Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
340: Sketsa


__ADS_3

Penjelasan sebelumnya, maaf ganggu waktu bacanya🙏🏻 Mohon dibaca dulu ya penjelasan author di bawah ini yah biar makin paham gimana bisa Elena sama Lesya berjarak umurnya🙏🏻



Nah ini, bagus banget gays pertanyaannya. Jadi author jelasin ya sebelumnya. Mayang sama Angga itu kan orang tuanya temen deket gitu dan berharap anaknya menikah. Karena waktu itu mereka terpaksa(sama kayak novel ini juga terpaksa nikah dini gitu), tanpa sadar mereka terbawa perasaan. Jadinya mereka yang nikah waktu usia kelas 1 SMA dengan paksa bujukan kedua orangtuanya. Nah pas episode ke


(311: Gak melamun), nah sebenarnya Elena udah lahir cuman dititipin aja sama pengasuhnya karena Mayang ada urusan sama kedua sahabatnya begitu juga dengan Angga. Nikahnya muda banget kan ya? Tapi orang tua mereka (kakek nenek Elvan) justru gak masalah nikah semuda itu!



Nah ceritanya yang itu gays👆🏼


Cerita di atas tuh (eps 311) juga menceritakan waktu permulaan cobaan saat Mila kepergok bu RT yang embernya mirip ban bocor. Dan waktu itu warga minta verifikasi dari Mila. Nah sementara tentang Elvan jarak usianya sama Lesya sebenarnya mudaan Elvan gays. Wkwk, muda tuh gak tuh pak KetBok🤣


Author be like: KetBok ya gays bukan Ketos, biar beda dari yang lain. Soalnya Lele kesayangan gak mau ada yang plagiatin. Dia kan only one, wkwk..


Enggak sih gays cuman beda berapa bulan doang sebenarnya Lele sama Papan kita. Cuman tuaan Lesya/Letha karena mereka brojol alias lahirnya juga lebih dahulu dibanding Elvan. Oh iya sebenarnya juga Lesya hampir gugur sama Letha karena cobaan berat alias beban pikiran Mila yang mempengaruhi mereka saat masih janin.


Nah kalau nanyain Lisa, sebenarnya Arya juga ngalamin hal yang sama. Bedanya bukan karena paksaan namun karena satu kesalahpahaman. Jadi deh Elita(kakak Lisa) sama Lisa. Elita—kakak Lita sebenarnya juga udah ada ya gays di cerita itu cuman gak keliatan aja istrinya Arya(Maurine). Kalau tentang beda usia, Lisa juga lebih muda dibanding Lesya. Namun dia juga lebih tua 2 bulan dari Elvan. Mily? Dia jomblo gays.


Luna? Aman gays, dia lebih muda 1 bulan di banding Lesya. Harusnya udah rayain ultah tapi author coba saring biar gak kebanyakan episodenya. Orang tuanya? Kalau yang ini normal gays kayak biasanya. Orang tuanya nikah di waktu yang pas sama kayak Valen TANPA PAKSAAN. Dan entah kenapa, justru anaknya yang TERPAKSA tunangan sama Valen—WaKetBok kita. Oke nanti kita liat juga alasan Henny jodohin Luna dengan Valen di episode yang akan datang entah itu kapan. Author gak janji ya wkwk..


Leon? Dia sama kayak Luna orang tuanya normal nikahnya. Cuman satu tragedi yang sama sekali dia gak tahu hingga kehilangan yang namanya keluarga. Hanya Lesya, Luna, dan Cakra yang tahu setelah mencari data dengan lengkap.


Cakra? Dia juga aman bedanya dia sebatang kara. Alam? Aman juga. Nayla? Amel? Frans? Farel? Ken? Mereka juga aman kok. Hanya Mayang, Maurine, dan Mila perempuan yang married dini. Begitu juga dengan Angga, Arya, dan Arya. Makanya mereka yang nikah muda dulu tuh sebenarnya umurnya harusnya kepala tiga. Muda kan? Yaiyalah!


Jadi cerita di balik ini tuh banyak banget cobaan yang dialami. Makanya carita ini masih belum tamat-tamat karena antagonis utamanya belum keluar. Siapa dia? Intinya orang itu adalah manusia yang sama sekali tak Lesya sadari.


Oh iya gays btw ya kalau ada pertanyaan boleh tanyain aja di komen. Author usahain bakal jawab semampu author ya, makasih atas perhatiannya buat author. Maaf ganggu waktu membacanya😄


Bingung sama penjelasan?


Baca ulang dulu kak pelan-pelan dan pahami satu per katanya ya biar paham😊


Btw, ribet gak sih penjelasannya?


Next? Let's go..


...📚 H A P P Y R E A D I N G G A Y S 📚...


...— — —...


"Heh Sya kasar bener lo! Kan kasian kakinya ayang bebeb gw ternodai karena lo! " kata Lisa dengan nada dramatis alay lebaynya. Luna dan Lesya berpandangan dan tertawa ngakak mendengar nada bicara Lisa. Ayolah, dahulu Lisa tomboy dan sekarang berubah menjadi alay lebay gini? Enggak banget buat mereka!

__ADS_1


"HAHAHA.. ANJ*R... " kompak mereka.


Lisa dan Leon hanya menatap aneh kedua temannya itu. Bahkan kini Lesya merefleksikan pikirannya agar tak terlalu terbebani mengenai desain interior rumah yang dia gambar sekarang.


Dia hanya tak ingin terlalu terbebani banyak pikiran hingga drop saja. Biarlah sejenak dia bersantai bukan? Toh dia masih memiliki banyak waktu. Lagipula, menjadi arsitek hanya mimpi yang tentunya masih dapat ataupun tak dapat dicapainya. Bagaimanapun juga dia sudah menjadi pewaris di 2 perusahaan besar. Jika ditambah cita-citanya, dia sendiri yang kecapekan.


"Dih, ngapa lo pada ketawa? " bingung Lisa. Lesya dan Luna hanya tertawa lucu saja. Mereka berusaha menahan tawa namun tetap saja nada lebay itu berputar di memori otak mereka. Alhasil karena di buat bingung Lisa melempar bantal sofa ke arah dua pasang sahabat itu. Namun dengan baik Lesya menangkapnya.


"Streesss lo pada! " malas Lisa.


"Lo makin nempel sama Leon makin lebay anj*r Lis! Nada ngomong lo dulu nantangin kita sekarang loyo-loyo feminim. Gak sakalian lo jadi bunglon biar bisa berubah-ubah nada! " ledek Lesya dengan tawa pelannya yang mereda.


Lisa melongo di buatnya. Pipinya merah padam mengingat nada bicaranya yang memang terkesan. . . Sangat lebay baginya. Cataattt, sangat lebay bagi Lisa. Namun bagi Lesya dan Luna hanya terkesan lebay pada remaja perempuan pada umumnya. Toh mereka sebenarnya juga tak masalah. Hanya saja mendengar nada selebay itu membuat mereka geli.


"YAHAII PAWANG LEON NGEBLASHH! "


Ledekan dari Luna itu membuat rumah mewah itu kembali menggelar. Tahu lah bagaimana jika suara cempreng tiba-tiba berteriak. Tentunya pada akhirnya Luna dan Lisa yang kikuk saat mendapat tatapan tajam dari sekitar mereka. Berbeda halnya dengan Leon dan Lesya hanya dapat menahan tertawa saja.


"Anjaayy urat malunya ketempelan sama putri malu! " geleng Lesya ngawur lalu berpindah tempat duduk di atas karpet maroon dan buku khusus gambarnya dia letakkan di atas meja ruang tamu.


"Enak aja lo! Eh btw ya Sya, gak masalah loh kalau Lisa jadi cewek feminim biar nular sama lo! Nah gw juga jadi cewek beneran deh nanti kalau lo feminim juga biar kita kompak gitu loh! " ucap Luna lalu memberikan data kelasnya pada Lesya.


"Gak dulu! I'm the only one in the world and the only person who sucks at being a real girl! (Gw hanya satu di dunia dan satu-satunya orang yang magerrr jadi cewek beneran! ) Lagian ya maless tau pake sepatu hack tinggi 1000 kilometer terus pake dress panjangnya beh! Big no for me, ribet bener! " tolak Lesya mentah-mentah dan penuh penekanan.


"Jujur nih ya Lun, sama sekali gw sih gak ada niat gitu Lun, tapi karena lo yang kasih gw saran gw pikir lagi dan gw juga pengen liat dia bahagia. Karena selama ini gw mulu yang dibikin bahagia sama dia. Tapi kalau buat gw jadi cewek di depan dia sama seperti saran lo di awal, gw tolak di depan semua orang. Kalau di depan dia gw gak masalah sih udah halal gini kan ya? " bisik Lesya pelan kepada Luna.


Luna dengan cepat menjentikkan jarinya tepat di depan wajah Lesya. "Nah gitu maksud gw! Good job my queen El! " puji Luna dan dibalas kekehan dari Lesya.


"Bon travail aussi ma reine Al ! (Good job too my Queen Al !)" balas Lesya. Luna memasang wajah cemberutnya. Ayolah, dia keturunan Tionghoa jadi mana tahu bahasa Prancis yang di ucapkan Lesya.


"Aaaa.. Pliss deh Sya, mana gw paham bahasa lo! Gw orang Tionghoa bukan Prancis bege! " malas Luna mengerucutkan bibirnya. Lesya hanya tertawa kecil saja dan kembali fokus menggambarnya. Kedua pandangan sang sahabat itu menoleh ke arah Leon setelah mendengar ajakan lelaki itu.


"Ngomong-ngomong soal Prancis, libur panjang nanti ke Prancis yuuk! Kan udah lama kita gak liburan di sana! " ajak Leon yang tapa sengaja mendengar akhir percakapan kedua sahabat perempuannya itu. Luna memutar bola matanya malas mendengar tawaran Leon itu.


"Heleh bilang aja biar ngelacak kakak lo kan! " dengus Luna malas. Leon hanya menyengir kuda saja dan mengerjap polos. "Ya bantuin dong temenmu ini yang baik hati dan tidak sombong agar dipertemukan dengan sang kakak tercintahhh! Lagian gw ngapain sih pake amnesia segala waktu kecil! " decak Leon.


"Gw always bantuin lo kok Yon, tapi dalam doa! " gurau Luna tertawa kecil. Leon hanya memutar bola matanya malas. "Enggak bercanda, kita emang sempet ketemu sama kakak lo cuman tiba-tiba aja sinyal ngelost jadinya sistemnya error! " jawab Luna melanjutkan ucapannya.


"Sama gw juga gitu Lun! Setiap gw mau ngehack, sistem gw kayak diserap virus gitu! Kira-kira lo paham gak Sya cara mulihin data dari taneman virus begituan? " tanya Leon beralih menatap serius Lesya. Sang empu yang sedang asik menggambar melirik sekilas Leon dan membalas dengan anggukan pelan saja. Namun sedetik itu dia menggeleng.


Lisa dan Leon melotot mendengar balasan Lesya. Ehm, sejak tadi lisa memang menyimak karena dia tak tahu banyak tentang sang kakak kekasih hatinya. Namun Leon sering kali bercerita tentang keinginannya yang bertemu dan salam sapa dengan sang kakak. Lisa bahkan menanyakan namanya hanya saja Leon yang memang sedari kecil amnesia, tak tahu siapa nama sang kakak. Marga keluarganya saja dia tak tahu sama sekali.


Begitulah~

__ADS_1


"Gw cuman dapet info awal doang tapi liat nama kakak lo gw gak sempet! Menurut info yang selama ini gw dapet, keluarga lo dulu pergi liburan ke negara lain dan tiba-tiba kalian kecelakaan pesawat. Kedua orang tua lo tewas sementara lo sama kakak lo selamat karena kalian dipindahin ke balon udara cuman sengaja dipisah biar gak keberatan! " jelas Lesya.


"Balon udara? " beo Leon.


Lesya mengangguk kecil. "Iya, cumen ada balon udara di pesawat waktu itu karena kebetulan pengen di pake di liburan lo nanti. Nah lo sama kakak lo pisah karena angin. Habis itu gw gak tau deh gimana lagi! " kata Lesya mengakhiri penjelasannya agar tak dicurigai.


Leon hanya memasang tampang sedihnya. Ayolah, siapa sih yang gak sedih di saat tak dapat bertemu dengan salah satu keluarganya? Dia juga mau seperti yang lainnya. Hidup bahagia dengan keluarga. Lalu apa kabar Lesya yang hidup keras dengan keluarganya? Jujur saja gadis itu sebenarnya justru tak ingin memiliki keluarga. Berbanding balik bukan dengan Leon? Tapi untungnya itu dahulu saja. Sekarang Lesya kini paham mengapa Leon sangat menginginkan kehadiran sebuah keluarga. Berkat keluarga Grey tentunya!


Lisa dan Luna mengelus pundak Leon seolah menguatkan lelaki itu. Lesya hanya tersenyum tipis melihatnya. Dia melirik ke arah Leon dengan tatapannya yang sulit diartikan. Senyum tipis terukir dan dengan sengaja mengalihkan pandangannya agar tak dicurigai.


* Sorry Yon, semoga lo paham maksud gw begini. Tapi cerita gw bener kok tanpa karangan. Gw harap lo gak marah ataupun benci sama gw. * batin Lesya merasa bersalah karena membohongi Leon.


"Ekhemmm, bu boss gambar apaan nihh, serius bener! " tanya Revan mencairkan suasana. Karena bosan dengan percakapan kelima temannya yang merupakan anggota OSIS, alhasil Revan mendekati keempat sahabat itu saja.


"Gambar bapak lo nanya mulu etdah! Woy liat deh, cakep gak sih? " tanya Lesya beralih bertanya pada Revan. Lelaki itu memutar bola matanya malas dan mengelus dadanya sabar. Ayolah, namanya gak di sebut oleh Lesya. Padahal beberapa kali mereka sering bertemu loh.


"Revan bu boss, bukan woy. " sabar Revan.


"Yee panggilan lo sama aja akhirnya kaya Papan, jangan-jangan lo berdua waktu lahir namanya janjian lagi? " ngawur Lesya namun terlihat serius. Revan berdecak malas. Oke pilihannya menyamperi Lesya dkk untuk mengusir rasa bosan di sini berakhir dia sendiri yang extra sabar! Luna, Lisa dan Leon tertawa kecil melihat Revan yang pasrah.


"Terserah lo Sya, terserah! " pasrah Revan.


"Bercanda Rep aelah lo serius amat, btw nih gimana? Bagus gak? " tanya Lesya beralih bertanya pada topik awalnya. Revan hanya memutar bola matanya malas dan sedetik melotot dengan sketsa gambar yang Lesya tunjukan padanya.


"Widihh, hasil karya lo nih bu boss? 1000 jempol buat lo dah! " kata Revan mengancungkan kedua jempolnya. Ketiga teman Lesya beralih pada gambaran yang Lesya lukis. Sama halnya dengan Revan, mereka mengancungkan kedua jempol mereka kepada Lesya tanpa ragu.


"Aaaa.. Syaa akhirnya bakat lo yang terpendam jauh di lubuk hati keluar juga! Keren, salut gw sama gambar lo! " heboh Luna. Lesya hanya mengangguk dan tersenyum bangga saja dengan hasil karyanya sendiri. Woiya jelas, bangga lah!


"Btw ada yang kurang gak sih? Gw ngerasa rada anjlok anj*r! " lirih Lesya pada akhir kalimatnya. Lisa melotot dan sedikit menggebrak meja. Sontak saja suara gebrakan itu membuat perhatian semua remaja itu beralih menatap dirinya.


"Adeehhh Sya-sya! Anjlok lo bilang? Heh please, gw aja gak bisa gambar bagus-bagus apalagi rumah yang deket gunung tambah matahari satu, gw gak bisa cokk! Lah elo yang bagus gini malah nanya lagi ada yang kurang atau enggak?! Aneh lo mah! " kata Lisa tak habis pikir.


"Santai lo bege! Gw nanya baik-baik jawabnya gak baik, gak patut di contoh ya anak-anak! " malas Lesya sedikit ketus. Lisa hanya menyengir kuda saja. Dia tahu kini mereka menjadi pusat perhatian apalagi ada beberapa ART yang lewat.


"Lo gambar Sya? Gilee bagus bener gambaran lo, insecure deh gw! " kata Amel yang beralih melihat hasil gambaran Lesya. Letha memutar bola matanya malas. Hatinya memang mengakui sketsa gambar Lesya bagus. Namun hal itu segera dia tepis. Kan dia ke mana-mana paling bagus!


"Vano, kamu bisa ajarin aku gak soal yang ini? Aku, Nayla, sama Amel gak paham cara kerjainnya. Kamu kan juara umum, boleh ya? " pinta Letha beralih pada Elvan. Lelaki itu melirik sekilas dan menghembuskan nafasnya berat.


Lesya hanya melirik sekilas. Pandangan matanya beralih melihat soal yang dimaksud oleh Letha. Dia terdiam sedetik dan tersenyum lega karena Elvan menolak permintaan Letha, adiknya. Yaiyalah adik, kan dia masih anggap adik. Tak seperti Letha yang asal main putus hubungan!


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


>>><<<

__ADS_1


Infoo: Maaf semuanya besok dan lusa author tidak bisa update dikarenakan kakek author sakit dan author beserta keluarga harus jenguk atas permintaannya. Niatnya mau update tapi di kampung author sama sekali gak punya sinyal. But, author tetap nulis kok tapi di diary punya author yah kalau ada waktu luang. So, maaf banget ya gays, semoga mengerti dan menunggu novel ini kembali update, terimakasih 🙏🏻


__ADS_2