
Lesya mencibir kecil. "Miif, Yih! Nanti giliran besok-besok diulangin, huh! " rajuk Lesya. Elena yang menyimak hanya menahan tawanya. "Hayoloh, ngambek kan? Omelin lagi Yah biar kapok! " sahutnya.
"Heh, gak boleh hon! Salah Lesya sendiri kalau bangun bukannya bangun tapi malah makin ngebo! " ucap Alam dibalas pelototan dari Lesya. "Enak aja, gw gak ngebo ya bang! " bantah Lesya tak terima.
"Pagi semua! " sapa Letha yang baru saja turun.
Mereka sontak menoleh dan membalas sapaan Letha dengan ramah. "Pagi juga Tha.. " kompak mereka. Letha duduk di antara Lesya dan Elena. Matanya memandang Elvan yang hanya diam tanpa membalas sapaannya tadi.
Mereka perlahan melahap sarapan pagi mereka masing-masing dengan tenang. Hingga Angga memecah keheningan, Lesya dibuat diam olehnya. "Nanti kalian berangkat barengnya! Dan ayah gak terima penolakan! " tegas Angga tiba-tiba menunjuk ke arah Elvan dan Lesya.
"Bener kata ayah, bunda setuju! Apalagi kamu Lesya! Kita sering liat kamu ngebut-ngebut dijalan nyampe kejar-kejaran sama polisi! Untung kamu gak papa, kalau kenapa-kenapa gimana? " sahut Mayang menatap tajam Lesya.
Lesya hanya mengusap wajahnya kasar. "Bunda, ayah pliss Lesya tuh nyamannya pake motor bukan mobil! Lagian nanti kalau anak-anak sekolah ngomongin gimana? " ujar Lesya berusaha membantah dengan halus.
Mayang menggeleng cepat. "Kalau anak-anak sekolah gosipin kamu ya biarin aja! Gak usah denger apa kata mereka! Dan kalau kamu nyaman pake motor, minta anternya pake motor aja! Gampang kan? " jawab Mayang.
Letha yang diam kini angkat suara. "Letha boleh ikut gak ya? Letha kan gak bisa bawa motor atau mobil, boleh dong numpang ke sekolah bareng? " tanyanya.
"Boleh! Enggak! "
Saling menatap tajam karena opini mereka berbeda, Lesya dan Elvan menatap sengit satu sama lain bagaikan api yang hendak keluar dari bola mata mereka. Sementara Letha hanya menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal.
"Gw bilang iya ya iya dong! "
"Yang nyetir siapa? "
"Lo lah! Masa gw? Gak gentle lo! "
"Yaudah suka-suka gw! "
__ADS_1
"Kok?! Ya kan ha--- "
Dengan cepat Alam melerai perdebatan sepele itu yang dimana Elvan dan Lesya berbeda opini. "Shhutt, masih pagi udah ribut-ribut bae kalian! Tinggal bawa dua-duanya apa susahnya sih?! " lerai Alam yang malas melihat pertengkaran pagi itu. Lesya mengangguk setuju dengan pemikiran Alam. "Tuh bener, bawa dua-duanya aja biar gak ribut kita! "
Letha menggeleng cepat saja. "Kalau gak mau gak usah! Gw gak maksa kok, lagian nanti juga gw bisa pesen taxi aja ke sekolahnya! " Elena mendengus malas mendengarnya. "Maunya apaan sih?! Tadi minta ikut sekarang enggak, plin-plan bae! " dengusnya malas.
"Udah diem! Biar bunda yang tentuin! Elena sama Alam dan Elvan, Lesya, Letha bertiga naik mobil! Gampang kan? " tutur Mayang. Mereka mengangguk setuju kecuali Elvan tentunya yang saat ini moodnya sedang down.
~o0o~
Berjalan menuju kelas atas, Lesya menemukan Luna di koridor yang sedang bermain ponsel. Dia tak mengngageti Luna namun dia melirik isi ponsel luna yang sedang berbalas pesan singkat dengan Valen. "Oy Lun, pacaran atau PDKT-an ceritanya lo sekarang? " tanya lesya menggoda sahabatnya itu.
"ANJ*NG KEBOO!! " pekik Luna latah terkejut. Dia mengelus dadanya dan menatap kesal ke arah Lesya yang tertawa puas. "Apa sih Sya?! Gw tuh gak kasmaraan tapi gw sama Valen lagi bahas masalah mata-mata dari gengster kita memperkirakan kalau Ice Blue akan maju ke tahap awal! Sama seperti yang sebelumnya, Tiger Wong dapat paket teror lagi dan itu namanya dari Lion Calws! " jelas Luna mengecilkan suaranya.
"Udah gw duga! Kayaknya bener kalau Vion kali ini yang kuasain Ice Blue! " gumam Lesya tak terdengar.
"Gw juga udah nutup rapat soal kakaknya Leon yang berusaha nyari adiknya! Dan begitu juga dengan Leon yang akhir ini sibuk nyari kakaknya! " kecil Luna. Lesya hanya menghela nafasnya panjang. "Gw pusing ngurusnya! Gw cuman ragu sama keputusan gw! Apa gw buka aja ya akses identitas Leon? Biar mereka yang bersaudara bisa ketemu gitu? " molognya.
Luna menggeleng cepat. "No, alasan lo benar! Udah lah kita jangan pikirin yang lain! Mendingan kita masuk kelas keburu telat! " ucap Luna diangguki oleh Lesya.
Mereka saat ini belajar dengan gabungan dari kelas 12 semua. Dengan cepat Lesya duduk di kursi yang berisikan namanya karena sekolah ingin mendata siapa saja yang hadir. Alhasil karena inisial namanya dan Luna berbeda, mereka terpisah dengan Luna yang di depan dan Lesya di paling belakang. Leon dan Lisa? Mereka berempat juga kepisah satu sama lain!
Mata Lesya yang menemukan Elvan yang memejamkan matanya dengan buku yang menempel di wajahnya agar tak terlihat. Soal tadi, mereka yang berangkat bersama untung saja tak dilihat oleh banyak murid hingga tak terjadi gosip baru lagi di sekolah mewah itu. "Kayaknya ngantuk deh ya? " gumam Lesya memainkan jarinya menatap arah depan.
Pelajaran sosiologi di mulai dan Lesya sama sekali tak mempedulikan guru yang berbicara menjelaskan materi melainkan sibuk merancang strategi pemikirannya melawan Vion dengan rencana matangnya hingga tak terjadi kesalahan fatal maupun tak fatal nantinya. "Huh, gimana ya? " gumamnya bingung mengenai rencana apa yang akan dia buat dan gunakan.
* Hem, kalau gw ajak Tiger Wong kerja sama sih bagus! Tapi kalau yang ini sama sekali gak ada kaitannya sama Tiger Wong! Harus ada tempat dan rencana yang sama sekali gak Vion tau biar berjalan mulus, tapi apa? * batin Lesya berpikir dan menggoyangkan ke kanan atau ke kiri pulpen yang dia bawa.
Kringgg!
__ADS_1
"Oke, sampai sini dulu materi kita hari ini dan jangan lupa besok bawa alat-alat kebersihan karena kerja bakti yang akan dilakukan di sekitar sekolah! Saya pamit, jangan lupa tugasnya nanti! " tegas guru itu lalu berjalan pergi setelah mendengar jawaban kompak dari kelas 12 yang mengiyakan kegiatan kerja bakti itu.
Ting!
📩+6232*********
Sebentar lagi sayang!
Perlu daddy kandungmu?
(read)
Lesya meremas ponselnya karena sudah tahu siapa yang mengiriminya pesan. "Sial*n! " umpatnya. Meredakan emosinya dengan menenggelamkan wajahnya di meja, Lesya hanya diam saja saat Leon mengajak dirinya ke kantin.
"Echa.. Echa.. Echa-echa.. Makan oy ke kantin! " panggil Leon. Leon yang tak melihat respon dari Lesya memanggil Letha yang berada di samping Lesya dengan pertanyaannya. "Pstt! Tha, kakak lo ngapa? " tanyanya.
Letha menggeleng tak tahu. "Gak tau tuh! Tadi dia cuman bilang ‘sial*n’ terus tidur gini! " jawab Letha jujur karena umpatan Lesya memang sedikit terdengar. Leon hanya mengangguk kecil saja. "Ooo.. ECHAAA.. MAKAN OYY! " panggil Leon kali ini sedikit berteriak.
Spontan Lesya memukul Leon agar diam tak membuat kuping orang lain sakit. "Gw gak n*fsu makan! Lo aja dah sama Lisa sama Luna juga! " jawab Lesya malas. Leon meringis kecil saja mendapatkan pukulan dari Lesya. "Ada masalah apaan sih bu bos nyampe ancur gini mood lo? " tanya Leon menyenggol sikut Lesya pelan.
Lesya hanya menggeleng kecil saja menanggapinya. "No, problem! Yaudah deh, yok lah kita ngantin! Laper gw! " ucap Lesya akhirnya beranjak berdiri.
"Nah gitu dong! Yangg, hayukk ngantin ditraktir Luna noh! Lagi bawa banyak duwit dia! " kata Leon mengajak Lisa diangguki antusias oleh Lisa. "Yokkk gasskeun! " Sementara Luna hanya menggerutu kesal. "Mentang-mentang gw bawa banyak duwit minta traktir! Hilih, ndak modal klean! " ejek Luna.
"Yang penting gratis, gw oke bae! " jawab Lesya yang kemudian merangkul pundak Luna tanpa ragu. "Yowes, makan sepuasnya noh! Lo pesan gw bayar! " pasrah LunaLuna dibalas tawa receh dari Lesya. "Julid amat neng, ahaha.. "
Lesya dkk berjalan menuju kantin dengan membawa tas ransel yang mereka tenteng dipundak mereka. Sesekali melempar candaan, mereka tak tahu saja ada orang yang mengintip di balik mereka mengawasi keempatnya. Siapa?
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
__ADS_1