Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Menghentikan langkahnya secara tiba-tiba


__ADS_3

"Kamu ini benar-benar wanita yang sangat percaya diri yang pernah aku temukan, bisa-bisanya kamu berbicara seperti itu pada pria" ucap Juan lalu tertawa.


"Bagus dong kak berarti aku berbeda dari wanita lain. Kak Juan lebih baik jujur deh, pasti kak Juan suka sama aku kan melebihi suka sebagai adik," ucap Ela lagi.


"Kamu pikir ajah sendiri yah," ucap Juan lalu mengelus lembut rambut Ela, kemudian segera mengemudikan mobilnya.


Ya ampun kenapa tanganku melakukan itu batin Juan meronta-ronta sambil berusaha terlihat biasa saja, padahal sebenarnya dia terkejut dengan apa yang dia lakukan.


Ela langsung diam dan senyum-senyum sendiri mendapat perlakuan yang langka itu dari seorang Juan, yang di tahu betul tidak pernah dekat dengan wanita manapun.


######


"Kak Juan ini kita makan disini beneran?" tanya Ela setelah memesan makanan begitupun dengan Juan.


"Iya memangnya kenapa?" tanya Juan balik.


"Kamu sudah memesan makanan Ela dan aku juga udah, sebenarnya kamu bertanya itu sudah terlambat," ucap Juan sambil geleng-geleng kepala melihat Ela yang hanya nyengir.


"Habisnya kak tempat ini tuh sangat bagus, hemm berasa aku lagi kencan ajah dan juga dikit banget orang disini," ucap Ela sambil melihat di sekeliling.


"Atau jangan-jangan kak Juan sengaja yah membawa aku kesini, karena kak Juan ingin mengungkapkan perasaan kak Juan sama aku, supaya kita kencan beneran, aku udah siap kok kak," ucap Ela asal.


"Aku mengajak kamu kesini tuh, karena disini tidak ada laki-laki yang akan memperhatikan kamu secara berlebihan," ceplos Juan.


"Apa!!! sumpah kak Juan mikirnya sampai kesitu, ayok kak Juan kita nikah saja, aku lulus kak Juan datang melamar langsung aku terima, kak Juan benar-benar cowok idaman aku banget," ucap Ela yang membuat Juan melotot tak percaya setelah mendengar ucapan Ela.


Baru Ela mau bicara lagi, tiba-tiba pelayan datang membawa pesanan mereka, Ela pun membatalkan niatnya untuk berbicara.


Ela memperhatikan pelayan itu yang lagi tebar-tebar pesona pada Juan, namun Juan tidak peka sama sekali bahkan memperhatikan pun tidak.


"Terima kasih mba," ucap Ela.


Namun pelayan itu tidak menggubris sama sekali dan masih saja terus berusaha mengambil perhatian Juan, dengan dirinya yang sengaja lama-lama menaruh makanan Juan.


"Sayang habis ini kita mau kemana lagi," ucap Ela sambil memegang tangan Juan yang membuat Juan benar-benar terkejut, bahkan pelayan itu pun benar-benar terkejut setelah mendengar ucapan Ela.


"Haa," ucap Juan bingung mau bilang apa.


"Mba bisa cepat nggak, pacar aku tuh malu-malu kalau mau bicara ada orang lain," ucap Ela.


Pelayan itu pun segera menyelesaikan tugasnya dengan wajah yang di tekuk, lalu segera kembali ke tempatnya.

__ADS_1


Apa benar gadis itu kekasih pak Juan batin pelayan itu kesal.


Ela pun tertawa melihat ekspresi pelayan itu yang sudah meninggalkan meja mereka.


"Kak Juan maaf yah, tadi tuh aku cuma sengaja supaya pelayan itu segera pergi," ucap Ela.


"Haa," ucap Juan lagi yang membuat Ela mengernyitkan keningnya bingung.


"Dari tadi kak Juan cuma haa saja, kak Juan kenapa sih," ucap Ela heran.


"Kamu kalau mau mengusir pelayan tadi bisa pakai cara yang lain tidak," ucap Juan.


"Nggak bisa, itu cara paling ampuh kak Juan mengusir wanita yang ganjen, kak Juan nggak sadar apa kalau tadi dia mencari perhatian sama kak Juan," ucap Ela.


Juan pun hanya menggelengkan kepalanya.


"Aduh kak Juan ini memang benar-benar membutuhkan kekasih seperti aku, agar terhindar dari wanita ganjen," ucap Ela.


"Ada-ada saja, lebih baik kita makan sekarang," ucap Juan.


Mereka pun segera makan.


"Kak Juan pasti udah mau menyusul pak Kenan kan?" tanya Ela lemas di sela-sela makannya, begitu mengingat Juan yang akan menyusul Kenan setelah mereka menyiapkan keperluan untuk kejutan ulang tahun Dafa.


"Kak Juan jawabnya datar banget sih kak," ucap Ela.


Juan pun mengernyitkan keningnya bingung.


"Terus aku mesti jawab kayak gimana, supaya nggak datar?" tanya Juan heran.


"Iya aku udah mau menyusul tuan Kenan, kamu jangan rindu yah biar aku saja yang rindu, karena rindu itu berat cuma aku yang bisa, tunggu aku balik dan aku akan menganggapmu lebih dari adik, gitu seharusnya kakak jawab biar nggak terlalu datar" ucap Ela yang membuat Juan langsung tersedak dan Ela dengan cepat memberikan dia minuman.


"Kak Juan pelan-pelan dong makannya, jangan buat aku khawatir deh," ucap Ela.


"Ini karena kamu Ela, ngapain kamu bicara seperti tadi," ucap Juan begitu selesai dengan batuknya.


"Yah biar nggak terlalu datar kak," ucap Ela lalu nyengir.


"Kamu lanjut lagi makannya, jangan bicara sembarangan," ucap Juan.


"Baiklah kak Juan ganteng," ucap Ela sambil tersenyum lalu melanjutkan makannya lagi.

__ADS_1


########


Di rumah Ela


"Kak Juan yakin nih nggak mau masuk dulu?" tanya Ela yang masih berada di dalam mobil.


"Nggak usah Ela, kamu masuklah lalu istirahat, begadang itu tidak baik," ucap Juan.


"Kak Juan perhatian banget sih, gimana coba aku bisa berpaling," ucap Ela.


"Kamu memang mata keranjang, belum juga aku pergi kamu sudah memikirkan akan berpaling," ceplos Juan tiba-tiba.


"Apa...apa kak Juan bilang apa tadi?" tanya Ela dengan semangatnya.


"Nggak ada Ela," jawab Juan sambil menahan malu.


"Ya ampun kak Juan nggak mau mengakui lagi, okelah. Aku nggak akan berpaling kok kak, aku turun dulu kak Juan, makasih yah udah mau jalan bersama aku ini yang jomblo sejak lahir, kak Juan hati-hati yah" ucap Ela lalu mencubit gemas pipi Juan dan segera turun dari mobil sambil menahan tawanya karena telah berani mencubit pipi Juan.


Juan pun memegang pipinya yang di cubit oleh Ela lalu tersenyum, kejadian itu tidak di lihat oleh Ela karena Ela sudah lari masuk ke dalam rumahnya sambil memperbaiki detak jantungnya di balik pintu.


Sadar Juan, sadar, ya ampun batin Juan.


"Ela-ela," ucap Juan masih dengan senyum manisnya kemudian dengan segera dia mengemudikan mobilnya, tak lupa dia membunyikan klakson mobilnya karena tahu kalau Ela pasti masih berada di balik pintu sedangkan kedua orang tua Ela sudah tidur.


######


"Kenan aku boleh nggak berangkat kerja bareng kamu please," mohon Renata yang memang sudah sengaja menunggu Kenan keluar dari dalam apartemennya.


"Tidak Renata, kamu naik mobil sendiri saja," ucap Kenan kesal.


Kenan kok kayak aneh yah hari ini batin Renata.


"Kamu kenapa Kenan?" tanya Renata.


"Aku lagi nggak pengen di ganggu sekarang Renata, jadi jangan ganggu aku dulu, aku lagi kesal sekarang pada istriku," ucap Kenan sambil berjalan menuju mobilnya.


Ini kesempatan buat aku deketin Kenan batin Renata bahagia.


"Kenan aku bisa menghilangkan kekesalan kamu itu," ucap Renata sambil mengikuti Kenan.


Kenan tidak menggubris sama sekali ucapan Renata.

__ADS_1


Renata pun pada akhirnya menggunakan mobilnya sendiri.


Tiba di kantor, Renata masih terus mengikuti Kenan yang sedang berjalan dengan ekspresi wajah dinginnya, hingga Kenan menghentikan langkahnya secara tiba-tiba karena melihat seseorang.


__ADS_2