
Lesya hanya diam saja di samping Elvan. Sementara Letha yangberada di tengah-tengah dengan cepat meniup semua lilin yang menyala di atas kue hingga lilin itu padam. Menatap Lesya, Letha merasa bersalah karena terlebih dahulu meniup lilin tersebut tanpa Lesya.
"Yah maaf kak, lilinnya udah ketiup! " sendunya. Lesya tersenyum tipis dan menggoyangkan tangannya ke kanan dan ke kiri. "No problem, I done to celebrating this! " balasnya tersenyum manis.
Letha hanya diam mengangguk singkat saja. Dia juga heran dengan kedekatan Lesya dan Elvan hingga satu tangan Elvan diletakkan di pundak Lesya dan tangan Elvan yang lain masuk ke dalam saku lelaki itu. Dia yang selalu mengejar Elvan saja tak pernah begitu. Jangankan dekat, dilirik saja Elvan ogah-ogahan!
* Iiiihh, nyebelinnn tauk gak! Gw kira Elvan datang ke sini terus ngasih gw kado! Ini malah kenapa kakak sih yang beruntung?! Aaaaa... Nyebelinnn!! Kalau gini lebih enak di kakak dong dari pada gw?! * batinnya kesal.
Leon dan Luna yang hadir menyenggol satu sama lain seolah memberi kode. "Kata siapa Letha dirayain sementara sahabat gw enggak? " tanya Luna. Leon dengan cepat berjongkok dan mengambil kotak kue yang bertulisan ‘HBD my friend ♡’ di kue itu. Sementara Alam menyalakan mancisnya dan membakar lilin dengan api di dalam manis.
Sontak saja mereka semua menyanyikan lagu khas ulang tahun untuk Lesya. Suara tepuk tangan terdengar mengiringi lagu itu. Dan Elvan mengajak Lesya berjalan ke arah meja yang disediakan di sana untuk meniup kembali kue ulang tahun itu.
Lesya yang diam karena tak menyangka akan begini akhirnya mengikuti arah jalan Elvan dan hendak meniup lilin yang baru saja dibakar. "Doa dulu! " ucap Elvan diangguki oleh Lesya. "Iya bawel! "
* Gw berharap semoga setelah perjalanan hidup gw nanti, matahari cerah yang abadi akan muncul di kehidupan gw! Dan semoga, gw bisa bertahan melewati rintangan medan tempur di area pernikahan tertutup gw, aminnn! * batin Lesya.
Setelah sedikit berdoa, Lesya dengan cepat meniup lilin yang menyala. Sontak saja banyak ricuhan tepuk tangan yang terdengar. Bahkan jika kalian ingin lebih tahu, satpam, ART, tukang kebun, bodyguard, dan semua pelayan yang ada di rumah itu juga ikut merayakan dan bertepuk tangan. "Huuuu! " soraknya.
__ADS_1
"Aaa.. Happy birthday yangiee, semoga yang lo harapin terkabul! " ucap Luna memeluk sahabatnya itu. Lesya membalas pelukan Luna tanpa rasa kakunya lagi. "Thanks Lun, gak nyangka gw bakal gini! "
"Happy birthday adekku sayang! Moga-moga lo kagak rajin bolos di sekolah, toxic lo kurangin, hormat sama bunda, ayah, dan semoga lo nurut sama pawang lo hiyakk! " kata Alam menepuk-nepuk pundak Lesya.
Lesya sontak saja menatap malas Alam. "Makasih bang, gw gak tau soal itu ahahaay.. " balasnya. Kini giliran Leon yang mengucapkan selamat untuk Lesya. "Aaa... Gak nyangka lo udah 18 tahun Sya! Tahun lalu kita gak ngerayain karena tawuran kan? Moga-moga lo makin cair, makin gak keras kayak batu! " ucap Leon.
"Mana bisa dia gak kepala batu! " sahut Luna. Lesya memutar bola matanya malas. "Kan gak elite tau gak kalau gw kepala tempe! " kesalnya. Elena yang hendak mengucapkan selamat tertawa kecil mendengarnya. "Tempe gak tuh? Loyo-loyo! " sahutnya yang mengundang gelak tawa yang terdengar di sana.
"Happy birthday my love sister in law! I hope you can think as an adult, don't be like a child, obey the handler, if you can have my nephew ahaha.. (Selamat ulang tahun adik ipar sayangku! Semoga lo dapat berpikir dewasa, jangan kayak anak kecil, nurut sama pawang, kalau bisa adain ponakan gw ahaha..) " kata Elena disertai candaannya.
Lesya mengerucutkan bibirnya manyun. "Apa sih kak! Masih sekolah juga! Gw juga pengen kali ngerangkai karir kak! " malas Lesya. Sontak mereka yang mendengar menahan tawa mereka. Sekarang giliran Mayang dan Angga yang mengucapkan selamat kepada Lesya. "Happy birthday Lesya, anak bunda sayang! Maaf ya ngerayainnya nyampe telat beberapa menit! " ucap Mayang memeluk Lesya.
Lesya membalas pelukan Mayang dan tersenyum tipis. "No problem bunda, thanks for your suprise! " ucap Lesya tersenyum kecil. Angga mengusap pundak Lesya lembut. "Semoga kamu lebih dewasa, lebih bijak hadapin banyak masalah nak! Jangan mudah menyerah sama kehidupan tapi selalu bangkit dari keterpurukan kamu! " ucap Angga.
Lesya melepaskan pelukannya dari Mayang dan beralih memeluk Angga. "Makasih Yah, Lesya bakal ingat pesan ayah kok! " balasnya. Angga hanya mengangguk kecil saja. Sekarang Lesya beralih menatap Letha. "Happy birthday Tha, semoga yang lo harapin terkabul! " ucap Lesya tersenyum manis.
Letha hanya mengangguk kecil saja. "HBD too kak, I hope your wish will come true too! " ucapnya. Mayang mengelus punggung Letha lembut. "Tante yang wakilin dari kita semua, ngucapin selamat ulang tahun untuk kembaran di sini! He beda hari ya? Gak papa deh, yang penting umur kalian bertambah! Makin pinter, cantik, rajin, nurut, bijaksana dan satu lagi, kalian jangan sering ribut! Inget loh kalian udah besar, pake kepala dingin! "
__ADS_1
Lesya dan Letha hanya mengangguk patuh saja. Setelah acara selamat-selamatan, Lesya berjalan menghampiri keberadaan Leon dan Luna. "Oy, kalian gak balik? Udah jam 1 loh! "
"Eh iyakah? Yon, hayuk balik ke rumah gw! Nginep di ruang tamu aja noh! " ajak Luna diangguki oleh Leon. "Ngokeh, sip! Bye-bye Sya, salam ya buat yang lain! " pamit Leon diancungi jempol oleh Lesya.
Mayang, Alam, Elena, Angga sudah terlebih dahulu beranjak ke kamar mereka karena merasakan kantuk. Sementara Lesya yang berjalan menuju kamar dia dan Letha terhenti melihat Elvan yang berjalan menuju dapur untuk mengambil minum. Dengan cepat dia berjalan menghampiri Elvan. "Papan! " panggilnya.
"Eh, kak! " panggil Letha menghadang Lesya saat hendak menghampiri Elvan. Spontan saja Lesya berhenti dan mengangkat satu alisnya. "Kenapa? Mau hadiah, besok dulu ya gw gak beli hadiah sekarang! " jujur Lesya.
Letha menggeleng cepat. "Bukan itu, tapi gw mau nanya penting! Tadi lo pergi ke mana? Kok pulangnya bareng Elvan? " tanya Letha.
Lesya hanya diam saja. Apa dia harus jujur kah? Namun dia tak ingin membuat Letha sakit hati dengan kenyataan. Tiba-tiba saja tangan Letha yang memegang pergelangan Lesya terlepas. Itu, Elvan!
"Dia ke apart gw, kenapa? " tanya Elvan balik merangkul pinggang Lesya. Lesya membulatkan matanya sekaligus menatap tajam Elvan. "E-enggak serius! Gw tadi cuman ke-keluar doang nyari angin hehe... " kikuknya.
Tatapan Letha memicing tak percaya. Dia menarik Lesya ke belakangnya agar tak dekat-dekat dengan Elvan. Apalagi bersentuhan kulit begitu! Dia saja tak pernah mengalamin hal itu bersama Elvan.
"Terus maksud dari kak Elena apa? Kok dia manggil adik ipar sama lo kak? " tanya Letha. Lesya yang terlepas dari rangkulan Elvan hanya terdiam saja. Apa ini waktu yang tepat untuk menjawab semua?
__ADS_1
"Ha? M-masa sih? Lo mungkin salah denger kali! Kak Elen tuh manggil gw sister kok! Iyakan Pan? " tanya Lesya menatap tajam ke arah Elvan.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗