
Sesampainya di kediaman Grey, Lesya bergegas ke kamarnya dan membersihkan dirinya yang terasa lengket. Dia sudah hafal dengan letak kamarnya tanpa tersesat.
Lesya segera membersihkan tubuhnya yang terasa lengket setelah tiba di kamar. Sementara Elvan yang baru saja tiba di kamar duduk manis di sofa seraya mengerjakan tugasnya.
Tak lama kemudian, Lesya keluar dengan baju tidurnya. Matanya menoleh ke arah Elvan yang selalu mengerjakan tugasnya. Lesya menghampiri Elvan dan berniat mengagetkannya.
"Dor! " Elvan justru tak bergeming di saat dikejutkan oleh Lesya. Lesya memukul lengan Elvan, "Gak seru lo! "
Elvan tak menjawab ejekkan Lesya. Dia fokus dengan tugas-tugasnya. Lesya yang duduk di samping Elvan menatap tugas Elvan malas.
"Lo ngapa sih? Dikit-dikit laptop, dikit-dikit buku! Gak sekalian lo jadi kutu buku? Pikirin mata sama otak lo yang butuh refleksing" oceh Lesya.
Bukan dia peduli tapi dia malas melihat Elvan yang selalu memainkan buku dan laptopnya. Elvan menghela nafas malas menganggapi ucapan Lesya yang berada di sampingnya.
"Gw gak kayak lo yang selalu jauh dari kata peraturan" datar Elvan. Lesya melotot tajam.
"Heh! Gw bukan jauh dari peraturan tapi gw emang kagak jodoh sama peraturan" bela Lesya. Elvan tak menanggapi belaan Lesya.
Dia menutup buku dan laptopnya lalu bergegas pergi ke kamar mandi. Lesya menatap punggung Elvan yang pergi ke kamar mandi.
"Gw iri sama lo! " Lesya melengkungkan bibirnya ke bawah.
Dia menoleh ke pintu saat dipanggil oleh Mayang, "Sya! Van! Ke bawah dulu yok, makan! " ajaknya.
Lesya segera berlari dan membuka pintu. Mayang tersenyum saat pintu dibuka oleh menantunya. Lesya membalas senyum Mayang simpul.
"Makan dulu yuk! " Lesya mengangguk antusias. Dia merasa lapar saat ini.
"Elvan mana? " Lesya tersadar., "Lagi mandi Bun" Mayang mengangguk.
__ADS_1
"Yaudah biarin dia mandi, kita ke bawah nyiapin makan" Lesya mengangguk. Hatinya tertegun mendengar itu.
"Kamu bisa masak Sya? " tanya Mayang sambil berjalan menggandeng Lesya.
"Bisa Bun tapi gak semuanya, paling menu simple aja" Mayang mangut-mangut paham.
"Yaudah kalo gitu kita masak nasi goreng seafood sama mie goreng kecap aja" Lesya mengangguk antusias. Dia senang bisa memasak bersama dengan Mayang.
Mereka memasak bersama setelah sampai di dapur. Tak lupa dibantu asisten rumah tangga kediaman Grey. Lesya tertawa melihat Mayang yang terkadang memberi lelucon aneh menurutnya.
Setelah selesai, Lesya dipanggil Mayang ke ruang makan. Di sana hanya ada mereka berdua dan asisten rumah tangga yang menyusun piring.
Lesya mengerutkan keningnya saat Mayang memberikannya sebuah mangkok yang berisi sup. Dia memang lebih suka memakan daging dibandingkan sayur.
Tapi bukan berarti dia alergi dengan sayur. Dia hanya lebih banyak memakan daging dibandingkan sayur. Karena jarang mencicipi makanan yang berbau sayuran, Lesya lebih suka rasa daging daripada sayur.
"Ini buat aku bun? " tanya Lesya memastikan. Mayang mengangguk, "Bunda belom pernah masakin kamu makanan, jadi ini makanan pertama yang bunda kasih buat kamu"
Mayang yang melihat Lesya terdiam tanpa ada pergerakan tersenyum, "Kalo kamu gak suka, bunda buat yang lain aja ya? "
Lesya menahan tangan Mayang yang hampir menyentuh mangkok berisi sup, "Lesya mau kok bun! Bahkan mau banget"
Mayang tertawa, "Kalau mau kenapa gak dimakan hem? " Lesya menatap mangkok ragu-ragu.
"Ini beneran buat Lesya Bun? " tanya Lesya tak percaya. Mayang tersenyum, "Emang disini yang namanya Lesya siapa hem? "
Lesya tersenyum. Dalam jangka waktu singkat, Lesya menghabiskan semangkuk sup ayam dicampur sayur dalam sekejap.
Mayang geleng-geleng melihat tingkah Lesya. Dia bahkan mengisi gelas dengan air putih takut Lesya tersedak. Benar saja!
__ADS_1
"Uhuk! Uhhuuk! " Mayang menyodorkan gelas yang berisi air putih yang dia siapkan.
Lesya menerima dengan senang hati, "Huuft! Makasih Bun" Mayang tersenyum dan mengangguk.
"Klo kamu mau curhat atau ada masalah atau ada apa-apa bilang aja sama bunda ya" Lesya mengangguk.
Tiba-tiba disaat mereka berbincang kecil, dua lelaki berbeda usia datang dan duduk manis di kursi mereka.
"Ayah ketinggal apa nih? Kayaknya seru banget" ucap Angga tiba-tiba. Berbeda dengan Elvan yang memilih duduk dan menyimak obrolan di depannya.
"Ayah ketinggal banyak, iya kan bun? " Mayang mengangguk mengiyakan ucapan Lesya.
"Iya, harusnya dateng dari tadi biar gak ketinggalan" ucap Mayang mengikuti alur Lesya.
"Emang ketinggal apa? " kepo Angga. Lesya tersenyum, "Ketinggal. . . . " jeda Lesya memajukan kepalanya.
Sontak Angga dan Mayang memajukan kepala mereka, "Ketinggal acara makan² " enteng Lesya memundurkan kepalanya.
Mayang yang paham arah pembicaraan Lesya tertawa. Berbeda dengan Angga yang berpikir, "Tapi kita belom makan loh"
Lesya tertawa. Dia lupa dirinya yang baru saja makan sementara Mayang hanya melihat saja. Lesya menggeleng, "Iya, Lesya doang yang baru makan"
Mayang menggeleng, "Udah kita makan dulu! Lesya masih mau makan? " Lesya mengangguk, "Iya bun"
Mayang mengangguk dan menyiapkan makan untuk suaminya, Angga. Lesya yang melihat itu merasa canggung. Walau begitu, dia tetap mengambilkan makan untuk Elvan dan dirinya tanpa di minta.
Mayang tersenyum melihat itu. Walau tak disuruh, Lesya berinisiatif mengambilkan makanan untuk Elvan. Elvan biasa saja melihatnya.
Setelah mereka makan malam bersama dengan tenang, mereka kembali ke kamar masing-masing berniat untuk tidur. Hari libur saat ini sudah berlalu.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗