
Kali ini, dia asal mengambil. Baju perempuan dan celana lelaki. Dasi? Dia asal memasukkan ke dalam sakunya. Beruntung lukanya sudah menghilang di bagian lengan. Jadi aman!
Lesya pamit kepada bi Lilis dan mengendarai motor sportnya menuju sekolah. Dia merutuki keinginannya yang meminta tertidur sejenak.
Dia melakukan kecepatan diatas rata-rata. Hingga hampir tiba di pagar belakang sekolah, Lesya memelankan suara motor sportnya.
Lesya menghela nafasnya panjang sebelum memanjat pagar belakang, "Huftt! Anggap lagi OR, untung gak ada papan"
Dengan hati-hati Lesya memanjat dan berhasil! Tak ada satu pun orang yang berlalu lalang di sana. Baik guru maupun OSIS.
Lesya menyeringai puas dan melanjutkan jalannya dengan santai. Dia menaiki tangga-tangga hingga lantai paling atas.
Dengan santainya, dia berjalan menuju kelasnya. Dia terlalu santai hingga tak mempedulikan tatapan anak-anak kelas A.
Setiap kelas bertembok kaca. Lesya melupakan itu. Dirinya sibuk menghitung berapa langkah menuju kelas. Tatapan tajam dari pak Rio terlihat. Menganggu!
Lesya justru asik berdiri di koridor sekolah. Bahkan dirinya tak berniat masuk kelas karena jam pelajaran hampir berakhir.
"WAA... CUMAN ENAM LAPAN DOANG LANGKAHNYA?!! " teriak Lesya memegang batas koridor.
Sontak guru-guru yang mengajar terhenti mendengar teriakkan Lesya. Bahkan dengan gil*nya Lesya duduk di pagar koridor sekolah.
Pak Rio menghela nafas panjang sebelum menghadapi Lesya, "Anak-anak tunggu di sini dulu, jangan ke mana-mana! "
"Untuk anggota OSIS, ikut saya" Elvan dkk berdiri dan mengikuti pak Rio dibelakang-nya.
Mereka keluar dan menghampiri Lesya yang bersiul ria dengan santai. Sebenarnya, Lesya sengaja berteriak dan duduk di pagar koridor.
Jika kalian mau mengetahui alasan Lesya melakukan hal gil* itu, jawabannya hanya satu. Gabut! Parah gak sih?
"YUHU... PLANET ANGKASA MOHON BERTINDAK! " Luna yang sudah berada di samping Lesya tertawa mendengarnya.
"Bwahaha... Lo waras kan? " Lesya menoleh, "Hai siti, sejak kapan kamu di situ? " tanyanya polos.
Luna berdiri di samping Lesya dan memegang pagar koridor, "Iya dayu, tadi gw izin ke toilet trus liat lo di sini. Jadi gw samper"
Siti dan Dayu adalah panggilan waras tak waras mereka. Sungguh aneh bukan? Jelas! Rupanya mereka sudah tak waras!
Luna menepuk pagar koridor dengan tangannya sesuai dengan irama., "Aduh senangnya pengantin baru! " nyanyi Luna
__ADS_1
Lesya ikutan bernyanyi "Duduk bersanding bersenda gurau! "
"Bagaikan raja dan permaisuri! " lanjut Luna
"Tersenyum simpul bagaikan bidadari! " sambung Lesya.
"Ooo... Ooo... " Mereka tertawa mendengar hasil nyanyian abok mereka.
Lesya teringat akan Alam dan Elena yang baru saja menikah. Walau sudah minggu lalu, tetap saja mereka masih baru bukan? Pikirnya.
"Wey! Nanti nyanyiin buat bang Alam" Luna mengangguk. Dia teringat dengan status sahabat di sampingnya itu, "Lo juga pengantinnya bege! "
Lesya mencibir, "Walaupun gitu, gw masih sering maen sama anak-anak! Gak kayak dia ngelupain kita"
"Serah apa kata queen dah! Yang penting waktu gw kawin lo harus dateng bawa kunci heli" ucap Luna bersungguh-sungguh.
"DEAL! " Serius Lesya.
Lesya tertawa diikuti Luna. Mereka sama-sama berteriak bak orang keset*n-an. Namun, di saat mereka ingin berteriak, suara bariton Rio mengkaget-kan mereka.
"Ekhem! " tegasnya. Lesya yang hampir terjatuh, ditarik oleh Luna hingga dia terjungkal ke belakang.
"WAAA! OASU, kaget gw! " Luna terjatuh ke belakang dan Lesya terjungkal ke belakang. Karena Lesya dapat salto, dia dapat berdiri tanpa halangan.
Luna menoleh ke asal suara begitu pula dengan Lesya. Ternyata pak Rio diikuti Elvan dkk! Mereka tak kabur, justru mereka malah meminta hukuman mereka. Aneh bukan?
Valen dan Ken tersedak air liur mereka sendiri mendengarnya. Pak Rio menganga heran. Segabut itu?
"Kalian ngapain treak-treak gak jelas? " tanya pak Rio. Lesya memasang tampang polosnya, "Gabut pak"
Pak Rio menghela nafas, "Kamu juga Sya! Ngapain duduk di pagar? Jatuh nanti jangan salahin saya! "
Lesya mendelik, "Bapak do'ain saya jatuh? Lagipula yang jatuh kan saya, ngapa jadi bapak yang sewot? "
Pak Rio melotot. Bisa-bisanya Lesya melawan dirinya, "Melawan kamu? "
Lesya menggeleng, "Saya ngomong doang pak, kalo saya ngelawan kasian bu bunga"
Pusing sudah! Pusing! Pusing rasanya menghadapi Lesya saat ini. Pak Rio memijit pelipisnya melihat tampang polos Lesya kali ini.
__ADS_1
"Bapak pusing? Minum paramex aja pak" timpal Luna memanasi suasana. Sksk, apa bedanya mereka berdua?
"Saya gak mau tau kalian bapak hukum! " tegas pak Rio. Luna dan Lesya tertawa mendengar bell istirahat yang berbunyi.
Kringgg...
"Pak, inget pasal aturan sekolah kan? Jika istirahat, tidak boleh menghukum ataupun menjalani hukuman! " tegas Lesya bak kepemimpinan.
Pak Rio menganga heran. Ada ya murid seperti Lesya? Tau begitu dia tak perlu mendatangi Lesya! Hanya bikin pusing saja!
Ke-empat teman Elvan hampir tertawa melihat wajah pias kepala sekolah mereka. Lesya menyalimi punggung tangan pak Rio diikuti Luna.
"Pamit ya pak, bayy! " girang Lesya menarik Luna ke kantin. Luna tertawa puas. Puas rasanya melihat kepiasan di wajah pak Rio.
"Bay pak! Salam dari Lesya sama saya untuk BK alias bu bunga" teriak Luna cukup keras karena jarak mereka cukup jauh.
Leon yang berada di belakang, alias baru saja keluar dari kelas, menghampiri Luna dan Lesya., "Woy! WAIT ME-!! " lebay-nya.
"Jij¡k Yon! " Lesya memasang tampang eneg-nya saat melihat Leon yang berucap bagai perempuan alay.
Luna membentuk jarinya miring, "Stress! Dahlah yok ke kantin" Luna yang berada di tengah menggandeng Leon dan Lesya di sampingnya.
Berbeda dengan Elvan dkk. Pak Rio sudah pamit ke ruangan-nya. Sementara Elvan dkk masih berada di sana.
"Mereka waras kan? " tanya Valen tiba-tiba. Frans mengangkat bahunya, "Mana gw tau"
Ken, si playboy angkat suara kali ini "Masuk daftar gak? " Farel mengangguk kemudian menggeleng.
Dia malah menyenggol bahu Elvan yang menatap teman-temannya., "Si Devil masuk gak bro? " tanya-nya.
Dengan satu anggukkan kepala sebagai jawaban dari Elvan. Mereka mencatat nama yang selalu berkunjung ke buku mereka.
Entah itu mereka gabut, bertanya kesalahan mereka, jail, usil, bertengkar, fitnah, dll tertulis di buku hitam mereka. Mereka heran saat Mila mengandung, dia mengidam apa?
Berbanding balik dengan adiknya yang feminim, kalem, lumayan pinter, heboh, terkadang cerewet, dll.
Berbeda dengan Lesya yang tomboy, tak tahu aturan, langganan BK, kasar, pecinta keributan, dll. Rasanya Letha adalah Angel sementara Lesya adalah Devil!
Itulah panggilan dari anak-anak OSIS jika menyapa atau berbicara kepada Lesya dan Letha.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗