Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
366: Keputusan Lesya


__ADS_3

Note: Sebelumnya udah dibilang akan banyak konflik, jadi gak usah banyak protes oke😉


Kali ini author ketik 1600+ kata but jangan lupa jejaknya ya gays. Maaf juga harusnya kemaren udah update tapi lupa nyerahin. Kemarin author baru ingat mau serahin tapi sinyal gak bisa diajak kompromi, ngereview mulu.


Oke, itu aja and...


...📚 H A P P Y R E A D I N G G A Y S 📚...


...〰〰〰〰〰〰〰✍...


Setelah mendengar cerita dari Leon, suasana di taman tampak hening. Lesya terdiam sementara Luna menyimak. Hingga Leon kembali angkat suara, suasana bertambah mencekam pagi ini.


"Gw juga udah tau siapa kakak gw sebenarnya, kak Feli kan? " ucap Leon tersenyum miris pada dirinya sendiri. Lesya yang terdiam akhirnya menaikan satu alisnya bingung. "Tau dari? " tanya nya.


Leon menatap sekilas Lesya lalu beralih menatap arah depan. Bayangan di mana dirinya melihat dokumen milik Lesya terbayang di dalam benaknya. Perubahannya bukan karena tanpa alasan namun karena dia merasa kecewa. Dan bahkan dia sadar perubahan nya membuat sang kekasih hatinya—Lisa, resah.


—Flashback on—


Di sini adalah markas milik Lion Claws. Dua lelaki sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Leon, lelaki tampan ini sedang fokus merangkai alat senjata kesukaannya. Di sampingnya sudah ada Cakra yang sibuk mengotak-atik laptopnya sendiri.


"Yon, tolong ambilin dokumen warna biru di ruangannya Queen! " pinta Cakra tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya. Sang empu yang dipanggil itu menoleh pada sumber suara.


"Queen mana dulu bang? Kan ada dua nih Queen kita! " tanya Leon polos. Cakra menepuk keningnya lelah. Haiss, bisa-bisanya dia melupakan hal itu.


"Queen El! "


"Ngokeh! "


Leon dengan patuhnya mengangguk dan segera pergi dari sana untuk melaksanakan permintaan tolong sang abang angkatnya. Moodnya saat ini sedang baik. Dia tadi baru saja menghabiskan waktu dengan Vay untuk pergi ke Timezone di sebuah mall besar.


Dan entah mengapa moodnya sangat baik hanya karena itu. Lalu jika bersama Lisa? Dia cukup senang namun rasanya sebuah kehangatan yang tak pernah dia dapat ada pada diri Vay dibandingkan dengan Lisa.


Bukan mengejek, itu faktanya!


Tip! Ceklek!


Leon yang dengan senang hati membuka knop pintu ruangan Lesya setelah memasukan tanda pengenal di sana. Ya, untuk ruangan para tertinggi dibuat khusus dengan tanda pengenal agar tak sembarang orang dapat masuk. Dan karena Lesya terkadang bahkan jarang dapat di markas, akhirnya tanda pengenal khusus diberikan kepada Leon, Alam, dan Cakra sesuai dengan kode masing-masing.


Berjalan ke meja kebesaran sang Queen Ellion, tangan Leon bergerak mencari berkas dokumen yang dimaksud oleh Cakra. Alisnya berkerut melihat sebuah foto jatuh dari dokumen kuning. Dia memang tak sengaja menyenggol berkas tersebut hingga foto itu jatuh.

__ADS_1


Mengambil foto tersebut, Leon lebih dibuat heran dengan gambar yang di foto ternyata adalah wajah Felicia. Tentu saja dia membuka dokumen berwarna kuning agar memasukan kembali foto yang terjatuh itu. Namun betapa terkejutnya Leon saat melihat isi dokumen tersebut.


Isi dokumen justru menuliskan sebuah cerita yang diceritakan Lesya saat diskusi carnaval sebelumnya. Bahkan data-data lengkap Felicia, Leon, dan golongan darah juga ada di sana. Dokumen tersebut lengkap seolah mengisahkan jika Leon dan Felicia adalah kakak beradik.


>Menurut info yang selama ini gw dapet, keluarga lo dulu pergi liburan ke negara lain dan tiba-tiba kalian kecelakaan pesawat. Kedua orang tua lo tewas sementara lo sama kakak lo selamat karena kalian dipindahin ke balon udara cuman sengaja dipisah biar gak keberatan! Cumen ada balon udara di pesawat waktu itu karena kebetulan pengen di pake di liburan lo nanti. Nah lo sama kakak lo pisah karena angin. Habis itu gw gak tau deh gimana lagi!<


(Ini ada di episode 340: Sketsa)


Kata-kata Lesya begitu menggema di benak Leon. Dia tanpa sadar menjatuhkan dokumen itu. Pandangannya kosong. Mood baiknya hancur begitu saja. Dia kecewa, bahkan sangat kecewa.


Lesya, seseorang yang sangat dia jadikan panutan. Seseorang yang membuatnya merasa memiliki sebuah titik terang. Seseorang yang mengajarkan sebuah keberanian. Seseorang yang mengajarkan arti perasaan. Tiba-tiba saja menutupi hal yang dia ingin tahu selama ini.


Dan bahkan perkataannya sewaktu itu adalah sebuah kebohongan besar. Ternyata Lesya sudah tahu. Dan bahkan Queennya sudah menyimpan berkas mengenai sang kakaknya. Leon tak bodoh. Dia melihat tanggal pencarian dan itu sudah sangat lama. Delapan tahun yang lalu? Waw, tepuk tangan buat Lesya! Selama ini sangat rapat ditutupinya.


Kecewa? SANGAT!


Sakit hati? BANGET!


Benci? Sayangnya dia tak bisa!


Bagaimana pun juga Lesya adalah seseorang yang dia jadikan guru, panutan, sahabat, saudara, bahkan adik. Dahulu dia memang menyimpan rasa namun semua sudah pudar dengan kehadiran Lisa. Leon hanya SANGAT merasakan sakit hati, kecewa, terkejut, dan tak menyangka yang diaduk-aduk bagaikan adonan.


Tanpa sadar Lesya membuat orang terdekatnya begitu kecewa. Rasa percaya Leon ingin sekali pudar. Leon tipikal seseorang yang paling benci dibohongi. Dia orang jujur, itu sikapnya. Otak Leon berputar. Mungkin kah selama ini virus yang dimaksud adalah berasal dari Lesya? Karena dia hanya tak dapat melawan kejeniusan bidang IT sama seperti Lesya. Otaknya menduga mengenai itu.


"YON MANA LAMA BENER?! " tanya Cakra sedikit berteriak dari ruangannya.


Leon menoleh. Dia meletakkan dengan rapi sesuai tempatnya semula dan berusaha bersikap biasa saja. Mengambil dua berkas yang di maksud, Leon segera keluar dari sana. Namun sebelumnya dia memotret semua bukti-bukti di ponselnya. CCTV memang mengawasi namun Lesya di sebrang tak curiga ataupun memeriksa karena tahu jika Leon pasti hanya sekedar mengambil dokumen.


***


Satu hari berlalu, Leon menjauhi Lesya, Luna dan juga Lisa. Dia tahu Lisa tak tahu apa masalahnya. Namun dia ingin memiliki waktu sendiri. Leon mendatangi Felicia dan Vayleen. Dia memberikan bukti dan memberi tunjukan tato em, maksudnya tanda pengenal di sakitnya. Itu lambang kata, Onrm, sebuah tanda pengenal keturunan seseorang yang bermarga Morn. Hanya keturunan Morn saja yang memilikinya.


(klo ga salah ada di eps 269)


Felicia mengira itu adalah tato biasa. Namun setelah diperiksa, ternyata asli. Terkejut memang awalnya namun mereka berusaha menerima satu sama lain. Vayleen, bocah itu yang diberitahukan oleh sang mama mengenai adik sang mama alias uncle kandungnya bahagia. Ternyata panggilan tersemat Leon dari Vay memang tak salah, 'uncle'.


Bahkan Felicia dan Leon melakukan test DNA satu sama lain sebagai bukti akurat. Dan 99% cocok. Vay bertambah bahagia mendengar hal itu. Felicia, dia tentu saja melupakan kesalahannya dan beralih memeluk sang adik detik itu juga.


—Flashback off—

__ADS_1


Lesya terdiam. Gadis itu yang mendengar cerita sahabat lelakinya baru saja terlihat layaknya orang yang tak makan satu hari. Leon kembali berdiri dan menggandeng tangan Vay agar pergi dari sana. Leon masih kecewa dengan kedua sahabatnya yang dia percayai sejak dahulu berubah tertutup dengannya. Apalagi menyangkut hal begini. Btw, catattt ya gays jika Leon hanya kecewa saja bukan dendam!


"Gw ke sini cuman mau minta bantuan lo! Di sini, cuman lo yang punya rencana buat hentiin Vion dan gw harap, lo bantuin gw buat bebasin kakak gw Sya. Gw tau sikap gw begini terkesan gak tau diri, cuman mau enaknya doang tapi, please cuman kak Feli yang gw punya setelah sekian lama ini." ucap Leon lalu beralih menatap penuh harap pada Lesya yang masih diam.


"Sya,.. "


"Oke gw mau tapi gw mohon jangan jauhin Luna atau pun Lisa! Dia gak ada niat nyembunyiin ini terutama Lisa. Bahkan Lisa gak tau tentang dokumen itu. Harusnya kalau lo marah, sama gw jangan lampiasin ke orang lain! " cepat Lesya yang menyetujui permintaan Leon.


"Sya apaan sih?! Enggak ya, bahaya apalagi lo gak sendiri lagi! Ada seseorang yang butuh kehidupan di dalam diri lo Sya, gw gak mau dia ngalamin hal yang lo rasain sekarang! " sentak Luna terkejut dengan pemikiran Lesya yang langsung menyetujui permintaan Leon begitu saja.


"Maksudnya? " bingung Leon.


"Lesya hamil! Kemarin hampir hilang nyawanya gara-gara remnya blong entah ulah siapa! Dia--- "


Perkataan Luna terhenti karena Lesya lebih dulu memotong pembicaraannya. Luna hanya diam saja. Luna tahu tak semua masalah yang dialami Lesya harus bocor. Setiap orang memiliki masalah pribadi tersendiri tanpa diketahui oleh orang lain. Contohnya seperti Lesya.


"Luna! " cepat Lesya menyela.


"L-lo hamil? " kaget Leon. Lesya menghela nafasnya dan mengangguk. Dia berdiri dan menatap sekilas Vay yang menyimak dengan antengnya.


"Vay, boleh main ke sana bentar gak? Kita bertiga mau ngomong penting! " ucap Lesya tersenyum tipis. Vay yang paham hanya mengangguk saja dan berjalan ke arah pohon rindang yang terletak di depan mereka dengan jarak sedikit jauh.


"Sya kalau gini gak usah deh! Gw gak mau nyampe lo sama calon anak lo nanti jadi korban! Kita lupain aja biar gw yang selesain kalau bisa--- " cepat Leon merubah permintaannya pada Lesya. Namun sayang, Lesya dengan kembali cepat menyela ucapannya.


"I'm fine! Gw masih kuat, dan anggap aja ini rasa permintaan maaf gw karena udah bohongin lo Yon! Sorry, gw gak maksud tapi gw lakuin itu karena gw gak mau lo nanti ikut kak Feli dan jadi pribadi yang gak bener sama kayak dia! " kata Lesya menyela. Mata gadis itu memerah tajam.


"Sya?! " sentak Luna.


"Luna diem deh! Mending lo main sono sama Vay ada yang pengen gw omongin lagi sama Leon! " lirih Lesya menunjuk ke arah Vay yang asik memainkan rerumputan. Luna menatap lekat Lesya lalu mengangguk pasrah saja. Sang empu yang diusir itu berjalan ke arah Vay yang berjongkok di bawah pohon rindang.


"Lo yakin Sya? " tanya Leon memastikan.


Dengan mantapnya Lesya mengangguk. Hatinya sudah menyuruh dirinya bertekad sudah bulat. Dan mulai hari ini dia ingin mengubah kepribadiannya lagi. Kepribadian ganda dong? Ya, Lesya memang plin-plan namun dia bukan seseorang yang mengingkari janji.


"Jadi rencana lo? " tanya Leon dengan alis yang sudah terangkat satu.


Sang empu yang menatap ke arah depan menoleh pada lawan bicaranya. Lesya beralih menatap Leon dengan tatapan yang sulit diartikan. Membahas mengenai rencana, Lesya takut. Gadis itu takut jika Leon akan membocorkan nya pada Vion dengan Felicia yang menjadi sandera. Sejenak dia terdiam dan tiba-tiba saja terlintas dibenaknya sebuah ide brilliant.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gifđŸ€—

__ADS_1


__ADS_2