
Kenan langsung menepuk jidatnya sendiri begitu melihat panggilan telfon dari Raka.
Kok aku bisa lupa sih janjian aku sama anak ini, pasti dia mau ribut lagi nih batin Kenan.
Kenan pun mengangkat panggilan telfon dari Raka.
"Kenan loe dimana sih, tega banget loe yah kasih menunggu gue dan gebetan gue" Ucap Raka yang berada di dekat toilet.
Raka beralasan ke toilet untuk menelepon Kenan.
"Duh gue lagi di rumah istri gue, batalin ajah dulu yah rencana makan malamnya gue mau urus istri gue dulu nih" Ucap Kenan.
"Nggak mau pokoknya loe harus datang masa gue udah nunggu dari tadi, tapi loe malah nggak datang, gue mesti bilang apa coba sama gebetan gue" Ucap Raka sambil marah-marah.
"Oke ribut banget sih loe, tapi gue datang sendirian ajah nggak apa-apa kan?" Tanya Kenan.
"Iya nggak apa-apa deh buruan loe datang nggak pakai lama" Ucap Raka lalu mematikan panggilan telfonnya secara sepihak.
Kenan pun berjalan menuju ke mobilnya dan langsung mengemudikan mobilnya menuju ke restoran tempatnya janjian bersama Raka. Di perjalanan Kenan menghubungi Friska.
Friska yang lagi berbicara dengan Raka langsung menghentikan pembicaraannya begitu melihat panggilan telfon dari Kenan.
"Huuft om nyebelin ngapain yah dia nelfon" Ucap Friska.
"Angkat ajah dulu siapa tahu penting kan" Ucap Raka.
"Paling mau marah-marah nggak jelas lagi" Ucap Friska namun dia tetap mengangkat panggilan telfon dari Kenan.
"Halo om ada apa?" Tanya Friska langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari Kenan.
"Kamu lagi dimana sekarang?" Tanya Kenan balik.
"Aku lagi di restoran bareng teman aku om, tadi aku udah bilang kan" Ucap Friska.
"Iya, sebentar kamu ikut aku pulang ke rumah kita" Ucap Kenan.
__ADS_1
Friska pun mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Kenan. Kemudian Friska izin kepada Raka untuk pergi ke tempat lain buat berbicara dengan Kenan karena Friska takut jangan sampai dia kelepasan berbicara. Dan Raka pun tidak mempermasalahkan itu dan tidak curiga sedikit pun karena dia anggap itu wajar jika Friska ingin berbicara pribadi dengan om dia.
"Kok mendadak sih om, aku nggak mau aku udah betah di rumah baru" Ucap Friska begitu berada jauh dari Raka.
"Iya kamu betah karena ada cowok ganteng kan yang jadi tetangga kamu dan sekarang kamu lagi jalan bareng dia" Ucap Kenan dengan cemburunya.
"Kok om tahu sih?" Tanya Friska.
Kenan benar-benar panas mendengar pertanyaan Friska. Karena sama saja Friska mengakui bahwa laki-laki itu ganteng.
"Iyalah aku tahu apa susahnya sih mencari tahu hal itu, lagian kamu ini jangan sembarangan jalan sama laki-laki apalagi cuma modal ganteng doang, kamu itu sudah punya suami ingat itu" Ucap Kenan.
"Kan bentar lagi om mau menceraikan aku, lagian om kalau jalan bareng tante-tante Adelia aku nggak kenapa-kenapa tuh" Ucap Friska.
*Mana mungkin aku mau menceraikan kamu demi w*anita kotor nggak tahu malu itu, aku sudah mencintai kamu Friska Halwatuzahra istriku batin Kenan.
"Sudah nggak usah bahas wanita itu, intinya sekarang kamu itu masih istri aku jadi kamu harus menurut sama suami kamu" Ucap Kenan.
"Kamu lagi dimana sekarang biar aku jemput kamu sekarang juga terus kita pergi makan malam bersama teman aku" Ucap Kenan lagi yang benar-benar sudah tidak mau membiarkan Friska bersama temannya sekarang.
"Hei istriku aku tidak lagi melawak sekarang ngapain kamu tertawa seperti itu" Ucap Kenan kesal.
"Om sekarang lagi marahan sama tante Adelia yah makanya bicaranya marah-marah terus, jangan marah-marah terus om nanti tambah tua loh" Ucap Friska lalu tertawa lagi.
"Oh iya aku nggak bakalan kasitau om aku lagi berada dimana sekarang, aku kan mau makan malam bareng teman aku, om ajak ajah tante Adelia buat temani om dia kan calon istri om, dan satu lagi aku nggak mau pulang ke rumah om, udah dulu yah om" Ucap Friska lalu mematikan panggilan telfon dari Kenan secara sepihak lalu dia menonaktifkan ponselnya untuk jaga-jaga siapa tahu Kenan meneleponnya lagi.
Dan memang benar Kenan menelepon dirinya lagi namun ponsel Friska sudah tidak aktif.
"Benar-benar yah pasti dia sengaja menonaktifkan ponselnya biar aku nggak nelfon dia lagi dan nggak ganggu dia makan malam bareng temannya itu" Gumam Kenan di dalam mobilnya sendiri.
"Heem dia nggak mau pulang lagi" Ucap Kenan lagi namun masih tetap fokus mengemudikan mobilnya.
Friska yang sudah selesai telfonan dengan Kenan langsung berjalan kembali ke meja tempatnya dan Raka duduk. Friska pikir teman Raka sudah datang namun sampai sekarang teman Raka belum datang.
"Kak Raka teman kakak belum datang yah?" Tanya Friska basa-basi sambil duduk kembali di kursinya.
__ADS_1
"Iya nih tapi katanya dia udah di jalan mungkin bentar lagi dia sampai" Ucap Raka.
"Memang kakak kasitau dia datang jam berapa sih kok dia lama banget datangnya?" Tanya Friska lagi.
"Aku kasitau jam dia datang sudah dari tadi tapi kayaknya dia lagi ada masalah hidup deh makanya dia lama banget datang, kamu udah capek menunggu yah?" Tanya Raka merasa tidak enak kepada Friska.
"Bukannya capek menunggu sih kak, tapi aku udah lapar banget kak takutnya bentar aku pas makan biar piringnya aku makan juga" Ucap Friska sambil nyengir.
Raka langsung tertawa mendengar ucapan Friska.
Ini yang aku suka juga dari Friska dia itu anaknya lucu dan nggak berusaha selalu terlihat sempurna di mata pria, dia memperlihatkan sifat aslinya bahkan dia nggak malu buat bilang itu semua, heem aku jadi semakin suka sama dia batin Raka.
"Kok kakak ganteng tertawa sih, aku serius loh ini kak, aku tuh kalau lapar biasanya ngelunjak dan mungkin sebentar aku bakalan nambah kak, jadi kakak harus siap-siap menanggung malu di depan teman kakak" Ucap Friska yang sengaja bilang memang.
"Kamu lucu makanya aku tertawa, pesan sekarang ajah kalau kamu udah lapar banget dan sebentar kamu boleh pesan lagi begitu teman aku datang, mau nambah juga nggak apa-apa nambah ajah nggak usah pikirankan malu yang terpenting kan kamu kenyang" Ucap Raka lalu tersenyum lembut kepada Friska.
"Nggak apa-apa deh kak aku nunggu teman kakak ajah yang penting aku boleh nambah bentar" Ucap Friska sambil nyengir.
"Beneran nih, nanti adek cantik sakit loh kalau nahan lapar" Ucap Raka perhatian.
"Nggak kok santai ajah kak, oh iya aku ke toilet dulu yah kak" Ucap Friska yang sudah benar-benar kebelet.
Raka pun mengiyakan.
Kenan yang sudah sampai di restoran tempatnya janjian bersama Raka langsung berjalan masuk ke dalam restoran dan mencari keberadaan Raka. Tak lama dia mencari dia sudah menemukan Raka. Kenan pun segera menghampiri Raka.
"Datang juga loe, sudah lama datang pas loe datang sendiri hem" Ucap Raka begitu Kenan berada di dekatnya.
"Sorry gue lama ada masalah sedikit, mana gebetan loe jangan-jangan loe bohongin gue lagi" Ejek Kenan.
"Siapa bilang gue bohong, bidadari gue lagi ke toilet bentar lagi juga dia balik kesini" Ucap Raka dengan bangganya.
Friska yang melihat sudah ada orang yang duduk di depan Raka langsung tahu kalau itu pasti teman Raka.
Kok belakang orang itu kayak nggak asing yah, kayak kenal gitu batin Friska yang melihat teman Raka dari belakang sambil berjalan menuju ke tempat Raka dan temannya duduk.
__ADS_1