Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Pemanasan..


__ADS_3

Kenan benar-benar menahan senyumnya begitu merasakan betapa takutnya istrinya pada dirinya saat ini,, Kenan bisa merasakan ketakutan Friska,, bahkan saat ini Friska sedang gemetar di dalam dekapan hangat Kenan.


Entah apa yang telah dikatakan Dafa pada kamu sayang, bisa-bisanya sekarang kamu sangat takut padaku,, padahal kamu adalah wanita yang tidak pernah takut padaku, kamu kan sangat bar-bar,, tapi kamu bertambah imut jika takut seperti ini,, batin Kenan yang sangat mengenal istrinya itu,, karena sejak dulu hanya Friska lah setelah mamanya yang tidak takut pada Kenan,, dari sebelum mereka saling mencintai pun Friska tidak pernah takut pada Kenan.


"Kamu pikir bisa menangkap ku?" ucap Dafa sambil tersenyum miring.


Begitu mendengar ucapan Dafa,, Kenan pun ikut tersenyum miring,, jelas-jelas Kenan melihat saat ini Dafa tengah ketakutan,, tapi masih berusaha untuk tetap terlihat tenang dan sombong,, Kenan akui mental Dafa kuat dan itu semua karena Dafa sangat mencintai Friska makanya timbul keberanian seperti sekarang ini,, karena cinta seseorang bisa berubah dalam sekejap. Sayangnya Dafa salah memilih lawannya,, Kenan yang sudah dewasa tentu sudah banyak melalui asam dan garam dalam hal seperti ini.


"Hah benarkah? kenapa tidak bisa menangkap mu?" ucap Kenan dengan tatapan mata tajam pada Dafa.


Dafa menelan salivanya kasar,, baru kali ini dia akan berhadapan dengan Kenan langsung dengan Kenan yang marah besar. Benar yang sering didengarnya Kenan memang sangat menakutkan dan juga sangat pintar dalam urusan strategi. Buktinya Dafa benar-benar tidak menyangka Kenan akan menyamar menjadi penghulu.


"Heh pengawal apa yang kalian lakukan,, cepat tangkap pria ini yang sudah mengacaukan acara pernikahan ku," perintah Dafa pada anak buahnya.

__ADS_1


Degh!!!


Seketika Dafa menyadari saat ini anak buahnya sudah menjadi orang asing,, kemana perginya anak buahnya? tidak ada satupun anak buahnya di dalam ruangan itu.


Kenan semakin tersenyum miring melihat Dafa yang panik begitu menyadari saat ini anak buahnya sudah berganti.


Raka dan Juan pun membuka samarannya sambil membawa Samuel dan pacar Samuel.


Dafa melongo dan merasa tau darimana asal informasi Kenan saat ini.


Samuel menggelengkan kepalanya pertanda tidak akan melakukan itu jika tidak terpaksa.


"Dafa, maafkan aku Dafa,, aku tidak bermaksud mengkhianati kamu,, tapi Kenan Mahardika benar-benar sangat menakutkan Dafa,, aku tidak tau darimana dia bisa mengetahui aku,, aku juga benar-benar terkejut saat tadi malam ketika aku mengurus penghulu yang akan menikahkan kalian dia tiba-tiba muncul dan membawaku ke markasnya, dia tidak memberikan aku celah sedikitpun untuk memberitahukan kamu,, aku tidak memiliki kesempatan,, dia sepertinya sudah tau jika aku mencari kesempatan untuk memberitahukan kamu,, awalnya aku tidak mau buka mulut tapi dia mengancam ku menggunakan kekasihku,, kekasih ku sangat ketakutan Dafa,, aku kasihan padanya,, dia tidak salah apa-apa,, dia tidak tau apa-apa mengenai ini,, aku tidak mungkin melibatkan dia,, tapi Kenan menyiksa kekasihku,, dia bilang dia akan berhenti sampai aku mau buka mulut,, aku tidak ada pilihan lain aku nggak mungkin melihat kekasihku mati di depan mataku Dafa,, kamu juga sangat mencintai seseorang kan Dafa dan kamu pasti tidak mungkin tega melihatnya mati karena dirimu,, Kenan sendiri yang menyiksa kekasihku tanpa belas kasih,, dia menyiksanya seperti menyiksa pria,, aku tidak sanggup Dafa melihatnya makanya dengan berat hati aku memberitahukan semuanya pada Kenan,, itupun kalau aku terlambat membuat keputusan ada kemungkinan kekasih ku sudah tiada hari ini,, maafkan aku Dafa,, maafkan aku," ucap Samuel sambil melihat kekasihnya yang sudah setengah hidup karena Kenan sendiri yang menyiksa wanita itu,, tapi begitu Kenan sudah mendapatkan informasi dari Samuel,, Kenan sendiri yang menyuruh dokter terbaik untuk mengobati wanita itu.

__ADS_1


Gila bukan? itulah salah satu kekejaman yang bisa dilakukan Kenan jika sudah berhubungan dengan istrinya.


Friska semakin gemetar ketakutan begitu mendengar ucapan Samuel. Meskipun Friska hilang ingatan tapi Friska tau Samuel pria yang baik,, dan kekasihnya itu sering datang bertemu Friska,, mengajak Friska bercanda,, memasak,, perawatan,, bercerita dan lainnya, bahkan mereka seperti kakak dan adik,, wanita itu juga terlihat jelas sangat menyayangi Friska. Wanita itu berhati lembut.


Seberapa kejam Kenan ini? demi mencari ku dia melakukan ini semua,, kalau aku dibawa,, apa aku juga akan seperti itu? akan disiksa seperti itu? batin Friska yang diselimuti dengan ketakutan luar biasa,, ucapan Dafa mengenai Kenan terus terlintas dibenaknya.


Dafa bisa mengerti posisi Samuel tadi malam. Dafa menyesali tidak curiga sedikitpun begitu Samuel memberitahukan dirinya bahwa Samuel akan datang terlambat dihari pernikahan Dafa. Dafa yakin Samuel memberitahukan dirinya pasti sudah ada campur tangan dari Kenan tapi Dafa tidak menyadarinya sedikitpun.


"Sekarang,, aku harus pemanasan dulu sebelum menyiksa mu yang sesungguhnya," ucap Kenan yang masih sangat marah karena hampir saja istrinya dinikahi oleh Dafa. Kenan benar-benar marah sampai diubun-ubun.


Kenan menggendong tubuh Friska dulu lalu mendudukkan Friska di kursi mencium kening Friska dengan penuh kelembutan,, "Tunggu yah sayang," ucap Kenan pada Friska,, lalu Kenan segera berjalan ke dekat Dafa,, Dafa memucat ketika Kenan semakin mendekat kepadanya dengan aura dinginnya.


Friska hanya diam tanpa suara melihat Kenan yang sedang berjalan menuju ke arah Dafa.

__ADS_1


Dafa langsung mendapatkan bogeman mentah dari Kenan,, baru satu kali Kenan meninju Dafa tapi sudah mengeluarkan darah di mulut Dafa. Friska sampai menutup mulutnya dengan tangannya melihat Dafa yang berdarah tidak menyangka satu kali tinjuan saja sudah membuat Dafa muntah darah. Betapa kerasnya tinju Kenan untuk Dafa.


########,,,,,,,,,,,##########


__ADS_2