
Apa kabar dengan anak buah ku yah? semoga saja dia baik-baik di balik kain itu,,, tenang saja kalau ini berakhir dengan kamu yang masih hidup aku akan memberikan imbalan yang besar,, batin Kenan sambil melihat anak buahnya yang sedang berada di balik kain putih.
Juan sama pikirannya dengan Kenan.
Jangan sampai rekanku meninggal betulan,, kan kasihan meninggal karena di perintah pura-pura jadi mayat,, batin Juan yang juga merasa khawatir dengan nasib anak buah Kenan.
"Baguslah kalau kalian setuju dengan ucapan ponakan ku ini,, karena aku pun setuju,, jadi sekarang jenazah Jeki akan di bawa,, kalian nggak usah ikut,, kalian nungguin Salsa aja,, yang penting doakan saja Jeki,," ucap Kenan lagi.
"Kok kita nggak boleh ikut,, kita mau ikut,, massa kita nggak mengantar kak Jeki di peristirahatan terakhirnya,," ucap Ela lagi.
"Iya,, benar yang dia katakan,, aku mau ikut,," ucap Friska.
"Aku juga mau ikut,," ucap Raka.
"Baiklah,, yang bersama Salsa disini siapa?" ucap Kenan lagi.
"Emm nggak apa-apa dia disini sendiri dulu,, kan kita mau balik lagi,, Salsa pasti nggak akan keberatan juga,," ucap Ela.
__ADS_1
"Iya dia nggak mungkin kenapa-kenapa di rumah sakit ini,, kan ada anak buah om yang jagain,," ucap Friska lagi sambil melihat Kenan.
Setelah sekian lama,, baru lagi mendengar istriku memanggil aku om,,, nggak bagus banget bagusan panggil sayang,, batin Kenan.
"Ada kita kok yang jagain,, kita akan mendoakan nak Jeki juga,," ucap mama Salsa sambil melihat suaminya kemudian melihat ke arah Friska dan yang lainnya.
"Oh iya ada Tante dan Om,," ucap Friska sambil tersenyum melihat kedua orang tua Salsa.
"Nah kalau gitu ayo kita pergi,, kita akan balik lagi om dan tante,, supaya om dan Tante bisa pulang istirahat dulu,, biar kita yang jagain Salsa,," ucap Friska lagi.
Dan pada akhirnya mereka pun pergi untuk membawa jenazah Jeki ke peristirahatan terakhirnya.
Yang tentunya nanti akan diakali lagi oleh Kenan agar yang dikuburkan bukan anak buahnya.
Sementara kedua orang tua Salsa memutuskan untuk melihat Jeki yang berada di ruangan lain.
#############
__ADS_1
Proses pemakaman benar-benar penuh dengan kesedihan. Hanya yang tau saja bahwa yang sedang dimakamkan bukan manusia yang tidak sedih.
Juan terus kepikiran dengan Jeki yang masih dirawat sedangkan Kenan benar-benar menginginkan drama yang dibuatnya sendiri segera berakhir karena dia sangat kesusahan untuk berpura-pura sedih.
"Kak Jeki maaf yah kalau selama ini aku ada salah sama kak Jeki,, aku benar-benar minta maaf, semoga kak Jeki bahagia disana,," ucap Ela dengan sangat tulus.
"Aku juga om Jeki maafin aku,, dan aku akan selalu mendoakan om Jeki,," ucap Friska yang tak kalah sedihnya.
Sahabat-sahabatnya yang lain pun ikut larut dalam kesedihan.
"Kak Jeki,, meskipun aku mengenal kak Jeki belum terlalu lama tapi aku tau kak Jeki orang yang sangat baik,, pasti kak Jeki nggak akan tersiksa disana," ucap Ela lagi.
Raka pun ikut duduk di dekat batu nisan Jeki.
"Iya Jeki,, kamu orang yang sangat baik,, kalau aku tau waktu kita bertemu hanya sesingkat ini,, pasti aku akan berlama-lama menghabiskan waktu bercerita dengan kamu,, atau melakukan hal lainnya,," ucap Raka yang tak tau apa-apa mengenai kebenaran yang terjadi.
"Aku akan menjaga Salsa biar kamu tenang disana,," ucap Raka lagi yang membuat semua mata tertuju padanya.
__ADS_1