Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
228: Salah kirim!


__ADS_3

Chatrin menarik rambut Lesya ke belakang hingga banyak ricuhan terdengar. Lesya tak tinggal diam saja. Dia menahan tangan Chatrin yang menarik rambutnya dan menekankan pergelangan tangan Chatrin yang di dalamnya terdapat urat nadi. Sebelah tangannya tak tinggal diam saja. Sebelah tangan Lesya membalas tarikan Chatrin hingga dirinyalah yang menarik rambut Chatrin.


"Arrkkhhh! " pekik Chatrin.


Lesya menghempaskan tangan Chatrin dari rambutnya dengan kasar. Tatapan tajamnya mengarah ke segala penjuru kantin. Ketemu! Rupanya Amanda dengan santai menyaksikan dirinya seraya memasang senyum smirknya sedari tadi.


Luna yang melihat tatapan tajam Lesya kepada Amanda, ikut melihat ke arah Amanda. Tangannya terkepal kuat mengingat jika Amanda yang membuat mereka celaka saat itu. Di saat dirinya hendak beranjak, Lisa menahannya dengan gelengan di kepalanya. "Jangan! "


"Kenapa? " Suara dingin Luna yang keluar tak membuat Lisa mengurungkan niatnya memberitahukan rencananya. "Pulsek di tempat kejadian! " bisik Lisa serius. Luna hanya mengangguk paham dan menatap remeh ke arah Amanda.


Sementara Lesya, masih menarik rambut panjang Chatrin hingga Chatrin memekik tak tahan dengan tarikan itu. Alhasil karena mulai terpancing emosi, Lesya menghempaskan kasar rambut Chatrin hingga Chatrin mundur beberapa langkah ke belakang. "Awws!! " ringis Chatrin.


Lesya hanya mengusap tangannya yang menjambak tangan Chatrin. "Ngapa Sya? Kotor? " ledek Luna mengejek Chatrin. Lisa mengambil satu lembar tisu yang ada dan memberikannya kepada Lesya. "Kuman wajib dibersihin kan? " lanjutnya.


"Bukan wajib dibersihin lagi! Tapi harus dimusnahkan! " tekan Lesya. Letha yang masih tetap berdiri di tempatnya tadi, tersenyum puas melihat banyaknya rambut Chatrin yang sudah rontok hingga ke lantai akibat ulah Lesya tadi.


"Kalian berdua, ikut gw ke ruang OSIS sekarang! " ucap Arman selaku anggota OSIS yang ada di sana. Dengan malas tanpa jawaban, Lesya menyelenong pergi ke ruangan keramat yang sudah lama tak dia kunjungi.


"Mau gw temenin gak Sya? " tawar Luna sedikit berteriak. Lesya hanya mengangkat tangannya tanpa berbalik. "Gw bukan anak kecil lagi! " jawabnya.


Sementara Chatrin, gadis itu mengepalkan tangannya kuat seraya mengusap kepalanya yang berdenyut. "Kenapa? Masih kurang? Perlu gw tambahin? " tawar Lisa meledek.


Arman memijit pelipisnya. "Udah diem! Oiya, lo ikut gw ke ruang OSIS! " ucap Arman menunjuk ke arah Chatrin.

__ADS_1


Chatrin menurut saja seraya berdecak. Di saat dirinya hendak melangkah, Luna dan Lisa dengan santainya mengejek kembali ke arahnya. "Bye-bye Chatring! "


____________


Di sinilah Lesya dan Chatrin berada. Ruang OSIS! Elvan menghela nafasnya panjang melihat siapa yang membuat kerusuhan di sekolah milik ayahnya. Lesya lagi-Lesya lagi! Ditambah Chatrin!


Anak-anak OSIS lainnya hanya menyimak saja. Memang banyak yang berkumpul setelah istirahat tuk mampir sejenak ke ruangan itu. Lesya yang malas ditatap-tatapi oleh banyaknya anak OSIS berdecak malas. "Yang natap gw colok mata lo pada, mau ha?! " ketus Lesya.


Reflek mereka mulai sibuk mengerjakan tugas OSIS mereka masing-masing. Elvan menatap tajam Lesya. "Gimana kronologinya? " Chatrin yang merasa adanya celah, angkat suara. "Dia jambak rambut aku duluan Van! Padahal aku kan gak ada salah sama dia! " tuduhnya.


Lesya berdecak malas. "Emangnya gw tipe orang yang bertindak sesuka hati tanpa alasan?! " gumam Lesya kesal. Chatrin menatap remeh ke arah Lesya seolah dirinyalah yang menang saat ini.


Lesya hanya menyenye saja melihat tatapan remeh Chatrin. Elvan yang melihat interaksi yang kurang baik dari kedua gadis di depannya, menatap datar mereka. "Chatrin, lo bersihin lapangan sekarang! Dan lo Le, bersihin rooftop! "


Di saat Chatrin hendak protes, Valen angkat suara dari belakang mereka. "Udah gak usah protes! Sono kerjain hukumannya! " ucap Valen. Alhasil Chatrin berdecak dan beranjak malas melangkah menuju lapangan untuk mengerjakan hukumannya dari Elvan.


"Kenapa masih di sini woe? " tanya Ken.


"Gw mau protes! Pertama, kenapa di saat gw bener-bener masuk ke kelas kalian selalu ganggu dengan ngasih gw hukuman! Kan gak elite gw bolos karena dihukum! " protes Lesya. Memang benar jika Lesya saat ini benar-benar ingin kembali ke kelas lalu tertidur dibandingkan dirinya menjalani hukuman.


Valen geleng kepala. "Aelah lo mah kebalik orangnya! Di saat lo dihukum, maunya ke kelas! Di saat lo ke kelas, maunya dihukum! Nah, mau lo apaan? " Lesya menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. "Ke kelas lah! " jawabnya.


"Mumpung gw niat belajar nih! Dari pada enggak? " ujar Lesya menaik turunkan alisnya. Elvan berdecak malas. Dia tahu akal bulus Lesya yang ingin ke kelas hanya untuk tertidur saja. "Rooftop baru ke kelas! Jangan bolos! " tekannya.

__ADS_1


Lesya menghentakkan kakinya dan melangkah. "Oke fine! " Melangkah menuju rooftop, Lesya mendengus malas dengan tingkah rata Elvan saat di sekolah.


Valen geleng kepala dan berbisik ke arah Elvan. Farel, Frans dan Ken berada di jarak cukup jauh dari mereka hingga tak mendengarkan bisikan Valen. "Ckck, bini lo Van! "


Setibanya di rooftop, Lesya menyalakan ponselnya dan memasang musik di sana. Earphonesnya dia letakkan dua-duanya di kedua telinganya. Hanya ada dirinya saja di rooftop. Lesya mendengus malas dan mulai membersihkan rooftop yang sejak kapan mulai kotor akibat dedaunan dari pohon kecil yang tumbuh di sana. "Ck! "


Menggerutu tak jelas, Lesya mengumpulkan banyak dedaunan dan membuangnya di kantung hitam besar yang biasa digunakan untuk pembuangan sampah organik. "Aelah, mana banyak lagi sampahnya! Gak tau apa? Gw tuh capek mungut-mungutnya bangs*t! Kan hari ini pelajaran olahraga kan ya? Udahlah biarin, males liat guru olahraga yang bandingin gw! " gerutu Lesya kesal.


Tangan Lesya tak berhenti memungut dan membuang banyaknya dedaunan. Yah, hanya dedaunan saja yang ada di sana! Lesya juga tak berhenti untuk menghela nafasnya berkali-kali akibat letih berbolak-balik sana sini.


"Huft! Selesai! "


Selesai sudah hukumannya. Lesya duduk di bangku rooftop dan melirik ponselnya yang bertulisan notifikasi. Dirinya mematikan ponselnya dan membaca pesan dari Leon, sahabatnya!


📩Leon.


Bang Alam, kayaknya bukan


Vion deh yang lakuin itu semua!


Soalnya dia masih di rawat di Amerika!


(read)

__ADS_1


* Hah? Amerika? Waittt, Lisa bilang Leon ke luar negeri? Berarti Amerika! Dan Vion? Lakuin itu semua? Apa maksudnya? Kan Vion masih dirawat karena tulang punggungnya yang patah kan? Oh, berarti dirawat di Amerika? Dan, Leon buat apa ke sana? Gw harus cari tau nih! Kayaknya si Leon salah ngirim pesan nih! Harusnya kan ke bang Alam bukan gw! Tapi bagus deh, gw bisa tau apa maksudnya! * batin Lesya tersenyum penuh makna.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2