Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
181: Main ToD 2


__ADS_3

Lesya memutar bola matanya malas. "Bentar, ini guru-guru ikutan nih? Atau enggak? " tanya nya menghentikan permainan sebelum dimulai.


"Kalo saya sih ikut! Kalau yang lain saya gak tau! " ucap bu Lina sedikit cuek. Pak Kevin mengangguk. "Saya juga ikut! "


"Saya enggak! Kalian aja! " jawab bu bunga.


Lesya menganggukkan kepalanya saja. Botol perlahan dioper dengan iringan lagu yang terdengar. Bernyanyi bersama, saling melemparkan candaan membuat Lesya merasakan bagaimana hangatnya suasana kekeluargaan dalam berkemah.


"Stopp! Nah sekarang bu Lina! Gak boleh curang loh ya buk! Sekarang ibu pilih truth or dare? " tanya siswa tersebut yang bernama Arman. "Saya pilih.. Dare! "


Lesya dengan sigap berdiri terlintas apa yang melalui otaknya. Banyak yang terkejut dan mengelus dada mereka yang hampir loncat karena kejutan dari Lesya. "Eh copot! Kenapa lagi? " tanya Arman sedikit latah.


Menyunggingkan senyum jahilnya, Lesya angkat suara menjawab pertanyaan Arman. "Saya mau ibuk pacaran sama pak Kevin! Kasian pak Kevin menjomblo karena nungguin ibuk ngelirik dia! " tantang Lesya.


Pak Kevin mendelik. Dia memang diam-diam menyukai sosok bu Lina yang menurutnya berparas cantik dan berhati baik. Ketegasan yang dimiliki bu Lina membuatnya semakin menyukai sosok tersebut.


"Enak aja! Enggak saya gak mau! " Lesya melotot. "Wajib loh buk! Salah sendiri ibu pilih dare! Jadi ibu wajib melaksanakan pilihan ibu yang memilih dare! Jangan nolak dong bu! "


"Ya.. Saya kan gak mau mainin perasaan saya! Apalagi saya gak suka sama dia! Dia juga gak suka sama saya!" Pak Kevin melengkungkan senyum ke bawahnya mendengar ucapan bu Lina.


Sementara Lesya tersenyum menggoda. "Amoso? Keknya salah deh bu! " Kening bu Lina dan pak Rio berkerut. "Kasian pak Rio cintanya bertepuk tangan sebelah! Udah deh bu gak usah nolak! Kalau nolak kenapa gays? " tanya Lesya kembali duduk di tempatnya semula.


"Ibu dilarang main dan harus wajib ngelakuin tantangan! " kompak siswa-siswi menjawab pertanyaan Lesya.


Bu Lina menatap tajam Lesya dan semua siswa-siswi yang ada. "Berani kalian semua hah?! " tegas bu Lina yang lagi-lagi membuat pak Kevin terkagum.

__ADS_1


"Ya kalo ibu kagak berani.. Gampang sih! Kita teror gimana? " usul Lesya diangguki sorakan dari siswa-siswi SMA Gregus. "Cakep udah lama gak masuk bk! " celetuk Luna santai.


Bu Lina mendesah pasrah dan akhirnya menyetujui tantangan Lesya untuk berpacaran dengan pak Kevin. "Oke fine, saya setuju! "


"Nah gitu dong bu! " kompak mereka.


"Udah semua karena udah setuju, gak ada yang teror-teroran! " ucap Frans. Valen geleng-geleng kepala mendengar tantangan Lesya. "Itu tantangan apa paksaan? "


Lesya mengangkat satu alisnya tengil dan menatap pak Kevin. "Pak, nilai saya nambah gak? " Sontak pak Kevin mengangguk antusias. "Tenang aja! Nambah kok! " jawabnya.


"Bu bunga, pak Rio nilai saya nambah gak nih? " tanya Lesya menatap dua guru yang asik kasmaraan tersebut. "Buat apa? Tugas nol, minta tambahan! Gak ada! "


Lesya mencibir. "Masih mending saya singkirin bu Lina buat jauhin pak Rio, yaudah cabut gak nih tantangannya? " Bu bunga melotot diikuti pak Rio. "Oke nambah! " kompak mereka.


Lesya mengangguk menanggapinya. "Lanjut weh! Aman nilai jebol gw! " Leon memutar bola matanya dan mengambil botol dari bu Lina dan mulai mengoper botol.


Bu Lina dan pak Kevin juga tak ikut bermain lagi. Begitu juga dengan guru-guru kelas 12 itu. Mereka tak mau Lesya justru mengambil keuntungan dalam kesempitan mereka seperti tadi.


Benyanyi ria, akhirnya botol berhenti tepat di tangan Valen. "Lah? Gw? " Ken memutar bola matanya. "Yaiyalah! Lo kira set*n?! Tuh botol ditangan lo sekarang tinggal pilih truth or dare! "


Menggaruk tenguk lehernya, Valen memutuskan memilih truth saja. "Gw truth dah! " Banyak pertanyaan yang terlintas di benak mereka namun bingung harus bertanya apa.


"Benci sama siapa di sini dan kenapa? " tanya Lisa membuka suara. Valen berpikir dan akhirnya menjawab. "Sama alun-alun karena sikapnya! "


Luna mendelik dan melotot tajam. "Ngajak bertumbuk? Bilang sini sama orangnya! " Lesya menutup mulut Luna sekilas dan menyuruh botol kembali dioper. "Oper aja elah! "

__ADS_1


Luna mendengus menatap sengit Valen yang seolah tak ada masalah apa-apa. Botol kembali dioper dan berhenti di tangan Letha.Dengan senang hati Letha menjawab jika dirinya memilih truth. "Hayo suka sama siapa dan karena apa? " tanya satu siswi cepat.


Letha tersenyum sendiri. "G-gw.. Eh, aku sebenarnya suka sama Elvan karena Elvan.. Ganteng! " Semua melongo dengan keberanian yang Letha memiliki hingga tanpa ragu mengungkapkan rasa sukanya dihadapan Elvan langsung yang sedang melahap satu ikan yang dibakar.


"Jadian gak nih? " canda Arman.


Lesya mengalihkan pandangannya saat Letha hendak menatapnya. Dia tak mau Letha menuruni sikap dimiliki oleh Mily yang sangat dalam mencintai satu pria membawa dampak buruk bagi Letha dan sekitarnya nanti.


Botol kembali dioper dan akhirnya tepat berhenti di tangan Amanda. Banyak pasang mata tak percaya menatap Amanda yang sedari tadi berdiam diri ternyata salah satu target. "Mbak cantik pilih truth or dare? " tanya Arman.


"Dare! " Mereka mengangguk dan mencari ide yang tepat untuk Amanda. Hingga Luna yang angkat suara menantang Amanda. "Sebutin dengan lantang lo benci sama siapa aja! " tantang Luna.


Amanda menyunggingkan senyum miringnya merasa remeh. Beranjak berdiri, dengan lantang Amanda mengaku seraya menatap tajam Lesya yang sedikit mencicipi ikan bakar yang ada.


"GW AMANDA NORWN, BENCI SAMA ORANG YANG BERNAMA ZELYRA ALEESYA MICHELLA FYO!! SELAIN ITU, GW BENCI SAMA ORANG YANG NAMANYA ALUNA MARGARETHA, LEONARD PUTRA I, DAN.. ELISA VELLYNA MUNGKIN!! " lantang Amanda dengan mata sedikit memerah.


Lesya yang mendengar namanya di sebut membersihkan jarinya yang dia gunakan untuk melahap ikan bakar dan berdiri menatap Amanda. "BENDERA PERANG TELAH BERKIBAR AMANDA NORWN! " tekan Lesya.


"Liat aja, gw akan buat lo bertekuk lutut mohon ampun sama gw! " Lesya tertawa renyah dan menetralkan kembali wajahnya seolah tawanya tadi paksaan. "Dan gw gak akan pernah mau bertekuk lutut dengan batu kerikil yang udah jadi bekas orang lain! "


Tangan Amanda terkepal kuat mendengar kata 'batu kerikil bekas orang lain' yang Lesya sebutkan tadi. Lesya dengan santainya kembali duduk dan mencicipi ikan bakar miliknya seolah tak ada apapun di sekitarnya.


Siswa-siswi bergidik ngeri dengan keributan yang ada di hadapan mereka. Banyak yang membela Amanda dan ada juga yang membela Lesya. "Kalian kalau mau ribut mending tidur! " tegas bu bunga yang sedikit mendengar keributan.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2