Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
312: Is Mine


__ADS_3

Lapangan tampak ramai. Banyak siswa-siswi yang menunggu kedatangan guru olahraga mereka. Ricuhan terdengar sedari tadi seolah meminta awan menyembunyikan panasnya matahari.


Tak jauh beda, Lesya dkk ricuh sekali saling menjahili satu sama lain. Dan saat ini Leon lah yang menjadi sasaran mereka. Why? Secara pandangan, Leon satu-satunya lelaki yang berteman dengan mereka. Sudah pasti selalu Leon yang terkena bullyan ketiga gadis yang selalu kompak dalam berpikir.


"Woeee, jangan bilang kalau lo sering diajak nonton film ***** sama bang Cakra? " tanya Luna memulai pembicaraan. Leon mendelik tak terima. Lihat saja jika Leon sudah ditatap tajam oleh Lisa sementara Lesya hanya menunggu waktu saja.


"Eh anj*r, gak pernah gw ya lun?! " bantah Leon menggeleng cepat ke arah Lisa. Sementara Lisa tetap menatap tajam Leon. Sebenarnya Lisa tahu saja jika Luna hanya berniat bercanda. Lalu memang tak boleh sesekali Lisa mengikuti alur bullyan Luna? Dia pintar kok acting seperti artis.


"Bohong-bohong?! Panik noh komuknya, wah-wah gak bener lagi lo Yon ckck.. " cibir Lesya yang terlihat sangat polos dalam berkata demikian. Enteng amat ya neng ngomongnya! Gak kasian noh sama Leon yang udah pasrah tak tahu bagaimana lagi, wkwk..


Leon mengelus dadanya sabar. Sekian kali dia kalah telak oleh kedua sahabatnya hingga bertingkah begini di hadapan sang kekasih. Lesya tertawa lebar melihat raut wajah Leon yang sudah ingin pingsan sejenak. Tak mungkin bukan lelaki itu bertempramental begini? Lemot!


"Ahaha.. Canda-canda Yon! Komuk lo weh ganti kayak gak ada yang lain. " cibir Lesya. Leon memutar bola matanya malas dan menoyor tenguk leher Lesya pelan. "Enak aja, makanya kalian jangan bikin gw jantungan bege, kaget gw akh! " decak Leon.


"Aciee, babang Eyon ngambek nih? Sini sama dedek ica biar aman lagi! " goda Lisa menaik-turunkan alisnya. Tentu saja dengan senang hati Leon menerima pelukan Lisa. Sementara Lesya dan Luna berlagak seolah seseorang yang hendak memuntahkan isi perut mereka melihat pemandangan ini. Sangat geli mereka!


"HUEEKKKK, muntah gw nih! " kata Luna dengan wajahnya yang menahan muntah. Begitu juga dengan Lesya yang menepuk-nepuk punggung Luna. "Sabar Luna, ini ujian! Aelah lagian kalian jangan nebar bucan-bucin, geli gw bangs*t! " cibir Lesya dibalas tawaan receh dari sepasang kekasih di di depannya.


Luna dan Lisa saling berpandangan dan mengkode satu sama lain. Leon yang sudah tahu tatapan mata kedua gadis itu hanya menahan nafas dan tawanya nanti. Berbeda dengan Lesya yang merasakan firasat buruk dari kedua temannya yang saling berpandangan satu sama lain itu.


"Perasaan gw gak enak. " gumam Lesya.


"CIEEE, LESYA IRII HUU.. " sorak Luna dan Lisa dengan kompaknya. Bahkan sekeliling mereka memandang kelompok sengklek itu saking hebohnya suara yang terdengar. Lesya yang pasalnya sedang menggaruk tenguk lehernya, menoyor kecil kepala Luna dan Lisa yang mengejek dirinya. Ditambah mereka menjadi pusat perhatian, ini sangat memalukan!


"Kan bener! " gumam Lesya lagi.

__ADS_1


"Heh dua mulut gentong, diem deh kalian! Sekali akur-akur gini imbasnya gw mulu! " sungut Lesya malas. Lihat saja, tadi Leon yang terkena imbas dan sekarang beralih jadi Lesya yang kena batunya. Aneh!


"Hehe, maap! Udah Sya bilang aja lo iri kan pengen di romantisin kayak gw sama Leon sama si kutub, ngomong aja gak usah malu ahaha... " ledek Lisa dan tertawa kecil di akhir katanya. Lesya tentu saja bergidik ngeri. Cukup begini saja hubungan dia dan Elvan. Tak hanya itu, Luna juga ikut menimpali perkataan Lisa.


"Aaa, jangan-jangan lo udah lope-lopean sama Elvan ya? Udah nganu? " tanya Luna ambigu namun suaranya sangatlah pelan hingga hanya mereka saja yang mendengar. Lesya menyentil keras kening Luna secara reflek. "Enak aja lo ngomong! Lo pikir gw apaan bege, aneh aja pertanyaan lo! " cepat Lesya melotot.


Leon tertawa lucu mendengarnya. Cukup kali ini dia diam dan sekarang giliran dia yang angkat bicara untuk menggoda sahabatnya itu. "Ekhem, udah Sya jujur aja! Kita gak bilang-bilang kok kalau lo udah bobol! " ucap Leon berbisik serius.


BUKK! ADUUHH?!


Lesya menghela nafasnya dan mengalihkan pandangannya dengan enteng. Tangannya melambai-lambai ke arah teman-temannya dengan santainya. "Dadahh... " ucap Lesya lalu berjalan melangkah meninggalkan ketiga temannya.


Luna hanya tertawa kecil di saat melihat Leon kesakitan memegangi pusaka asetnya. Yah, itu sasaran yang ditujui oleh Lesya tadi. Beh, bayangkan saja betapa sakitnya Leon menahan nyeri pada asetnya. Sementara Luna yang puas tertawa berjalan menyusul Lesya begitu saja. Lisa? Hanya gadis itu yang memapah Leon.


"Kejam lo Sya! " teriak Lisa dan Leon bebarengan. Sementara yang diteriaki hanya menoleh dan menjulurkan lidahnya mengejek. "Bod*amat! " acuh Lesya.


Banyak ricuhan dari kaum lelaki yang terdengar. Bukan karena dapat melihat paha mulus perempuan namun akan bergantian melihat kemampuan kaum perempuan. Lagi pula baju olahraga mereka celana panjang dengan kaus lengan pendek. Mulus dari mananya?


Lesya dkk masih menunggu giliran mereka. Namun mereka tak cukup orang dalam bermain. Dan akhirnya guru olahraga mereka mengusulkan bergabung dengan Letha dkk. Dan tim mereka pas 6 orang di dalamnya.


Pritttt!


Lisa menoleh ke arah Leon sekilas. "Jangan lupa semangatin ya beb! " ucap Lisa diangguki antusias oleh Leon. "Buat kalian bertiga apa sih yang enggak? " ujar Leon lalu merapikan rambutnya.


Plakk!

__ADS_1


"Heleh, sekarepmu lah Yon! Dah, yok lah keburu lumutan tuh kelas A nungguinnya kek kambing! " ketus Luna. Yah, Luna memukul pelan lengan Leon tadi. Namun hal itu tak terasa bagi Leon sama sekali.


Lesya dkk berjalan diikuti oleh Letha dkk di belakang mereka. Tanpa sengaja mata Lesya menangkap satu sosok musuhnya yang ikut bertanding. Siapa lagi kalau bukan Chatrin? Ayolah, saat ini ide cermelang muncul di benak Lesya.


Sorak-sorak terdengar nyaring di lapangan basket itu. Banyak yang mendukung kelas B ada juga yang mendukung kelas A. Chatrin dan Lesya berpandangan seolah saling melemparkan ejekan pedas melalui sorot mata mereka.


"Ready? " tanya Elvan selaku wasit.


Lesya dan Chatrin hanya mengangguk saja. Mereka tahu jika Elvan di sini sebagai wasit. Tak hanya itu, anggota OSIS yang ada di kelas 12 juga ikut berpartisipasi agar tak ada tim yang bermain curang. Lihat saja, dari tatapan Lesya dan Chatrin membuat mereka bergidik ngeri. Mereka juga sudah membawa alat penanganan jika ada pemain yang terluka nantinya.


Tungg! Hap!


Lesya yang meloncat dengan cepat menangkap bola dan melemparnya ke arah Lisa. Tentu saja jangan tanyakan lagi jika Lesya, Lisa dan Luna adalah ahlinya di bidang olahraga begini. Bola basket? Kecil bagi mereka! Oke, lanjutt..


Letha dkk sulit menangkap bola karena bola selalu diambil oleh pihak lawan ataupun Lesya dkk. Hahh, apa mereka patung di sini hah? Satu bola saja tak sempat mereka sentuh ataupun ambil.


"Lempar woy! " kata Lisa pada Luna yang sedang dikerumuni oleh pihak lawan. Luna yang melihat tidak adanya cela untuk dia keluar, akhirnya meloncat dan melempar bola ke arah Lisa.


Dan kali ini Lisa lah yang mengambil bola. Lesya yang sudah berada di sekitar tiang ranjang basket hanya menunggu kedatangan bola dari Lisa. Skor timnya dan Chatrin adalah 6:5 dan waktu tersisa hanyalah satu menit lagi. Ayolah!


"Eh?! " kaget Luna dan Lesya bersamaan. Lisa mendelik melotot di saat bola berhasil dibawa kabur oleh Chatrin. Memang Chatrin juga salah satu orang yang pandai bermain basket walau begini. Namun dia tak selihai Lesya yang paham situasi dengan lawan sekitarnya.


Tak tinggal diam, Lesya akhirnya berlari kecil ke arah Chatrin dan hendak mengambil bola yang terus memantul. Namun sepertinya kali ini Chatrin menghindar. Yah, mereka kembali bertemu setelah beberapa moment yang tertunda. Apa salahnya ngobrol sejenak?


"Kayaknya seru deh kalau tulang kaki lo patah dengan cara gw? " sinis Chatrin. Lesya hanya mengangkat satu alisnya menatap remeh Chatrin. "Kenapa? Takut gw ambil balik ya? " ledek Lesya.

__ADS_1


"Inget, jangan berharap dengan apa yang udah jadi masa lalu lo! Karena masa lalu yang lo sia-siain itu is mine, paham? " tekan Lesya lalu merebut kembali bola.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2