Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
43: Pelukan Ayah


__ADS_3

Valen yang tak sabar akan ada apa di dalam mobil Elvan bertanya, "Ada apaan Van? "


"Kucing berantem" Farel tak percaya. Ya kali mobil Elvan ditempati kucing? Pikirnya. Lesya melotot saat dirinya di sebut kucing oleh Elvan.


"Duluan" datar Elvan lalu masuk ke dalam mobilnya dan mulai menjalani mesin mobil.


Lesya yang berada di dalam mobil, terus memakan snack kentang goreng kesukaan Elvan. Elvan memberhentikan mobilnya di satu minimarket.


Lesya yang baru memasukkan satu kentang bingung. Padahal mereka belum sampai mengapa berhenti? Pikir Lesya.


"Kok berhenti? " tanya Lesya dan memasukkan lima kentang sekaligus tanpa mengunyah nya.


Ada sisa kentang yang berada di luar mulut Lesya. Karena snack kentang yang Lesya makan, panjang-panjang semua.


Elvan membuka seatbelt-nya dan menatap Lesya. Kentang goreng kesukaannya hampir habis dimakan Lesya.


Saat Lesya ingin mengunyah, dirinya terkejut saat Elvan memegang kepalanya dan memakan kentang goreng yang berada di mulutnya.


Lesya melotot tak percaya. Bahkan, bungkusan snack kentang yang berada di tangannya jatuh ke bawah.


Elvan diam-diam menyinggungkan senyum smirk-nya. Dia mengabsen setiap gigi putih Lesya dan mengambil kentang yang berada di dalam mulut Lesya.


Lesya diam mematung. Dirinya tak percaya cium*n pertamanya diambil oleh ketos tembok alias Elvan. Dia diam tak membalas namun, membuka mulutnya karena terkejut.


Setelah 5 menit berlalu, Lesya memukul dada bidang milik Elvan. Dia hampir kehabisan nafas dibuatnya.


Elvan mengusap bibir Lesya menggunakan bibirnya. Dan melepaskan cium*n mereka.


Lesya menatap tajam Elvan, "Sial*n lo! First kiss gw" Lesya mengusap bibirnya kasar.


Elvan terkekeh pelan. Lesya yang baru pertama kali melihat Elvan tertawa melongo tak percaya. Papan cair? Pikirnya.


Elvan menetralkan wajahnya kembali datar seperti biasa. Dia menatap Lesya dan kentang goreng yang tumpah di bawah.


Lesya mengikuti arah pandang Elvan. Dia melotot tak percaya saat snack kesukaan-nya jatuh. Ralat! Baru dilist jadi snack kesukaan oleh Lesya.


Lesya memukul lengan kekar Elvan, "Gara-gara lo snacknya tumpah! " Elvan melotot tajam., "Gw gak ngapa-ngapain snacknya"


Lesya kembali memukul lengan kekar Elvan. Dirinya tak percaya jika sifat asli Elvan sangatlah menyebalkan. Berbeda dengan yang di sekolah.


Apa jadinya kalau dia menyebarkan sifat Elvan yang menyebalkan? Apa fans fanatik Elvan menurun? Atau bertambah? Pikir Lesya.


"Tapi, lo kan tadi--- " Elvan mengangkat satu alisnya ke atas., "Tadi gw? " Lesya terdiam.

__ADS_1


Dia sangat malu akan kejadian yang tadi. Telinganya memerah dan pipinya menghangat. Dia tak sadar pipi dan telinganya memerah.


Elvan masih setia menunggu jawaban Lesya. Dalam hatinya, dia terkekeh melihat pipi dan telinga Lesya yang memerah.


"Tadi? Bukannya tadi kita. . .  " jeda Elvan memancing emosi Lesya. Berhasil! Lesya memukul bibir Elvan supaya tak membicarakan soal kejadian tadi.


"Lupakan! " Elvan menatap tajam Lesya yang memukul bibirnya., "Gak sopan sama suami! "


Lesya terdiam. Dirinya tak nyaman di saat Elvan sengaja menekan-kan kata 'suami' diakhir kalimatnya.


"Kenapa diam? " Sifat datar Elvan kembali. Lesya mencibir, "Back to kulkas! " gumamnya kecil.


"Gw denger" Lesya memutar bola matanya malas. Boleh tidak sih dia menggolok kepala Elvan? Pikirnya.


Elvan turun dan memasuki minimarket. Dia meninggalkan Lesya yang mengoceh tak jelas mengenai sikap dirinya yang menyebalkan.


Sisa bungkusan kentang goreng yang bertumpahan, Lesya bereskan. Sisa bungkusan snack yang sudah dia habiskan, dia buang ke tempat sampah yang ada di sana.


Sudah 8 menit Elvan belum kembali ke mobil. Bahkan notifikasi ponsel Elvan terdengar di mobil. Karena penasaran, Lesya ingin mengambil ponsel Elvan.


Ceklek!


"Ngapain? " tanya Elvan. Lesya yang menunduk, mendongkak melihat wajah Elvan berada di depan wajahnya.


Elvan tak peduli dengan gumam-an yang terlontar di mulut Lesya. Dia melirik ponselnya yang berbunyi notifikasi.


Dia mengambil ponselnya dan membuka aplikasi komunikasi. Ternyata, tangan kanannya yang menghubungi-nya.


📩Revan


El, data yang gw kasih dilacak


sama pemilik.


Elvan mengangkat satu alisnya ke atas. Apa itu perbuatan Lesya? Lesya pandai meng-hack? Pikirnya bingung.


Lesya yang memainkan ponselnya melirik Elvan. Mengapa Elvan melirik-nya? Apa dia ada salah? Padahal dia sudah membereskan sisa makannya tadi. Pikir Lesya merasa aneh.


"Kenapa? Ada yang salah? " tanya Lesya yang bingung. Elvan menggeleng dan menatap ponselnya.


Jarinya menari di keyboard ponselnya mengetik kata-kata membalas pesan tangan kanannya.


📩Elvan

__ADS_1


Pantau terus perkembangannya


Setelah mengetik pesan untuk Revan, tangan kanannya, Elvan menyalakan mesin mobilnya dan menjalankan mobilnya.


"Pasang seatbelt lo! " Lesya menurut saja. Karena mobil ingin pergi menuju kediaman Grey.


Saat diperjalanan, suasana hening tanpa suara. Lesya yang malas berada di suasana hening memainkan ponselnya.


Suara bariton di sampingnya terdengar di telinganya. Elvan bertanya kepada Lesya yang membuat Lesya merasa aneh sendiri akan pertanyaan Elvan.


"Lo bisa nge-hack? " tanyanya datar. Lesya mengernyitkan alisnya, "Bisa, emang kenapa? " tanyanya balik.


Elvan mangut-mangut paham saja. Kini mereka sudah tiba di kediaman Grey. Lesya melihat perkarangan rumah yang dikenalnya.


"Turun" Satu kata untuk Lesya dari Elvan. Lesya menurut saja. Toh dia malas terus-terusan bersama Elvan.


Dia masih berpikir mengapa Elvan bertanya soal itu. Tapi dia menepis semua itu karena tak penting baginya.


Dia segera turun dan menghampiri kedua mertuanya ynag berada di halaman rumah. Pak Rahmat, satpam kediaman Grey yang sudah bekerja di sana selama 16 tahun.


Dia membawa koper-koper majikannya masuk ke dalam bagasi mobil. Lesya berjalan dan bingung.


Mengapa koper dimasukkan ke bagasi? Seperti orang mau pindahan saja. Pikirnya. Elvan berjalan di belakang Lesya.


"Bunda sama Ayah mau kemana? " tanya Lesya.


Mayang memeluk Lesya. Lesya nyaman saja dan tak tersinggung. Bergantian dengan Elvan yang tahu kemana kedua orang tuanya pergi.


"Bunda sama Ayah mau pergi ke luar kota ada urusan bisnis. Kalian baik-baik ya di rumah" jawab Mayang.


Angga bergantian memeluk Elvan ala lelaki. Lesya canggung saja saat Angga mau memeluknya. Bahkan Angga merentangkan kedua tangannya seolah mau dipeluk.


Lesya menatap Mayang bertanya apa tidak apa-apa? Mayang yang menyadari kecanggungan sang menantu mengangguk saja.


Lesya langsung berhamburan ke pelukkan Angga. Nyaman! Satu rasa yang bisa disimpulkan Lesya. Sudah satu menit Lesya berada di pelukkan Angga.


Sama seperti pelukkan Arga, papinya. Lesya melepaskan pelukkan Angga dan menatap Angga.


"Makasih Yah" gumamnya. Angga mengangguk mendengar gumam-an sang menantu.


Sudah bertahun-tahun tak dipeluk seorang ayah dan kembali dipeluk. Bagaimana rasanya? Itulah perasaan Lesya saat ini. Benar-benar pelukan yang hangat dan hangat.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2