Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
140: Pembawa si*l!


__ADS_3

Jdaarr!


Bagaikan tersambar petir di siang bolong, Lesya terdiam mendengar wanita yang mengandung bahkan melahirkannya mengalami kelumpuhan. Dadanya sesak mendengar itu semua. Namun dia berusaha kuat menahan tangisnya.


"L-lumpuh? " beo Lesya. Dokter tersebut menghela nafas dan mengangguk. "Ya! Pasien mengalami kelumpuhan pada bagian kaki dan... Kemungkinan kecil masih dapat pulih kembali! "


Lesya tersenyum getir mendengarnya. "Lakukan apa yang terbaik buat mami saya dok! " Dokter tersebut mengangguk saja. " Itu pasti! " jawabnya.


Lesya beranjak keluar dan memegang dadanya yang terasa tertusuk. "Papi, Lesya gagal jalanin amanah dari papi! " gumamnya kecil.


Perkataan terakhir Arga terngiang-ngiang dibenak Lesya. Dimana Lesya menyetujui dan menyepakati amanah alias pesan terakhir Arga.


'Zelyra Aleesya Michella Fyo, jaga mami dan adik kembaranmu baik-baik ya! Jika mereka lecet sedikit saja, papi kecewa dengan kamu putri papi! Walau kita berbeda, kamu tetap anak papi! Papi bangga sama kamu! Salam buat mami dan adik kamu Lara ya, papi sayang kalian semua! '


Perkataan Arga yang Lesya ingat sangat menusuk hati Lesya. Matanya membeku seolah menolak untuk menangis. Di saat dirinya ingin membuka pintu kamar inap Mila, dia mendengar suara orang berbincang menyeret namanya.


"Aneh! Kenapa di saat kakak kamu datang mami jadi kayak gini lagi? Apa yang kakak kamu lakuin sama mami kamu? " tanya Gilang di dalam kamar dengan sengaja.


Letha mengangkat bahunya tak tahu. "Mungkin kakak pembawa kesial*n! Karena kakak, mami kayak gini! " gerutu Letha di dalam ruang kamar inap Mila.


DEG


Jantung Lesya berpacu mendengar jawaban sang kembaran yang menyesakkan hati. Sepertinya memang benar jika dia pembawa si*l bagi mereka.


Lesya yang hendak membuka pintu terhenti membuka dan mengurungkan niatnya. Dia lebih baik berada di luar dan menajamkan pendengarannya. Dapat dia dengar jika Gilang dan Letha menyebut nama Mila yang sudah sadar.


"Mamii! Gimana keadaan mami? Udah mendingan? Ada yang sakit? Biar Lara panggil dokter! " Mila mengangguk lemah mendengar dirinya dicecar banyak pertanyaan dari Letha yang sangat mencemaskan dirinya.


Gilang hanya menatap saja walau hanya berdiri di samping Lara. Bukannya menanya keadaan Mila, Gilang justru bertanya jawaban dari rasa penasaran nya. "Siapa yang lakuin? " tanyanya.


Mila menggeleng lemah dan berusaha berbicara. "A-anak bu-ah Vi-vion! " Gilang bingung dengan siapa yang disebut oleh Mila barusan. Dia sama sekali tak mengenal Vion termasuk Letha dan Mila.


"Apa dia musuh kamu Lar? " Letha menggeleng sebagai jawaban. Gilang mengangkat satu alisnya. "Apa dia musuh dari Lyra? " Lara mengangkat kedua bahunya. "Enggak tau! Lara gak kenal! "

__ADS_1


"A-air! " Letha dengan sigap memberikan air yang berada di nakas laci ruang inap tersebut. "Pelan-pelan mi! " Mila mengangguk dan meneguk air mineral dari gelas yang Letha berikan dengan bantuan Letha tentunya.


"Ka-kakak kamu mana? " Perlahan Mila dapat berbicara seperti semula walau sedikit terbata. Letha mendengus malas mendengar jika Lesya yang dicari oleh Mila. "Kakak lagi ke ruangan dokter tapi masih belom balik! "


"Ta-di sebe-lum a-nak bu-ah Vi-on da-tang-in ma-mi, di-a bi-lang... " Gilang dan Letha bahkan Lesya yang diluar ruangan membiarkan Mila berbicara dan mereka menyimak dengan baik saja. "I-ni huku-man bu-at an-da! Kare-na, a-nak an-da meng-usik boss Vi-on! "


Letha dan Gilang kini paham mengapa terjadinya penabrakan truk walau hanya semata-mata saja. Lesya yang diluar memejamkan matanya menguasai amarahnya yang berada di ubun-ubun.


* Vioooonnn! Gw bakal buat perhitungan sama lo! Revion Fillybert! Semua akan gw perhitungkan! Mulai dari papi Arga sampai lo usik mami Mila!! * batin Lesya geram.


Letha dan Gilang yang di dalam masih berpikir. "Apa karena itu? " Mila mengangguk lemah dengan pertanyaan Gilang.


Memang Gilang terlihat perhatian namun itu karena Gilang sendiri penasaran dengan dalang di balik ini semua saja. Dia ingin tahu siapa saja musuh Lesya selama ini selain dirinya.


"Argh! Kakak lagi kakak lagi! Semua karena kakak! Emang kakak tuh gak bisa diem gitu ya?! Perasaan semua masalah dari kakak semua deh?! " Mila yang mendengar gerutuan Letha sedikit sesak mendengarnya.


Lesya yang berada di luar melihat ponselnya yang bergetar. Rupanya pesan dari Elvan yang masuk di ponselnya.


📩Papan Ketbok❄-!!


Dengan cepat Lesya mengetik dan membalas pesan singkat dari Elvan. Jari lentiknya menari di layar ponselnya walau dalam waktu singkat.


^^^📩Lele troublemaker^^^


^^^Mami sakit, Letha sama gw lagi jenguk.^^^


^^^Bentar lagi gw balik kok.^^^


Lesya menutup ponselnya dan membuka pintu ruangan tanpa mengetuk terlebih dahulu. Sontak Letha yang menggerutu terhenti dan menatap Lesya diikuti Mila dan Gilang. "Mi? Udah mendingan? "


Mila mengangguk lemah saja. Lesya mangut-mangut paham saja dan melirik jam di ponselnya. "Udah malam, Lesya balik dulu ya! " pamit Lesya.


Letha menahan. "Balik? Ke mana? Rumah? " Lesya menggeleng. "Enggak! Gw ada urusan! Dan gw harus ke sana! " bohong Lesya.

__ADS_1


"Terserah lo! Emang gak tau adab! Mami lagi sakit lo kelayapan gak jelas?! Urusan apa sih yang buat lo nyampe ngenomor duain mami?! "


Gilang menahan Letha yang terus menyerocos tanpa jeda. Lesya menatap tajam Gilang yang menatap nya remeh dengan senyuman liciknya. Boleh Lesya jujur? Ingin sekali rasanya namun tertahan.


* Lo gak tau Ar! Karena keluarga Grey pelangi dari kegelapan di hati gw! Dan karena mereka, gw bisa merasakan kehangatan keluarga! Bahkan lebih dari keluarga kita yang hampir hancur! Tapi lo tenang aja! Gw akan buat semua kembali seperti semula apapun caranya! * batin Lesya bertekad.


"Per-gilah! " Lesya mengangguk santai saja seolah tak ada masalah ataupun beban di dalam hatinya. "Oke! Kalo gitu bye semua! Mami cepet sehat ya! " Lesya mengenc*p sekilas pipi kanan Mila lalu pergi.


Lesya berjalan pulang tanpa kendaraan apapun. Selama di perjalanan dirinya teringat dengan perkataan Letha yang menyebutnya sebagai pembawa si*l.


Dia tak menangis justru biasanya saja. Namun sorot matanya menunjukkan kekosongan di dalam hatinya. Dia tiba di satu danau dekat kediaman grey.


Semua panggilan dan nontifikasi yang masuk ke dalam ponselnya sama sekali tak dia hiraukan. Dia asik melihat ke sana ke mari tumbuhan yang masih asri di danau tersebut.


"Pembawa si*l ya? Gw gak papa kok! Udah biasa disebut kayak gitu! Apa lagi kejadian 19 tahun yang lalu yang buat diri gw sendiri hampir hancur saat itu! " gumam Lesya.


Ting!


Lesya tak menghiraukan banyaknya nontifikasi yang baru saja masuk di ponselnya. Ada satu orang yang selalu mengawasi dari arah kejauhan Lesya yang merenung. "Maaf karena udah sia-siain kamu dan adik kamu Lara! "


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


>>><<<


Hayyiee semua! Kembali dengan author yang kalem ini. Cuman mau kasih tebak-tebakkan aja oke!


📌 Menurut kalian siapa orang yang mengintai Lesya? Hingga Lesya tersenyum ke arahnya di bab yang sudah berlalu entah ke berapa!


📌 Kenapa Lesya merasa jika dia pembawa si*l di bab kali ini?


📌Apa yang terjadi di masa lalu hingga Mila merasakan sesak di dadanya di episode yang lalu?


Itu aja sih yang jadi pertanyaan di novel aku. Dan masih banyak misteri yang harus kalian tebak di novel aku ini! Jika kalian tahu, bisa komen ya! Mungkin tebakkan kalian benar😉

__ADS_1


Keep healthy all and see u next time🙂


__ADS_2