Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
368: Carnaval


__ADS_3

Sekolah Gregus saat ini sudah sangatlah ramai. Karena kali ini carnaval tahunan yang diadakan melibatkan para pemegang saham. Baik siswa-siswi, guru-guru, dan para pemegang saham ikut berpartisipasi meriahkan acara ini. Dan sebelumnya mereka sudah diberitahu jika carnaval kali ini melibatkan acara penggantian kekuasaan sekolah juga penggantian ketua atau wakil OSIS.


Dan untuk kali ini, mereka yang berstatus siswa-siswi menggunakan seragam lengkap disertai topi yang melambangkan nama sekolahnya. Baik kelas 10 hingga kelas 12 sedang sibuk memasang benda ini dan itu di ruang dagang kelas mereka masing-masing.


Sementara para anggota OSIS menggenakan jas almamater kebanggaan mereka sebagai simbol khas mereka. Sekeliling sekolah Gregus sudah dibentuk berubah bagaikan pasar dagang.


Acara ini memang melibatkan kerja sama satu kelas dalam berpartisipasi. Dan semua taman di sekolah, sudah ada didekorasi khusus oleh para anggota OSIS. Setelah aturan dari para anggota OSIS yang mengizinkan mulai mendekor ruang dagang, semua siswa-siswi akhirnya sibuk saling berbagi tugas. Dan bagi yang memiliki pendapat besar, akan mendapatkan piala kerja sama tim dari pemilik sekolah langsung.


* "Taro mana nih? "


"Pasang di mana nih bagusnya? Di sini atau sini? "


" Berisik lo anj*r! Eh, lo ngapain make-up an segala?! "


"Hadeeehh, panas bener sih! Lagian harusnya dari pagi gek jangan agak siangan gini acaranya! Luntur kan make-up gw! "


"Eh lipstik lo kurang menye! Udah deh jangan ngeluh kek jamet, mending bantuin pasang ini! " *


Bla.. Bla.. Bla.. Masih banyak lagi ricuhan demi ricuhan yang terlontar. Setelah beberapa kelas sudah selesai mendekor, mereka barulah sibuk melihat ponsel mereka yang bergetar. Rupanya di forum kelas sudah heboh membicarakan penakluk sekolah. Siapa lagi kalau bukan lesya yang dibicarakan?


"Bicarain siapa sih anj*r?! Dekor aja belom kelar malah ngomongin orang lain." kesal Luna menggerutu. Lisa yang berada di sampingnya hanya menggedikkan bahunya acuh saja lalu beralih mengambil ponselnya untuk mencari apa yang dibicarakan oleh teman-temannya.


"Widih, lagi viral nih sahabat lo Lun! " ucap Lisa lalu menyodorkan ponselnya yang berisi grup sekolah mereka yang sibuk lempar opini mengenai Lesya.


"Apaan sih? " bingung Luna


Tangan gadis itu beralih untuk menerima ponsel Lisa. Betapa terkejutnya Luna melihat isi forum sekolahnya melalui isi ponsel Lisa. Ternyata anak-anak sekolahan nya sedang membicarakan Lesya yang berada di hotel Ertx dengan Ronald, asisten Galang.


Walaupun Luna tak tahu siapa Ronald, namun Luna tetap yakin jikan sahabatnya itu tak seperti yang dibicarakan oleh netizen di forum komunikasi sekolahnya.


...¡! ¡! ¡! ¡! ¡! ¡! ¡!...


...Gregus School Squad...


...500 peserta...


+6281287******: [send a pict]


@-----: Waduh, tuh beneran devil kita?

__ADS_1


@---: Gak mungkin deh Lesya gitu soalnya dia kan anti cowok ya?


@----: Lo liat noh di atas! Pake mata lo, udah tau dia pegangan gitu sama om-om, simpanan sugar daddy kali!


@-----: Nah, gini nih gw males banget sama devil yang sok cantik gitu, idih naj*s ternyata simpanan om-om pedo!


@--: Eh ta-i, sok tau lo! Di datengin nanti nangesss!


@---: Sirik ae lo! Lagian belum diverifikasi sama pemiliknya juga udah heboh bener!


@-----: Udah ada bukti noh di atas! Lagian emang hidup lo emang tenang kalau ada devil di sekolah kita? Sok jagoan preman gitu padahal cewek, bilang aja dia caper pengen diperhatiin!


@---: Stuju gw! Bilang aja kurang kasih sayang nyampe gitu banget di hotel ya gak gays?


@----: Enggak ikutan gw, nanti devil ngamuk!


102 pesan lainnya...


...¡! ¡! ¡! ¡! ¡! ¡! ¡!...


"Nih, biar gw labrak tuh anak satu-satu! Enteng banget gosip di belakang gw! " kesal Luna lalu menggulungkan lengan seragamnya. Namun pergerakannya itu dengan segera dihentikan oleh Lisa.


"Tuh anak gak masuk ya? Dari tadi gak nongol-nongol batang hidungnya!" dengus Luna celingukan sana-sini mencari keberadaan Lesya yang entah kemana. Lisa hanya geleng kepala dan menyimpan ponselnya di saku roknya. Seraya mengambil satu tiang penyangga, dia beralih menyerahkan pada Luna.


"Biarin dah, entar gw tanya sama kutub! Mending lo bantuin gw bikin tenda lagi di sana biar gak panas yang lain waktu istirahat." ucap Lisa yang dibalas anggukan setuju oleh Luna.


Mereka berdua memasang tenda dibantu oleh Leon yang tanpa sengaja juga ingin membuat tenda lagi. Suasana tampak canggung terlebih pada Leon dan Lisa yang saling tak sapa. Berbeda dengan Luna yang canggung dengan suasana di depannya. Leon dan Lisa yang biasa bermesraan di depannya justru menjadi kedua pasangan yang saling mendiamkan.


Priiittt!


Tiba-tiba para anggota OSIS yang bertugas untuk memanggil siswa-siswi datang dengan membawa speaker di tangannya. Sepertinya mereka membawa sebuah informasi penting saat ini.


📢 OKE GAYS KALIAN SEKARANG DIHARAPKAN KUMPUL DI LAPANGAN DEPAN YA YANG ADA PANGGUNGNYA! HARI INI KALIAN DI SURUH BUAT NYAKSIIN PERGANTIAN OSIS SEKALIAN PERGANTIAN PEMILIK SEKOLAH! DIHARAPKAN YANG BELUM SELESAI DEKOR BERHENTI DULU, SEKIAN MAKASIH ATAS PERHATIANNYA!


"Ganti OSIS sama pemilik sekolah nih ceritanya? " tanya Luna polos. Lisa berdehem pelan. Dia sudah tahu dari sang ayah yang merupakan salah satu pemegang saham di sekolahnya ini.


"Cus, cabut! " ucap Lisa lalu menggandeng tangan Luna agar segera pergi dari pandangan Leon.


Luna yang ditarik hanya dapat pasrah saja. Namun saat berbalik dia dapat lihat raut wajah Leon yang sedikit murung. Gadis itu melambaikan tangannya dan tersenyum simpul seolah meyakinkan diri Leon. Tentu saja Leon yang melihat hanya tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


...〰〰〰〰〰〰〰✍...


Lapangan sekolah kini sudah diisi ramainya orang. Untuk pemegang saham berada di depan sementara siswa-siswi berada di belakang. Dan untuk guru-guru berada di samping. Mereka semua duduk di kursi yang sudah di siapkan.


"Tes one three? Oke, semua sudah kumpul? Pertama-tama saya sebagai wakil ketua OSIS di sekolah ini mengucapkan terimakasih banyak atas kehadiran bapak, ibu, dan teman-teman sekalian. Kalau gitu kita gak usah banyak basa-basi lagi, jadi kehadiran saya di atas panggung ini ingin memulai acara pergantian OSIS untuk tahun ini dan tahun berikutnya. Dipersilahkan calon-calon OSIS maju ke depan jangan malu-malu meong, kan gak lucu liatnya nanti sama yang lain! "


Valen yang berganti profesi menjadi pembicara acara carnaval di atas panggung akhirnya angkat suara untuk memulai acara tanpa canggung. Sedikit terdengar gelak tawa di sana mendengar candaan garing Valen. Dan para calon anggota OSIS yang akan terpilih pun maju ke depan walau sedikit gugup.


"Gimana? Gugup? Gugup lah masa enggak! Bawa santai aja gays, anggap lagi pelantikan Indonesian Idol! " ucap Valen enteng yang dimana membuat mereka para calon OSIS hanya menahan tawa.


"Em, jika kalian menjadi ketua OSIS atau wakil ketua OSIS, apa yang kalian ingin lakukan untuk sekolah ini? " tanya Valen. Para calon OSIS hanya menjawab dan memberikan sebuah pidato singkat menurut jawaban mereka masing-masing.


"Kalau saya pribadi ingin sekolah kita semakin maju dan sejahtera! Saya tak mau pengecoh sekolah ada dan merecoki sekolah kebanggaan kita ini." ucap Dio.


"Jika saya menjadi ketua OSIS, saya akan pastikan jika setiap siswa-siswi akan aman dan tenang untuk belajar di sekolah ini. Dan saya pastikan jika seseorang membuat keributan di sekolah ini, maka dia wajib mendapatkan hukuman yang setimpal dengan adil! " tegas Rika.


"Kalau menurut saya pribadi, saya mau membuat sekolah ini memiliki moral, sikap disiplin dan tegas. Jika menjadi ketua OSIS, saya akan bersikap tegas pada semua pelanggar aturan sekolah kita agar terciptanya kedamaian." jawab Abi tegas.


"Em, bentar kalau sama trouble maker kita gimana? Berani tegas gak? " tanya Valen dengan tampang polosnya. Tentu saja Abi, lelaki yang mencalomkan diri sebagai ketua OSIS itu menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal lalu menggeleng.


"Kalau dia, serem kak ngadepinnya! " jujur Abi. Luna dan Lisa yang mendengar dari mikrofon yang digunakan Abi hanya tertawa terpingkal-pingkal. Bahkan mereka tak peduli jika tawa mereka terdengar hingga di depan panggung.


"Katanya mau tegas sama semua pelanggar aturan sekolah, giliran di tanya sama lesya malah kagak! " tawa Luna ngakak diikuti Lisa. Abi yang mendengar hanya tertunduk malu saja.


"Oke-oke segini aja pidatonya dan di mohon yang duduk di belakang jangan ketawa-tiwi, di sini gak ada obat waras! Dan buat temen-temen yang sekolah di sini boleh vote lewat link yang dikasih di forum sekolah ya! Pikir baik-baik karena hanya diberi kesempatan vote sekali ya... " ucap Valen dengan senyum simpulnya.


"DIH, GW MASIH WARAS YA?! "


Valen hanya mengelus kupingnya saat Luna yang duduk di belakang justru membalas perkataannya. Sungguh memalukan bukan? Untung para pemegang saham masih diam mingkem dengan anteng. Jika tidak? Habis deh Luna diomeli panjang kali lebar.


"Luna, jangan teriak kamu! Ngerti etika dan sopan santun kan? Lakuin itu! " tegas pak Rio akhirnya menghampiri Luna dan menegurnya. Luna hanya mengangguk paham saja mendengarnya.


"Oke kalau gitu sambil kita nunggu hasil voting, dipersilahkan para pemegang saham sekolah ini maju dan memperkenalkan diri! " ucap Valen lagi setelah diingatkan oleh Frans mengenai pengenalan para pemegang saham.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


>>><<<


Mohon maaf jika besok author tidak update dikarenakan acara keluarga besar. Btw hari ini Christmas Eve loh! Ada yang rayain? Salam teloransi semua, merry Christmas all🎄🎅...

__ADS_1


__ADS_2