
Tatapan macam apa itu,, emang yah nih anak selalu saja melewati batas,, matanya sangat butuh di ajar agar tidak menatap istriku seperti itu,, batin Kenan meronta-ronta.
"Iya aku tau kok kak Raka hanya bercanda saja,, kamu jangan baperan,, kak Raka kan emang suka bercanda," ucap Friska kepada Kenan yang membuat Raka langsung tersenyum bangga karena di bela Friska.
"Istriku sayang dia tuh nggak bercanda,, aku sangat tau apa yang ada di pikiran dia,, dan juga dia menatap kamu seperti itu,, aku tidak terima," ucap Kenan.
"Udah,, udah,, jangan pikir macam-macam,, disini banyak orang loh,, kamu jangan marah-marah," ucap Friska sambil menenangkan suaminya itu.
"Gimana mau nggak marah-marah sayang,, kalau dia seperti itu," ucap Kenan kesal.
"Ya ampun Kenan,, aku nggak ngapa-ngapain kamu dan juga Friska,, aku hanya duduk disini,, sensitif banget sih kamu," ucap Raka.
"Nggak ngapa-ngapain,, kamu itu merayu istriku,, menatap istriku dengan tatapan seperti itu,, lalu itu yang kamu bilang nggak ngapa-ngapain," ucap Kenan seperti ingin memakan Raka.
"Udah sayang ihh,, itu kak Rio dan Dafa menuju kesini,, jangan marah-marah terus nanti kamu cepat tua,, mau kamu cepat tua?" ucap Friska sambil melihat Kenan.
"Yah nggak mau dong sayang," ucap Kenan sambil mengelus lembut wajah Friska.
Hmmm dasar si Kenan,, pamer amat nyentuh-nyentuh dek cantik,, batin Raka sambil melihat pada Kenan yang sedang tersenyum bangga pada Raka.
"Udah Raka,, makanya kamu jangan memulai,, sakit kan hati kamu,, ingat dia kan istrinya tuan Kenan,, jadi dia lebih berhak, kalau kata tukang parkir mah mundur,,, mundur," bisik Juan pada Raka.
"Duhhh nggak usah berisik deh Juan,, kamu nggak pernah sih rasain cinta pertama dan ternyata dia udah nikah,, susah tau move on," bisik Raka balik.
"Dasar,, susah bukan berarti tidak bisa kan,, jadi kamu harus lebih usaha lagi yah,, tuan Kenan pasti akan sangat menjaga istrinya nggak usah ngarep bakalan bersama Nona Friska," ledek Juan.
"Aku udah biasa berharap jadi santai aja," bisik Raka lalu ikut tertawa juga.
##############
Sementara Jeki dan Salsa memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing begitu selesai makan malam mereka,,, Jeki mengantar Salsa terlebih dahulu ke rumahnya.
__ADS_1
Begitu sudah sampai ke rumah Salsa,, Jeki bertemu dengan orang tua Salsa,, Jeki benar-benar sopan pada kedua orang tua Salsa. Salsa hanya tersenyum malu-malu begitu melihat Jeki berbicara dengan kedua orang tuanya dengan sangat sopan,, dan dia juga terlihat sangat berwibawa serta mapan,, ini pertama kalinya buat Salsa.
Kedua orang tua Salsa sangat menyukai Jeki,, karena Jeki memang anak yang ramah dan juga membawa pulang Salsa tepat waktu,, dia tidak membawa pulang Salsa pas larut.
Jeki juga dipersilahkan masuk oleh kedua orang tua Salsa tentu membuat Jeki langsung mau karena dia memang ingin mengenal lebih dekat lagi keluarga Salsa terutama kedua orang tua Salsa,, dia ingin serius pada Salsa.
"Kamu sepertinya anak kantoran yah nak?" tanya mama Salsa kepada Jeki sambil melihat penampilan Jeki.
"Iya tante,, aku bekerja di kantor Kenan Mahardika sebagai manajer terkadang juga aku sebagai asisten tuan Kenan kalau asistennya sedang sibuk,," ucap Jeki.
"Wahh Kenan Mahardika pengusaha muda itu yang sangat sukses,, bisa-bisanya seorang seperti kamu bisa mengenal Salsa dan juga mengajak jalan Salsa,, kebaikan apa yang dilakukan anak itu dimasa lampau," ucap ayah Salsa lalu tertawa,,, karena dia tau betul yang bekerja di kantor Kenan pastilah orang-orang terpilih apalagi menjadi asisten Kenan itu pasti bukan sembarangan orang.
Jeki pun tersenyum begitu mendengar ucapan ayah Salsa.
"Salsa berteman dengan ponakan tuan Kenan,, dan dari situlah aku bertemu dengan dia om," ucap Jeki.
"Hah,, Salsa berteman dengan ponakan pak Kenan?" tanya ulang ayah Salsa karena benar-benar tidak menyangka dan dia juga penasaran teman Salsa yang mana karena yang dia tau teman Salsa hanyalah Friska dan kawan-kawan.
"Iya aku nggak tau,, temannya yang mana?" tanya ayah Salsa.
"Nona Friska, jadi Nona Friska itu ponakannya tuan Kenan,, dari situlah aku bisa bertemu dan kenal dengan Salsa," jawab Jeki yang membuat kedua orang tua Salsa terkejut.
Istri tuan Kenan sih lebih tepatnya,, batin Jeki.
"Friska ponakannya pak Kenan? kok kita nggak tau,, iyakan ma? Salsa juga nggak bilang-bilang,," ucap ayah Salsa sambil melihat istrinya.
"Mungkin Salsa nggak sempat bilang," ucap Jeki.
"Hemm iya bisa jadi sih,, tapi aku benar-benar nggak nyangka kalau Friska itu adalah ponakannya pak Kenan,," ucap ayah Salsa lagi.
Tak lama setelah mengucapkan itu,, Salsa pun datang sambil membawakan minuman untuk Jeki dan juga kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Ya ampun Salsa kok repot-repot sih,, kan tadi udah,, seharusnya mama dan papa kamu saja yang kamu buatkan," ucap Jeki lembut sambil melihat Salsa.
"Nggak apa-apa kok,, kak Jeki minum lagi yah,, nggak boleh kalau nggak di minum,, aku nggak repot sama sekali kok," ucap Salsa sambil tersenyum lalu segera duduk di dekat mamanya.
"Salsa beneran si Friska teman kamu itu yang selalu heboh dan bar-bar,, ponakannya pak Kenan?" tanya mama Salsa sambil melihat Salsa.
"Oh mama pasti tau dari kak Jeki yah? emang iya sih Friska itu ponakannya pak Kenan,, aku lupa terus mau beritahu mama dan papa," ucap Salsa.
"Ya ampun nggak nyangka banget anak kita bisa berteman dengan ponakannya pak Kenan,, wahh entah kebaikan apa yang pernah kamu perbuat dulu nak," ucap mama Salsa.
"Isshh mama lebay banget,," ucap Salsa.
"Emang," ucap mama Salsa lalu tertawa.
"Oh iya kalian kemana tadi? ke tempat romantis-romantis yah?" tanya mama Salsa.
"Makan malam di restoran ma,, mama kepo banget sih,,, malu tau,,, aku nggak ada hubungan apa-apa dengan kak Jeki,, jangan bikin malu aku dong,," ucap Salsa pelan.
"Anak aku ini udah bisa malu juga,, wow banget yah,, tumben loh biasanya nggak ada malunya,,," ucap Mama Salsa lalu tertawa.
Jeki hanya tersenyum begitu mendengar ucapan Mama Salsa.
"Astaga bisa-bisanya mama bicara nyaring banget,," ucap Salsa dengan pipi yang sudah merona karena malu.
"Memang kenyataan loh anakku sayang,, kamu kan biasanya nggak malu-malu,, biasanya malu-maluin,, tapi sekarang kamu udah malu-malu,, jadi mama terkejut aja gitu," goda mama Salsa.
"Iyakan pa?" ucap mama Salsa lagi sambil melihat ayah Salsa.
"Iya setelah aku perhatikan dia berubah gitu pas bawa nak Jeki,, udah ada malunya sekarang tapi Alhamdulillah senang banget akhirnya anakku bisa malu juga," ucap Ayah Salsa yang membuat Salsa langsung melongo tak percaya begitu mendengar ucapan ayahnya.
Sementara Dafa dan Rio datang bersama dan langsung duduk di dekat Friska membuat Kenan langsung melihat ke arah mereka berdua.
__ADS_1
Astaga yang satu sudah di amankan ehh masih ada dua orang lagi yang ngegas,, sabar,, sabarlah tuan Kenan,, batin Juan sambil tertawa di dalam hatinya melihat ekspresi wajah Kenan.