki itu membuatnya benar-benar meringis kesakitan sambil terjatuh di lantai tak bisa bangun lagi.
"Ayo bangun, gue udah siap nih" ledek Friska.
Pria itu tak menggubris Friska lagi, dia hanya sibuk kesakitan seperti ingin mati saja.
"Hahaha segitu ajah kekuatan loe, dasar banci" ledek Friska lagi.
"Sekarang giliran tante-tante lampir itu" ucap Friska lalu segera keluar mencari Adelia.
Adelia berada di ruangan lain sambil senyum-senyum bahagia karena dia berpikir bahwa sekarang pasti pria itu sedang menjalankan tugasnya.
Sebentar lagi dendam gue akan terbalaskan, loe bakalan hamil Friska dan gue pastikan loe bakalan gila membayangkan nasib loe nanti, diri loe yang kotor dan hina karena sudah di sentuh oleh pria hidung belang batin Adelia.
BRAKKKK....
Adelia terkejut mendengar pintu yang di dobrak, karena pintu itu Adelia kunci dari dalam.
__ADS_1
Adelia langsung berpikir bahwa jangan-jangan itu adalah bawahan Kenan yang di perintahkan untuk mencari Friska namun dugaannya salah.
Adelia lebih terkejut lagi setelah melihat ternyata Friska yang mendobrak pintu itu.
Adelia langsung bergidik ngeri melihat Friska yang sedang berjalan ke arahnya seperti seorang preman saja.
"Loe kenapa ada disini?" tanya Adelia.
"Terus kenapa pintu gue loe rusak" ucap Adelia lagi.
Friska pun tertawa namun tertawanya itu terlihat begitu mengerikan.
"Kenapa kaget loe haa, sebentar juga loe yang bakalan gue rusak" ucap Friska sambil berjalan mendekati Adelia.
Wanita seperti apa Friska ini, pintu dia dobrak, terus pria yang gue bayar dia kemanain batin Adelia.
"Kenapa loe cari pria lemah yang loe bayar itu haa tante-tante?" tanya Friska sambil mencengkram kuat kedua pipi Adelia.
Adelia berusaha melepaskan tangan Friska namun cengkraman Friska sangat kuat di kedua pipinya membuat Adelia meringis kesakitan dan susah untuk melepaskan cengkraman Friska di kedua pipinya.
Kenapa tenaganya kuat sekali padahal dia terlihat wanita yang lemah dan juga manja batin Adelia.
"Segitu ajah kekuatan tante" ucap Friska sambil melepaskan cengkraman kedua tangannya di pipi Adelia.
"Sekarang ikut gue" ucap Friska sambil menarik rambut Adelia untuk keluar dari ruangan itu dan membawa Adelia ke ruangan yang di pakai untuk menyekap dirinya tadi.
"Lepasin gue" teriak Adelia karena merasakan rambutnya benar-benar sakit di tarik oleh Friska, tetapi Friska malah menambah kekuatan tarikan tangannya di rambut Adelia membuat Adelia benar-benar merasakan sakit.
Friska langsung melempar Adelia ke lantai dekat pria bayarannya.
Adelia melihat pria itu tak berdaya dan terlihat juga dia sedang kesakitan.
"Kenapa loe kaget lihat dia begitu, sekarang waktunya loe yang rasakan tangan gue, berani sekali loe menyuruh orang untuk berbuat jahat sama gue" bentak Friska lalu menampar dua kali kedua pipi Adelia.
Adelia hanya berteriak kesakitan karena tidak bisa melawan Friska, di tambah pria bayarannya yang bersuara juga karena kesakitan mendapat tendangan lagi dari Friska. Friska benar-benar sangat emosi kepada dua manusia itu.
Friska lakukan itu terus sampai Kenan dan yang lainnya datang.
Flashback off
"Bagus Fris, akhirnya berguna juga taekwondo sabuk hitam loe" ucap Ela lalu tertawa.
"Apa!!! ucap mereka serentak.
Lagi-lagi mereka di buat terkejut.
__ADS_1
Selama ini aku sudah menikah dengan wanita yang bisa bela diri, untung saja aku tidak pernah mendapatkan tendangannya, dulu aku selalu membuatnya marah batin Kenan sambil bergidik ngeri.