Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Tidak akan memaafkan anak itu,,


__ADS_3

Kenan tersenyum melihat Friska yang tidurnya sangat lelap. Kenan belum meninggalkan Friska sedikit pun sejak tadi meksipun Friska telah tidur lelap. Tiba-tiba Kenan teringat akan Dafa. Kenan belum memberikan pelajaran yang setimpal untuk anak itu.


Kenan langsung menelepon Raka. Raka yang melihat panggilan telepon dari Kenan segera menjawabnya.


"Hmm ingat juga akhirnya sama kita? aku pikir satu tahun kemudian baru kamu ingat,," sindir Raka.


Kenan hanya nyengir begitu mendengar sindiran Raka.


"Nggak usah nyengir,," ucap Raka lagi yang tau betul Kenan.


"Nggak usah marah-marah kayak emak-emak aja,," ucap Kenan.


"Kurang lama sih nih kamu telfonnya seharusnya nanti saja," ucap Raka.


Kenan langsung tertawa namun segera menghentikan karena Kenan tidak mau mengganggu istrinya yang sedang terlelap.


"Gimana keadaan dek cantik?" tanya Raka.

__ADS_1


"Dek cantik,, dek cantik,, jangan panggil istriku dek cantik,, istriku punya nama," ucap Kenan.


"Iya,, iya,, maaf lupa,, gimana keadaan istrimu yang cantik jelita itu,," ucap Raka lagi.


"Dia baik bahkan sangat baik,, aku sudah di Indonesia sekarang,," jawab Kenan.


Raka sedikit tersentak,, Raka pikir Kenan masih ada di Korea.


"Kok cepat banget? aku pikir bakalan lama,," ucap Raka.


"Tadinya juga sih gitu,,, tapi nggak jadi,, biasa ada kuman yang datang mengganggu jadi aku langsung pulang,, aku nggak mau istriku yang masih hilang ingatan ini diracuni pikirannya oleh orang yang tidak penting untukku sama sekali,," ucap Kenan.


"Jadi gimana,,, apa dia belum ingat apa-apa? atau mungkin dia butuh aku,, siapa tau aja kan setelah lama ngobrol dengan ku dia akan kembali ingat masa lalunya,," ucap Raka.


"Hmm itu sih akal-akalan kamu,, nggak akan aku biarkan istriku dekat dengan pria lain apalagi pria itu kamu,," ucap Kenan cepat.


"Tapi aku rasa ingatannya sudah mulai pulih sedikit demi sedikit,, aku juga memberikan dia obat supaya cepat mengingat masa lalunya," ucap Kenan.

__ADS_1


"Syukurlah,, oh iya,, anak ini mau di apakan?" tanya Raka.


"Sandera saja dulu,, aku akan menemuinya tapi nanti nggak sekarang,, gimana perusahaan keluarga nya? sudah kalian amankan?" tanya Kenan yang memang hanya mengandalkan Raka saja dulu,, karena saat ini Kenan masih fokus mengurus istrinya.


"Iya sudah,, sebaiknya cepat temui anak ini,, karena aku takut dia mati di tangan ku,, kalau aku mengingat kelakuannya menculik istrimu,, aku rasanya ingin membunuhnya,," ucap Raka sambil menahan emosinya.


"Bagus kalau kamu sudah mengurus perusahaan keluarga nya,, jangan buat dia lecet dulu,, tahanlah sedikit lagi,, aku yang akan menghabisinya sendiri,, aku nggak mau diwakilkan,," ucap Kenan dengan tatapan mata penuh kebencian mengingat Dafa.


"Oke aku akan berusaha menahan diri,," ucap Raka.


"Juan gimana?" tanya Kenan.


"Juan juga sedang menahan diri saat ini,, dia ingin sekali memberikan pelajaran pada anak itu namun ditahannya sekuat mungkin,, karena kamu tau sendiri kan calon istrinya hampir tiada karena ulah anak itu," ucap Raka.


"Baiklah,, aku mengerti tapi beritahu dia agar bisa menahan diri,," ucap Kenan.


"Iya,," jawab Raka.

__ADS_1


Kenan pun segera menutup panggilan telepon nya dengan Raka.


Maaf sayang aku tidak bisa membiarkan Dafa,, dia sudah membuat kita semua dalam bahaya dan dia juga telah membuat anak yang kita nanti-nantikan tiada lagi di dunia ini,, aku tidak akan memaafkan anak itu,, batin Kenan sambil menatap istrinya yang sedang tidur lelap.


__ADS_2