
Revan, Ken, dan Frans hanya terkikik kecil saja. Sementara tak lama kemudian semua orang berkumpul di sana kecuali, Cakra! Yah, lelaki itu kemana?
"Lah, bwang Cak mana? Tumb-wen ngi-lang? " tanya Lesya sedikit cadel karena mulutnya yang penuh dengan makanan. Luna memutar bola matanya malas. "Dia udah gede kali! Lagian juga lo ngapain ngomong tapi mulut lo penuh makanan! " malas Luna.
Lesya tak menanggapi dan lanjut makan saja. Dia yang melihat Elvan datang dan duduk di sebelahnya hanya melirik sekilas saja. Masa bodo jika Letha akan marah padanya. Toh adiknya itu tak punya hak untung melarangnya bukan?
"Bagi hon! " pinta Alam berjalan mendekat ke arah sang istri yang sibuk melahap makanannya. Tentu saja Elena memberikan kepada Alam. Tak berselang lama Cakra datang dengan raut wajah setengah datarnya. Tak seperti biasanya!
Cakra yang datang langsung menyerobot ke tendanya tanpa satu kata patah pun. Lesya dan Luna saling berpandangan diikuti oleh Leon dan Alam. "Ngapa tuh? " tanya Lesya.
"Mana gw tau! Orang dia baru datang, ya mana gw tau! " jawab Luna menggedikkan bahunya acuh. Alam yang tahu mengapa sikap Cakra begitu hanya menyahut kecil saja. "Biarin, tuh anak palingan gak dapet nangkep mangga di sono tadi! " jawab Alam apa adanya.
Memang benar jika Cakra malas membuka matanya karena sudah beberapa kali dia melempar batu ke atas pohon mangga tak mendapat sama sekali. Justru batu yang dia lempar terlempar balik ke jidat mulusnya. Sementara di pohon terdapat banyak serangga merah yang berbaris mencari makanan. Siapa lagi kalau bukan semut merah?
"Busett, kek bumil bae makannya mangga muda! " sahut Valen geleng kepala. Alam yang berada di samping Valen dan juga berada di samping Elena menoyor kecil kepala Valen. "Bumil mata mu! Tuh anak emang doyan yang asem-asem bukan ngaruh ngidam ya Tuhan.. " keluh Alam ngegas menepuk keningnya sendiri.
"Ye salah sendiri dia doyan makan gituan! Btw ada aer gak, haus gw! " ucap Luna. Lesya hanya menunjuk arah depannya dengan dagunya. "Noh! "
Mereka saat ini sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing. Leon saat ini sedang curhat dengan Lisa. Sementara Luna bertengkar dengan Valen dan dirusuhi sedikit oleh Ken. Alam? Lelaki itu berjalan-jalan dengan Elena, istri tercintanya. Sedangkan Letha sibuk berbicara dengan Nayla. Lalu Frans yang tentunya saling bertukar bicara dengan Amel. Cakra, Farel dan Revan? Mereka bertiga tertidur di tenda.
"Pan, ikutin dong! " pinta Lesya memberikan dua ikat rambut kepada Elvan. Elvan hanya menerima dan mengikat sebagian rambut dari Lesya. "Dah! " Lesya berbalik dan mengambil kartu uno di sakunya. "Main gak? "
"Kalah harus terima 1 permintaan orang yang menang! " tantang Lesya. Elvan menggeleng kecil. Satu? Mending dia dengan yang lain bermain kartu itu. "Gw gak tertarik sama sekali! " ucapnya.
__ADS_1
"Dua? "
"Tujuh? "
"Empat deh! "
"Lima? "
"Minta hati dikasih jantung, yaudah 3 deh! " tantang Lesya final dibalas anggukan setuju oleh Elvan. Setelah membagi kartu, mereka fokus bermain hingga tanpa sengaja babak pertama dimenangkan oleh Elvan tentunya.
"Aaa.. Ulang, sekali lagi! Yang paling banyak kalah dia yang harus mau nurutin 3 permintaan itu! " ucap Lesya.
"Oke, fine! " balas Elvan.
Sekarang kita tinggalkan kedua pasutri itu dan berbalik pada Luna dan justru mengejar Valen karena makanannya diambil oleh lelaki itu. "Woyyy Alienn.. Balikin ish! " kesal Luna akhirnya menendang kaki Valen.
"Aduhh, sakit! Laki lo ya? Tega bener sama gw! " ringis Valen memegangi kakinya. Luna hanya menyenye kecil saja. "Nyenye.. Haha, mamp*s siapa suruh nantangin gw! " kesal Luna mengibaskan rambutnya.
Valen mengulurkan tangannya berniat meminta agar Luna membantunya. Namun kode itu hanya dilihat saja oleh Luna. "Mau dibantu? Gw sih ayo-ayo aja tapi karena lo pelaku pengambil makanan gw, ogah! Byeee, haha.. " tawa Luna ngakak lalu berlari kecil tanpa dosa meninggalkan kedua lelaki itu dari sana.
"Nasib, sini Pal a'a Ken yang bantu! " tawar Valen genit. Valen yang melihat tatapan genit Ken hanya bergidik ngeri dan berdiri sendiri saja. "Naj*s! " malasnya lalu berjalan pergi meninggalkan Ken di sana.
"Lah, masih baik ditawarin! Oyy, tunggu gw! " kata Ken. Dengan segera Ken menyusul keberadaan Valen yang meninggalkannya di sana.
__ADS_1
~o0o~
Stakk!
"Aaa.. Tau lah! Bosen gw maininnya dari tadi gak menang bae! " kesal Lesya mengacak-acak kartu yang sudah terkumpul di tengah-tengah meja yang digunakan sebagai alas bermain mereka.
"Kok diacak sih? " tanya Elvan. Lesya menggeleng cepat dan mengerucutkan bibirnya manyun mendongkak ke arah Elvan. "Gak seru lo! Bawaannya selalu menang mulu, kapan menangnya gw kalo gini! " kesal Lesya dan membenarkan posisi duduknya.
"Nah, lo kalah kan? Khusus buat besok, lo harus nurut sama semua ucapan gw! " ucap Elvan. Lesya hanya berdehem kecil saja sebagai jawaban. "Dua permintaan lo apa lagi? " tanya Lesya malas.
"Belum tau! " acuh Elvan menyusun ulang kartu-kartu yang berserakan di meja. Luna yang tak sengaja mendengar ucapan permintaan itu tertawa meledek Lesya. "Ahaha.. Rasain lo! Jadi babunya ketos kan lo besok! " ledek Luna.
Lesya mendengus kesal mendengarnya dan menghela nafasnya. Sudah tahu pasti Elvan meminta agar dirinya duduk diam dan mendengarkan guru menerangkan pelajaran lalu dilarang untuk berbuat ulah di sekolah. Itu sangatlah membosankan untuk dirinya. Dahulu pernah terjadi seperti ini namun, Lesya sering melanggar itu semua karena tangannya gatal untuk mengurusi anak-anak sekolah yang mencemooh dirinya. Alhasil saat itu Lesya diperpanjang hari untuk menuruti satu permintaan yang menyebalkan itu.
"Kali ini mungkin rada beda! " lanjut Elvan yang sudah tahu kemana arah pembicaraan ledekan Luna. Lesya memutar bola matanya malas dan berbalik menertawakan Luna. "Hahaa.. PALEM MANA PALEM! " panggil Lesya sedikit berteriak memanggil nama Valen.
"Valen woy bukan Palem! " malas Valen lalu berjalan menghampiri Lesya. "Apaan manggil gw nih bu bos? " tanya Valen setelah tiba di sana dan duduk di karpet yang kosong.
Memang beberapa perlengkapan sudah dibawa dan disusun oleh Revan di sana melalui helikopter beberapa hari yang lalu. Mungkin dibantu juga oleh Leon selaku perwakilan dari Lion Claws. Selain dari rencana perkemahan anniversary kemah special itu adalah urusan Elvan.
"Bu bos muka mu! Panggil kayak biasanya aja kali, lebay gitu mah! " malas Lesya. Luna mengangguk setuju dan dengan tampang sedikit songongnya, dia angkat suara. "Tau lo Len! Lagian kalau lo manggil echa bu bos, ya kali gw manggil temen lo ini pak bos? " ucap Luna.
Luna melirik kecil dan beralih tersenyum kikuk melihat raut wajah Elvan yang tajam. Dengan cepat dia berbisik kecil tepat di telinga sang sahabat seolah anak yang sedang mengadu pada ibunya. "Suami lo serem ya Sya! Kuat lo ngadepin dia begini tiap hari? " adu Luna berbisik.
__ADS_1
"Udah kebal kali gw ngadepinnya! " bisik Lesya membalas seraya terkikik kecil.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗