
Kenan tersenyum melihat Friska yang masih tidur nyenyak tapi tetap cantik. Kenan tidak membangunkan istrinya,, dia lebih memilih menggendong istrinya sampai di kamar lalu membaringkan tubuh Friska di tempat tidur secara perlahan agar Friska tidak terbangun.
Istriku terlihat sangat kecapean,, dan ya ampun aku baru sadar begitu banyak tanda kepemilikan yang aku buat,, pasti dia panik nih melihat bekasnya,, karena dia pasti mau bertemu sahabatnya yang baru beberapa hari saja tidak bertemu,,, sebelum bos mengomel ada baiknya aku mencegahnya terlebih dahulu,, batin Kenan.
Kenan segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Juan. Juan yang sedang bersiap-siap untuk ke kantor masih melanjutkan aktivitasnya dan belum melihat siapa yang meneleponnya meskipun dia sudah mendengar ponselnya berdering.
Juan ini kemana sih,, lagi ngapain dia bisa-bisanya dia tidak mengangkat panggilan telfon dari aku,, batin Kenan lalu segera menelepon Juan lagi.
Juan yang telah selesai dengan aktivitasnya langsung melihat ponselnya yang berdering lagi.
Juan mengernyitkan dahinya sekaligus shock,, begitu melihat nama kontak yang menelepon dirinya.
"Haa tuan Kenan tumben telfon aku pas lagi bulan madu,, pasti ini penting banget biasanya diakan nggak mau di ganggu,, dan tadi aku dengan santainya tidak mengangkat panggilan telfon dari dia,, berani sekali kamu Juan,, pasti dia akan marah-marah lagi nih,," ucap Juan lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Kenan.
"Halo tuan,," ucap Juan begitu mengangkat panggilan telfon dari Kenan sambil komat-kamit dalam hatinya.
"Kamu ini lama banget angkat panggilan telfon dari aku,, hampir saja aku menyuruh orang untuk memeriksa kamu di rumahmu,, apakah kamu masih hidup atau udah nggak," ucap Kenan.
Sudah kuduga akan begini,, tuan Kenan ini masih pagi tidakkah kamu kasihan sama aku,, sudah marah-marah saja,, aku kan hanya tidak menyangka saja karena biasanya dia tidak mau di ganggu kalau sedang bulan madu,, atau jangan-jangan dia udah balik,, karena memang banyak yang mau di kerjakan,, batin Juan.
"Maaf tuan tadi saya sedang berpakaian,, dan tidak menyangka juga kalau tuan Kenan yang akan menelepon,, saya pikir tadi hanya Jeki atau orang lain,, karena tuan Kenan kan tidak mau di ganggu kalau sedang bulan madu,," ucap Juan.
"Hmm alasan saja kamu yah Juan,, untung saja sekarang aku sedang malas marah-marah karena melihat wajah istriku,, kalau tidak habislah kamu,," ucap Kenan yang membuat Juan langsung menelan saliva nya kasar.
"Aku sudah kembali,, tapi hari ini aku belum mau masuk kantor,, mungkin besok saja,, atau bisa juga aku berubah pikiran kalau di suruh istri pergi kerja,, yang terpenting sekarang kamu harus menyediakan aku sesuatu,, ini sangat penting,," ucap Kenan.
Tuan Kenan sudah kembali ternyata pantas saja,, dan apa yang dia mau perintahkan sekarang,, batin Juan penuh tanda tanya.
"Tuan Kenan kapan sampainya?" tanya Juan terlebih dahulu.
__ADS_1
"Apa yang perlu aku sediakan tuan?" tanya Juan lagi.
"Barusan,," jawab Kenan.
"Dan kamu perlu menyediakan,, itu sesuatu,, emm anu apa yah namanya itu,, pokoknya yang menghilangkan bekas-bekas gigitan lah,, cari yang cepat khasiatnya,," ucap Kenan lagi.
Juan malah mengernyitkan keningnya tidak mengerti dengan maksud Kenan.
"Siapa yang ada bekas gigitan tuan?" tanya Juan yang kepo.
"Istriku," jawab Kenan.
"Bekas gigitan apa tuan?" tanya Juan.
"Bekas gigitan nyamuk yah?" tanya Juan lagi yang belum mengerti dengan maksud Kenan akan bekas gigitan apa yang dia maksud.
"Haa tuan Kenan kok bisa menggigit Nona Friska?" tanya Juan lagi yang kepo.
"Abis enak,, udahlah kamu tidak akan mengerti karena kamu jomblo dan juga belum menikah,, jadi cari saja apa yang aku perintahkan itu lalu bawa ke rumahku,," ucap Kenan lagi.
Hemm sorry yah tuan Kenan aku sudah tidak jomblo lagi sekarang,, aku sudah mempunyai Ela,, dan setelah lulus aku akan menikahi dia juga,, batin Juan.
"Kamu dengar tidak apa yang aku katakan Juan,, kenapa kamu diam saja," ucap Kenan.
"Dengar kok tuan,, baik tuan saya akan membelinya sekarang lalu membawa ke rumah tuan,," ucap Juan cepat sebelum Kenan ribut lagi.
"Nah gitu bagus,, aku tutup dulu telfonnya," ucap Kenan.
"Iya tuan,," ucap Juan.
__ADS_1
Lalu Kenan segera menutup panggilan telfonnya begitu mendengar ucapan Juan.
Kenan menyimpan ponselnya lalu segera ke kamar mandi untuk mandi biar dia lebih segar.
Duhh itu apa yah namanya,, aku nggak mengerti masa harus tanya obat untuk menghilangkan bekas gigitan suami,, emang ada obat begitu,, batin Juan yang mulai bingung.
Juan segera berjalan ke luar rumahnya untuk membelikan apa yang dibutuhkan Kenan. Meskipun dia tidak mengerti apa namanya. Tetapi sebelum itu Juan mengirimkan pesan kepada Ela dulu untuk jangan lupa sarapan padahal dia sendiri belum sarapan juga tapi dia sudah biasa seperti itu kalau bekerja pada Kenan dan biasanya dia akan sarapan di rumah Kenan,, lalu Juan juga beritahukan tentang janjiannya dengan Syeila untuk makan siang bersama biar tidak terjadi salah paham dan Ela tidak akan mikir macam-macam, meskipun itu rencana bersama mereka untuk membalas Syeila tapi semalam mereka tidak membicarakan tentang makan siang bersama antara Juan dan Syeila itulah dia memberitahukan memang pada Ela.
Ela yang membaca pesan dari Juan langsung senyum-senyum bahagia.
"Kenapa lagi loe Ela?" tanya Salsa yang melihat Ela sedang senyum-senyum lagi karena dia capek melihat Ela yang senyum-senyum terus sejak semalam.
"Heran deh gue sama loe,, mau tidur senyum,, mau jalan senyum,, mau mandi senyum-senyum dulu,, mau makan senyum-senyum dulu,, jangan-jangan pas loe mau BAB loe senyum-senyum juga,," ucap Salsa lagi.
Merek sedang berada di meja makan sekarang.
"Kok loe tahu sih kalau gue senyum-senyum juga,, dukun yah? atau calon dukun?" ucap Ela lagi.
"Nggak dua-duanya,, udah deh ayo kita makan terus ponsel loe itu simpan dulu deh,, gue takut banget loe jadi gila Ela,, serius gue,," ucap Salsa.
"Gue senyum-senyum itu karena ini tahu nggak,," ucap Ela sambil memperlihatkan isi pesan dari Juan.
"Huwaa enak banget sih punya pacar ada yang perhatian,, nggak kayak gue,, cuma diri sendiri aja yang perhatian karena gue sendiri juga,," ucap Salsa sambil berpura-pura menangis.
"Sabar yah semua akan indah pada waktunya,," ucap Ela.
"Gue mau telfon kak Juan dulu,," ucap Ela lalu segera menelepon Juan.
Juan tersenyum begitu melihat ponselnya berdering dan yang meneleponnya adalah Ela. Serasa tugasnya langsung menjadi ringan saja.
__ADS_1