
Kamar Jeki dan Salsa...
"Sayang kok tadi kamu nggak buka pintu kamar sih? dan nuduh aku selingkuh? kok bisa seperti itu?" tanya Jeki yang masih penasaran.
"Oh itu kata Friska tadi,,, karena suaminya pergi diam-diam,, hanya menulis di kertas saja, Pak Kenan tidak mengajak Friska ikut jadi Friska pikir macam-macam dong, dan kamu juga tidak ada bersamaan dengan itu, jadi kami berpikir kalian lagi pergi selingkuh secara bersama-sama," ucap Salsa yang membuat Jeki langsung melongo,, nasib nikah sama bocil,,, pikiran bocil memang sangat pendek sama dengan pendek istrinya saat ini, tapi tentu pikiran itu hanya ada di dalam otak Jeki saja karena tidak mungkin mengatakan pada Salsa bahwa pikiran Salsa sangat pendek sama dengan tinggi badannya.
"Kan tadi aku sudah izin sayang, aku ada urusan penting," ucap Jeki.
"Aku itu nggak mungkin selingkuh sayang, karena aku hanya mencintai kamu saja, aku tidak ada niatan sama sekali untuk selingkuh, begitupun dengan Juan dan juga Tuan Kenan, mereka sangat setia,, percayalah padaku, kami memang selalu ada urusan mendadak sayang, jadi kamu harus terbiasa akan hal itu,, tapi aku tidak selingkuh sama sekali,, kami bertiga adalah pria-pria setia,, jadi jangan langsung mengambil kesimpulan sendiri yah,, lebih baik bertanya dulu supaya aku bisa menjelaskan semuanya," ucap Jeki sambil mengelus lembut rambut Salsa..
"Iya sayang maafin aku yah yang sudah marah-marah tidak jelas tanpa mau bertanya dulu padamu dan mendengarkan penjelasan dari kamu,,," ucap Salsa lalu memeluk tubuh Jeki.
"Iya sayang," ucap Jeki sambil tersenyum bahagia.
"Kamu nggak pusingkan seperti Pak Kenan?" tanya Salsa sambil melihat wajah suaminya.
__ADS_1
Jeki pun segera menggelengkan kepalanya sambil menahan senyum apabila mengingat sandiwara Kenan yang sangat berhasil itu.
"Nggak kok sayang,, tapi kamu harus mendapatkan hukuman," ucap Jeki.
"Hah hukuman? kamu tega menghukum aku? kejam banget," ucap Salsa dengan mata yang berkaca-kaca karena takut akan mendapatkan hukuman dari Jeki.
"Hukumannya enak kok sayang dan bikin nagih," ucap Jeki sambil mengedipkan sebelah matanya,, lalu segera menjamah tubuh istrinya,, seketika Salsa menjadi mengerti dengan maksud hukuman Jeki, Salsa pun menerima hukuman itu dengan senang hati.
Di kamar Juan dan Ela...
Setelah acara maaf-maafan mereka,,, Juan pun segera mengeluarkan apa yang sejak tadi ingin dia tanyakan.
Ela pun nyengir.
"Iya masih sayang,, sabar yah," ucap Ela sambil bergelayut manja pada Juan.
__ADS_1
Juan pun memegang tangan Ela.
"Iya sayang," ucap Juan sambil tersenyum pasrah.
Malam itu Juan pun hanya tidur sambil memeluk Ela,, tidak bisa melakukan hal yang iya-iya.
Sementara di dalam kamar Kenan dan Friska, Kenan masih betah dengan sandiwara nya karena Friska begitu sangat perhatian padanya dan juga tampak Friska benar-benar merasa bersalah pada dirinya, kapan lagi melihat ekspresi istrinya yang begitu menggemaskan ketika merasa bersalah.
"Sayang masih pusing?" tanya Friska dengan sangat lembut.
"Iya dikit," ucap Kenan dengan manjanya padahal dia tidak pusing sama sekali bahkan salto belakang pun dia bisa lakukan sekarang.
"Kemarilah!" ucap Kenan dengan manja sambil merentangkan kedua tangannya. Friska pun segera ke pelukan Kenan.
"Sayang, aku itu tidak pernah selingkuh, aku sangat, sangat mencintai mu, tadi aku pergi karena ada urusan sedikit, aku nggak ngajak dan izin melalui tulisan tangan saja,, karena aku masih mode cemburu pada kedua cowok yang ada di restoran tadi, aku sangat cemburu," ucap Kenan sambil mengerucutkan bibirnya,, kelakuan Kenan yang seperti itu hanya ditujukkan pada Friska saja.
__ADS_1
"Iya, maafkan aku yah sayang, kamu boleh minta apa saja sebagai permintaan maaf aku, tapi kamu jangan pingsan lagi, aku takut lihat kamu pingsan," ucap Friska sambil memeluk erat tubuh suaminya itu.
Senyum evil Kenan langsung terbit di bibir manisnya begitu mendengar ucapan Friska.