Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
77: Kerja kelompok!


__ADS_3

Banyak siswa-siswi yang tak menyangka jika Lisa, Leon, Luna, Letha dkk satu tim bersama most wanted. Terlebih satu tim bersama Lesya si biang onar!


Elvan dkk sudah berada di kelas tim mereka. Bahkan dapat mereka lihat raut wajah Lesya yang tak berekspresi.


Letha tersenyum manis melihat orang yang dia sukai menghampiri nya. Ternyata salah! Justru mereka menghampiri meja Lisa dan Leon.


"Sabar tha! Dia pasti lirik lo kok nanti! " Letha mengangguk dan menghampiri tim-nya.


Lesya terbangun dari tidurnya dan menatap sekelilingnya, "Udah balik kan? " Valen mengangguk, "Harusnya iya! Tapi, berhubung lagi kerja tim jadi belom"


Lesya mengambil tas nya, "Kalian aja sono! Gw mah ogah" Ken menggeleng, "Mana bisa! Nanti lo nyontek trus dapet nilai tanpa usaha kan gak adil! "


"Perhitungan amat sih" cibir Lesya memasang tasnya di pundak. Luna angkat suara, "Di cafe aja yok, lebih seru"


"Jangan! Mending ke rumah Elvan aja" sahut Lisa menimpali. Leon menatap Lisa lekat, "Suka lo sama Elvan? "


"Emang kenapa?! " Leon terdiam. Lesya kini tahu mengapa Leon akhir-akhir ini lebih dekat dengan Lisa.


Lisa juga merasa agak risih dengan kedatangan Leon di hidupnya. Membuntuti bahkan memberinya cokelat setiap minggu sekali.


Letha mendengus tak terima jika wanita lain mendekati pria kesukaannya secara terang-terangan, "Heh! Denger ya, Elvan itu punya gw! Gak boleh ada yang ambil karena setelah lulus, Elvan bakal nikah sama gw! "


(DEG)


Jantung Lesya berpacu cepat entah kenapa. Dia tak suka jika adiknya akan sama dengan Mily, tante-nya(adik dari Mila).


Luna yang tak suka dengan kepercayaan diri yang dimiliki Letha bertanya, "Pede amat lo! Elvan aja kagak mau nikah sama lo! "


Letha tak mempedulikan ucapan Luna. Dia tetap kekeh dengan pendiriannya untuk memiliki Elvan setelah lulus nanti.


Elvan sendiri yang diperebutkan, hanya menatap Lesya yang tak berekspresi. Lisa angkat suara, "Gw gak peduli! Gw mau ketemu sama tante Mayang di rumah! "


Ken memutar bola matanya malas melihat perdebatan di depan nya, "Ribut bener! Yok gas ke rumah tuan ketos"


Farel menatap temannya itu, "Tuan rumahnya aja belom jawab kalian heboh bener" Frans menyenggol lengan Elvan, "Stuju kagak? "


"Hem" Jawaban Elvan memuaskan hati Letha. Dia dapat bertemu dengan calon mertuanya nanti.

__ADS_1


Namun tidak dengan Lesya yang resah rahasianya akan terbongkar. Dia mengambil ponselnya dan mengetik pesan untuk Elvan.


📩Lele troublemaker


Pan gak ketahuan? Mikir woy lah!


tingg!


Mereka semua menoleh ke arah Elvan. Elvan mengulurkan tangannya dan mengambil ponsel di saku celananya.


Dia menatap Lesya sekilas lalu kembali ke ponsel nya. Dia hanya membaca tanpa membalasnya. Elvan langsung memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku celananya.


Lesya yang melihat menggerutu tak jelas di dalam hatinya. Farel menatap Elvan, "Siapa? "


Elvan tak menjawab. Dia langsung meninggalkan mereka di sana. Letha mengejar Elvan, "Van! Tunggu-in aku dong"


Mereka semua mengejar Elvan yang terlebih dahulu pergi. Tidak dengan Luna, Leon dan Lesya yang mengikuti dari belakang.


"Yon, lo suka ya sama Lisa? Lo tau kan? Lisa itu musuh kita! Dia cari gara-gara mulu sama kita! " Leon menggeleng, "Dia cuman bosen doang Lun! Dia aslinya baik kok. Lo jangan salah paham dulu Lun"


Lesya menggeleng, "Sejak kapan lo suka sama cewek sombong? Bukannya tipe lo yang penurut ya? "


Luna membulatkan mulutnya, "Ha? Secepat itu? Lo gimana caranya bisa tau kalo lo suka sama dia? " Leon berpikir sejenak, "Jantung gw berdebar, setiap malam gw juga mikir dia mulu, ya gitu lah"


"Gitu ya rasanya? Gw gak pernah nyobain tuh" Lesya menyentil jidat Luna, "Makanya lo cari pacar baru ngerasain beg*! "


Luna meringis kecil, "Gak mau sya! Tunggu pendidikan gw kelar trus mama bahagia baru cari pacar" Leon terkikik kecil, "Pinter lo ya"


Valen menyadarkan mereka semua dari obrolan mereka, "Woy jadi gak?! " Mereka menoleh kepada Valen yang berdiri dan berteriak ke arah mereka.


"Jadi! " teriak Luna sedikit kesal dengan rivalnya itu. Mereka benar-benar pergi ke kediaman Grey untuk kerja kelompok dengan kendaraan mereka masing-masing.


...~o0o~...


Lesya dengan ragu turun dari motor sport-nya. Dia takut statusnya akan terbongkar dan Letha akan membenci dirinya nanti.


Karena dirinya sudah ditunggu, akhirnya dengan waspada Lesya turun dan masuk ke dalam terakhir.

__ADS_1


Letha yang menemukan keberadaan Mayang, Angga, Alam, dan Elena di ruang tamu mengembangkan senyumnya.


Lisa terlebih dahulu memeluk Mayang terlebih dahulu, "TANTEEE-!! " Mereka menoleh ke asal suara dan mendapati Lisa di depan pintu.


"Lisa" Mayang membalas pelukkan Lisa. Lesya yang berada di belakang bingung sendiri melihatnya. Ditambah Elena dan Angga juga ikutan berpeluk kan dengan Lisa.


Sejak kapan Mayang dekat dengan Lisa? Elena juga, bahkan Angga! Pikir Lesya bingung. Luna menyenggol lengan Lesya, "Ini gimana sih maksudnya? "


Lesya mengangkat bahu-nya acuh, "Mene ke tehe" balasnya berbisik. Luna medengus sebal karena tak mendapat jawaban yang memuaskan dari Lesya.


Mereka melepaskan pelukkan mereka, "Kamu apa kabar Lis? " Lisa menyengir, "Baik kok tan, oh iya itu--- Ha? Elo! "


"Kenapa? " Alam menatap tajam Lisa seolah mengancam Lisa untuk tak membocorkan rahasianya.


Lisa keheranan sendiri, "Dia? Suami kakak? " Elena mengangguk dan tersenyum, "Jaga mata! " Lisa tersenyum kikuk saja.


Karena geram, Letha menarik Lisa kembali dengan kasar. Bahkan Lesya melotot tak percaya. Dia kini sedang meneguk minuman-nya.


"Heh jangan gatel dan sok akrab lo sama calon mertua gw! " kesal Letha. Lisa mencibir dan membalas perkataan Letha, "Heh! Gw gak bakal restuin hubungan lo sama abang sepupu gw! Iyuhh gak level"


pruuurttt!


Lesya menyemburkan airnya tak percaya. Dia terbatuk sebentar dan tersadar, "Ha? Gimana? Sepupu? "


Mayang yang melihat suara Lesya di belakang, tersadar, "Lesya! " Lesya menoleh ke bunda Mayang yang menghampiri dirinya.


"Bunda! " senyum Lesya mekar. Mereka berpeluk kan sekilas saja. Luna ikut-ikutan berpeluk kan yang membuat mereka aneh sendiri.


"Apaan sih lo Lun" sewot Lesya. Luna terkikik melihat wajah sewot Lesya, "Hehe.. Pelit amat lo Sya"


"Udah jangan berantem, oh iya ini nak Luna bukan? Yang waktu di pernikahan Elena? " Luna mengangguk dan menyalimi punggung tangan Mayang diikuti Lesya.


"Yoi tan, kirain udah lupa sama Luna yang cuantek ini" narsis Luna. Valen mencibir, "Cantik kagak nyebelin iya"


Luna menatap malas Valen, "Ganteng kagak ngeselin iya" cintanya. Mayang terkekeh, "Kalian cocok! Jadi jangan ribut kalo gak mau tante jodohin"


Lesya bertepuk tangan, "Ide bagus bunda! Kan Lesya ada temen nya kalo gini"

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2