Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
302: Meeting Aunty


__ADS_3

Selama di perjalanan, Lesya hanya diam saja. Jangan kan Lesya, Letha juga sama hal nya. Memang mereka kurang dekat. Namun hal yang satu dan pasti, hati mereka tentunya sering merasa kesepian. Di dalam mobil, hanya terdengar suara mesin mobil saja yang mengiringi perjalanan. Hingga akhirnya Letha angkat suara membuat Lesya menoleh sekilas.


"Lo ada hubungan apa sama Elvan? Kayaknya akhir ini deket banget? " tanya Letha. Lesya hanya menggedikkan bahunya tak tahu dan fokus mengemudi. Sedetik dia terdiam dan akhirnya angkat suara menjawab pertanyaan adiknya.


"Yeahh, and only time will answer all questions about me and him. (Ya, dan hanya waktu saja yang dapat menjawab semua pertanyaan tentang gw dan dia). " jawab Lesya yang menyebut nama Elvan menjadi kata ‘dia’.


Letha hanya mendesis kecil saja. Hanya itu saja yang dia tanyakan. Dan tak terasa mereka berdua sudah tiba di cafe. Tentu saja tanpa basa-basi Letha turun dari mobil sport milik Lesya tanpa kalimat apapun. Bahkan berterimakasih saja tidak.


Lesya hanya menggedikkan bahunya acuh saja. Dia melirik ponselnya dan melihat jika pesan dari nomor Mily kembali terhubung padanya. Menurutnya, Mily tak terlalu buruk dibandingkan Letha, adiknya. Dia berdecak malas dan memarkirkan mobilnya di parkiran.


📩+6282693******


Lo dimana sih?!


Lumutan gw di sini nunggunya!


Begitulah kira-kira pesan dari Mily. Tentu saja dia membawa ponsel lamanya, bukan barunya. Terlalu bagus membawa ponsel barunya yang dibeli oleh Elvan hanya untuk menghadapi Mily.


Dia tak peduli dengan pesan itu. Dengan cepat dia masuk ke dalam cafe dan akhirnya menjadi pusat perhatian karena penampilannya bagaikan lelaki. Namun dirinya hanya acuh saja dengan lontaran kata yang terdengar. Bahkan terlebih Letha dkk yang sudah berkumpul akhirnya kembali sibuk dengan obrolan mereka. Lesya melirik sana sini namun tak melihat keberadaan Mily. Apa pesan itu hanya iseng saja? Pandangan matanya mengarah pada Geng Sakh yang berada di sekitar pojokan cafe.


Lesya yang malas mencari akhirnya memilih untuk menelepon saja. Dia memang manja saat kecil dengan Mily. Namun siapa sangka dia justru sedikit rindu dengan aunty kesayangannya itu. Walau pun begitu, tetaplah Mily adalah adik kandung dari mendiang maminya.


Drrttt..


Calling +6282693***** ...

__ADS_1


Namun dia sedikit kaget dan melotot mendengar panggilannya yang ditolak oleh Mily di sana. Terus mengumpat kecil, Lesya yang hendak keluar dari cafe mengurungkan niatnya membaca pesan Mily. Dia juga hampir tertawa melihat panampilan aunty nya itu yang tertutup.


📩+6282693******


Paling pojok cafe baju hitam.


Lesya dengan cepat berjalan ke arah tunjukan Mily tersebut. Bahkan dia sempat kontak mata dengan Galang, Gilang dan Ericko di sana. Mendengar namanya yang dipanggil oleh Galang, membuat gadis itu mau tak mau menghentikan langkahnya tanpa berbalik.


"Sya! "


"Apaan? "


"Ngapain di sini? "


"Suka-suka gw lah! Repot amat! " sebal Lesya dengan acuh lalu berjalan santai menuju pinggir cafe. Dia memang salah satu orang yang memiliki kepribadian ganda. Dan karena ini adalah kesempatan emas untuknya mengerjai Mily, tentu saja tak akan dia buang dengan sia-sia.


Informasi sedikit, Mily memang sengaja bekata akan pergi ke negara lain demi mengubur luka sakit yang dia rasa semenjak peninggalan mendiang kakaknya—Mila. Dan geng Sakh hanya tahu Mily sudah meninggalkan negara itu. Tentu saja itu cara Mily agar kabur dari geng Sakh. Namun siapa sangka semua pasti berubah dengan pekikan Lesya yang tak tahu tempat menyebut dirinya.


"Lepas beg*! " bantah Mily kasar.


Lesya dengan senang hati melepaskan dan membuat wajah sesedih mungkin. Seolah dirinya yang paling tersakiti, tak sadar saja dia jika di belakangnya sudah ditempati oleh Elvan dkk. Wajah polosnya mampu membuat Mily ingin sekali menenggelamkan Lesya di lautan.


"Aunty gak sayang echa ya? Echa banyak salah ya? " sendu Lesya sengaja memancing emosi Mily. Namun sepertinya Mily kuat untuk menahan emosionalnya. Terbukti dari tangannya yang sudah mengepal kuat. Namun dengan cepat Mily kembali duduk dan membenarkan bajunya agar tertutup.


Lesya mendecih kesal dan ikut duduk bersebrangan dengan Mily. Kalimat ngawur Lesya terdengar jelas di telinga Mily hingga wanita separuh abad itu sedikit menggebrak meja. "Kok lo waktu gw peluk agak gemukan sih aunty? "

__ADS_1


"Diamm! Cukup sekarang gw denger kalimat receh lo! Gw sibuk ngurusin hidup gw! " ketus Mily. Lesya hanya menggedikkan bahunya acuh saja.


"And I don't care! " enteng Lesya.


Lesya perlahan melahap banyaknya kue dan minuman yang dipesan Mily di meja mereka. Memang Mily menyiapkan itu hanya untuk dirinya bukan Lesya. Satu rahasia yang Mily simpan tanpa diketahui satu orang pun. Wanita setengah abad itu berjalan menuju toilet membiarkan Lesya di sana melahap banyaknya kue yang dia sediakan untuk dirinya sendiri.


Tuungg...


Lesya mengambil dan melihat isi foto yang tak sengaja Mily jatuhkan. Matanya mendelik tajam dengan mulut yang setengah melahap kue, dia tak menyangka, marah, kecewa sekaligus senang. Lihat saja itu adalah foto USG dengan bayi yang dapat dia lihat sudah sekitar 3 bulanan. Jadi sudah tiga bulan?


Lesya dengan cepat menyembunyikan foto itu melihat kedatangan Mily yang sudah tiba di meja mereka. Mily menatap curiga ke arah Lesya yang gelagatnya sedikit aneh. Dia tahu Lesya anak yang aktif dan mudah penasaran dengan hal baru, apa ada tingkah seseorang yang membuat gadis itu aneh begini? Mily tak tahu saja foto kandungannya sudah jatuh dan berada di saku celana Lesya.


"Ngapa lo? "


Lesya menggeleng kecil. Dia menghela nafasnya sebelum angkat bicara. Namun di saat gadis itu angkat bicara, Mily terkejut bukan main dan bahkan memejamkan matanya karena menahan amarahnya. Apa terlihat ya di mata tajam dan cerah milik keponakannya, Lesya?


"Baju hitam, pake jaket longgar, pake kacamata hitam lagi, pake topi, rambut diiket jadi pendek, sepatu kets, makan segentong, perut keras, badan gemukan? Lo hamil atau lagi jadi eye-eye Aunty? " polos Lesya menyebutkan keanehan di benaknya dengan jujur tanpa beban.


Puukk!


"Sembarangan lo kalau ngomong! " elak Mily. Lesya berdecak malas. Tangannya beralih mengambil foto USG yang dinamai oleh Emily Clarisna, aunty nya itu.


Dengan sengaja Lesya memamerkan hingga tepat di depan wajah Mily. Tentu saja wanita itu tambah terkejut dibuat Lesya. Di saat Mily hendak mengambil foto USGnya, Lesya dengan cepat berdiri dan berjalan meninggalkan Mily ke arah resepsionis cafe. Mily tentu saja menggerang kesal dan berusaha menahan enosionalnya. Benar USG itu miliknya!


Jujur saja sebenarnya Mily ternodai saat pergi ke luar negri oleh seseorang. Awalnya dia tak menyangka melihat orang itu. Namun saat dirinya diancam oleh orang itu, dia tentu saja tutup mulut agar menutup baik mengenai masalah ini. Bahkan dia juga merahasiakan hal ini dari ayah kandung anak yang dia kandungi.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2