Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Seketika hilang


__ADS_3

Raka langsung saja terbatuk mendengar ucapan Kenan.


Kenan pun memberikan minuman kepada Raka.


"Menikah, serius loe, bukan sama Adelia kan?" tanya Raka panik setelah meminum minuman yang diberikan oleh Kenan.


"Bukan sama dia dan dia juga nggak tahu kalau gue sudah menikah sekarang" jawab Kenan.


"Syukur deh kalau bukan sama Adelia, tapi loe kok nggak mengundang gue sih?" tanya Raka lagi.


"Nggak ingat" jawab Kenan santai.


"Tega banget loe, eh tapi tunggu sekarang loe sudah menikah tapi bukannya sekarang loe juga lagi pacaran dengan Adelia?" tanya Raka penuh selidik.


"Iya gue memang masih pacaran dengan Adelia, loe tahu sendirikan gue sangat mencintai Adelia tapi orang tua gue nggak pernah mau suka sama Adelia, dan wanita yang gue nikahi itu adalah pilihan orang tua gue. Kita juga sudah ada perjanjian" jawab Kenan.


"Loe menikah karena perjanjian?" tanya Raka memastikan.


"Iya gue menikah karena perjanjian, gue bakalan ceraikan dia di saat Adelia sudah kembali dan sekarang dia sudah tahu kalau Adelia sudah kembali dan dia menuntut perjanjian itu" curhat Kenan.


"Dan sekarang loe pasang muka seperti itu pasti gara-gara bingung mau cerai atau tidak karena loe udah cinta sama istri loe, iyakan" ucap Raka dengan santainya.


Kenan pun langsung memberikan tatapan kepada Raka dan Raka hanya nyengir kuda saja mendapatkan tatapan dari Kenan.


"Gue nggak cinta sama istri gue yang gue cintai itu Adelia ajah, gue hanya bingung harus alasan apa sama orang tua gue terutama sama mama, kalau ayahku sudah tahu tentang itu dan gue yakin dia belum memberitahukan sama mama gue, karena kalau mama gue sudah tahu pasti gue nggak bisa duduk santai seperti ini" ucap Kenan.


"Heem alasan ajah loe yang gue lihat sih loe sepertinya nggak sanggup buat bercerai dengan istri loe" ucap Raka lalu tertawa.


"Bisa diam nggak loe, ingat yah jangan bilang sama Adelia tentang pernikahan gue" ancam Kenan.


"Siapa juga yang mau bilang kepedean banget loe, gue nggak ada niat tuh buat bicara dengan dia sedikitpun karena dia itu seperti virus" ucap Raka sambil bergidik ngeri.


"Sialan loe, lebih baik loe makan terus kembali ke habitat loe, ganggu ajah loe disini tahu nggak" ucap Kenan.


"Bentar gue balik, oh iya istri loe yang mana sih, cantik nggak, masih muda nggak tapi gue yakin pasti ngalahin Adelia sih cantiknya soalnya gue tahu pilihan orang tua loe pasti yang terbaik punya" ucap Raka.


Kenan pun langsung teringat wajah Friska dan dia juga jauh di dalam lubuk hatinya membenarkan ucapan Raka. Kenan tiba-tiba tersenyum mengingat kelakuan Friska.

__ADS_1


"Tuh kan benar yang gue bilang, tapi yang jelasnya pasti lebih cantikan cewek yang gue kejar sekarang" ucap Raka dengan santai.


"Enak ajah cantikan istri gue" ucap Kenan langsung setelah mendengar ucapan Raka.


Raka pun langsung tertawa setelah mendengar ucapan Kenan.


"Tahu nggak loe, gue kesini mau kasitau loe buat makan malam bareng gue bentar, gue mau kenalin ke loe cewek yang lagi gue kejar sekarang dan loe bawah istri loe deh biar gue kenal juga sebelum kalian bercerai nanti" ucap Raka.


"Loe udah gerak cepat juga yah sekarang, cewek itu udah tahu belum perasaan loe?" tanya Kenan.


"Belum tahu, gue lagi nunggu waktu yang tepat buat menyatakan perasaan gue ke dia, lagian dia juga masih sekolah sekarang" ucap Raka.


"Istri gue juga masih sekolah" ucap Kenan.


"Wah enak banget loe yah bisa dapat daun muda, kalau gue jadi loe nggak bakalan gue ceraikan mendingan gue bikin anak yang banyak" ucap Raka lalu tertawa.


"Otak loe itu yah perlu di bersihkan" ucap Kenan.


Gue kan belum pernah melakukan yang seperti itu dengan Friska batin Kenan.


"Nggak perlu kali, tapi kok bisa kebetulan begini yah, pokoknya loe harus bawah istri loe biar dia bertemu dengan gebetan gue, kelas berapa sih istri loe?" tanya Raka kepo.


"Cocok banget mereka seumuran jadi pasti kalau ngobrol nyambung, loe harus bawah dia sebentar oke jangan bawah Adelia" ucap Raka dengan semangatnya.


"Bentar deh gue mesti kasitau dia dulu kalau mau atau nggak" ucap Kenan.


"Okelah, waktu dan tempatnya biar gue kabari lagi bentar karena sebentar gue mau antarin dia dulu cari ponsel baru" ucap Raka.


Kenan pun teringat juga dengan ponsel Friska yang di rusaknya semalam.


Apa dia sudah punya ponsel baru sekarang yah, lebih baik sebentar aku belikan buat anak kecil itu batin Kenan.


"Iya terserah loe ajah, semoga sukses deh pendekatannya kasian gue sama loe yang jomblo sejak lahir" ledek Kenan.


"Sialan loe, gampang tahu kalau mau cari wanita tapi yang pas di hati itu susah dan baru sekarang gue nemuin yang pas di hati gue" ucap Raka lagi lalu mengingat wajah cantik natural Friska yang di lihatnya pagi tadi.


"Iya deh terserah loe mau bilang apa" ucap Kenan.

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan makan siangnya dengan di selingi pembicaraan mengenai apa saja bahkan mengenai pekerjaan juga.


Adelia yang mengetahui bahwa Kenan makan siang dengan Raka, orang yang Adelia tidak sukai juga langsung memanfaatkan kesempatan buat makan siang bersama Rio tanpa sepengatahuan Kenan.


Setelah Raka pulang, Kenan pun memikirkan bagaimana caranya mengajak Friska, Kenan menghubungi ponsel Friska namun ponselnya tidak aktif, Kenan bisa menyimpulkan bahwa pasti Friska belum membeli ponsel yang baru.


Kenan memutuskan untuk pergi membelikan sendiri ponsel baru buat Friska, dia keluar dari ruangannya dan melihat Adelia belum ada di tempatnya. Kenan berpikir pasti Adelia masih makan siang di kantor ini.


Adelia yang di antar oleh Rio langsung panik melihat Kenan, hampir saja Kenan melihat mereka berdua, tapi sayangnya Adelia lah yang duluan melihat Kenan, jadi dia cepat-cepat masuk kembali ke dalam mobil dan menyuruh Rio mengemudikan mobilnya lagi agar Rio juga tidak di lihat dan Adelia sudah bersembunyi di dalam mobil itu.


Kenan sama sekali tidak menyadari Rio dan Adelia karena dia buru-buru untuk pergi mencarikan ponsel baru buat Friska.


Setelah mendapatkan ponsel baru buat Friska, Kenan pun kembali ke perusahaan, dia melihat Adelia sudah berada di tempatnya. Kenan hanya senyum saja kepada Adelia lalu masuk ke dalam ruangannya, Kenan memang banyak yang harus di kerjakan hari ini karena dia ingin cepat pulang untuk pergi ke sekolah Friska pas jam pulang sekolah Friska.


Adelia melihat belanjaan Kenan, Adelia pikir itu ponsel buat dia, dia pun memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan Kenan.


"Ada apa Adelia?" tanya Kenan begitu melihat Adelia masuk dengan senyum bahagianya.


"Sayang apa ini ponsel buat aku, kebetulan ponsel aku udah lama banget nih, butuh yang baru" ucap Adelia.


"Oh bukan sayang, ini untuk Friska" ucap Kenan santai.


Adelia langsung malu mendengar ucapan Kenan namun dia berusaha menahan malunya.


"Sayang kamu kok belikan cuma Friska ajah, kamu nggak belikan aku juga" ucap Adelia.


"Karena ponsel Friska rusak nanti kamu aku belikan, kembali ke tempat kamu kerja aku lagi pengen cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan aku" ucap Kenan.


Adelia pun kembali dengan perasaan bahagia walaupun masih kesal sedikit dengan Friska. Sebenarnya Adelia di kantor Kenan hanya santai-santai saja, karena semuanya tetap saja di urus oleh Juan.


#####


Begitu jam pulang sekolah sudah tidak lama lagi, Kenan pun langsung pulang dan menuju ke sekolah Friska.


Kenan sampai ke sekolah Friska namun Friska belum pulang, Kenan pun memutuskan untuk berjalan-jalan di sekolah ayahnya itu terutama dia ingin pergi melihat Friska ketika belajar.


Kenan menanyakan kelas Friska kepada guru di sekolah itu, begitu sampai di kelas Friska dia melihat dari kaca, Friska yang sedang serius belajar namun mereka belajar dengan berkelompok sambil menyelesaikan soal-soal, tak ada yang menyadari Kenan berada disana.

__ADS_1


Bisa serius juga istriku ini batin Kenan sambil tersenyum.


Senyum Kenan seketika hilang, begitu melihat Dafa yang selalu memperhatikan Friska juga yang sedang serius belajar.


__ADS_2