
"Yah karena memang hubungan kita harus di rahasiakan kak Juan,, aku nggak mau hubungan pacaran kita di tahu oleh orang lain selain kita bertiga," ucap Ela yang membuat Salsa jadi sangat heboh.
Tadi Salsa hanya menduga-duga saja bahwa Juan dan Ela sudah memiliki hubungan yang lebih sekarang,, namun tidak di sangkanya bahwa dugaan dia benar,, Ela sudah menjalin hubungan yang lebih dengan Juan.
"Ela serius loe udah jadian dengan kak Juan,, gue nggak lagi mimpikan ini," ucap Salsa yang benar-benar sangat heboh padahal yang jadian Ela tapi dia yang sangat heboh.
"Duhh Salsa heboh banget sih loe,, iya gue dan kak Juan udah jadian,, barusan kita jadian sebelum loe datang menjadi pengganggu," ucap Ela lalu tertawa.
"Ya ampun berarti tadi emang gue menganggu yah,, aduh selamat yah kak Juan,, dan juga selamat buat loe Ela,, nggak nyangka gue kalau halu loe selama ini ingin bersama dengan kak Juan dan BTS akhirnya ada juga yang menjadi kenyataan salah satunya,," ucap Salsa yang membuat Juan mengernyitkan keningnya bingung begitu mendengar BTS.
Ya ampun Salsa pakai di bilang-bilang lagi suami halu aku,, hem...hem batin Ela.
"BTS itu siapa?" tanya Juan sangat serius menanggapi ucapan Salsa.
Salsa segera mengambil ponselnya yang penuh dengan foto-foto member BTS lalu memperlihatkannya pada Juan.
"Ini kak,, ganteng-gantengkan? sekilas informasi ajah yah kak ini suami aku tujuh-tujuhnya," ucap Salsa.
Juan melihat Salsa dengan ekspresi wajah kebingungannya.
"Kamu sudah menikah Salsa?" tanya Juan.
"Kapan kamu menikahnya?"
"Dan kenapa banyak sekali," ucap Juan.
Ela benar-benar tertawa melihat kebodohan Juan.
"Iya kak aku udah nikah sama mereka bertujuh tapi dalam mimpi doang kak,," jawab Salsa sambil nyengir.
"Astaga Salsa aku pikir kamu benar-benar sudah menikah," ucap Juan.
"Yah belum lah kak,, aku masih jomblo begini kok,, tadi kak Juan ingin melihat BTS kan,, nah ini mereka,, Ela itu berharap banget bisa mendapatkan mereka ini dan dia juga berharap ingin bersama kak Juan,,, yang terwujud bersama dengan kak Juan jadi syukur daripada tidak ada sama sekali," ucap Salsa.
"Mereka ini tinggal dimana?" tanya Juan serius karena dia tidak terima mendapatkan saingan.
Ela dan Salsa langsung tertawa begitu melihat kebodohan Juan yang tidak tahu apa-apa.
"Mereka tinggal di dalam hati aku,,, Ela dan juga Friska,," jawab Salsa.
Juan sangat tidak menerima itu, terlihat jelas dari ekspresi wajahnya.
"Udah deh Sal loe jangan kayak gitu sama kak Juan,, dia itu nggak tahu Korea dan halu kita tahu nggak,, kasian tuh kak Juan menganggap serius semua itu," ucap Ela lalu tertawa sambil melihat Juan.
"Korea?" ucap Juan.
"Iya kak mereka itu di Korea, dan kita di Indonesia dan bahkan mereka nggak tahu kalau kita bernafas kak di dunia ini,, tapi kita tetap menyukai mereka bertujuh dan selalu halu akan menikah dengan salah satu dari mereka,, jadi kak Juan tidak usah memikirkan itu yah,, santai ajah kak karena Ela tidak mungkin bersama dengan mereka,, cuma sebatas halu ajah,, Ela pasti bersama dengan kak Juan," ucap Salsa lalu tertawa lagi.
"Oh begitu,, aku pikir mereka itu gebetan kamu juga Ela," ucap Juan sambil melihat Ela.
"Yah bukanlah kak,, mana mungkin mereka mau aku gebet,, sama aku ini yang hanya kentang," ucap Ela sambil tertawa.
"Benar banget loe Ela," ucap Salsa lalu tertawa lagi.
"Kalau salah satu dari mereka mau sama kamu,, kamu pilih siapa,, aku atau salah satu dari mereka?" tanya Juan penuh selidik.
"Yah sama salah satu dari mereka dong kak," jawab Ela cepat.
"Tega kamu mahh,, aku pulang," ucap Juan.
Ela dengan segera menahan Juan.
"Kak Juan ngambekan,, jangan ngambek dong kak,, lagian itu juga nggak akan terjadi," ucap Ela gemas sambil bergelayut manja di lengan Juan.
"Iya nih kak Juan masa ngambekan, baru jadian juga," ucap Salsa.
__ADS_1
"Yah abis dia masa lebih milih mereka daripada aku," ucap Juan.
"Yah mau bagaimana lagi memang begitu,, jangan ngambek lah sayang,, kan cuma halu ajah nggak mungkin terjadi juga,, aku mahh sayang banget sama kamu,," ucap Ela yang lagi manja-manja pada Juan.
Juan pun senyum-senyum karena kelakuan Ela.
"Nggak ngambek lagi kan?" tanya Ela.
"Iya nggak,," jawab Juan.
"Nggak usah cemburu sama mereka,," ucap Ela.
"Hmm,"
"Hemm aku mau pulang ajah deh,, jadi obat nyamuk disini nggak enak banget," ucap Salsa.
"Jangan dong Sal,, baperan amat loe,," ucap Ela.
"Iya jangan pulang Salsa,, kamu disini ajah," ucap Juan.
"Iya kok siapa juga yang mau pulang,, aku kan mau minta pajak jadian,, jadi nggak bakalan pulang kak Juan," ucap Salsa sambil tersenyum jahat pada Ela.
Waktunya pembalasan, waktu itu dia porotin aku dengan sangat banyak,, padahal aku nggak pacaran dengan Jojo,, sekarang waktunya kamu Ela,, kalau ini mah enak,, kak Juan kan banyak uangnya,, rezeki anak baik mahh begini,, batin Ela sambil tertawa di dalam hatinya.
"Kamu pulang ajah deh Sal,, kalau gitu, hati-hati yah," ucap Ela.
Gila senyumnya Salsa mengerikan banget nih anak,, pasti dia mau balas dendam nih atas semua perbuatan aku sama dia dan Jojo waktu itu,, batin Ela.
"Udah nggak usah,, biar dia disini saja,, tapi pajak jadian itu apa yah?" tanya Juan yang tidak tahu apa-apa.
"Sebentar juga kak Juan akan tahu,, yang penting kak Juan siapkan uang saja karena aku mau minta di belanjain sama kak Juan," ucap Salsa.
"Oh itu,, kalian boleh belanja semau kalian," ucap Juan.
Salsa benar-benar terkejut mendengar ucapan Juan.
Juan hanya menggelengkan kepalanya saja begitu mendengar ucapan Salsa,, dia harus terbiasa untuk mendengarkan ucapan-ucapan yang kadang dia tidak mengerti.
"Isshh lebay loe," ucap Ela.
"Nggak lebay tahu,, oh iya kak Juan serius kan dengan perkataan kak Juan barusan?" tanya Salsa memastikan sekali lagi.
"Iya serius kok,, serius banget malah," jawab Juan.
"Kak Juan memang yang terbaik deh," ucap Salsa.
"Oh iya kalian kok bisa jadian sih,, gimana ceritanya,, aku sangat penasaran,," ucap Salsa.
"Cerita dong," ucap Salsa lagi.
Baru Ela mau bicara tiba-tiba ponsel Salsa berdering,, Ela pun membatalkan niatnya untuk bicara.
Salsa yang mendengar ponselnya berdering segera melihat nama kontak orang yang meneleponnya dan ternyata Jojo.
"Hemm si Jojo ini ganggu ajah deh," ucap Salsa.
"Angkat dong, kasian tuh," ucap Ela.
"Iya ini baru juga mau angkat," ucap Salsa lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Jojo.
"Halo Jo,, kenapa? tanya Salsa.
"Kangen sama gue yah? sorry gue nggak kangen sama loe Jo," ucap Salsa lagi.
Juan dan Ela hanya menggelengkan kepalanya begitu mendengar kepedean Salsa ketika berbicara dengan Jojo.
__ADS_1
"Hemm kepedean banget loe Ela, gue nggak kangen sama loe,, gue cuma mau tanya,, loe kan yang habis mainin game gue? sehingga nasibnya gini amat game gue tragis tahu nggak," ucap Jojo.
Salsa langsung nyengir begitu mendengar ucapan Jojo.
Kok dia tahu yah,, lah emang aku yang habis mainin gamenya dan kalah terus makanya tragis gitu gamenya,, batin Salsa.
"Loe kan Salsa,, kediaman loe menjawab semuanya,, kalau loe pelakunya," ucap Jojo.
"Iya gue Jo,, maaf deh Jo nggak ulang lagi gue Jo,, itu dia kayak gitu karena gue kalah terus," ucap Salsa.
"Tega banget loe Sal,, game gue," ucap Jojo.
"Ya ampun Jo,, pentingan juga gue Jo daripada game,, maafin gue dahh nggak ulang lagi gue," ucap Salsa.
"Siapa bilang pentingan game gue tahu,, dan loe buat game gue sampai tragis begini,,, loe nggak tahu ajah Sal game gue ini sumber kebahagiaan gue," ucap Jojo.
"Ya ampun Jo,, loe tega banget lebih penting game daripada sahabat loe yang cantik ini,," ucap Salsa lagi.
"Loe yang lebih tega mainin game gue dan kalah terus,, nyesek hati gue Sal," ucap Jojo lagi.
"Ya udah maafin gue Jo,, gue benar-benar merasa bersalah banget nih Jo,," ucap Salsa.
"Loe merasa bersalahnya percuma tahu nggak," ucap Jojo.
Nyesal gue mainin gamenya waktu itu, kalau tahu begini dia bakalan baperan,, batin Salsa.
"Jadi loe ngambek nih sama gue Jo? teganya dirimu Jo,, persahabatan putus hanya karena game,, bisa jadi judul novel tahu nggak," ucap Salsa.
"Udahlah,, nggak mungkin juga gue marah sama loe,, nggak tega gue,, nanti loe datang nangis-nangis lagi di rumah gue,, hanya gue mau bilang ajah jangan mainkan game gue lagi,," ucap Jojo.
"Iya Jo,, nggak akan lagi gue mainin game loe,, karena gue juga kalah melulu kok,, jadi nggak bakalan lagi gue mainin," ucap Salsa penuh keyakinan.
Jojo memang tipe cowok yang tidak suka mengunci ponselnya karena tidak ada hal penting juga menurut Jojo untuk dia sembunyikan,, itulah Salsa bisa dengan leluasa memainkan game Jojo tanpa sepengatahuan Jojo,, karena Salsa mengurangi suara gamenya.
Tapi sekarang membuat Jojo langsung ingin memakaikan sandi pada ponselnya akibat ulah Salsa. Supaya tidak terjadi untuk kedua kalinya.
"Bagus,, ya udah kalau gitu gue tutup telfonnya dulu," ucap Jojo.
"Iya Jojoku yang ganteng dan baik," ucap Salsa.
"Dasar kalau habis buat salah saja seperti itu," ucap Jojo sambil mencebikan bibirnya lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Salsa.
"Kenapa Sal si Jojo?" tanya Ela.
"Itu game dia gue habis mainin dan kalah terus,, jadi tadi dia ngambek tapi udah baikan kok dia, hanya mungkin tadi dia shock ajah," ucap Salsa lalu tertawa.
"Wahh gila loe Sal,, uji nyali loe yah,, loe tahukan sahabat-sahabat cowok kita itu sangat menyayangi game mereka dan loe malah memainkan gamenya di tambah kalah lagi," ucap Ela lalu tertawa.
"Yah abiskan penasaran gue sama game mereka yang bisa buat mereka itu betah banget main gamenya,, penasaran sebagus apa gitu gamenya,, ehh tenyata gue nggak tahu dan kalah terus," ucap Salsa.
"Tapi mereka lebih menyayangi sahabat wanitanya kok,, tuh buktinya si Jojo nggak marah lagi," ucap Salsa lagi.
"Bagus deh,, nggak kebayang gue kalau si Jojo yang lemah lembut itu bakalan marah, pasti mengerikan deh dia kan jarang banget marah, bahkan nggak pernah," ucap Ela.
"Iya itu makanya gue takut tadi, tapi untung ajah dia nggak marah beneran, tadi itu cuma marah tes-tes kok," ucap Salsa.
"Ada-ada ajah loe," ucap Ela.
"Oh iya lanjut dong kenapa bisa kalian berdua itu pacaran sekarang? karena bukannya loe itu patah hati yah pernah sama kak Juan,," ucap Salsa.
"Haa patah hati? kok bisa?" tanya Juan heran.
"Kenapa kamu patah hati sayang sama aku?" tanya Juan lagi sambil mencubit gemas pipi Ela.
"Ehem,, ehem,, hargai aku sedikit saja," ucap Salsa yang langsung membuat Juan dan Ela tertawa.
__ADS_1
"Aku patah hati waktu itu sama kamu karena Syeila," ucap Ela kepada Juan.