Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
118: Kantin!


__ADS_3

Matahari sudah berada tepat di atas. Sepasang pasutri masih mengerjakan hukuman mereka di gudang. "Huufftt! " Deruan nafas Lesya yang tak teratur terus terdengar karena lelah membersihkan gudang.


Lesya duduk dan membuka ranselnya. Dengan cepat dia mengulurkan tangannya menyambar botol minum yang dia bawa dan meneguk nya. "Hah! Seger! "


Elvan yang melihat itu berjalan dan duduk di sebelah Lesya. "Capek? " Lesya mengangguk malas. "Enggak! Pake nanya lagi! Iya lah! Gara-gara elo yang kerjain tugas gw jadi gini kan?! "


"Kalo gak selesai emang gak dihukum juga? " Lesya terdiam sejenak. Dia yang sudah tiga tahun bersekolah di sana tahu, benar-benar sudah tahu bagaimana sikap bu Lina dan guru lainnya.


Lesya mengerucutkan bibirnya manyun. "Iya! Kenapa sih gw harus nurut sama lo? Kenapa juga gw selalu kalah debat sama lo? Sekali-kali ngapa ngalah sama cewek kek gw! Sebel gw jadinya! "


Elvan tersenyum tipis mendengarnya. "Iya gw ngalah! Gw yang salah puas?! " Lesya tersenyum kecil mendengar nada bicara Elvan yang malas. "Puas! Lagi coba! "


Cup!


Lesya memukul lengan Elvan cepat. "Nyosor bae! Kalo ada orang yang liat gimana?! " Elvan tersenyum tipis. "Enggak bakal! "


Memang Elvan mencium sekilas pipi Lesya. Dia tak mencium di bagian bibir karena dia membutuhkan satu rasa untuk melakukan itu. Sksk, idaman!


"Serah lo Papan ketbok! " Lesya dengan sengaja menekankan kata papan ketbok di kata-katanya untuk membuat Elvan kesal nyatanya tak berhasil. "Kutub njer! " gumam Lesya kecil.


Elvan yang berada di samping Lesya mengambil botol minum Lesya dan meneguk nya dengan cepat. "Gak sopan! "


Elvan tak mempedulikannya. "Nah! " Setelah selesai meneguk minuman Lesya, Elvan memberikan botol tersebut kepada pemilik aslinya.


"Lo gak diajarin sopan santun sama bunda ya?! " Elvan yang tak suka nama bundanya dilibatkan akhirnya berbicara. "Jangan bawa bunda! "


Lesya memutar bola matang malas mendengar nada suara Elvan yang terdengar tak bersahabat. "Iya-iya! Gini nih ya maksudnya lo gak sopan tauk! Asal ngambil botol oorang tanpa permisi "


"Buat? " Lesya dengan kesal memukul lengan Elvan. "Buat apa lo bilang? Buat nilai kesopanan lo terhadap manusia lain?! "ngegas Lesya kesal.


"Oh! " Lesya melotot tak percaya. Dia malas jika berbicara dengan Elvan yang ujungnya selalu dia yang kalah. "Oh iya! Btw, kemaren lo beneran ngerjain tugas gw? " tanya Lesya memastikan.

__ADS_1


Elvan mengangguk. "Iya, kenapa? " Lesya kembali bertanya lagi. "Jadi kenapa gw di kasur? Harusnya kan di meja! "


"Gw pindahin! " Lesya mangut-mangut paham saja. "What?! Pindahin? Bentar! Berarti lo gendong gw gitu? " tanyanya kembali memastikan.


Lagi-lagi Elvan mengangguk membuat Lesya semakin paham. "Jadi, kapan ngerjainnya? Habis lo pindahin gw, lo langsung tidur kan? Apa lo kerjain tugas gw baru tidur? "


Elvan mengelus kupingnya yang terus mendengar celotehan Lesya tanpa jeda. "Habis gw pindahin lo, gw kerjain! " Lesya mangut-mangut paham kembali dengan alur kejadian.


Dia menatap Elvan aneh sendiri. "Kok lo mau sih ngerjain tugas gw? " Elvan mengedik-kan bahunya acuh. "Salah? "


Lesya menggeleng. "Ya coba lo gak kerjain! Lo juga gak bakal dihukum kayak gini kan? Udah gw tau kalo lo jadi ketos bukan karena kemauan lo sendiri tapi paksaan Ayah kan? "


Tangan Elvan terulur mengelus rambut Lesya lembut. "Don't worry! " Lesya mengangguk dan mengangkat satu jari telunjuknya. "Pertama kalinya bukan lo dihukum? "


"Iya! Kenapa? " Lesya menggeleng dan tersenyum jahil. "Kalo ini pertama kalinya, yok rayain bareng-bareng! Ke cafe aja gimana? " Elvan menarik sudut bibirnya ke atas. "Ayok! "


Lesya mengelus dadanya bahkan mengalihkan pandangannya karena baru pertama kalinya melihat Elvan tersenyum. "Kenapa? "


"Sok taukk lo! " Elvan tertawa kecil dihadapan Lesya membuat Lesya aneh sendiri. "Tumben lo mau ketawa! Terus kalimat lo udah gak pendek lagi! "


"Emang mau? " Elvan menaik turunkan alisnya bergantian. Dengan cepat Lesya menggeleng cepat. "Enggak! Kalo sama gw gak boleh! Kalo gw beku gimana? Lo mau tanggung jawab? "


Elvan menarik sudut bibirnya ke atas. "Iya gw panjangin kata-kata gw! " Lesya mengancungkan dua jempolnya ke arah Elvan. "Good boy! "


"Tapi.. Sama lo doang! " Lesya mengerutkan keningnya bingung. "Emang kenapa kalo sama yang lain? " Elvan kembali mencium pipi Lesya gemes sekilas.


Cup!


"Enggak aja! " Lesya memutar bola matanya malas. "Aneh! " Elvan merapikan kembali rambut Lesya tanpa mempedulikan gumaman Lesya.


...~o0o~...

__ADS_1


Lesya berjalan malas menuju kantin. Satu hari ini dia masuk sekolah tanpa masuk kelas adalah hal biasa baginya. Tak perlu diragukan lagi jika dia akan ditegur oleh bu bunga.


Namun dirinya harus menghela nafas panjang mendengar dirinya menjadi sorotan utama setibanya dikantin. Bagaimana tidak? Dia datang dengan Elvan di belakangnya.


Dengan malas dia berbalik dan menatap Elvan seolah mengancamnya. "Jangan ikutin! " Lesya segera berbalik dan pergi menuju Luna dan duduk di sampingnya.


Lesya yang melihat Elvan mendekatinya melotot ke arahnya. Sedetik dia tersadar jika Elvan berjalan menuju meja teman-temannya yang berada di samping mejanya.


Lesya kembali menetralkan kembali mimik wajahnya kembali. "Bagi dong! " Luna menyodorkan satu porsi mie ayam masih utuh yang memang disiapkan untuk Lesya. "Noh! "


Lesya dengan cepat mengambil sambal dan saus yang ada di sana dan memasukkan ke dalam mangkuk mienya. "Kuat lo? " tanya Lisa.


"Kalo enggak ngapain gw taro sebanyak ini?! " kesal Lesya lalu mengocok mienya hingga rata. Dia baru tersadar dengan raut wajah Luna yang kesal. "Ngapa lo? "


Luna menatap Lesya dengan raut kesal. "Mereka noh! Menyebar keuwuan mulu di depan gw! Nyesel gw nge restuin mereka berdua! "


"Yah lo mah gak setia kawan lo Lun! Pake acara sesal-sesalan segala! " Luna mengangkat sumpitnya satu ke arah Leon yang berani berbicara di saat dirinya sedang kesal. "Apa? Gak suka? "


Leon meringis kecil mendengar suara ngegas yang berasal dari Luna. "Iya Luna maap! " Lisa menyenggol sikut Leon kecil. "Jangan minta maaf! Kita gak salah! Yang salah tuh dia gak punya pacar! Pfft! "


Luna melotot kan matanya. Berbeda dengan Lesya yang tetap anteng melahap mie ayamnya. "Eum.. Enak! "


"Kek nya lo laper bener Sya! " Lesya mengangguk cepat. "Tadi gw di rumah gak sarapan! Cuman makan somay doang di istirahat pertama! "


"Tapi tumben lo laper? Biasa kan dua hari baru makan! " cibir Luna. Lesya mengangkat bahunya tak tahu. "Gw juga gak tauk! "


Brakk! Bugh! Plakk!


Seisi kantin menoleh ke arah sumber suara. Suara berasal dari ujung kantin. Lesya yang melihat dengan cepat menggebrak meja geram.


"AMANDA-!! " Lesya dengan emosi berjalan menghampiri Amanda yang berada di ujung kantin. Tatapan tajamnya membuat siswa-siswi terdiam takut.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2