
Waktu terus berlalu hingga di malam yang sedikit dingin cuacanya, pusat kemah berkumpul dengan barisan-barisan yang sudah tersusun rapi. Tak lupa mereka dibagikan peta denah oleh anggota OSIS seraya mendengarkan penjelasan dari pak Kevin.
"Oke anak-anak, jadi kalian sekarang sudah dibagi menjadi beberapa kelompok! Dan masing-masing kelompok wajib membawa peta yang akan dibagikan oleh anggota OSIS yang ada di sini sekitar hanya sebelas orang saja! Dan di saat kalian sudah berada di dalam hutan, jangan memisahkan diri kalian dari teman! Ingat, jangan pisah oke? " tutur pak Kevin.
Siswa-siswi menganggukan kepala mereka kompak. Mereka mendengarkan dengan baik penuturan lanjutan dari pak Rio. "Kalian akan menyusuri hutan dengan peta yang ada! Jika kalian menemukan bendera bewarna putih yang berbahan kain, kalian ambil benderanya! Siapa yang paling banyak, nanti menjadi pemenang! Jangan curang oke? Karena kita sudah memberi tanda di sekitar bendera! " tutur pak Rio melanjuti.
Beberapa persiapan sudah dibawa oleh siswa-siswi. Ada yang membawa tas kecilnya yang berisi botol minum jika haus nanti, satu roti dari pihak sekolah jika kelaparan, dua senter persiapan di tengah hutan yang gelap sebagai penerang, dan masing-masing ponsel mereka sebagai penerang tambahan.
Lesya, Luna, Lisa, dan Letha dkk yang satu kelompok bersama menghela nafasnya. Apa takdir yang menyatukan mereka agar bersama? Rasanya mereka tak ingin satu kelompok satu sama lain.
Lisa mengambil peta yang diberikan oleh Farel selaku anggota OSIS yang memberikan peta jalan berangkat dan pulang dari hutan. "Thanks Rel, btw ini siapa yang pegang peta? " tanya Lisa.
Nayla angkat suara dan mengambil alih kertas yang berisi jalan-jalan hutan sekitar. "Sini gw aja! " ucapnya sedikit ketus. Lisa memberikannya saja dengan pandangangan kesalnya. "Ck! "
Terdengar kembali suara toa yang membuat ricuhan siswa-siswi sedikit terhenti. Rupanya suara pak Kevin yang terdengar kembali.
"Baik anak-anak semua, saya cuman mau menginformasikan jika besok siang kita akan segera kembali ke sekolah dan diharapkan saat pagi nanti semua barang-barang kalian sudah berada di dalam tas kalian masing-masing! Pastikan jangan sampai ada barang kalian yang tertinggal! " ucap pak Kevin.
Banyak komentar yang terdengar mendengar pengumuman tersebut. Ada yang ingin segera kembali pulang karena tak tahan dengan banyaknya nyamuk, ada juga yang masih ingin berkemah, ada pula juga yang pasrah-pasrah saja mengikuti pihak sekolah antara pulang atau tidak.
__ADS_1
Kini semua berbaris per kelompok yang sudah diatur dan mulai memasuki arah hutan. "Bawa handphone lo Sya? " Lesya menggeleng atas pertanyaan Luna. "Bawa diri udah cukup bagi gw! " bangga Lesya.
Lisa mencibir kecil seraya menggeser layar ponsel nya. "Sibuk bener! Awas ngaku kalau hasil foto gw selalu cakep! " cibir Luna memperhatikan ponsel Lisa yang berada di sampingnya.
Lisa memang sedang memperhatikan hasil jepretan yang Luna jepret. Lumayan lah menurutnya, beberapa foto memang dijepret dengan menggunakan ponselnya. "Hidih! Ogah gw mah! Cakep kagak butek iya! " bohong Lisa tak ingin memuji Luna.
Luna mencebik kesal. "Ohhh, kata lo kagak cakep kan? Yaudah sini gw hapus foto-fotonya! " Luna terhenti dengan nada bicara Lisa yang tak ingin foto yang dia jepret di hapus. "Eeh! Jangan weh! Sia-sia dong kalau lo jepret tapi malah dihapus? Huu.. Gak seru lo! " ujar Lisa.
Luna mendelik dan menyetujui ucapan Lisa yang masuk akal. "Iya juga sih! Buat apa gw capek-capek foto, keluarin unek-unek gerutuan gw kalau ujung-ujungnya fotonya di hapus? Hee.. Jangan bodohi aku kawan! Aku tak sebodoh itu kawan! " balas Luna.
"Sejak kapan kita bekawan? " Luna memutar bola matanya malas. "Sejak anda jadian dengan sahabat lelaki saya, Leon! Gimana para saksi sah? " ngawur Luna.
Berbeda dengan Letha dkk yang sedikit jengah karena tak kunjung mulai. "Kapan mulai nyari benderanya kalau ribut terus? Kelompok lain udah pada masuk noh! Keburu habis benderanya! " tanya Amel yang hanya menyaksikan pedebatan unfaedah di hadapannya.
Luna yang asik menggoda Lisa menoleh kecil. "Husstt! Keep calm sist! Off topic bener lo! Yaudah yok langsung ke inti! Senter bawa? " oceh Luna. Lesya celingukan mencari senter. "Kayaknya kelompok kita belom dibagi senter ya? Bentar gw minta dulu! "
Lesya pergi ke arah dimana lima anggota intim OSIS berkumpul di bawah pohon rindang dengan Leon di dalamnya. Dapat Lesya tebak jika Leon masuk dengan kelompok lima anggota intim OSIS. "Misi mas-mas sendal jepit, mohon protes bentaran! Harap bersabar! " ucap Lesya.
"Protes apaan? " tanya Ken.
__ADS_1
"Senter di kelompok gw mana? Kalau gak ada senter ya gimana mau mulai?! Kal--- empph! " kesal Lesya. Leon membekap mulut Lesya yang hampir meninggikan suaranya. "Shuutt! Brisik tinggal ambil dua senter kelar kan? " jawab Leon.
Arkk!
Leon meringis kecil di saat Lesya menggigit tangannya sekuat tenaga. "Anj*r! Itu lo makai gigi kelinci taring singa ya? " ringis Leon. Lesya mengusap mulutnya. "Gw pakainya gigi piranha, gimana rasanya? Enak kan? Dijamin enak! Mungkin ada yang mau rasain? Silahkan PC PT. Piranha Zoo dijamin ketagihan! "
Berbeda dengan otak polos Kenneth yang justru berpikiran melenceng. "Kenapa gak sekalian di dalem kamar sama cewek cantik? Pasti rasanya beh! Nikmat! "
Lesya melotot dan lega sendirinya saat Ken terlebih dahulu diberi tabokan kecil di leher belakangnya. "Beh, parah otak lo Ken! Inget ada cewek di sini! Bukan berlima doang! Cuci dulu pakai deterjen gih sono! " tutur Valen sok bijak.
Ken menggaruk dan mengusap belakang lehernya. "Ya mangap! " Leon menutup mulutnya tak percaya. "Wah.. Anggota intim OSIS rupanya sering ngomongin perkara. . . Hayoloh keciduk! " goda Leon.
"Bukan teman gw! Pliss, kejebak! " gumam Frans menggelengkan kepalanya. Sinyal otak Lesya memuat cepat maksud dari perkataan Valen dan dijelaskan secara jelas oleh Leon. "Wah! Parah kalian! Gak nyangka isi dari pemikiran fisika IPA anggota OSIS bisa begini juga rupanya! "
Leon meletakkan satu tangannya ke arah pundak Lesya layaknya rangkulan teman. "Kasih nilai berapa nih queen? " ledek Leon terkikik. Lesya menggedikkan bahunya acuh tak acuh. "Aku gak paham kaka.. Aku masih polos! " acuh Lesya.
"******** wahai kawan, sudahi pembicaraan ini, terimalah dua senter dari saya! " malas Valen mengambil dua senter dari karung yang ada dan memberikannya kepada Lesya satu per satu. "Nyalain dulu cobak! Soalnya ada beberapa senter yang gak bisa nyala! " saran Ken.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
__ADS_1