Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
171: Milih?


__ADS_3

Elvan menoleh dan segera mematikan asap rokoknya. Dengan cepat dia meneguk air putih di botolnya dan menghampiri Lesya yang matanya sudah memerah. "Ngapain ke sini? "


Masih menutupi hidungnya, Lesya menatap kesal Elvan. "Mau ngambil tas gw! Di dalemnya ada barang gw! " Elvan melirik tas Lesya yang dia tenteng dan menggeleng. "Gak usah, biar gw bawa! "


Lesya akhirnya membuka hidungnya dan menatap malas Elvan. "Gak usah! Oh iya lo ngapain ke sini? Pake bawa tas gw segala! Ngerokok ya?! " kesalnya terjeda.


"Lo tau gak sih rokok tuh bahaya buat kesehatan! Kalo lo sakit gimana? Lagian aneh-aneh aja lo ke sini cuman buat ngerokok! Katanya lo ketos yang bijaksana dan menjadi contoh yang baik buat siswa-siswi lain! Bijak dari mana?! Emang gw tanya apa untungnya lo ngerokok? Gak ada kan? Sekarang lo tinggal pilih! Lo buang atau gw yang bakar?! " omel Lesya tak terhenti.


Elvan menyunggingkan senyum kecilnya merasa gemas dengan tingkah Lesya. Dia marah? Tidak! Justru dia senang jika Lesya sudah mulai memperhatikan dirinya.


"Apa lo senyam senyum?! Lo kira lucu?! " galak Lesya. Elvan mencubit gemas kedua pipi Lesya dan menc*umnya bergantian.


Cup! Cup!


Lesya melotot dengan sikap Elvan yang justru menc*um pipinya. Dia kan belum ada persiapan! Main menyosor saja Elvan! Pikirnya.


"Iihh apa sih ciam c*um?! Gw tendang mau lo hah?! " Elvan mengembangkan senyumnya manis hingga membuat Lesya terpana seketika hanya karena senyum manis milik Elvan saja. "Iya nyonya Gregorius! Maaf ya! "


Lesya melotot tak percaya dengan ucapan Elvan yang menyebutkan dirinya sebagai nyonya Gregorius. "N-nyonya? " Elvan menaikkan alisnya satu. "Kenapa? Bener kan? " tanya Elvan menggoda.


Lesya bingung harus menjawab apa. Memang benar jika dirinya saat ini menyandang gelar nyonya Gregorius bukan Grey. Kaku, akhirnya Lesya mengalihkan pembicaraan. "I-itu.. Sekarang lo buang atau gw yang bakar?! " tanya Lesya kembali kesal.


Dengan cepat Elvan mengeluarkan satu kotak rokoknya dan menyodorkannya ke arah Lesya. "Bakar aja! " Lesya tercengang mendengarnya dan meraba sakunya yang tak memiliki korek maupun mancis.


Elvan yang paham mengambil dan menyodorkan mancis miliknya dan memberikannya kepada Lesya. "Bener nih ya? Gak nyesel gw bakar kan? " tanya Lesya galak seraya menerima mancis tersebut.

__ADS_1


Elvan menautkan alisnya dan mengangguk enteng. Perlahan dia memajukan wajahnya dan membisikkan beberapa kata tepat di telinga Lesya. "Enggak akan nyesal karena itu lo bukan yang lain! " bisiknya kecil.


Lesya bergidik ngeri sendiri mendengar hembusan nafas Elvan. Bahkan tangannya memegang lengan Elvan dan memejamkan matanya sejenak seraya mengigit bibir bawahnya.


* Sial*n! Niat gw mau bikin dia kesel malah berbalik ke gw! Tapi gw emang bener kan gw? Menyelamatkan nyawa orang yang hendak merusak tubuhnya? Hiks, plisss siapapun tolong gw!! Bukannya nafasnya bauk, tapi jantung gw hampir copot bege!! * batin Lesya ingin berteriak.


Elvan beralih menatap Lesya bingung dari samping dan meniup wajahnya. Terpaku sejenak, Lesya tak tahu harus berbuat apa selain membatin. Suaranya masih tercekat jauh di dalam sana.


Fyuuhh!


Elvan menarik dan mengukir senyum manisnya berhasil membuat seorang bad girl terpaku dengannya. "Kok lucu? " tanya Elvan tanpa dosa menoel pipi Lesya.


Lesya kembali dalam mode galak dan kesalnya. Sudah dibuat terpaku, kelakuan Elvan tetaplah sama tak berubah. Membuat dirinya kesal saja! Pikir Lesya jengkel.


Blassh!


Terlempar, Lesya menghela nafas lega dan menatap tajam Elvan. Kemudian dengan tatapan interogasinya, dia mulai meraba saku kemeja dan celana olahraga Elvan. "Apa lagi? " tanya Elvan gemes.


Lesya menghentakkan satu kakinya. "Jujur dimana lo sembunyiin atau gw bakar satu pabrik?! " Elvan justru berputar dan menggeleng kecil. "Enggak ada Lelek! "


Lesya melotot tak terima dirinya dihina sebagai lele kembali. "Heh gw bukan lele ya! " kesalnya. Elvan mengangkat satu alisnya enteng. "Sama aja, Lele! Sama-sama bandel! "


Lesya mengeruncutkan bibirnya hingga Elvan memeluknya dan menc*umi gemes pipi Lesya bergantian. "Iihh! Gw gak bandel ya dan... Blaahh! Udah ihh! Nanti ketauan ish Pan! " bantah Lesya.


Elvan terkekeh kecil dan melepaskan Lesya yang mengusap kedua pipinya. "Ayok! " Lesya mengangguk dan mengikuti Elvan yang masih membawa tas ransel miliknya ke arah pusat kemah.

__ADS_1


Lesya melirik sesekali Elvan lalu bergantian dengan tanah di bawahnya selama di perjalanan. Dia tak menyangka setelah menjadi istri sah dari sosok Elvan, ketos yang membuatnya kesal tujuh turunan, kehidupannya menjadi bewarna. Walau banyak masalah yang terjadi sih!


...~o0o~...


Suara peluit berbunyi membuat jengkel Lesya, Luna dan Lisa. Telinga mereka ingin meledak di saat suara peluit diarahkan tepat pada toa yang dibawa oleh pak Kevin. Aman gak tuh?


Prriiiittt!


Lesya yang memang sudah tiba dan bahkan tasnya sudah ada di dalam kemahnya justru protes kepada pak Kevin. "Pakkk Kepiinnn! Peluitnya bikin kuping orang pengang! Kalo sempet terjadi gangguan pada telinga emang bapak mau tanggung jawab hah?! "


Pak Kevin justru menempelkan telunjuknya di bibirnya dan mengarahkan toa di depan mulutnya hingga suaranya tepat terdengar di toa. "Lesya, udah gak usah protes! Sekarang bagi lelaki kumpulkan kayu bakar untuk nanti malam sementara perempuan membersihkan area kemah agar terlihat bersih! "


Lisa mendengus malas. "Haihh! Kenapa harus bersih-bersih sih?! Kesel gw! Mana baru nyampe! Kagak dikasih makan dulu gitu?! " gerutunya.


Luna mencibir kecil mendengarnya. "Heleh bilang aja ogah kan lo?! " Lisa dan Luna saling memberikan tatapan tajam mereka. Hingga Lesya yang berada di antara mereka memutar bola matanya malas. "Gak usah kayak anak kecil! Kalian bisa gak sih maaf-maafan? Anak kecil aja bisa! Lah kalian? "


Luna berdecak malas. "Ck! Ogah gw! Gw gak akan pernah mau minta maaf apalagi sama orang yang hina bokap gw! " sinis Luna. Lisa mendecih malas. "Ck! Gw juga ogah kali! "


Leon yang sedikit memperhatikan interaksi antara Lisa dan Luna, memijit kepalanya pusing. Dia satu kemah dengan Elvan juga Valen. "Val, gw ke sono ya! " tunjuk Leon ke arah kemah Lesya.


Valen mengangguk mengiyakan. "Iyo! Jangan lama-lama lo! Nyari kayu nih! " Leon mengangguk dan pergi menghampiri ketiga gadis tersebut dan menarik Lisa menjauh. "WOY GW BELOM KELAR!! Oyy! Ck! " teriak Luna hingga menjadi pusat perhatian.


Lesya yang tak ingin menambah masalah, menarik Luna menjauh dari arah kemah. Luna mendengus dan menatap kesal Lesya, sahabat sejak dirinya kelas 4 itu. "Kenapa? Mau bela dia lagi? Gw sahabat lo dan dia sepupu ipar lo! Lo milih dia dibandingkan gw? Iya? "


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2