Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
267: Bu bunga comeback!


__ADS_3

Hari ini dimana sekolah mengadakan kerja bakti. Dan semua murid berkumpul dengan pakaian seragam olahraga mereka. Ada juga yang membawa baju ganti, peralatan bersih-bersih entah itu sapu lidi, kain lap, gunting pemotongan rumput, dan lain-lainnya.


Begitu juga dengan Lesya dkk yang duduk di pinggir lapangan karena saat ini acara kerja bakti dilakukan di sekolahan mereka. Loh, mengapa tak ditempat lainnya? Alasannya? Pertama jika kebersihan sekolah sendiri kurang rapi, untuk apa repot-repot ke tempat lain? Urus dalam sekolah saja belum. Kedua, agar tak ribet mencari tempat kerja bakti.


Memang jika kebersihan sekolah itu lumayan namun, kedisiplinan terhadap murid untuk membersihkan tempat mereka menimba ilmu tak salah bukan? Demi kedisiplinan murid-murid sekolah itu terjaga walau sudah tertunda enam hari lamanya karena ketos mereka.


Lesya mengibaskan rambutnya yang terasa gerah. Alhasil dia memutuskan untuk mengikat satu rambutnya saja. "Nj*r gerah woe! Belum gek gw ngapa-ngapain udah gerah bae kepanggang sama matahari! " ucap Lesya.


Leon geleng-geleng kepala dan mengibaskan tangannya ke arah rambutnya agar mengurangi keringat yang perlahan mulai menetes dari dirinya. "Sukurin apa yang ada aja gek! Kalau lo dipanggang gw dimasak! " balas Leon.


Luka berdecak malas dan menatap langit cerah yang menunjukkan pukul 10 pagi. Itu artinya, matahari sudah bersinar walau belum tepat di atas mereka. "Andai aja gw bisa kendaliin awan, beh gw pastiin nih matahari ketutup sama awan! Terus kalau bisa gw adain hujan petir sressshh duaarr! Mantep tuh! " ujar Luna berkhayal dan seraya memperagakan suara petir yang menyambar di akhir ucapannya.


Lisa menoyor kepala Luna pelan. "Hidih, bangun-bangun masih pagi juga udah mimpi bae lo! Bangunn oyy! " sinis Lisa menepuk-nepuk pelan pipi Luna agar tak memperbanyak khayalan tak jelas itu yang dipastikan tak akan terwujud kapanpun.


Luna menepis tangan Lisa yang menepuk-nepuk pelan pipinya. "Hihhh LISAAAA! Lepas ih, tangan lo bau terasi taukk! " kata Luna malas dan mengusap pipinya yang sudah tak lagi di tepuk-tepuk oleh Lisa. Lisa hanya menyenye kecil saja menanggapinya. "Nyenye.. Ku tak peduli whahaha.. "


Leon terkikik kecil dan menepuk kedua jidat Luna dan Lisa agar tak kembali bertengkar lagi xnehan kedua tangannya. "Udah-udah woyy! Inget umur, udah gede bukan anak kecil lagi! Gak usah berantem gak jelas hih! " decak Leon sebal karena di manapun, jika Luna dan Lisa disatukan akan terjadi adu mulut tentunya.

__ADS_1


"Jangan lupa pake caption #BUKANMAEN! Savage juga lo ya Yon! Ingat umur, udah gede masih berantem bae lo pada" tambah Lesya sedikit terkikik karena dia mengikuti beberapa kata dari mulut Leon.


Tiba-tiba saja terdengar suara cempreng yang sudah dipastikan mereka kenali. Guru cempreng nan galak bin killer yang mendunia di sekolah itu. Siapa lagi kalau bukan. . . Bu bunga! Sekian episode akhirnya bumil yang super galak ini kembali memunculkan perannya.


"LESYAAAA... Ngapain kalian berempat duduk santai gini?! Inget kalian sudah diliburkan sekolah dan hanya melaksanakan kerja bakti saja kalian gak mau? Hadeuhh, gimana caranya saya bisa buat kalian nurut sih?! " kesal bu bunga galak. Memang jika sekolah meliburkan kegiatan belajar mengajar dan hanya melakukan kerja bakti di sekolah lalu diperbolehkan pulang setelahnya.


Lesya mengusap telinganya yang hampir meledak karena teriakan bu bunga yang menyebut namanya. Dan sudah dipastikan jika beberapa anak-anak sekolahannya juga ikut menoleh ke arah Lesya sendiri. "Ibuuuukkk.. Kita tuh udah berpartisipasi dalam mengikuti kegiatan kerja bakti ini! Contohnya, saya bolos agar dihukum membersihkan gudang! Nah, saya itu juga berpartisipasi bukan? " jelas Lesya malas.


"Stuju buk! Saya kan juga sering ikutan bolos dan saya juga bersihin rooftop noh! Kita tuh capek ngerjainnya! Nah, gantian noh sama anak-anak lain yang ikut kerja bakti dong biar adil! Sekarang tuh kita nyantai dulu, iya kan Sya? " ucap Luna menyerocos dan mendapat anggukan kepala setuju dari Lesya. "Stuju lah, adil namanya begini! " jawab Lesya.


Bu bunga dengan santainya menyuruh agar Lisa dan Leon yang sedari tadi hanya menyimak ikut berpartisipasi melakukan kerja bakti. "Kalian berdua jangan pacaran mulu! Mending bantu noh yang lain atau mau kayak dua temen kamu ini hah?! " galak bu bunga.


Mata Lesya dan Luna mendelik. "Ibuu, mereka kan juga ikutan kok gak sekalian ikut dihukum sih?! " kesal Lesya berusaha melepaskan jeweran bu bunga. Bukannya terlepas, justru semakin keras ditarik oleh bu bunga. "Kan mereka jarang bolos gak kayak kamu! Queen of the bolos! "


"Pake caption bu #BUKANMAEN buat Lesya! " tambah Luna merequest. Bu bunga berdecak malas mendengarnya. "Terserah kamu dah! Saya gak paham soal request-an kamu! Jadi kalian gimana, mau saya hukum atau ikut gabung? "


Lisa dan Leon bertatapan sejenak dan meringis kecil membayangkan betapa sakitnya jeweran bu bunga. Dapat dibuktikan dengan suara pekikan yang menggelar dari kedua teman mereka. Dengan cepat mereka menggeleng dan kabur dengan sapu lidi di tangan mereka.

__ADS_1


"Emm, enggak deh buk! Kita milih jalur aman hehe.. BYE-BYE GAYSS, SELAMAT MENIKMATI INDAHNYA DUNIA PERHUKUMAN ahaha.. " tawa Lisa melambaikan tangannya beranjak pergi diikuti Leon. "Mangat queen-queen ku.. " pamit Leon terkikik mengejek.


"Sial*n! " kesal Lesya mengumpat.


Bu bunga yang tak sengaja mendengar umpatan Lesya kembali menaikkan tenaganya hingga Luna dan Lesya kembali memekik kesakitan dibuatnya. "Ngomong apa kamu Sya? " galak bu bunga.


"HUWAAAA MAMA SAKITTT!! " pekik Luna.


"ANJ*RRR IBUUNGAAA SAKITT ih! Lagian saya ngomong apaan sih?! Perasaan gak ada deh! " pekik Lesya sedikit toxic dan disertai dengan kesalan yang terlontar.


Akhirnya bu bunga melepaskan jewerannya dan menatap tajam kedua anak muridnya itu. "Kalian sekarang pilih ikut atau mau saya hukum keliling sekolah 25 kali hah?! " galak bu bunga memberi pilihan. Lesya dan Luna saling berpandangan saraya mengusap telinga mereka. "Ya milih jalur aman lah bu! Gimana sih, yoweess tak ikut! " kesal Luna mengambil satu pengki dan menarik Lesya yang masih diam di tempatnya.


Lesya hanya ikut saja tak lupa dia memeletkan lidahnya ke arah bu bunga hingga pastinya guru killer itu kesal sendiri dibuat Lesya. "Lesyaaa!! " geram bu bunga sedikit memekik. Lesya hanya terkikik kecil saja. "Iya-iya buuu! "


Bu bunga mendengus kesal dan kembali berpatroli mengawasi banyaknya siswa-siswi sekolah itu agar tak ada yang kabur ataupun melakukan hal yang aneh-aneh di area sekolah. Tunggu aneh? Baru saja di bilang aneh, pak Kevin datang dengan toa di tangannya seolah memberitahu bahwa sekolah itu memiliki box aneh yang dipastikan sangat asing.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2