
Luna menyimpan kembali ponselnya ke dalam sakunya. Dia tahu dan yakin jika Lesya saat ini tergesa-gesa pergi ke rumah sakit ini. Lesya dan mama Luna sudah lama dekat.
Bahkan Lesya tak jarang berkunjung ke rumah Luna sebelum dirinya menikah. Dan mama Luna tak dapat menyempatkan diri agar melihat Lesya menikah karena dia sakit.
Lesya tak masalah karena menurutnya kesehatan mama Luna jauh lebih penting bukan? Cukup Luna yang datang saja dia sudah bahagia. Dia tak ingin jika kesehatan mama Luna memburuk karena dirinya.
Sementara Lesya yang mendapat kabar tersebut dari sahabatnya, memutuskan sambungan sepihak dengan cepat.
Dengan cepat dia berlari mengambil kunci motornya dan berlalu ke parkiran. Mayang yang tak sengaja melihat Lesya yang tergesa-gesa, bingung sendiri. "SYA MAU KEMANA? "
"RUMAH SAKIT BUN SEBENTAR" Dengan cepat, Lesya mengendarai motornya dan menerobos pagar yang masih terbuka sedikit.
Kecepatan motornya sudah jauh dari kata rata-rata. Bahkan dia yang dikejar kembali oleh polisi, lolos begitu saja.
Sepanjang koridor rumah sakit, dia mencari keberadaan Luna. Dia yakin saat ini Luna membutuhkannya di sampingnya. Dia juga sudah tahu kemana dia harus pergi karena sebelumnya dia bertanya terlebih dahulu kepada repoinis.
Lesya memberhentikan langkah larinya dan berjalan menuju Luna yang berdiam diri menatap sayu ruangan IGD. "Lun.. "
Luna menoleh ke arah sahabatnya. Dengan cepat Lesya berjalan dan memeluk Luna. Dia tak mempedulikan lagi jika dirinya yang tak suka di sentuh.
Luna membutuhkan senderan saat ini. Jika bukan Lesya siapa lagi? Lesya mengelus punggung Luna dengan hangat. Tak kuasa untuk menahan, akirnya Luna terisak-isak di pelukkan Lesya.
"Sya, ma-mama hikss" Lesya mengelus punggung Luna hangat. "Iya Lun, nanti kita cari bareng-bareng pelakunya oke? "
Luna mengangguk kecil. Dapat Lesya rasakan jika pundaknya sudah basah. Perlahan dia mengambil ponselnya di saku dan mengetik pesan untuk Leon.
Ting!
Leon yang berada di seberang sana, melirik sakunya yang tengah berbunyi. Dirinya saat ini berada di kantin. Dirinya saat ini sedang tak sendiri karena Lisa sedang berada bersamanya saat ini.
📩Queen Ellion
__ADS_1
Cari orang yang buat mama Luna
masuk IGD sekarang!
^^^📩Leon^^^
^^^Oke Queen.^^^
Lisa menatap Leon yang tampak sedikit panik bercampur bingung di wajahnya. "Siapa Yon? " Leon menoleh, "Ini Lesya minta cari dalang pelaku, gak papa kan gw tinggal? "
Lisa dikenal sebagai anggota intim satu gengster nomor 2, Tiger Wong. Itu yang membuat dirinya dapat seri melawan Lesya.
Lisa mengangguk mengerti. Tak hanya itu, Leon juga sudah bercerita kepadanya mengenai Lesya dan Luna membantunya dari keterpurukan. "Oke sih, gw masih ditemenin sama anggota ketos kok"
"Maaf ya, gw pamit sebentar. Oh iya, nanti izinin gw sama bu bunga" Lisa mengangguk. Dengan cepat Leon pergi meninggalkan Lisa.
Dia sadar diri siapa dirinya sebenarnya. Dan dia beruntung bertemu sosok Lesya dan Luna saat itu yang membantunya agar menjadi orang yang dapat dihargai bukan direndahin.
Derrrttt... derrtt...
Deringan ponselnya membuyarkan lamunannya. Dia mengulurkan tangannya di sakunya dan segera menekan tombol hijau di sana.
📞 Halo queen..
📞 Gimana?
📞 Menurut CCTV rumah Luna, tadi mama Luna nerima paket yang isinya boneka yang bersimbah darah queen.
📞 Shiitt! Gw lupa kalo mama punya riwayat jantung *geram
📞 Dan di paketnya ada lambang TW lagi queen. LEON KITA DITEROR LAGI NIH! Ha? Kenapa bang?
__ADS_1
Dapat Lesya dengar jika teriakkan Cakra yang menggema di seberang telepon. Tangannya terkepal kuat mendengar markasnya juga diteror.
Dia menyimak pembicaraan Leon dan Cakra di seberang. Dia mengetatkan rahangnya ketat mendengar kenyataan jika paket tersebut berasal dari Tiger Wong kembali.
📞 Kita diteror lagi sama Tiger Wong! Noh liat gambarnya harimau huruf W!
📞 LEON!
📞 Mamp*s gw lupa! Lesya Yon? Ssttt! Iya queen?
📞 Kirim 50 orang buat kita serang markas TW sekarang! *dingin
📞 Baik queen. Bang----
tuttttt!
Lesya langsung kembali memesan makanan untuk dirinya dan Luna. Tak lupa dia memberitahukan kepada Mayang jika dirinya tak pulang karena mama Luna yang sakit.
Setibanya di ruang rawat inap, Luna tak mengalihkan pandangannya dari mamanya. Lesya menyerahkan satu kotak makanan kepada Luna. "Makan dulu Lun"
"Gw gak nafsu Sya, lo aja duluan" Lesya menghela nafasnya. Dia berdiri di samping Luna dan mendesak Luna agar makan. "Makan dulu Lun, kita bakal serang markas TW"
Mata Luna beralih menatap Lesya. "Buat apa? " Lesya menyerahkan satu box agar Luna menerimanya. "Leon udah cari tau dan mama kayak gini karna dia syok habis dapat paket dari TW yang isinya boneka darah"
Luna mengepalkan tangannya kuat. "Jadi dia pelakunya? " Lesya mengangguk. "Gak cuman itu! Tapi markas beberapa hari ini dapat teror juga selain dari Vion! "
Luna menatap datar depannya. Matanya beralih menatap makanan yang dibawa Lesya. "Kapan mulainya? "
"Malam nanti! Makanya lo makan dulu biar punya tenaga" Luna mengangguk pasrah dan mulai melahap makanan yang diberikan oleh Lesya kepadanya. Begitu juga dengan Lesya.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
__ADS_1