
Cika pun tersenyum begitu mendengar ucapan Kenan.
"Oke deh," ucap Cika sambil melihat Kenan.
"Lanjutkan saja," ucap Kenan lagi yang tidak menggubris Friska.
Cika pun dengan senang hati melakukannya.
"Nih suami kenapa sih? nggak seperti biasanya dia seperti ini,, atau jangan-jangan dia lagi macam-macam lagi,, semenjak aku melihatnya bersama wanita dia menjadi aneh,," ucap Friska sambil melihat ponselnya.
Friska pun lagi-lagi menelepon Kenan.
Kenan lagi-lagi tidak menggubris telepon Friska.
"Kenapa sih ponakan kamu? ganggu banget dia,, angkat aja dulu supaya dia nggak mengganggu lagi," ucap Cika yang sudah sangat kesal dengan panggilan telepon di ponsel Kenan.
"Dia memang suka begini,, udah biarin aja," ucap Kenan lagi.
Kenan lagi-lagi tidak menggubris panggilan telfon dari Friska membuat Friska benar-benar kesal pada Kenan.
__ADS_1
Friska pun memutuskan untuk menelepon Juan.
Juan yang sedang berjaga di depan ruangan Kenan sedikit terlonjak kaget begitu mendengar bunyi ponselnya. Dengan segera Juan melihat nama kontak yang meneleponnya. Juan langsung menelan salivanya kasar begitu melihat nama kontak yang menelepon dirinya.
"Ya ampun Nona Friska, gimana nih? kalau dia menanyakan tuan Kenan,, tapi tumben banget Nona Friska menelepon aku,, ada apa yah?" ucap Juan sambil melihat ponselnya.
"Hmm angkat aja deh," ucap Juan lagi sambil mengangkat panggilan telfon dari Friska.
"Halo Nona,, ada apa? ada yang bisa aku bantu?" tanya Juan begitu mengangkat panggilan telfon dari Friska.
"Dimana bos kamu? aku menelepon dia sejak tadi tapi dia nggak menggubris panggilan telfon dari aku,, dia lagi ngapain emangnya?" tanya Friska langsung yang sudah sangat kesal pada Kenan.
Juan lagi-lagi menelan salivanya kasar sambil melihat pintu ruangan Kenan.
"Ya ampun om Juan kok diam aja sih? apa yang om Juan sembunyikan? dia lagi ngapa-ngapain yah,, ayo jujur saja padaku," ucap Friska yang semakin menaruh curiga pada Kenan.
"Nggak kok Nona,, aku diam karena mendengar Nona sepertinya sedang kesal,, Tuan Kenan sedang meeting Nona,, itu sebabnya dia nggak menjawab panggilan telfon dari Nona," ucap Juan yang pada akhirnya terpaksa berbohong pada Friska.
Maaf Nona,, aku nggak ada pilihan lain selain bohong,, batin Juan yang benar-benar merasa tidak enak pada Friska.
__ADS_1
Juan terus melihat pintu ruangan Kenan yang belum terbuka juga.
"Oh lagi meeting baiklah kalau begitu,, aku tutup dulu panggilan telfonnya yah om,, beritahu dia agar mengangkat panggilan telfon dari aku sebentar atau suruh dia untuk menelepon balik," ucap Friska lagi.
Juan pun langsung bernafas lega begitu mendengar ucapan Friska.
Syukurlah Nona Friska tidak banyak tanya lagi,, aku sudah sangat berdosa nih membohongi istri tuan Kenan,, batin Juan.
"Baik Nona," ucap Juan.
"Aku tutup dulu yah panggilan telfonnya om," ucap Friska.
"Iya Nona," ucap Juan.
Friska pun dengan segera menutup panggilan telfonnya dengan Juan begitu mendengar ucapan Juan.
"Hmmm pasti ada yang disembunyikan,, kalian pikir aku bodoh nggak mengerti dengan semua ini,, kalau dia memang sedang meeting ngapain om Juan masih sempat mengangkat panggilan telfon dari aku,, terus tadi terdengar suara om Juan yang panik,, apa yang kalian sembunyikan sebenarnya,, aku harus cari tau," ucap Friska sambil bersiap-siap untuk pergi ke kantor Kenan.
################
__ADS_1
Sambil menunggu up mampir ke novel baru author yah,, judulnya "Istri Bayaran"
Klik profil ku aja,, makasih sebelumnya😊🙏