Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
23: Masak!


__ADS_3

Harap bijak dalam membaca, ambil hikmah yang ada. Pahami dan simak episode kali ini. Enjoy🙂!


Sekian, trimakasih🙏🏻


...\= \= \= \= \= \= \=...


Lesya langsung pergi ke balkon kamar yang kebetulan cukup luas untuk di tempatinnya. Tak lupa dengan sebuah laptopnya, dia mencari informasi hubungan mami dengan keluarga Rums dengan laptopnya.


Lesya sempat terkejut dengan hasil pencarian yang dia kerjakan. Dia membaca dengan teliti mulai dari awal hingga akhir. Tak ada satupun yang terlewatkan oleh Lesya.


Rupanya dahulu kejadian mereka bertengkar karena kesalah pahaman antar kakek dan nenek. Kakek Lesya bersahabatan dengan nenek Dila.


Namun salah paham itu berlangsung terjadi di saat, nenek Dila yang tiba-tiba saja memeluk kakek Lesya dengan erat. Hal itu yang dilihat oleh kakek Dila. Kakek Dila menceraikan nenek Dila karena egonya.


Kakek Lesya mencoba menjelaskan semua itu namun hasilnya sia-sia. Kejadian itu berlangsung cukup lama, saat ayah Dila masih berusia 10 tahun. Rupanya nenek Dila, mengidap penyakit jantung yang cukup parah.


Dan saat nenek Dila menerima surat penceraian dari tangan suaminya sendiri, dadanya sesak. Padahal dia memeluk kakek Lesya sebagai salam perpisahan terakhir kalinya.


Kakek Dila membawa istrinya ke rumah sakit terdekat. Dan tak lupa dia menelepon kakek Lesya karena menganggap memiliki hubungan istimewa. Saat hasil pemeriksaan dokter, nenek Dila dinyatakan tiada.


Hal itu sukses membuat kedua pria tersebut sedih. Kakek Lesya berusaha menceritakan kronologi kepada kakek Dila. Setelah menceritakan kronologi yang terjadi, kakek Dila terkejut bukan main.


Dia sedih karena istrinya tiada dan tak bisa mengurusi dirinya dan ayah Dila. Dia berjanji pada dirinya sendiri untuk tak menikahi wanita siapapun selain mendiang nenek Dila. Kakek Dila menutup rapat dengan baik hal tersebut dari ayah Dila.


Lesya membaca informasi tersebut dengan bersuara normal. Dia terkejut dengan isi pencarian itu.


Bukan hanya Lesya, namun ada Elvan yang di balkon sejak Lesya membaca pencarian tersebut. Elvan hanya menyimak saja setiap omongan Lesya yang keluar dari mulutnya.


"Woah! Impresif! Pantes aja hubungan gw sama uler satu tuh kagak akur" jengkel Lesya.


Lesya mengingat-ingat tentang kejadian dulu. Di mana Dila dan Lesya bersahabat saat berumur 4 tahun hingga 4 tahun 7 bulan. Dila menghancurkan persahabatan dia dengan Lesya karena Lesya jarang bersamanya.


Saat berumur 4 tahun 6 bulan, Lesya sibuk bekerja menjaja kue buatan Mila di sekitar komplek rumahnya. Dan saat Dila mengajaknya bermain, Lesya selalu sibuk. Dila yang selalu menyuruh Lesya melakukan ini itu membuat Lesya geram.

__ADS_1


Memang dia sangat dewasa saat belum umurnya. Dia tahu apa itu fake friends dan babu. Itu menggambarkan persahabatan dia dengan Dila. Akhirnya Dila sendiri memutuskan untuk tak berhubungan dengan Lesya.


Bahkan saat SMP, Dila sengaja menjebak teman satu-satunya Lesya. Dengan menyuruh teman SMP Lesya menemuinya di salah satu cafe. Namun, dia tertabrak mobil yang tak jelas milik siapa. Lesya juga tahu itu semua bukan suruhan Dila.


"Wah, gw gak nyangka yah klo lo kayak gitu Dil. Gw mau sikap lo yang manis dulu balik lagi" lirih Lesya.


Dulu, saat Dila dan Lesya berumur 4 tahun hingga 4 tahun 4 bulan, mereka seperti seorang sahabat sejati. Selalu ada di saat suka dan duka. Namun semua berubah saat mereka berumur 4 tahun 5 bulan. Dila selalu menyuruh Lesya dengan semena-mena bagai babunya.


"Hahh! Masalah gw makin rumit aja!! Pengen mat* boleh kagak sih?! Capek hidup gw! Ke mana-mana selalu aja ada masalah! Kapan gw bahagia klo gini trus ceritanya?!" lesu Lesya.


Lesya mengusap wajahnya kasar. Dia merenggangkan otot-ototnya hingga terdengar.


krek! krak! stak! strek!


"Pegel sump*h, jam berapa sih? " Lesya melirik jam yang ada di pergelangan tangannya.


Elvan sudah tidak ada di sana sejak Lesya merenggangkan otot-ototnya. Lesya tak sadar akan kehadiran Elvan sedari tadi. Dia berdiri dan kembali ke dalam kamar.


"Ini si ketos kemana ya? " gumamnya kecil hampir tak terdengar.


Namun dia tahu keberadaan Elvan yang sedang di kamar mandi saat menajamkan indra pendengarnya.


Tak lama Elvan keluar dengan baju lengkap dan handuk di atas kepalanya. Lesya mengambil baju dan handuknya lalu bergantian masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah lima menit, Lesya keluar dengan rambut yang sedikit basah. Dia tak menyisir rambutnya. Jujur saja, dia tak suka make up dan sama sekali tak mempedulikan penampilannya.


Dia langsung melemparkan tubuhnya secara kasar di kasur king sizenya dan Elvan. Elvan dan Lesya tidur sekamar namun hanya berbeda kasur. Kasur yang dimiliki Elvan sangat besar ditambah kasurnya dapat terpisah dengan pembatas sebuah tirai.


"Basah kasur gw, sono keringin dulu rambut lo!" datar Elvan.


Lesya mengangkat bahunya acuh, "O.G.A.H! " Elvan bangkit dari tidurnya dan pergi begitu saja.


Elvan kembali dan menarik tangan Lesya ke meja rias. Lesya yang tak siap dengan keadaan hanya pasrah saja.

__ADS_1


Elvan mendudukkan Lesya di kursi rias dan mulai mengeringkan rambut Lesya dengan hair dryer milik Elena. Tadi dia meminjam dari Elena dan tentu saja diperbolehkan sang pemilik.


Lesya menopang wajahnya dengan kedua tangannya. Dia sangat malas sekali rasanya. Satu hari ini, dia hanya makan satu biji bapak bakso saja.


"Buruan! Gw mau makan nih" Elvan meletakkan hair dryer sang kakak di meja riasnya.


Ralat! Sebenarnya itu bukan miliknya namun Lesya! Semenjak mereka menikah secara tertutup, Mayang meletakkan satu meja rias di kamar mereka. Mayang mengira Lesya suka berdandan padahal nyatanya tidak.


Lesya tertidur di meja rias tersebut. Lengannya menjadikannya bantal menopang wajahnya.


Elvan tak mempedulikan Lesya. Dia mengembalikan kembali hair dryer kepada pemiliknya dan berbalik ke kamarnya.


Posisi Lesya masih sama seperti tadi. Elvan duduk di tepi ranjangnya dan mulai mengerjakan tugas OSISnya. Mereka berdua melewati jam makan malam hingga jam 10 malam.


Tepat jam 10, Lesya terbangun karena lapar. Dia melirik kanan kiri dan mendapati Elvan yang tertidur dengan laptop yang masih menyala.


Dia bergegas menutup laptop tersebut. Tak lupa dengan menyimpan file yang dikerjakan Elvan sedari tadi. Dia bukan orang bodoh yang tak tahu apa itu.


Dia meletakkan laptop tersebut di nakas samping dan tak lupa membenarkan cara tidur Elvan. Dia bukan peduli namun, matanya sakit jika melihat cara tidur Elvan.


Dia melirik jam yang berada di sampingnya. Pukul 22.04, Lesya merutuki tingkahnya.


"Selama itu aku tidur? Perasaan gw laper dah bukan ngantuk" gumamnya.


Lesya beranjak dan pergi ke arah dapur untuk menyiapkan makanannya sendiri. Para asisten rumah tangga lain sudah tidur. Tak mungkin dia membangunkan mertuanya.


"Lengkap ya bahan-bahannya. So, mari masak pertama kali di sini!! " girang Lesya.


Benar! Lesya pertama kalinya memasak di kediaman Grey. Dia bisa memasak, terkadang di rumah dia memasak untuk dirinya sendiri.


Dia hanya memasak menu simple. Nasi goreng! Setelah dia selesai memasak betapa terkejutnya dia melihat seseorang yang familiar di matanya. Orang itu sedang duduk manis di meja makan menunggu makanan jadi.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2