
Leon yang diberitahukan oleh Lisa untuk menjemputnya di kediaman Grey, perlahan masuk dan menemui Lisa. Ini kejadian saat dua hari yang lalu!
Memarkirkan mobilnya, Leon bertemu dengan Mayang yang hendak masuk ke dalam rumah. "Malam tante, " sapanya ramah. Mayang menoleh dan mengangguk kecil. "Malam juga, eh? Kamu Leon kan, temennya Lesya ya? Cari siapa? "
Leon mengembangkan senyumnya saat melihat Lesya dan Lisa berjalan beriringan menghampiri dirinya. "Cari Lisa tan, tapi orangnya keburu udah ke sini, hehe.. " cengirnya.
Mayang menoleh ke arah Lisa yang sudah datang di sertai Lesya. Bukan apa-apa namun kedua perempuan remaja itu justru sedari tadi adu mulut. Entah apa yang dipeributkan mereka, Mayang tak tahu itu. "Ekhem, berantem mulu! Nih, pacarnya nungguin kamu Lis! Udah ya, bunda masuk dulu! " kata Mayang menengahi lalu berjalan masuk ke dalam rumah.
Lisa menoleh dan menyengir kuda. "Kok ke sini sih? Kan udah gw bilang gak usah! " Leon menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. "Ya gimana? Abisnya kan kangenn, jadi pengen bawa ke KUA! "
"Umumu.. Tunggu kelar kuliah dulu baru boleh boyong gw ke KUA oke! " kata Lisa tak kalah manis dari Leon. Lesya memutar bola matanya malas. "Ya kangen sih kangen gak usah bawa KUA segala dong! Kalian gak liat apa gw ada di sini?! " kesal Lesya saat dicueki oleh kedua pasangan itu.
Lisa menatap kesal lesya sekaligus mengejek. "Kenapa? Iri ya lo? Hahayy.. Makanya kalau ada sepupu gw yang kutub disayangin jangan diajak duel! Giliran LDRan kek gini, kangen kan lo? " ejek Lisa lalu tertawa ngakak diikuti Leon. "Udah sayang ih! Kasian tau sahabat aku digodain gitu! " tambah Leon.
"Idih, sayang dari belakang! Gw juga mana ada kangen sama dia! Kalau kalian mau pacaran jangan sama gw, hus-hus.. Gak nerima orang pacaran di sini! " kesal lesya mengusir kedua pasangan itu.
Lisa hanya tertawa ngakak dan menggandeng tangan Leon. "Pacar, ayo kita pergi! Kasian dia gak bisa kayak kita gini! " ajak Lisa lalu mengajak Leon ke dalam mobil yang disiapkan Leon.
Lesya mendengus malas dan menutup pintu rumah setelah melihat mobil Leon sudah menjauh dari arah rumah mewah itu. "Mentang-mentang pacaran, gayanya selangit! Giliran gw mesra-mesraan di depan mereka, iri nanti! Eh? Mesra sama siapa? Om pedo, ogah! Ketbok, idih geli gw! " gumam Lesya berlari kecil masuk ke dalam kamarnya dan Letha.
__ADS_1
Leon yang sudah memarkirkan mobilnya tepat di depan halaman rumah milik keluarga Grizi—Lisa, melirik ke arah Lisa yang tertidur dengan wajah imutnya. "Imut, bangunin gak ya? " gumam Leon.
Sudah beberapa menit Leon memandangi wajah Lisa, perlahan gadis itu membuka matanya dan melirik kaca mobil. "Oh? Udah nyampe ya? " Leon mengangguk kecil mendengarnya. "Udah, tadi gw mau bangunin lo! Tapi gak enak, lo terlalu pulas tidurnya. " kata Leon.
Lisa terkekeh kecil dan hendak beranjak namun tak dapat. Leon hanya geleng-geleng kepala dan membuka seatbeltnya dan memajukan wajahnya hingga membuat Lisa mundur perlahan. "Mau apa lo Yon? Inget, kita masih sekolah loh! " was-was Lisa.
Leon tertawa kecil mendengarnya. Jarak wajah mereka memang dekat namun Leon tak ingin berbuat hal yang lebih kepada Lisa. "Hei, apa sih? Aku gak berbuat lebih kok, cuman ngelepasin seatbelt kamu doang! " kata Leon tersenyum kecil.
Stek! Tok-tokk!!
Lisa dan Leon kembali ke tempat mereka semula dan membuka pintu mobil yang digedor-gedor oleh Arya—Ayah dari Lisa. Dengan cepat Arya menarik Lisa ke dalam rumah sementara Leon ditarik oleh kedua bodyguard keluarga Grizi. "Papa apaan sih?! Sakit ihh, lepasin Lisaaa! Mamaaa, hikss.. Papa, lepasin Lisaaa... "
"Liat anak bungsu kita! Diam-diam di mobil gak keluar, ternyata bawa laki-laki di dalamnya! " marah Arya. Arya, papa Lisa, orang tegas dan keras. Dia memiliki adik yang tak lain adalah Mayang sendiri.
Lisa menggeleng kuat mendengarnya. "Dia cuman ngelepasin seatbelt Lisa doang mah, pah! " bantah Lisa terisak. Kakak Lisa—Elita yang baru saja pulang dari kampusnya melotot melihat sang adik menangis dipelukan mamanya. "Dek?! Lah, lo ngapa dek? Bilang sama kakak sini! " cemas Elita yang kerap dipanggil Lita.
Leon yang dibawa masuk dengan tangannya yang dipegang ketat oleh dua bodyguard. "Ini nih orangnya, saya tanya apa kamu ada hak sentuh anak bungsu saya hah?! " tegas Arya dibalas gelengan kepala dari Leon. "Tapi om, saya dan Lisa gak ngapa-ngapain! Serius deh om! "
"Papa udah deh?! Mama gak suka ya kalau papa asal bicara tapi gak tau kebenarannya! Mama tau papa sayang sama Lisa, tapi cara papa didik Lisa salah! Harusnya gak gini caranya! Bisa kan gak usah emosian? " tegas Maurine yang mulai kesal dengan tingkah keras Arya.
__ADS_1
Arya yang tetap kekeh dengan keras kepalanya menggeleng kuat. "Gak bisa dong mah! Gimana pun juga ini yang disangkut pautin anak bungsu kita! Gak bisa sembarangan begini! Lagi pula memang punya apa lelaki ini dapetin Lisa? Uang? Muka? Papa gak akan setuju sebelum pendidikan Lisa selesai! "
Lisa hanya diam saja. Dia memeluk kakaknya, Lita seraya terisak karena melihat kemarahan sang ayah. Kali ini Arya terlihat bengis dan keras dari sebelumnya. Leon hanya menunduk saja saat lontaran kata yang hina terdengar.
"Papa gak pantes ngomong gitu ya pah! Gimana pun juga standar kita sama! " bantah Lita yang sudah tak tega melihat adiknya menangis. Arya menajamkan pandangannya dan beralih berjalan dimana Leon berdiri tegap. "Putuskan hubungan kalian atau saya tak menganggap dia anak saya? " lirih Arya memejamkan matanya.
"PAPAH?! "
Lita dan Maurine yang masih tetap membela Lisa tak menyangka jika Arya mengatakan hal itu. Apa-apaan, itu konyol?! Hubungan darah antara ayah, ibu, dan anak tak dapat dipisahkan! Enak saja Arya mengucapkan hal itu, tidak bisa!
"Pah, Lisa gak mau hikss... Hikss, gak mau... " Lisa dengan cepat berlari kecil dan memeluk Arya. Isakkan tangisnya memecah di pelukan hangat itu. Arya mengelus rambut sang anak lembut. "Putus ya? Papa gak mau pendidikan kamu terganggu! " lembut Arya.
Leon yang melihat interaksi itu sedikit merasa bersalah. Memang benar seharusnya dia tak berhubungan dengan Lisa karena Lisa adalah anak kesayangan Arya. Lisa juga memiliki cita-cita besar yang harus digapai, menjadi seorang pengacara! Cita-cita yang didambakan oleh Lisa sendiri sedari kecil.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
>>><<<
Sesekali buat tentang tokoh lain, gak masalah kan? Biar seru gak bosan sama tokoh utamanya, hehe.. Jangan lupa like, komen, vote, gif ya gayss :)
__ADS_1