Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Sementara di tempat lain


__ADS_3

Belum tahu saja kalian kalau Nona Friska sudah lebih duluan menikah,, dan bahkan sekarang sedang bulan madu,, kalian pasti akan sangat terkejut nanti begitu sudah mengetahui semuanya,, tapi biarlah nanti Nona Friska dan tuan Kenan saja yang mengakuinya,, aku nggak boleh bilang-bilang walaupun sebenarnya aku ingin memberitahu kalian berdua,, kira-kira kalian bakalan kaget level berapa yah ketika tahu Nona Friska sudah menikah dan kayaknya tidak lama lagi hamil,, batin Juan sambil tertawa di dalam hatinya.


"Apaan sih loe Sal,, lebay banget deh loe,, santai ajah dong masih lama juga,, lagian aku belum tentu jadi dengan kak Juan,, jangan sampaikan dia berubah pikiran karena aku yang nggak pantas buat dia," ucap Ela.


"Eittss aku nggak akan berubah pikiran, aku itu sangat mencintai kamu,, dan nggak akan berubah pikiran,, pokoknya aku padamu," ucap Juan yang langsung membuat Ela tersenyum.


"Kak Juan sekarang udah bisa gombal yah,," ucap Ela.


"Hanya sama kamu ajah kok,, dan sebenarnya tadi itu bukan gombal sama sekali karena aku benar-benar sangat mencintai kamu dan sangat yakin sama kamu,, apalagi setelah tahu kalau selama ini kita hanya saling salah paham saja karena di adu domba dengan Syeila,, aku jadi semakin mencintai kamu dan juga sangat yakin sama kamu," ucap Juan.


"Aku mendadak kenyang setelah mendengar ucapan kak Juan,, sweet banget sih," ucap Salsa.


"Ini kemampuan kak Juan yang terpendam," ucap Ela.


"Ada-ada ajah,, ayo naik mobil aku ajah yah Salsa nggak usah naik motor,, kamu kan cewek,, bahaya malam-malam begini sebenarnya naik motor sendiri," ucap Juan.


"Kak Juan perhatian banget sih," ucap Salsa.


"Iya nih, jangan terlalu perhatian pada wanita lain,, aku cemburu dan ngambek," ucap Ela.


"Benarkah,, kamu jangan ngambek dong sayang,," ucap Juan.


Ela langsung loncat-loncat bahagia begitu mendengar ucapan Juan,, membuat Juan dan Salsa mengernyitkan keningnya bingung.


"Loe kenapa sih Ela?" tanya Salsa.


"Jadi gitu rasanya ada yang rayu ketika lagi ngambek, ahh rasanya mantap," ucap Ela.


"Astaga Ela buat malu ajah loe," ucap Salsa.


Juan hanya tersenyum melihat tingkah Ela.


"Kamu nggak marahkan?" tanya Juan.


"Nggak dong kak,, mana mungkin aku mau marah," ucap Ela.


"Kalau sama Salsa nggak apa-apa kok,, asal jangan sama tante aku,, karena aku nggak akan terima itu," ucap Ela.


"Iyalah,, mana mungkin aku mau begitu,, dulu aku selalu perhatian padanya sebagai teman,, tapi sekarang entahlah,, aku sangat kecewa dan membenci dia sekarang karena sudah membohongi aku,, punya tujuan memisahkan aku dengan kamu dengan cara yang sangat licik,, untung saja aku nggak mengikuti ucapan dia,, padahal kalau kita nggak di tipu dengan Syeila sudah lama pasti kita sama-sama,," ucap Juan.


"Udahlah kak,, Syukuri ajah semuanya,, tapi pembalasan tetap berjalan,," ucap Ela sambil tersenyum licik.


Mereka pun segera pergi makan bersama dan juga akan belanja yang sudah tentu Juan lah yang membayar semuanya.


##############


"Ela tumben loe nggak belanja banyak, pacar loe nih yang bayar,, lagian kak Juan punya banyak duit,," ucap Salsa karena melihat Ela yang biasa saja tidak seperti biasanya.


Dasar loe Salsa buat malu gue ajah sih,, gue ini lagi berusaha elegan tahu nggak,, huu bibirmu tidak lama aku jahit deh,, biar diam,, batin Ela.


"Udah loe belanja ajah nggak usah ribut,, gue sih lagi nggak mood belanja,,, gue lagi mood lihatin kak Juan sekarang," ucap Ela.


Juan tampak tersenyum malu begitu mendengar ucapan Ela.


Sepertinya kambuh lagi dirinya yang dulu,, tapi aku sangat suka,, batin Juan.


"Kak Juan sini ikut aku,, lebih baik kak Juan saja yang beli pakaian biar aku yang pilihkan," ucap Ela sambil menggandeng tangan Juan.


Juan hanya mengikut saja sambil merasa bahagia di dalam hatinya,, karena bisa jalan bersama dengan Ela,, dan bahkan di pilihkan langsung pakaian dengan Ela,, dia sangat senang akan hal itu.


Terima kasih Raka,, emang dahh saran kamu the best,, untung saja aku mengikuti ucapan kamu,, bukan ucapan Syeila wanita bermuka muka dua itu,, dia hampir mirip dengan Adelia,, batin Juan.


"Ela ajakin gue juga dong, tega banget loe lupa sama gue," ucap Salsa.


"Ehh sorry lupa gue,, sini loe ikut,, gue mau mencarikan baju yang cocok buat kak Juan dulu,, nanti baru loe lagi deh,," ucap Ela.

__ADS_1


"Aku mahh ngikut ajah, karena di bayarin," ucap Salsa sambil nyengir dan mengikuti Ela dan Juan.


###########


Sementara di tempat Kenan dan Friska,, mereka sedang bersiap-siap untuk balik ke Indonesia setelah bulan madu mereka yang di percepat karena Kenan harus kembali bekerja lagi,, sangat banyak pekerjaan yang menanti dia.


"Sayang kamu pucat banget," ucap Kenan sambil melihat wajah Friska.


"Karena aku lagi malas pakai lipstik,, pengennya gini ajah,," ucap Friska manja sambil bergelayut di lengan Kenan.


"Oh ya udah,, kamu nggak kenapa-kenapakan?" tanya Kenan lagi.


"Nggak kok yank,, aku lagi pengen kayak gini ajah,, kenapa kamu nggak suka?" tanya Friska sambil cemberut.


"Mana mungkin,, mau bagaimanapun kamu,, aku akan tetap suka dan cinta sayang," ucap Kenan sambil mencubit gemas pipi istrinya.


"Dasar kang gombal," cibir Friska.


Tanpa berbicara lagi Kenan langsung mencium bibir Friska di hadapan orang lain,, membuat Friska malu setengah mati.


Friska memang sudah tidak memakai pakaian sexy lagi karena mereka sudah mau pulang.


"Sayang ihh kok kamu main nyosor-nyosor sih,, banyak orang loh ini," bisik Friska.


"Biarin ajah istriku juga,, siapa suruh kamu terlalu menggemaskan," ucap Kenan.


"Ayo sayang kita makan dulu," ucap Kenan.


"Ayo kalian juga yah,, kita makan bareng ajah,, maaf yah yang tadi,, memang terkadang bibir suami aku ini susah di kondisikan," ucap Friska sambil tersenyum,, membuat para pekerja yang ikut Kenan senang ternyata istri bos mereka baik dan tidak sombong bahkan mau meminta maaf pada mereka yang hanya sebagai pelayan dan pengawal saja.


Kita sih ingin makan bareng tapi tuan Kenan pasti tidak mau,, mana mungkin tuan Kenan mau,, batin salah satu pelayan.


"Ayo sini kenapa kalian diam,, apa yang di ucapkan istriku berarti itulah yang aku ucapkan juga,, jadi ayo sini kita makan sama-sama ajah,, karena meja ini sangat luas," ucap Kenan.


Friska dengan segera mengambilkan makan di piring Kenan. Dan itu tidak luput dari mata pekerja. Mereka sangat mengagumi kecantikan dan kelembutan serta perhatian Friska,, padahal mereka belum tahu saja seberapa bar-barnya Friska.


"Makasih istriku," ucap Kenan sambil tersenyum.


"Emm dasar lebay,, bilang makasih segala, ini itu udah tugas aku sebagai istrimu tau," ucap Friska sambil tersenyum.


"I love you," ucap Kenan dengan senyumnya dan para pelayan hanya tersenyum sembunyi-sembunyi saja melihat bosnya yang sedang menggoda istrinya.


"Apaan sih sayang,,, malu ihh sama mereka,, ayo makan," ucap Friska.


"Baiklah,, sesuai perintah istriku," ucap Kenan lalu segera makan.


"Kalian juga ayo makan," ucap Friska karena melihat para pekerja belum ada yang makan satu orang pun.


"Iya Nyonya,," ucap para pelayan itu.


"Jangan Nyonya,, panggil aku ajah dengan Nona,, aku lebih suka itu,," ucap Friska.


"Tapi,.. "


"Ikuti saja kemauan istriku," ucap Kenan.


"Baik tuan,"


"Sayang kamu juga ayo makan," ucap Kenan karena melihat istrinya yang belum makan.


"Aku lagi nggak mau sayang,,, aku lagi diet,, aku nggak mau terlalu gendut,, aku maunya body gini ajah sedang-sedang," ucap Friska.


"Eitss nggak boleh kesehatan kamu lebih penting lagian mau kamu gendut juga aku tetap cinta,, ayo makan,, aku suap nih kalau nggak mau makan,," ucap Kenan.


"Ihhs jangan aku makan sendiri ajah,," ucap Friska lalu segera makan yang sebenarnya dia sudah sangat lapar,, tapi melihat badannya yang sepertinya bertambah gemuk dia jadi mau diet saja karena dia tidak suka terlalu gemuk.

__ADS_1


"Nah gitu dong,, lagian darimananya sih kamu gemuk,, badan kamu seperti biasa ajah kok,, nggak bertambah," ucap Kenan.


"Emm," ucap Friska yang fokus makan.


Istriku... istriku mau sok diet juga padahal nggak bisa,, lagian dia bertambah gendut darimananya sih,, atau jangan-jangan karena dia lihat semakin besar tempat aku menyusu kali yah,, makanya dia pikir bertambah gendut,, gimana mau nggak besar coba kalau tiap hari aku urusin,, batin Kenan.


#############


"Kak Juan aku mau tanya sama kak Juan,, boleh nggak?" tanya Salsa.


"Iya boleh kok,, mau tanya apa?" tanya Juan.


"Friska kemana sih,, dia ada urusan apa?" tanya Salsa karena sebenarnya dia ingin sekali bergosip dengan Friska mengenai Ela.


"Pak Kenan juga pergi bersama Friska kan?" tanya Salsa lagi.


Duhh kok tanyain Nona Friska dan tuan Kenan,, mereka sedang bulan madu sekarang lagi bahagia-bahagia,, lagi fokus buat penerus,, tapi nggak mungkinkan aku bilang yang sebenarnya,, bisa-bisa aku di jadikan perkedel dengan Nona Friska,, belum lagi dengan tuan Kenan,, batin Juan.


Juan pun tampak berpikir,, alasan apa yang akan dia berikan pada Salsa.


"Kak Juan kenapa diam?" tanya Salsa lagi.


"Kak Juan nggak tahu yah," ucap Salsa lagi.


"Tapi nggak mungkin sih, kan kak Juan asisten pribadi tuan Kenan," ucap Salsa lagi..


"Kenapa sih loe Sal tanyain Friska?" tanya Ela.


"Gue kangen sama tuh anak tahu nggak,," jawab Salsa.


"Hemm pasti ada alasan lain,, jujur ajah deh," ucap Ela lagi..


"Heheh iya sih,, sekaligus mau ajak dia gosip,, dan juga mau memberitahukan dia gosip tentang loe, yang nggak lama lagi mau menikah,, dan kita berdua di tinggal nikah duluan sama loe," ucap Salsa.


"Astaga Salsa,, bibir loe ini emang nggak bisa di ajak kompromi yah,, loe lupa yah tadi perjanjian kita apa,, loe nggak boleh bilang-bilang ke orang lain, kita bertiga ajah yang tahu tentang ini semua,, gimana sih loe," ucap Ela.


"Gila loe mau rahasiain ini dari Friska,, gue nggak mau yah dapat tendangan dari dia," ucap Salsa.


"Loe bayangin nggak kalau Friska tau kita rahasiain ini dari dia,, pasti dia bakalan kecewa dan nggak mau lagi menganggap kita sahabat, karena kita main rahasia-rahasian sama dia," ucap Salsa.


"Lagian kitakan bisa menyuruh Friska untuk menjaga rahasia ini,, gue yakin dia itu bisa jaga rahasia kali,, dan siapa tahu ajah dia bisa bantu juga ngerjain tante loe,, tahu sendirikan Friska gimana orangnya," ucap Salsa.


Hemm kalau Nona Friska tahu sudah pasti tuan Kenan tahu,, dan kalau tuan Kenan tahu sudah pasti aku di ledekin sama dia,, nggak ada cara lain selain siap-siap menerima ledekan dari tuan Kenan,, batin Juan.


"Salsa serius amat loe,,, gue bercanda kali,, sudah pasti Friska harus tahu juga,, gue mana bisa kasitau loe dan nggak kasitau dia sih," ucap Ela.


"Gue pikir loe nggak mau beneran," ucap Salsa.


"Nggak mungkin lah, kita itu sahabat jadi harus saling tahu," ucap Ela.


"Tapi kalau yang para cowok-cowok nggak usah deh karena mereka itu urusin game ajah,, jadi nggak usah," ucap Ela lagi.


"Iyalah nggak usah karena bakalan ribet lagi nanti kalau mereka tahu,, bakalan ribet ceritanya," ucap Salsa.


"Jadi kak Juan,, dimana Friska sekarang,, kak Juan tahu nggak kapan dia baliknya?" tanya Salsa lagi.


"Emm dia lagi ada urusan jadi aku sebenarnya nggak tahu kapan tepatnya mereka balik,, tapi sepertinya udah nggak lama lagi,," ucap Juan.


Lebih baik bilang gitu ajah deh,, takutnya tuan Kenan nanti menambah waktu bulan madunya nanti dikirain aku bohong lagi,, batin Juan.


"Oh gitu yah,, aku pikir kak Juan tahu," ucap Salsa.


Sementara di tempat lain, di rumah Syeila.


Juan kenapa yah akhir-akhir ini selain dia berubah, dia juga udah jarang menghubungi aku,, sekarang ajah dia belum menghubungi aku,, aku pikir dia akan menghubungi aku sekarang padahal dia nggak menghubungi aku juga,, lebih baik aku telfon dia ajah deh,, batin Syeila.

__ADS_1


__ADS_2