Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Kamu belum tidur juga


__ADS_3

Kenapa Juan bisa sebodoh itu yah, aku yakin banget Juan itu cinta sama Ela, tapi kenapa dia seperti itu, heem sepertinya ada yang melebihi gobloknya aku, karena waktu itu aku walaupun ****** juga tapi nggak separah Juan sih, Juan-Juan sudah ada yang cinta sama kamu, kamu juga cinta sama dia, ehh kamu malah membiarkan wanita itu mundur batin Kenan yang ikut geregetan pada Juan.


Juan langsung mengusap wajahnya kasar sambil duduk di pinggir tempat tidur.


"Bukan gitu maksud aku Ela," ucap Juan.


"Sudahlah aku hanya perlu tidak memikirkan Ela lagi, kembali seperti dulu sebelum aku mengenal Ela, kamu nggak cinta sama dia Juan, iya nggak cinta jadi mudah lagian bagus kalau Ela tidak seperti dulu lagi padaku," ucap Juan yang tengah meyakinkan dirinya sendiri.


Juan pun memaksakan dirinya untuk tidur.


Sedangkan Ela kembali berjalan masuk ke dalam ruangan. Begitu Ela masuk semua mata tertuju padanya.


"Kenapa kalian lihatian gue gitu amat?" tanya Ela.


"Nggak nyanyi lagi kalian?" tanya Ela lagi.


"Nggak kita udah capek banget nih, sekarang ngemil ajah yang nggak capek," jawab Ardi.


"Gimana dengan kak Juan, loe bicara apa dengan kak Juan?" tanya Salsa yang sudah penasaran.


Ela pun segera memberikan ponsel Salsa kembali.


"Nggak bicara apa-apa, gue dan kak Juan nggak kenapa-kenapa juga," jawab Salsa sambil duduk kembali.


"Beneran loe, nggak bohong?" tanya Salsa penuh selidik.


"Nggak bohonglah, gue cuma bilang ajah sama kak Juan kalau gue udah nggak mau mengejar dia lagi, gue udah terima di anggap sebagai adik sama kak Juan nggak lebih," ucap Ela.


"Wow gitu yah, terus kak Juan bilang apa?" tanya Salsa lagi.


"Ya ampun kepo banget sih loe Sal," ucap Friska gemas.


"Ya emang harus gitu, kalau kepo tuh nggak boleh setengah-setengah, harus full," ucap Salsa lalu tertawa.


"Ayo kak Juan bicara apa setelah dengar loe ngomong gitu Ela?" tanya Salsa lagi.

__ADS_1


"Nggak ngomong apa-apa, memang loe harapnya kak Juan bakalan ngomong apaan?" tanya Ela.


"Yah gue kirain kak Juan bakalan nahan loe buat nggak suka lagi sama dia," ucap Salsa.


"Hemm itu sih kebanyakan halu loe," ucap Ela.


"Nggak kali, ehh tapi ngomong-ngomong jam berapa nih kita baliknya?" tanya Salsa karena melihat jam sudah cukup larut.


"Iya yah kasian nih cewek-cewek nanti di marahin mamanya kalau pulang larut," ucap Dafa.


"Ya udah sekarang ajah kalau gitu kita pulangnya, biar mereka nggak di marahin," ucap Ardi.


"Iya nih gue juga udah ngantuk," ucap Jojo.


"Oke kita balik sekarang ajah," ucap Farel.


"Gue sih terserah kalian, yang penting kalian hati-hati," ucap Friska.


"Fris kalau kita balik loe nggak takut di dalam rumah ini tinggal sendirian?" tanya Jojo.


"Yah nggak lah, gue bukan orang penakut dan juga gue udah biasa tahu sendiri disini," ucap Friska.


"Ayo kita balik, cemilan juga udah habis, minuman juga sudah habis," ucap Ardi setelah menyelesaikan tawanya.


"Masih ada kok, mau gue ambilin lagi?" tanya Friska.


"Nggak usah Fris, dari tadi kita makan terus tahu nggak, nggak enak gue makan di rumah loe banyak-banyak, gue kan masih punya malu," ucap Farel yang langsung mendapatkan teriakan ledekan dari semua sahabatnya.


"Nanti udah abis ajah cemilan di ruangan ini baru loe bilang nggak usah, baru ingat malu, dasar loe," sewot Salsa.


"Salsa kayak emak-emak banget ihh," ledek Haris.


"Apa loe bilang Haris?" tanya Salsa.


"Loe kayak emak-emak," jawab Haris sambil nyengir.

__ADS_1


"Oke mulai ronde pertama, biar gue yang jadi wasitnya kalian ribut," ucap Friska.


"Ihh gue malas Fris, udah ahh gue mau pulang sekarang, besok mau sekolah ya ampun kok bisa gue lupain, gue kan paling susah bangun pagi," ucap Salsa sambil menepuk jidatnya.


"Iya sama gue juga," ucap Farel.


Temannya yang lain hanya menggelengkan kepala mereka saja kemudian segera pamit kepada Friska untuk pulang ke rumah masing-masing, sebelumnya Ardi mengantar dulu kado Dafa ke rumah Dafa karena dia membawa mobil.


Ketika semua sahabat-sahabatnya sudah pulang ke rumah masing-masing, Friska pun ingin membereskan semuanya, namun tertunda karena ponselnya berdering, Friska pun tersenyum begitu mengetahui suaminya yang menelepon dengan segera Friska mengangkat panggilan telfon dari suaminya.


"Halo sayang," ucap Friska begitu dia mengangkat panggilan telfon dari suaminya itu.


"Sayang kamu tidak usah membersihkan yah, kamu langsung ke kamar ajah untuk istirahat, besok akan ada yang bersihkan semuanya, asal kalau kamu ke sekolah nonaktifkan mode sidik jari di pintu supaya mereka bisa masuk untuk membersihkan" ucap Kenan yang membuat Friska mengernyitkan keningnya bingung.


"Kok kamu tahu kalau aku mau membersihkan?" tanya Friska.


Aduh gini nih kalau terlalu sayang istri sampai lupakan kalau istriku itu tidak tahu selalu aku pantau, aku langsung meneleponnya cepat begitu melihat dia ingin membersihkan sekarang pikirkan alasan Kenan batin Kenan.


"Sayang kok diam sih?" tanya Friska.


"Sayang aku cuma tebak-tebak ajah tadi karena pasti setelah acara kejutan Dafa, aku yakin kamu akan membersihkan kamu kan sangat rajin makanya aku meneleponmu untuk memberitahukan nggak usah bersihkan semua itu, tadinya aku pikir kamu nggak bakalan mengangkat panggilan telfon dari aku ehh ternyata kamu mengangkatnya berarti mereka udah pulangkan, atau jangan-jangan kamu sedang membersihkan lagi sekarang?" tanya Kenan pura-pura.


"Belum sih sayang, baru mau membersihkan," jawab Friska.


"Oh baguslah, sekarang kamu ke kamar ajah sayang, aku mau video call dengan kamu istriku," ucap Kenan.


"Nggak usah bersihkan itu yah," ucap Kenan lagi.


"Tapi nggak bagus juga kalau kotor, terhamburan gini, aku nggak senang lihatnya," ucap Friska.


"Kamu tutup mata ajah sayang kalau nggak senang lihatnya, pokoknya kamu nggak usah bersihkan itu, kamu ke kamar ajah, terus kita video call," ucap Kenan tak mau di bantah.


"Baiklah, sesuai keinginan kamu," ucap Friska sambil berjalan menuju kamar.


Begitu sudah masuk di dalam kamar, Friska pun segera video call dengan suaminya.

__ADS_1


"Sayang kok kamu belum tidur sih, disana pasti sudah larut bangetkan?" tanya Friska sambil duduk di sofa karena dia belum bersih-bersih makanya dia tidak langsung rebahan di tempat tidurnya.


"Ini sayang lagi kerja tadi makanya belum tidur dan ternyata untung saja kamu belum tidur juga, aku ada gosip loh," ucap Kenan yang sedang bohong padahal sejak tadi kerjaannya memantau istrinya saja bahkan menguping apa yang di bicarakan Ela.


__ADS_2