
"Lesya, gimana sekolahnya hari ini? " tanya Sella membuka pembicaraan. Lesya mengangkat bahunya tak tahu. Dia pusing memikirkan kejadian tadi. "Gak tau, pusing gw mikirnya! " jawab Lesya.
"Berantem sama siapa? " tebak Galang.
Lesya mencibir kecil saja. Dia tahu Galang dapat menjawab dengan enteng karena lelaki hampir setengah abad itu juga pernah mengalami hal yang sama dengannya. Menyeruput minumannya, Lesya sejenak terdiam dan menjawab.
"Sama Papan, gara-gara gw gak bela dia waktu Letha cium pipinya! " jawab Lesya. Alis Galang dan Sella bertautan bersamaan. Papan? Siapa Papan? Perasaan Galang tak pernah mendengar jika Lesya memiliki kenalan yang bernama Papan.
"Maksud gw, Elvan! " koreksi Lesya membenarkan ucapannya. Sella dan Galang mengangguk paham sekarang. Jadi julukan Elvan dari Lesya adalah Papan toh! Lucu sih hingga mereka bingung.
"Oh, suami mu toh! Kalau menurut mommy sih, kamu rayu aja dia Sya. Gak baik sepasang suami-istri berantem nanti ujungnya ke persidangan! Cuman saran mommy, kamu harus punya satu atau dua rayuan yang ampuh buat suami kamu luluh! " saran Sella sedikit berbisik pada akhir kalimatnya. Yah~ Walaupun tetap terdengar kok sama Galang.
Lesya hanya mengangguk saja. Dia memilih tak menjawab. Sudahlah, anggap makan siang dengan keluarga Erthan adalah pengalih fokusnya saat ini. Oke, jangan pikirkan masalah tadi lebih baik simpan tenaga saat sudah tiba di rumah nanti apalagi jika bertemu Elvan!
Beberapa saat terdiam, Lesya akhirnya kembali angkat suara setelah menyadari bagaimana Sella mengetahui pernikahannya. Bukankah pernikahannya diadakan secara tertutup? Dan hanya mengandalkan keluarga besar saja.
"Tante dari mana tau kalau gw udah nikah? " tanya Lesya mengintimidasi. Sella menatap sedikit kecewa Lesya karena memanggilnya dengan sebutan tante bukan mommy seperti Letha.
"Mommy dong, bukan tante! " koreksi Sella namun tak dijawab oleh Lesya. Justru gadis itu kembali bertanya dan menekankan kata sebutan tante di kalimatnya. Itu artinya, tak semudah itu mendapat panggilan khusus dari Lesya.
"Tante, dari mana tau kalau gw udah nikah sama Elvan? " tanya Lesya sekali lagi. Galang berdecak dan menjitak kepala Lesya setelah berdiri di tempatnya. Enak saja melawan perintah istrinya! Namun sayangnya itu tak mempan bagi seorang Lesya. Mommy adalah panggilan khusus untuk seseorang yang dia sebut karena memang tulus dari hati bukan terpaksa.
"Apa hah?! Maksa gw lagi gak mempan! Sempet lo bawa ancaman bunda lagi, gw pastiin istri lo yang kena ancaman gw! " tantang Lesya sedikit ketus tanpa meringis sakit dengan jitakkan Galang.
__ADS_1
Sella ikut berdiri dengan hati-hati seraya memegang punggung belakangnya. Memukul lengan Galang kecil, Sella mengomeli Galang yang asal menjitak begitu saja. Dia tak suka itu! Apalagi yang dijitak adalah Lesya. Anak-- eum, lebih tepatnya Sella memang sudah benar-benar menganggap anak walau hanya sekali bertemu. No problem for her.
"Apa sih kamu Lang! Aku juga gak papa kok gak disebut mommy sama Lesya. Toh aku paham kalau Lesya masih butuh waktu buat nerima aku. Jangan lebay deh kamu ih, sama anak juga! Lesya, sakit ya di sini? " tanya Sella beralih sedikit menunduk dan mengusap bekas jitakkan dari Galang. Lesya menggeleng kecil. Hatinya sedikit tersentil melihat ketulusan dari manik mata Sella.
SERIOUSLY?!
INI BENERAN KAN?!
BUKAN IBU TIRI KAYAK DI SINETRON KAN?!
Lesya menjulurkan lidahnya ke arah Galang yang duduk dengan wajah masamnya. Oke, dia tahu kelemahan ayah kandungnya! Jaga-jaga saja jika dia diancam dan mengutarakan tamengnya nanti. Sementara Sella menahan tawa melihat tingkah Lesya. Dia duduk dengan perlahan dan mulai menjawab pertanyaan Lesya yang sempat tertunda tadi.
"Jadi waktu kamu nikah daddy mu ini ikut dateng di sana sama mendiang mami kamu, maaf saya gak bermaksud yah! Dan cumen mami kamu yang pakaiannya lusuh karna baru dari rumah sakit. Nah, di sana kami mulai ketemu, pernikahan kamu! Oh iya, sebenarnya saya bukan pihak keluarga, saya tahu pernikahan kamu dan Elvan tertutup. Saya ke sana sebagai. . . pelayan! " jawab Sella bercerita.
"Saya tahu, kamu bingung kan? Saya sebenarnya mau pergi dari mobil tapi setelah saya ngomong dan kasih perintah buat Mily, saya turun dan ikut acara. Sementara mami kamu waktu itu diantar bukan kembali ke rumah sakit tapi ke rumah kalian, kediaman Fyo! " jelas Galang yang mendapat tatapan tajam dari Lesya. Ternyata begini saat dia di pelaminan. Ahh, dia dan keluarga Grey tak sadar akan itu. Dia yakin jika Galang tak menemuinya karena tak ingin membuat pestanya hancur. Sudah ketebak!
"Kandungan lo berapa bulan? " tanya Lesya. Galang berdecak malas dan kembali mencibir Lesya dari tempat duduknya. "Bicara yang sopan kamu, udah nikah perhatiin logat kata! " tegas Galang mencibir sinis. Sella menyenggol sikut Galang lagi agar tak terus-terusan menjelekan Lesya. Toh dia tak masalah dan justru terlihat agar mudah akrab.
"Udah ih kamu Lang! Aku gak masalah kok, biar cepet akrab kita iya kan Sya? " ujar Sella. Lesya mengangguk antusias saja. Kembali lagi dia mengejek Galang karena dapat mengambil posisi lelaki setengah abad itu menjadi miliknya. Hehe, kan dia sekarang jadi selalu benar di mata Sella, mommy tirinya.
"Kandungan mommy udah hampir 9 bulan Sya! Tinggal nunggu lahiran aja adik kamu. " jawab Sella tersenyum simpul karena Lesya ternyata sedang memperhatikan dirinya. Lesya hanya mengangguk paham saja. Meletakkan wajahnya di tangannya, Lesya hanya menunggu kedatangan Letha saja agar segera pulang. Dia sangat bosan!
"Berarti sekarang lagi musim orang hamidun kali ya? Buktinya aunty Mily juga hamil tuh! " gumam Lesya namun terdengar jelas di kedua telinga pasangan suami-istri itu. Sella memang tahu tentang Mily karena cerita Galang. Mily, adik kembar seorang gadis yang pernah suaminya lecehkan. Itu pemikiran Sella!
__ADS_1
Galang mengeryitkan alisnya tak paham. Dia tak terlalu memperhatikan Mily saat meminta nomor Lesya. "Mily hamidun? Anak siapa? " tanya Galang tanpa basa-basi. Lesya menatap tajam Galang. Beh, gemes pengen colok serius!
"Keponakan lo! Anak adik kembar gi*la lo paham? " ucap Lesya setenang mungkin. Galang menautkan alisnya bingung. Kapan Gilang bermain perempuan yang dia kenal? Galang tahu jika Gilang suka bermain perempuan namun tak sampai membobol mahkota perempuan. Apa ada cerita dibalik semua ini? Bingung Galang.
"Gilang itu adik kamu itu kan yang? " tanya Sella memastikan dan dibalas anggukan kepala dari Galang. Lesya kembali angkat suara dan mengubah posisinya menjadi duduk tegap menatap lelaki setengah abad yang notabenya ayah kandungnya. Wah, tak menyangka jika dia akan luluh begini saja tanpa rasa bawang!
"Gw taunya adik lo itu suka sama mendiang mami gw! Setelah kepergian abadi mami, Gilang pergi ke bar buat minum dan akhirnya mabuk! Dia gak sengaja ketemu aunty di bar karena aunty cumen mau nenangin diri doang di saja! Tapi karena gak sadar, akhirnya adik busuk lo itu bawa aunty ke kamar buat ngelakuin hal yang seharusnya gak dilakuin! " cerita Lesya.
Lesya terkekeh sinis sebelum melanjutkan ucapannya. "Heh, harusnya jangan kaget-kaget, gw tau kok ini bukan pertama kalinya! Waktu mami gak ada, adik busuk lo itu juga udah ngelakuin hal yang gak pantes dilakuin sama orang yang belum sah bukan? Sekarang karena mumpung aunty gw masih hamil dan gw larang kembali ke luar negri, PAKSA ADIK BUSUK LO TANGGUNG JAWAB atau JANGAN PERNAH KETEMU ANAKNYA NANTI, paham? " tekan Lesya dengan nada tenangnya menatap Galang seolah sedang menyembunyikan amarahnya.
"Oke! " jawab Galang setuju.
HAH?!
CUMAN NGANCEM DOANG SERIUS?!
OH NO, AUNTY NYA BAKAL NIKAH NIH?
O EM JI?!
"Gw pegang kata-kata lo dad! " lirih Lesya.
Sella tersenyum bangga dengan keputusan Galang. Menggenggam tangan Lesya, wanita itu tersenyum lembut pada Lesya seolah memberikan kekuatan. Lesya hanya membalas sikap Sella dengan senyuman tipisnya. Hampir tak terlihat!
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗