Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
329: Vano`lovers


__ADS_3

Hari senin adalah hari dimana orang-orang mulai bersibuk. Jika dibilang hari senin adalah hari buruk bagi banyaknya kalangan siswa-siswi itu memang benar adanya. Apalagi, mengingat hari senin juga merupakan hari dimana upacara bendera dilakukan.


Yah, SMA Gregus kini sedang melakukan upacara pengibaran bendera merah putih. Jika siswa-siswi yang terlambat akan ditahan di depan gerbang dan tak diperbolehkan masuk. Dan bagi siswa-siswi yang masuk sekolah berdiri tegak di barisan mereka sesuai kelas masing-masing. (Ini author banyak skip ya, tapi gpp deh lanjut!)


Jika siswa-siswi yang rajin ingin berada di posisi barisan depan, maka sebaliknya siswa-siswi yang tak ingin dilihat oleh guru berada di barisan tengah. Sementara siswa-siswi yang berandalan alias malas berada di barisan belakang. Memang hal ini bukanlah hal yang luar biasa namun sudah sangat biasa di kehidupan sekolah.


Barisan belakang sudah di susun banyaknya anggota OSIS dan anak PMR berada di bawah pohon rindang menunggu adanya siswa-siswi yang kelelahan atau sakit. Berbalik pada gerombolan barisan anak kelas 12 paling belakang sudah pasti ditempati oleh teman-teman dari seorang gadis cantik.


Saling berbisik satu sama lain seolah tanpa merasa adanya beban, mereka dikagetkan oleh kehadiran ketua OSIS mereka dari belakang. Dengan sontak mereka menoleh bersamaan dengan tampang mereka yang tak berdosanya.


"Eh ada pak ketos, apa kabar pak? " sapa Lesya seolah sok ramah pada Elvan. Sang empu yang berkedudukan ketua OSIS SMA Gregus itu hanya berdehem kecil saja. Tak jarang jika dia yang menangkap pelaku keributan di tengahnya upacara selalu mendapat sapaan oleh gadis ini.


"Mau gantiin pak Seto pidato di depan? "


Sontak mereka diam mendengar ancaman ketua OSIS mereka. Bukannya tak mau, takutnya mereka pidato hal-hal yang berbau sesat. Selalu itu jawaban mereka jika ditawarkan namun sepertinya kali ini mereka diam tak menjawab.


Lesya tersentak menyadari perutnya yang kembali diaduk-aduk itu. Setelah tiga hari yang lalu Lesya curhat pada sang bunda, Lesya kembali dikejutkan dirinya yang harus segera pergi ke toilet. Bukannya tak mau hanya saja Lesya tak ingin ketahuan oleh orang lain. Pasalnya selama ini selama apapun upacara, Lesya jarang izin kemanapun kecuali duduk di belakang.


Um..


Sontak saja gadis itu menutup mulutnya. Tak ada waktu bagi dia untuk sekedar berpikir sejenak kembali. Tentu saja dia dengan cepat berlari ke arah toilet yang ada. Bahkan ketiga temannya terkejut dan cengo saja akan kepergian dirinya.


"Dih? Mau kemana tuh anak? Pake acara nutup mulut kayak orang mau muntah gak sih? " bingung Leon. Luna yang menatap kepergian Lesya reflek menoleh ke arah Leon dan mengangguk setuju dengan dugaan Leon.


"Akhir ini tuh anak emang sering banget ke toilet terus muntah-muntah. "  jujur Luna. Lisa melirik ke arah Elvan yang masih diam mendengar perkataan Luna.

__ADS_1


"Gak susulin bini lo Van? Idih, asal pergi padahal gw belom kelar! " tanya Lisa pada Elvan. Namun lelaki itu sudah pergi menyusul Lesya saat pertengahan perkataan Lisa. Elvan paham sekarang ini.


Berbalik pada Lesya yang merenggangkan kedua ototnya. Selesai mengeluarkan cairan dari mulutnya, Lesya terduduk lemas di lantai toilet. Walau ada dua siswi yang sedang membersihkan wajah atau mencuci tangannya di wastafel lain, Lesya masa bodo jika dia ditonton begini.


Brak!


Oh tidak! Lesya melupakan satu hal. Jantungnya tiba-tiba berdegup kencang di saat ini. Pandangan kedua siswi itu beralih padanya. Melihat wajah sang ketua OSIS mereka yang sepertinya khawatir pada Lesya membuat mereka bingung sendiri. Apalagi mereka salah satu fans fanatik Elvan. Yah, yang datang baru saja itu adalah Elvan. Lelaki itu sedikit menggebrak tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Wajahnya tampak cemas.


"Lo ngapa sih? " bingung Elvan mengecek suhu badan Lesya. Lawan bicaranya itu hanya menggeleng lemah saja dan melepaskan tangan Elvan yang menempel pada keningnya. Dia melihat pergerakan satu siswi di sana.


Entah itu reflek atau bagaimana, salah satu dari siswi itu memotret lalu segera mengirimkan ke grup sekolah mereka. Di grup sekolah mereka memang ada guru hanya saja jarang berkomunikasi kecuali ada hal sekolah yang penting.


Setelah pamit menarik temannya, alhasil toilet itu hanya diisi oleh kedua insan rahasia itu. Lesya perlahan beranjak hendak berdiri di topang oleh Elvan. Gadis itu berceloteh mengomeli Elvan karena tahu apa yang dilakukan salah satu siswi tadi di sana. Ayolah, bukan hal yang terlalu jarang Lesya temui. Apalagi logo love di jepitan siswi itu bertulisan Vano`lovers artinya adalah salah satu fans Elvan. Dia tahu fans fanatik Elvan membentuk sebuah grup dan membeli logo kebanggaan mereka yang bertulisan Vano`lovers itu sebagai bukti kebersamaan mereka. Segitunya yah~


"Aelah, kan udah difoto sama satu fans lo tau! Terus kalau gw diomelin sama fen-fen lo itu gimana cok? Kalau dia kirim di grup sekolah auto viral gw sekarang! Ntar juga gw digerombolin demo sama fen lo itu! " celoteh Lesya kesal.


"Sama aja! " kesal Lesya mencebik.


Elvan hanya memutar bola matanya malas saja. Dia menangkup kedua pipi gadis di depannya dan beralih melihat bibir pucat sang gadis dari jarak yang amat dekat. Pucat! Satu kata yang menggambarkan wajah dan bibir gadis itu.


Sontak Lesya yang bingung dengan Elvan yang perlahan mendekat ke arah wajahnya, dengan segera memundurkan wajahnya. Dia cukup kaget dan bernafas lega saat Elvan kembali memundurkan wajahnya. Hampir saja!


"Muka lo pucet, mending ke UKS dulu sini gw anter! " kata Elvan lalu menarik pelan tangan Lesya keluar. Lesya sontak saja menahan. Dia tak mau kembali ke UKS. Bisa-bisa kaum fanatik fans Elvan menggempurnya di UKS. Mending ke kelas lebih aman bersama ketiga temannya.


"Gak usah, gw nanti ke kelas aja. Bisa demo nanti para fen lo di UKS and than gw diusir gak bisa masuk lagi! Huhh, makanya punya muka jangan cakep-cakep amat! Banyak yang naksir sama lo tapi gw yang jadi korban. " cerocos Lesya mulai berjalan diikuti Elvan.

__ADS_1


"Jadi lo bilang kalau gw cakep? " tanya Elvan dengan alis terangkat satu. Lesya melotot dan reflek menggelengkan kepalanya. "Idih enggak! Muka mirip kaleng rombeng kok bangga. " ledek Lesya mengelak.


Elvan menatap datar Lesya dan mencolek dagu gadis itu. Sementara Lesya melotot dan menambahkan langkah kakinya lebih cepat dibandingkan Elvan karena tak ingin berduaan dengan lelaki itu.


"Berdiri yang benar! " kata Elvan setelah tiba di depan Lesya. Gadis itu hanya acuh saja. Karena harus berpatroli mengawasi anak lainnya, Elvan berjalan meninggalkan gerombolan barisan kelas 12 itu. Sementara Lesya yang merasakan kepergian Elvan menyenye kecil saja.


"Sya, lo kenapa? Gak enak badan ya? Muka lo pucet! " bisik Luna dari samping sahabatnya. Lesya hanya menggeleng dan tersenyum tipis mendengarnya. "Gw gak papa, mungkin efek kemaren makan seblak diem-diem. " bisik Lesya membalas.


Yah memang Lesya kemarin memakan seblak level yang sangattt pedas hingga perut gadis itu merintih kesakitan. Kemarin juga Elvan mengurusi perusahaan. Alhasil Elvan yang dipanggil oleh Mayang agar pulang ke rumah terpaksa pulang dan mengomeli Lesya. Bahkan Elvan harus mengelus dan membuat susu agar meredam rasa sakit di perut sang istri kecilnya.


"Anj*r, lagian makan seblak gak ngajak-ngajak! Kan gw bisa ikutan sakit trus gak masuk sekolah deh! " kata Luna berbisik. Lesya menyentil kening temannya itu. Gesrek sekali hingga ingin sakit!


"Bege sakit minta-minta diajak! "


"Hehe.. Mager gw upacara gini Sya... "


"Malas ndasmu lah! "


"Woy Sya, ada orang yang kirim foto lo di grup sekolah! " bisik Lisa kecil menghadap ke belakang. Lesya menghela nafasnya. Hahh, sudah dia duga pasti karena ulah satu siswi itu. Oke, nanti pasti ada demo dari Vano`lovers.


Bertanya mengapa Lisa dapat tahu, gadis itu sedang bermain ponselnya sekarang. Ponselnya dapat dilipat jadi dipastikan tertutup oleh tubuhnya. Toh juga tak ketahuan oleh para polisi OSIS yang berpatroli.


"Kenapa lagi sih anj*r hidup gw gak tenang gini! " gumam Lesya mengadahkan wajahnya menatap atas langit. Leon terkikik kecil mendengarnya. "Nasib secret merried ya gini, awokawok... " bisik Leon tertawa kecil.


Lesya hanya mengumpat saja dalam hati. Oke, kita memantapkan hati untuk melawan banyaknya cabai rawit di depan nanti. Jangan banyak berbicara agar pelampiasan amarahmu adalah cabai itu. Awokawok, sekarang Lesya sedang menyimpan energinya yang terkuras akibat morning sickness nya. Ahh, masih pagi sebutannya pasti masih morning sickness.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2