Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
51: Keributan!


__ADS_3

Sekolah kini melakukan upacara bendera merah putih. Anak-anak pintar kebanyakkan berdiri tegap dan menyimak nasihat dari kepala sekolah.


Berbeda dengan anak-anak yang malas lebih memilih berdiri di belakang. Sementara para anggota OSIS berpatroli untuk mengawasi anak-anak yang malas.


"Panas weh, kapan selesainya sih? " oceh Luna mengibaskan topinya ke wajahnya.


Lesya yang duduk dibelakang samping Luna juga mengibaskan topinya ke wajahnya, "Nanya sama pak Rio jangan sama gw"


"Pengen treak tapi malu awokawok.. " Leon mencibir, "Tumben malu? Biasanya malu-maluin"


Lesya tertawa kecil. Benar kata Leon jika Luna malu-maluin. Tawanya mengundang anak di depan menoleh ke arah mereka bertiga. Bahkan anggota OSIS pun melirik mereka.


"Suara lo sya! " bisik Luna. Valen dan Elvan yang tak jauh dari sana menyuruh mereka untuk berdiri, "Pstt! Diri jangan duduk" ucap Valen.


Mereka menggerutu seraya berdiri. Yah walaupun tak ikhlas berdiri, setidaknya mereka mengikuti upacara kan?


Elvan dan Valen berdiri tepat dibelakang mereka bertiga. Jaga-jaga agar mereka tak duduk lagi.


"Jadi, kalian hargai waktu saat ini. Belajarlah dengan tekun karena masa depan kalian sudah ada di depan mata kalian. Paham? " tutur pak Rio.


Dengan serempak, anak-anak barisan depan menjawab, "Paham pak! " Pak Rio menghela nafas malas. Dia tahu pasti asal bilang paham agar cepat selesai.


Pak Rio mengingat satu nama yang pastinya selalu pembuat masalah., "Untuk siswi bernama Lesya, paham? " tanya pak Rio sengaja.


Sontak semua pasang mata mengarah kepadanya. Untung saja dia sudah berdiri dan memasang topinya.


Dengan malas Lesya menjawab, "Paham pak" malasnya. Luna yang hampir tertawa mendengus malas namanya dipanggil, "Luna paham? "


"Paham pak" malasnya. Giliran Lesya yang tertawa kecil mengejek Luna.


Vannya dan Lisa yang berada di sekitar mereka mengejek mereka., "Halah! Caper lo" ejek Lisa.


Begitu juga dengan Vannya yang memanasi keadaan, "Tau! Namanya dipanggil aja bangga"


Luna mendecih malas, "Ngapa? Iri amat sih nama kita di panggil" Tak hanya Luna yang bicara, namun Lesya juga ikut.


"Udah biarin aja Lun, mereka cuman iri sama kita. Kitakan kek artis! Jadi terkenal" bangganya songong.


Vannya dan Lisa? Marah? Jelas! Mereka ingin menjambak rambut Lesya namun, mereka melihat tatapan mata tajam dari Elvan.

__ADS_1


"Kalo bukan karena Elvan di sini, gw bakal jambak lo! " sinis Lisa. Lesya mendecih malas, "Ck! Sama aja lo! Pengen muka lo di liat kan? "


Suara bariton yang sedari tadi dijadikan topik perbincangan mereka, angkat suara, "Gak sekalian lempar-lempar piso? "


Lisa menatap tajam Lesya. Lesya yang ditatap tajam, membalas tatapan dengan tatapan mautnya. Nyali Lisa ciut seketika melihat tatapan maut Lesya.


"Ck! Ada ketbok aja mamp*s! Apa bagusnya sih dia?! " gerutu Lesya malas. Bagaimana tidak? Sudah berapa banyak musuhnya yang selalu mencari masalah hanya karena dia dekat dengan Elvan?


Padahal hanya sekedar hukuman. Namun, sekarang berbeda. Statusnya juga sudah berbeda.


Jika dia menyebarkan statusnya, apa dia akan dikepung ribuan fans Elvan? Apa dia akan dihina? Apa dia akan dipuji? Malas sekali bukan?


Dia harus siap menghadapi ribuan musuh yang membenci dirinya hanya karena dekat dengan ketos yang bernama Zioner Elvano Gregorius Grey. Sudahlah, dia pasrah saja!


...~o0o~...


Lesya berjalan didampingi dua pawangnya di sekitar koridor. Saat ini, mereka berjalan menuju kelas mereka.


Acara upacara sudah selesai, dan murid-murid berhamburan naik ke kelas mereka masing-masing.


Namun, di saat di tengah jalan dirinya dan kedua pawangnya berjalan, tak sengaja mereka mendengar sorakkan dari orang banyak.


"Ayo Van, bully terus! Gedeg gw liat kakaknya"


"Mereka adek kakak tapi sikapnya beda. Yang satu tomboy, yang satu feminim"


Lesya yang mendengar nama adiknya disebut, dengan cepat menerobos masuk ke arah gerombolan murid.


Hal yang pertama dilihat adalah Letha yang ditendang bahkan dijambak oleh Vannya. Di sana tak ada Lisa karena dia sedang ke toilet.


Dengan cepat Lesya meninju muka Vannya dengan kakinya. Alhasil muka Vannya bonyok karena ulah Lesya.


Lesya melihat banyak luka di tangan Letha. Bahkan rambutnya sudah acak-acakkan tak jelas., "Lo gak papa kan dek? "


Letha mendongkak dan melihat kakaknya yang berada di depannya. Lesya juga menyentuh kedua bahu Letha.


"Kepala gw sakit kak! Tangan gw perih" adu Letha memegang tangan dan kepalanya.


"Diapain? " Mata Lesya berkaca-kaca, "Ditendang sama dijambak kak" adunya yang malah menangis.

__ADS_1


Lesya menatap tajam Vannya yang mengelus jidatnya yang terlihat memar. Bahkan Vannya sempat mencibir Letha, "Tukang adu! "


Lesya beranjak dan memb*bi buta Vannya. Dia tentunya tak terima dengan cibiran Vannya untuk adiknya.


"Mat* gek lu sat! Berani banget lo cari masalah njeng! " Lesya mencakar, meninju, menendang bahkan menjambak rambut Vannya hingga rontok.


"Arghh! " Rintihan demi ringisan keluar dari mulut Vannya. Sebenarnya, dia malas untuk mencari masalah dengan adiknya Lesya, Letha.


Tapi mau bagaimana lagi? Demi dirinya terlihat menjadi korban bully Lesya, dia harus menyinggung adiknya bukan?


Dia juga mau Elvan mengeluarkan Lesya dari sekolah dan menatapnya. Dia mau nama Lesya dipandang buruk satu sekolah.


Jika tak dipancing lewat adiknya, Lesya tak akan keluar bukan? Jadi satu-satunya cara adalah melukai adik kesayangannya.


"Jadi pengen punya kakak kayak Lesya. Kece abis uy"


"Videoin gak ya? Jangan deh nanti Lesya malah marah lagi sama gw"


"Pembelaan sang kakak hadir ngab"


Sorakkan dan sindiran banyak didengar di telinga Lesya. Namun, dia tak peduli. Menurutnya, yang terpenting sekarang adalah harga diri adiknya.


Hingga pukulan terakhir dari Lesya berada tepat di hidung Vannya. Alhasil, Vannya kesakitan hingga mengeluarkan darah dari hidungnya.


Murid-murid ngeri sendiri melihatnya. Tangan Lesya sedikit terciprat noda darah dari hidung Vannya. Lisa yang baru sampai, panik hingga menghampiri Vannya.


"Eh lo gak papa Van? " tanya Lisa. Menurutnya, Vannya orang yang baik. Nyatanya tidak!


Lesya menatap tajam Vannya, "Sempet gw liat lo ganggu adek gw, gw seret lo ke lapangan! Cam kan itu"


Setelah berucap demikian, Lesya membawa Letha ke UKS. Tentunya ditemani Luna dan Leon pastinya.


Banyak murid yang kecewa melihat keributan yang menurut mereka seru habis begitu saja. Lisa membawa Vannya ke UKS juga.


Vannya menurut saja. Tak lupa dia masih memegang hidungnya yang berdarah. Sakit? Tentu bahkan jauh dari kata sakit!


Menyesal? Tidak! Justru Vannya diam-diam tersenyum smirk di dalam hatinya. Dia yakin setelah ini Lesya akan dipanggil menuju BK!


Eh lebih dari kata BK! Ruang kepala sekolah? Maybe...

__ADS_1


Lisa tak tahu saja teman barunya ini punya niat terselubung yang dijamin dia akan terseret ke dalam masalah. Sksk, kasian Lisa!


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2