
Lisa mengancangkan bogemannya ke arah Lesya yang justru duduk di samping kiri Luna dengan santai tanpa beban. "Savage lo Sya! " bangga Luna.
Lesya mengangguk saja mendengarnya. Sedangkan Leon? Dia terlebih dahulu duduk di samping kanan Luna dan Lisa sebagai jaga-jaga saat keributan.
Pak Rio menghela nafasnya dan hal tersebut terdengar jelas karena dirinya sedang menggunakan microphone.
"Hah! Baik saya ulang sekali lagi! Jadi, tujuan saya mengumpulkan kalian semua, membahas soal kejadian kemarin dan persiapan outing yang diselenggarakan per kelas! Masalah dana, semua sudah disponsori oleh pemilik sekolah, tuan Arlangga Grey! Silahkan, "
Pa Rio mempersilahkan Angga yang notabenya sedari tadi pergi ke sekolah miliknya hanya karena dirinya ingin mendanai outing per kelas sebagai permintaan maafnya yang membuat siswa-siswi sedikit tak nyaman.
"Em.. Sebelumnya, saya meminta maaf atas ketidak nyamanan nya saat kejadian tiga hari yang lalu! Dan sebagai permintaan maaf dari saya, saya selaku pemilik sekolah akan mengadakan outing yang sempat tertunda saat ini! " jelas Angga sopan dan dengan nada tegas.
* "Hah? Outing harusnya hari ini? Emang gara-gara berantem kemaren jadi gagal outing kan?! "
"Sabar lo elah! Kalo aja gak berantem si mubar sama devil, kita outing nya harus bayar! "
"Sama aja! Gara-gara mereka kita jadi harus nunda outing! Emang ngeselin mereka berdua pengen bant*i! "
"Ngesok banget lo mau bant*i! Kalo didenger aja auto kicep kan lo! "
"Gak peduli! Toh ada pemiliknya disini! Auto keluar sekolah tuh devil sok jagoan! " *
Brakk!
Geram, Lesya akhirnya menggebrak meja yang bersambung kursinya hingga siswa yang membicarakannya kicep. "Ngomong apa lo! Sok jagoan?! Aduhh kuping gw panas denger cowok ngomong kek ibu-ibu gosip! " sindirnya sengaja mengusap telinganya.
Luna menambah tambahi ucapan Lesya dengan cibiran yang sengaja dikeraskan. "Kayaknya mereka pengen ngerasain gimana tangan mereka diperban kayak tangan lo Sya! "
__ADS_1
Memang benar jika tangan Lesya masih diperban sedikit. Perban tersebut juga sudah di ganti setiap harinya secara rutin. "Wah pengen ya? Ayok lah mumpung tangan gw gatel pengen cekek leher orang! "
Sontak seisi ruangan hening mendengarnya. Hingga satu suara bariton membuat jengkel Lesya. "Duduk! " datar Elvan.
Lesya menendang kecil besi kursi dan akhirnya duduk di tempatnya seraya menatap tajam orang yang berani membicarakannya.
"Sabar Sya! Iri tuh anak kagak populer kayak lo! " kikik Leon berbisik. Lesya mendengus malas mendengarnya. "Hmmm! " Luna terkikik mendengarnya. "Ish Queen badmood yon! "
Lisa mencibir kecil. "Diem oy! Lo juga untung gw gak punya riwayat jantung! " Lesya tak menganggapi cibiran Lisa.
Berbalik kepada Angga yang sedikit kaget dengan gebrakkan Lesya mengelus dadanya sabar. "Huftt! Untung gak copot!" gumamnya.
Dengan segera pak Rio meminta maaf atas perlakuan tingkah Lesya yang kurang nyaman karena dirinya samar-samar mendengar gumaman Angga. "Eum... Pak, maaf kalo kurang nyaman! Anaknya emang gitu orangnya! "
Angga mengangguk saja. "Iya, gak papa saya tahu kok! " Pak Rio mengangguk saja mendengarnya. "Silahkan dilanjut pak, "
Angga mengangguk saja dan melanjutkan pembicaraannya yang sempat tertunda. "Baik, saya lanjutkan! Jadi, setiap kelas akan mengadakan voting pemilihan tempat sesuai dengan keinginan masing-masing! Silahkan, "
CAMPINGG!!
Banyak sorakkan dari kelas 12 yang memilih untuk camping. Kecuali anggota OSIS, Amanda, Letha dkk, bahkan Lesya.
"HUUYY! CAMPING LAH MASA ENGGAK! Ikut gak lo Sya? " tanya Luna semangat 45 berkobar. Lesya mengangguk kemudian menggeleng pelan. "Gak tau pusing gw! "
Luna mengecek jidat Lesya yang terasa hangat. "Hangat! Lo mikirin apaan? " Lesya mengedikkan bahunya tak tahu. "Gak tau! " jawabnya jujur.
"Aneh lo! " Lisa yang tak sengaja melihat Letha dkk di barisan depan memanggil Lesya berbisik. "Pstt! Sya! Liat noh adek lo! " bisik Lisa kecil.
__ADS_1
Lesya menoleh dan memperhatikan dimana Letha yang duduk di antara satu siswa lelaki dan Nayla. Bahkan secara tak sadar, rok yang digunakan Letha sedikit terangkat.
Dan satu siswa yang duduk di sebelah kiri Letha mengarahkan camera ponselnya secara diam-diam ke arah rok pendek Lesya. "EKHEMM-!! " dehem Lesya keras. Bahkan dirinya tak peduli jika dia menjadi pusat perhatian kembali.
"Kenapa Sya? Mau request kah? " tanya pak Rio. Lesya menggeleng cepat menjawabnya. Ekor matanya menatap tajam siswa tadi yang tak jadi memotret karena deheman keras Lesya. "A-anu pak! Tenggorokan saya gatel pak! Soalnya saya keinget sama berita yang sempet saya baca kemaren! "
Mengikuti alur pembicaraan Lesya tanpa sadar, pak Rio justru dengan polosnya berbalik bertanya. "Memangnya kamu membaca berita apa? "
Lesya menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. "Be-berita kalo ada siswa yang hendak memotret rok perempuan pak! Tidak berprikemanusiaan sekali kan pak ??! " sindirnya sengaja.
Sontak hal tersebut menjadi ricuhan siswi perempuan yang setuju dengan ucapan Lesya yang mengakui jika lelaki tak berprikemanusiaan. Bahkan pak Rio mengangguk setuju. "Yap! Itu tak baik! Jaman sekarang memang sudah banyak beredar seperti itu! Untuk semuanya, jangan ditiru ya! "
BAIK PAK!
Lesya menatap tajam siswa tersebut dan mengarahkan tangannya bergantian menunjuk siswa tadi dan dirinya lalu mengarahkan telunjuknya seolah menggores lehernya.
Siswa tadi yang menatap Lesya bergidik ngeri dan mengalihkan pandangannya. Ekor matanya tak tenang di saat pak Rio melanjutkan pembicaraannya. Apa dia akan menghadapi Lesya? Pikirnya.
"Ck! Caper banget sih! Udah ke dua kalinya nih! " keluh Letha ke arah dua temannya. Nayla menepuk pundak Letha. "Sabar Tha! Emang gitu kakak lo! "
Letha mendengus malas. Mereka kembali menyimak pembicaraan pak Rio yang melanjutkan hasil voting setelah sedikit berdiskusi dengan Angga sejenak.
"Baik semua jadi sudah jelas! Kelas 12 lusa akan kembali berkemah seperti tahun yang lalu! Dan semua diharapkan membawa barang-barang yang diperlukan! Jika terdapat barang yang tak diperlukan, harap tidak dibawa! Acara berkemah diadakan untuk semua siswa-siswi kelas 12 tanpa terkecuali! Termasuk kamu Lesya! Ikut kamu! "
Lesya menggeleng malas. "Enggak pak! Males mending saya tidur dirumah ngisi energi baru seru! " Luna menoyor kecil kepala Lesya. "Rebahan mulu lo! Sekali-kali apa ikut! Masa gw sendiri mulu! Gak setia kawan lo! "
Lesya yang merasa dirinya harus bahkan wajib ikut, mengangguk malas saja. "Iya-iya saya ikut! Tapi gak bayar ya pak! "
__ADS_1
"Kuping lo ke pasang gak sih?! Dibilang gratis! GRATISSS! " tekan Lisa sedikit kesal. Lesya menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal saja. "Iya ya! "
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗