
Berjalan menuju lapangan basket, Luna menatap Lesya dan meminta maaf atas kejadian kemarin. "Sya.. Sorry! " Lesya mengangguk dan tersenyum simpul. "No problem and thank! "
Kening Luna berkerut. "Hah? Thank? For? " Lesya mengangguk pelan. "Gw tau jawabannya! " Mata Luna berbinar mendengarnya. "Seriously? " Lesya mengangguk. "Apa jawabannya? "
"Kepo! "
"Serius Sya! "
"Kepo lo Lun! "
"Makanya kasih tau lah Sya! "
Mereka berjalan masuk ke dalam lapangan dan mendengar suara panggilan dari belakang mereka. "Aleesya! "
Leon dan Luna dengan sigap berbalik dan menghalangi Rio menatap wajah Lesya sedikit pun. Alhasil Lesya masih tak berbalik dan bersembunyi di balik dua tubuh Luna dan Leon. "Heh! "
Ricuh sorakkan terdengar di telinga Lesya. Banyak yang menghina, mengejek, meledek, iri padanya. Rio saja berusaha meluluhkan hati Luna dan Leon namun sulit. "Lun, Yon, izinin gw! "
Luna dan Leon menatap tajam Rio yang hendak menerobos mereka. Namun dengan tanggap mereka terus mencegah Rio. "Gak akan pernah dan gak pernah! " tegas mereka berlalu pergi.
Lesya melirik ke belakang lalu menyusul kedua sahabatnya yang terlebih dahulu pergi. "Bye! " ledek Lesya tanpa menoleh.
Rio mengepalkan tangannya erat lalu berteriak walau tak ditanggapi. "SAMPAI KAPANPUN AKU AKAN TERUS BERJUANG SAMPAI KAMU LIRIK AKU WALAU SEBENTAR! " Lesya bergumam dan melipat kedua tangannya. "Ck! Mimpi! " gumamnya.
Luna dan Leon melirik satu sama lain dan duduk bersebelahan dengan Lesya. "Aisshhh! Ngapa gw ngerasa dikawal bodyguard sih! " gerutu Lesya kesal. Dengan kompaknya Luna dan Leon menjawab. "Biar aman echaaa! "
"Bod*amat! " kesal Lesya meneguk aqua di dalam tasnya. Tiba-tiba saja, Lisa datang menghampiri mereka. "Oy kacang! Itu pacar lo urus dulu sono gek! Dari gw disini dia ganggu gw mulu! "
__ADS_1
Mata Leon melotot. "Heh! Dia ganggu kamu? Terus kamu gak papa kan? Dia bikin ulah apa sama kamu? " tanya Leon beruntun. Ketiga gadis itu menutup telinganya. "Gw B aja sih! Tapi, dia ngasih gw coklat sama bunga buat lo nih! "
Luna berdecak malas. Sudah keberapa kali saat ini Rio mengirimkan paket bunga dan cokelat. "Gw serah lo aja sih Sya! " jawab Luna paham dengan tatapan Lesya. Lesya mengangguk dan menyuruh satu siswa mendekat. "Tolong buang! "
Siswa tersebut mengangguk dan mengambil paket bunga dan cokelat yang berada di tangan Lisa. "Em.. Kak, ini boleh buat saya aja? " Lesya mengangguk antusias. "Buat pacarnya, buat lo, buat nyokap bokap, buat siapapun boleh! "
"Makasih kak! " ucapnya lalu pergi berlalu begitu saja. Lesya mengambil ponselnya ternyata menandakan notifikasi masuk. "Bang Cak kapan pulang? "
Leon menoleh. "Katanya sih kalo gak salah minggu depan atau enggak besok! " Lesya mengangguk saja. Lisa mengeluarkan ponselnya dan mengetik sesuatu kepada orang yang berada di seberang.
Ekor mata mereka menoleh mengarah kepada Elvan dkk yang menjadi pusat perhatian karena baru saja datang. "Samperin? " tanya Leon. Lisa mengangguk. "Samper lah! Sepupu gw! "
Lesya ikut beranjak diikuti Luna dan Leon. "Ikut! Sekalian gw mau buat perjanjian! " Akhirnya mereka berempat pergi dan menghampiri Elvan dkk. "Oy! " panggil Lisa.
Mereka semua menoleh. "Kalian.. Ada angin badai kah? Kenapa kelompok kriminalitas di area sekolah nongol? " ucap Valen berceletuk ngawur.
"Kalian ngapain? Udah mau jam tanding loh! " tanya Frans. Lisa menyengir kuda. "Kalo gw sih cuman mau nyemangatin! Gak tau kalo mereka apa! "
Lesya memutar bola matanya malas. Dia menunjuk dirinya dan Elvan bergantian. Sementara Elvan mengangkat satu alisnya menunggu ucapan Lesya. "Kalo lo kalah, lo harus traktir gw! "
Elvan berdiri menanggapi ucapan Lesya di depannya itu. "Kalo gw menang? " Lesya menggaruk tenguk lehernya bingung. "Lo harus kasih hadiah lah sama gw! " jawab Lesya enteng.
"Eh, mana ada syarat kayak gitu! " Lesya menempelkan telunjuknya di bibirnya menatap Ken yang melotot tak terima. "Syutt! Pokoknya ada! Inget ya bye bye! " santai Lesya menarik Luna pergi. "Eh gw ikut cok! "
Leon dan Lisa menyusul Lesya dan Luna dan duduk di bangku tengah paling depan. Mereka tak hanya bertiga karena ditemani oleh Letha dkk di sebelah mereka. "Kagak belajar nih? " tanya Lesya menatap Luna.
Luna yang ditatap memutar bola matanya malas. "Belajar dari hongkong! Giliran belajar lo ngilang, giliran gak belajar lo nanyain! Aneh lo Sya! " Lesya menyengir kuda. "Nanya doang alun-alunaa! "
__ADS_1
Luna berdecak kesal namanya justru diganti oleh Lesya. "My name is Aluna not alun-aluna! " cebiknya kesal. Lesya terkikik mendengarnya. "No! Your name is alun-aluna not Aluna! " kompornya.
Luna melengkungkan bibirnya ke bawah dan menatap Leon yang berada di sampingnya. Rupanya Leon sedang menggombali Lisa hingga kekesalannya bertambah. "Ikan ikan apa yang buat aku salting? " tanya Leon.
"Emang apa? " tanya Lisa dengan polosnya.
"I kan kamu itu punya aku bukan yang lain! " jawabnya sukses membuat Lisa tertawa malu dibarengi tawa Leon.
Luna menyenderkan wajahnya di gagang pagar. Lesya yang melihat perubahan dari Luna tertawa lebar dan mengejek Luna. "Luna, gw punya tebak-tebakkan! "
Merasa ada yang menemani, dengan lugunya Luna mengikuti candaan Lesya. Sementara Lisa dan Leon hanya menyimak saja. "Akhirnya! Skuy gass ngueng! " balas Luna lugu.
"Buah-buah apa yang cocok untuk jomblo sekaligus nyamuk hubungan? " tanya Lesya dengan senyum kecil di wajahnya.
Senyum lebar Luna luntur mendengar pertanyaan yang tak asing di telinganya. Bersumber dari sound tik tok berganti dengan sound Lesya saat ini. Bukan hanya Luna yang paham jawaban dari tebakan Lesya, namun Leon dan Lisa juga paham.
Menahan kesal, Luna menjawab dengan lesu pertanyaan sahabat saja. "Buahahaha.. " lesunya. Tawa dari Lesya, Lisa dan Leon pecah mendengarnya. Berbeda dengan Luna yang justru berteriak setengah lesu. "Kakanda yang baik hati dan tak sombong tolong bantu adinda yang dibully ini! " lesunya sedikit berteriak.
Bukannya tawa mereka mereka, justru mereka semakin keras tertawa. Perut mereka tergelitik mendengar suara lesu Luna menyenderkan wajahnya di gagang pagar. "BWAHAHAHA! NJIR! "
Tawa mereka mengundang rasa penasaran bagi siswa-siswi entah itu dari pihak Flondey ataupun Gregus. Mereka bingung apa yang ditertawakan oleh Lesya, Lisa dan Leon. "Bener! Tapi, njer! Ngakak! " tawa Lesya.
"Terussin ketawa aja teross nyampe puass! Lupain gw yang terbully dengan kata-kata buahaha saja! " ngegas Luna menyindir. Leon menghentikan tawanya. "Ululu! Bontot MLC (Markas Lion Claws) ngambek Sya! " ledek Leon.
Lesya perlahan menghentikan tawanya. "Nanti minta traktir Leon! " Mata Leon membulat mendengar suara enteng Lesya. "Lah? "
Mata Luna berbinar mendengar kata 'traktiran' dari mulut Lesya. "SIAP 45! Inget Yon! " Leon mendengus pasrah mendengarnya. "Selamat anda kual*t! " bisik Lisa terkikik kecil.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗