Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
186: Tekad!


__ADS_3

Senam adalah salah satu di antara cabang olahraga yang melibatkan beberapa gerakan tubuh serta membutuhkan kecepatan, kekuatan, dan keserasian gerakan fisik.


Senam dapat membantu seseorang untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan, serta menanamkan nilai mental spiritual kepada individu yang melakukannya.


Tak hanya itu, senam membuat seseorang merasa lebih percaya diri. Jika dilakukan secara rutin, senam bisa membuat tubuh lebih ideal sehingga dapat membuat seorang tampil lebih percaya diri.


Namun, bagi seorang Lesya senam adalah salah satu olahraga yang perlu dihindari karena jika dirinya mengikuti salah satu olahraga ini, setelah melakukan senam, semua anggota tubuhnya akan remuk seketika. Sksk, kasian dia!


Mengikuti kegiatan berupa senam sebelum beraktivitas di pagi hari yang menurut Lesya sangatlah pagi membuat banyak helaan terdengar beberapa kali.


Dirinya tak bersama dengan Luna, Leon bahkan Lisa sekalipun. Mereka dibuat tim khusus sesuai dengan inisial nama pertama mereka. Alasannya, agar lebih akrab dengan teman kelas lainnya.


Tentu saja dirinya yang memiliki inisial nama berawal huruf 'Z' menahan nafas karena sekelompok dengan ketua OSIS yang dapat mengawasinya kapan saja. Dia juga sekelompok dengan Letha, adiknya.


* Aaaaa... Pliss gw pengen sekelompok sama Luna! Kalau gini orang-orang nya gw mana bisa rebahan santai beberapa menit! Satu detik aja udah berasa jadi buronan! Masih mending kalau ketbok gak ada! Lah ini? Berabe gw yang ada! Kalau gw dibolehin ganti nama, gw ganti dah jadi 'Aleesya Zelyra cantip imoet tiada tandingannya' kan bagus! Bisa barengan sama Luna! Bolos ke belakang kemah terus tidur beh mantap! * batin Lesya menggerutu kecil menendang batu kecil.


Lesya lagi-lagi menghela nafasnya di saat guru olahraga menghampiri mereka dan menyuruh memulai senam. "Kalian kenapa masih diem aja? Kamu juga Valen! Kamu itu waketos di sini! Berikan contoh yang baik gak usah malas-malasan apalagi kamu Elvan! " peringatnya.

__ADS_1


"Gini loh pak, inisial huruf V cuman saya doang gak ada yang lain! Gimana mau punya kelompok? " dengus Valen malas.


Guru tersebut menunjuk arah tim Elvan. "Gabung sama tim ini! " Valen mengangguk saja dan bergabung dengan tim Elvan, sahabatnya. "Hei bro! "


Lesya menutupi matanya dari sinar silau matahari pagi. Dia juga ikut melakukan protes terhadap guru olahraga nya itu. "Pak kenapa sih harus senam segala?! Kan bisa nanti-nanti aja! Mana pagi-pagi gini! Silau tauk pakk mana panas lagi! "


Guru olahraga itu hanya geleng-geleng kepala saja. "Saya kira kepala kamu tahan panas! Ternyata enggak ya rupanya! " ledeknya. Lesya mendengus malas. "Yang nama saya, juga manusia! Jadi saya bisa rasain gimana panas, dingin, senang, sedih, marah, malas! Kayaknya bapak gak pernah rasain ya? " celetuk Lesya.


Di saat guru olahraga tersebut hendak berbicara, Letha dengan cepat memotong pembicaraan. "Pak, ini kapan mulainya? Keburu siang loh pak! " tanya Letha ramah disertai dengan senyuman di wajahnya.


Tak tahu saja jika Letha masih ketakutan dengan kejadian semalam. Tangannya bergetar melihat kejadian itu. Rasanya dirinya baru saja terbangun dari mimpi buruknya. Hanya saja dia masih belum dapat berkontak mata dengan kakaknya.


"Oh iya, kalian mulai ikutin yang di depan! Dan buat kamu Lesya, tiru adik kamu! Rajin dia! Gak kayak kamu malas-malasan! " ucap guru olahraga tersebut.


Sementara Letha yang dipuji menunduk malu dengan pujian guru olahraga tersebut. Lesya memutar bola matanya malas. Melihat guru olahraga nya berjalan pergi, dirinya menendang batu kecil yang ada. "Untung udah kec*um bau tanah! Kalau enggak? Gw bunuh hidup-hidup! " gumam Lesya menggerutu.


Memang guru olahraga tersebut sudah tampak berkeriput. Daya fisiknya kuat dan dapat bertahan selama 14 tahun mengajar di bidang olahraga pada sekolah ini. Memang banyak guru yang muda-mudi. Dan dia salah satu guru yang memiliki umur yang paling besar angkanya.

__ADS_1


Mengikuti dengan malas, Lesya lagi-lagi menghela nafasnya. "Ini senam apa nge-dance sih? Cepet bener! Tuh anggota cheerleader atau girl k-pop sih?! " gerutu Lesya mengikuti gerakan senam sesuai gerakan anggota cheerleader dengan malas.


Lesya tak tahu saja anggota cheerleader yang di depannya itu mengikuti irama gerakan dari guru olahraga mereka. Wajar saja jika Lesya tak melihat adany guru olahraga di paling depan karena dirinya berada di paling belakang. Ditambah guru olahraga tersebut sedikit pendek.


Dua puluh menit berlangsung, akhirnya waktu senam sudah berlalu. Lesya dengan cepat merebahkan dirinya di dalam tenda yang beralaskan sedikit kasur dari sekolah. Dirinya mengatur nafasnya agar teratur dan kembali normal.


"Beh! Capekk! Jalan-jalan aja kali ya? Tapi capek! Gabut juga gw diem kek gini! Mending gw jalan aja deh! " final Lesya yang memutuskan untuk berjalan-jalan mengelilingi kemah.


Kebetulan juga Luna sedang mengambil air untuk dia teguk dari kemah barat sementara Leon dan Lisa berkencan di belakang kemah. Lesya memilih menuju arah utara kemah tanpa pamit.


Banyaknya tumbuhan yang lebat dilengkapi angin yang berhembus kecil di pagi hari membuat Lesya seketika adem. Dirinya duduk di atas batu besar yang ada dan melihat banyaknya pohon di depannya tumbuh. Mulai dari kecil hingga besar, Lesya menikmati self time nya saat ini.


Dirinya bersiul dan memejamkan matanya. Teringat dengan semua masalahnya, Lesya menghela nafasnya dalam-dalam. "Ya Tuhan, kuatkan hambamu ini! " pinta Lesya menunduk menatap arah bawah nya.


"Semua masalah masih belum selesai! Dan gw masih bingung sama hati gw! Gimana caranya gw bisa paham dengan isi hati gw? Gw mau bunuh semua anggota Sakh! Tapi.. Mereka keluarga gw kecuali Ericko dan Amanda! " molog Lesya mendongkak.


Teringat bayang-bayang dirinya di kurung di dalam gudang dan disiksa, membuat Lesya tersenyum sinis yang terkesan miris. "Apa kata dunia kalau gw queen Ellion tapi mau-mau aja disiksa? Miris banget hidup gw! Tunggu aja kelanjutan hari, apakah masih banyak penghargaan yang gw terima dalam hidup? " gumam Lesya kecil menatap arah langit dan pohon-pohon di atasnya.

__ADS_1


"Gw Zelyra Aleesya Michella Fyo, akan menunjukkan jati diri gw di saat yang tepat! Dan di saat itulah gw yakin jika keputusan yang gw buat akan berdampak baik dengan kehidupan gw ke depannya! Semoga saja semua rencana yang gw pikirkan matang-matang selama ini berjalan dengan baik dan lancar! Buat papi, semoga papi tenang di saat semua berlangsung! " tekad Lesya.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2