Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
84: Ruang seni!


__ADS_3

Lesya memberontak, "Lepasin Pan! Tolong ada penculik! " teriak Lesya. Elvan geleng kepala, "Gak ada orang di sini selain penjual lampion! "


"Why? Jangan-jangan lo makan ya orangnya? " Elvan menjitak kepala Lesya pelan, "Gw bukan kanibal! "


"Ya trus apa dong? Buaya darat? Atau sejenisnya? Iya! Wah lo buaya darat kan? Yang makannya cewe-cewe yang gamon? Ngaku lo elah! " cerocos Lesya tanpa henti. Sksk, yang nanya dia yang jawab dia juga!


Elvan menggeleng saja mendengarnya. Dia memasukkan Lesya ke dalam mobil di kursi samping kemudi. Setelah itu, dia berjalan dan masuk ke dalam mobil.


Di sepanjang perjalanan Lesya hanya memainkan ponselnya saja. Sesekali dirinya melirik kaca jendela.


Bahkan sudah beberapa kali dirinya menguap karena menahan kantuk. Elvan yang melihat Lesya kembali menguap, melirik sekilas.


"Tidur aja! " Lesya menggeleng, "No! Gw gak ngantuk nih" Lesya melebarkan matanya dengan kedua tangannya.


Elvan geleng-geleng saja dengan kekehan Lesya yang mengaku dirinya tak mengantuk. Setelah sekian menit berlalu, Lesya tertidur karena dirinya tak kuat menahan kantuk nya.


Elvan yang melirik nya memberhentikan mobilnya di tepi jalan. Dia mengambil bantak leher dan memasang-kan di leher kursi mobil.


Dengan perlahan Elvan juga memindahkan leher Lesya agar menyender. Alhasil kepala Lesya terjatuh di bantal leher yang tertempel di kursinya.


Setelah merasa aman, Elvan kembali mengemudikan mobil menuju kediaman Grey. Sesekali dia melirik Lesya yang tertidur mengecek jika istrinya jatuh atau tidak.


...~o0o~...


Lesya berjalan gontai ke arah kelasnya. Karena dirinya yang kekurangan tidur, mengakibatkan dirinya lemas bagai tak memiliki tenaga.


Ditambah dirinya belum sarapan tadi pagi karena terlambat bangun. Bahkan Mayang geleng kepala saja melihat kelakuan menantunya itu.


Lesya membuka knop pintu dengan kakinya lalu berjalan ke arah mejanya, samping Luna. Bu Sumi, baru saja masuk ke kelas disertai murid baru di belakang nya.


"Selamat pagi semua, hari ini kita kedatangan murid baru. Bisa perkenalan namanya? " Murid tersebut mengangguk lalu matanya mencari wajah yang dia cari.

__ADS_1


"Gw Amanda Norwn! Salam kenal yah" Setelah berkenalan, Amanda duduk di kursi tengah tempat Vannya dulu.


Lesya menatap gerak-gerik Amanda yang menurutnya sangat aneh. Bahkan dirinya pernah melihat wajah itu namun lupa siapa dan dimana.


Lesya membisik ke arah Luna, "Lun kayak ada yang salah sama mubar tadi. Kayak mirip seseorang gak sih? "


Luna melihat Amanda dengan intens. Dia juga rupanya bersikap sama dengan Lesya, "Iya kayak Vannya bukan sih? "


Lesya mengangguk, "Bibir, bentuk wajahnya sama hidungnya mirip kek Vannya tapi, marga Vannya apa sih? "


Luna mengingat-ingat sejenak. Menurut ingatan mereka berdua, Vannya sama sekali tak menyebutkan marganya. "N doang bukan sih yang dia sebut? "


"Cari informasinya lebih lengkap! Firasat gw gak enak" Luna mengangguk mantap. Dia juga merasakan akan terjadi hal buruk entah itu kapan melihat kedatangan Amanda.


Plasstt! Hap!


Bu Sumi dengan geram melemparkan pulpen ke arah Luna. Sayang pergerakkan nya sia-sia karena spidol miliknya di tangkap dengan baik oleh Lesya tepat di wajah Luna.


Bu Sumi mengangga lalu geram kembali karena merasa tak dihormati di sini. "Kalian berdua, pergi ke luar sekarang! "


"Dengan senang hati! " Lesya dan Luna segera melenggang pergi meninggalkan kelas yang membuat bu Sumi mendengus malas.


Mereka melanjutkan pembelajaran mereka dengan baik tanpa adanya gangguan Lesya dan Luna. Berbeda dengan Leon yang asik menatap wajah Lisa selama pembelajaran dimulai.


...~o0o~...


Lesya asik memetik gitar dan diiringi suara merdu Luna yang sibuk menyanyi. Mereka berada di ruang seni untuk menghilangkan rasa kegabutan mereka.


Kelas 12 A yang baru saja datang terperanjat kaget mendengar nyanyian merdu dari kedua bad girl di sekolah mereka. Bahkan pak Bayu, guru seni, ikut menikmati alunan musik Lesya dan Luna.


Kali ini kedua gadis langganan BK ini menyanyikan lagu berjudul 'Bunda' tanpa menyadari kedatangan kelas 12 A.

__ADS_1


"Oh, bunda ada tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku.. " Lagu ending dinyanyikan oleh Luna dan Lesya sukses membuat Luna menangis terharu.


Bukan hanya Luna saja namun, beberapa siswa-siswi sukses dibuat terharu dengan nyanyian mereka berdua yang sangat merdu dan menyayat hati.


"Hiks.. Gw terharu nyanyinya" Lesya meletakkan gitar di samping dirinya dan memeluk Luna, "Lo sih nyanyinya pake hati! Orang mah pake mulut Lun"


"Ya gw pake mulut echaa tapi malah nyangkut di hati! Terharu gw" Lesya menenangkan Luna yang menangis haru tersebut.


Karena tak tahu, Lesya menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. "Gw yang ikut nyanyi biasa aja noh"


"Ya itu elo beda kalo gw! " Lesya tertawa. "Makanya jangan nangis! Bingung gw nenangin nya"


Luna tertawa geli dan mengusap air matanya. Diikuti Lesya yang membenarkan rambut Luna yang sedikit berantakan.


Pak Bayu langsung bertepuk tangan dan menangis haru mendengarnya. Tak hanya pak Bayu, siswa-siswi yang lain juga ikut bertepuk tangan.


Lesya dan Luna menoleh. Mereka sedikit terkejut dengan kedatangan kelas 12 A di sini. "Bapak ngapain pak? "


Bukannya menjawab pertanyaan Luna, pak Bayu malah memuji nyanyian mereka berdua tadi. "Hiks, kalian nyanyinya bikin terharu. Suaranya merdu sekali sampe saya gak nyangka"


"Kalo gak merdu saya gak terharu bapakkk" Pak Bayu mengancungkan kedua jempolnya. "Ngomong-ngomong, kalian ngapain di sini? Bolos ya? "


Dengan cepat Lesya menjawab, "Aelah bapak curigaan amat! Kita tuh dihukum keluar kelas tauk sama bu Sumi. Karena gabut ya ke sini aja deh"


"Ya sudah ruangannya mau di pake kalian keluar gih! Pertunjukan nya udah abis" Lesya menarik Luna keluar. "Kita juga gak betah di sini liat muka bapak makanya keluar byee"


"Lesyyaaa...!!! " Dengan polosnya Lesya menjawab, "Pak bauuu....!!! " Wajah pak Bayu asam bagai lemon di saat namanya di ganti menjadi bau bukan Bayu oleh Lesya.


Lesya lari terbirit-birit disertai gelak tawanya dan Luna. "Wkwk, pak bau marah gak tuh sya? " Mereka tertawa kembali mendengar Luna yang mengejek pak Bayu. Padahal udah jauh dari ruang seni.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2