Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
85: Amanda!


__ADS_3

Dengan cepat Lesya menjawab, "Aelah bapak curigaan amat! Kita tuh dihukum keluar kelas tauk sama bu Sumi. Karena gabut ya ke sini aja deh"


"Ya sudah ruangannya mau di pake kalian keluar gih! Pertunjukan nya udah abis" Lesya menarik Luna keluar. "Kita juga gak betah di sini liat muka bapak makanya keluar byee"


"Lesyyaaa...!!! " Dengan polosnya Lesya menjawab, "Pak bauuu....!!! " Wajah pak Bayu asam bagai lemon di saat namanya di ganti menjadi bau bukan Bayu oleh Lesya.


Lesya lari terbirit-birit disertai gelak tawanya dan Luna. "Wkwk, pak bau marah gak tuh sya? " Mereka tertawa kembali mendengar Luna yang mengejek pak Bayu. Padahal udah jauh dari ruang seni.


Kedua gadis yang jail itu segera pergi ke ruang computer untuk mencari tahu data keluarga Norwn. Setibanya di sana, mereka mengendap-endap bagai maling karena kelas sedang digunakan oleh 10 C.


Mereka duduk di kursi pojokkan yang tampak sepi. "Kita bagi tugas oke! Lo cari data Amanda dan gw cari data keluarga Norwn oke? "


Luna mengangguk paham. Mereka mulai mencari data-datanya hingga terpampang tulisan successful di layar komputer.


Luna masih mengirim data tersebut. Sedikit gelisah sebenarnya karena dia hanya mendapatkan sedikit data saja. "Udah belom? "


Tulisan successful sudah terperampang di layar laptop. Luna menghela nafas lega. Setidaknya dia mendapatkan sedikit informasi bukan?


"Go now! " Mereka berjalan mengendap-endap kembali. Hingga melewati pintu belakang ruangan.


Tak sengaja bu bunga lewat dan mengagetkan mereka. "Lesya! Luna! " Mereka lega jika itu bukan pak Friz yang memanggil.


Mereka dengan santai menghampiri bu bunga. "Kenapa bu? " tanya Luna setelah tiba di hadapan bu bunga.


"Kalian ngapain? Bolos ya? " Mereka menggeleng bersamaan. "Kita di suruh keluar bu" jawab Lesya jujur.


Bu bunga menggeleng saja. Sudah biasa mereka berdua keluar di jam pelajaran seperti ini. "Trus ngapain ke ruang komputer? "


Pertanyaan itu sukses membuat mata mereka melotot. "Silahturahmi doang bu! " jawab Lesya cepat.


"Ada-ada aja kalian! Ya sudah saya mau ngajar lagi! Jangan bikin ulah paham? " Lesya dan Luna mengangguk kikuk. "Paham sih paham bu. Tapi kalo khilaf jangan salahin kita loh ya"

__ADS_1


Lesya segera menarik Luna untuk kabur sebelum bu bunga meledak. "Lesyyyaaa...!!! " Lesya kembali teriak, "Ibukkk bungaaa...!!! "


"Matahari...!! " lanjut Luna menyambungi ucapan Lesya.


Mereka berdua tertawa mendengar geraman dari bu bunga. Mereka berjalan ke kantin sambil bersiul ria gembira bagai tak memiliki beban hidup.


Sudah 2Ă— aktivitas mengajar guru sedikit terganggu akibat ulah Lesya dan Luna. Dari ruang seni, lalu ruang komputer yang letaknya tak jauh sedikit terganggu mendengarnya.


...~o0o~...


Luna dan Lesya berbincang dikantin dan menikmati bakso pesanan mereka. Kini perbincangan mereka berganti menjadi perbincangan yang serius.


"Lo tau gak? Gw tadi ngecek data Amanda tapi dikit doang sya" Lesya menatap Luna dengan tatapan memicing.


"Yakin lo? " Luna mengangguk antusias membuat Lesya bingung sejenak, "Kayak ada yang aneh deh Lun iya gak? "


"Iya gw tau, tapi apa ya? " Mereka berpikir sejenak. Bakso yang mereka pesan sudah habis tandas begitu saja karena perbincangan sebelumnya.


"Lun, gw ketemu semua data keluarga Norwn dan gw udah salin di handphone gw! Liat nih"


Lesya dan Luna melihat dan membaca dengan jelas data keluarga Norwn. Mereka tak menyangka bahwa Vannya juga termasuk bagian dari sana.


"Vannya Putri Norwn, anak bungsu Ericko Norwn yang kini sudah tiada akibat suatu kecelakaan yang menimpa dirinya tepat pada tanggal 1* ******* 20** [sensor]. Dia merupakan anak terakhir dari istri pertama Ericko"


Luna membaca dengan pelan hingga Lesya saja yang dapat mendengarnya. Suasana kantin masih sepi karena jam pelajaran belum berakhir.


Hanya ada Luna, Lesya, dan beberapa ibu kantin di kantin. Tak ada satupun guru yang lewat kali ini. Semua guru sibuk dengan aktivitas mereka yang mempersiapkan soal dan materi untuk ujian yang berlangsung 5 bulan ke depan.


"Istri pertama Ericko Norwn sudah tiada disebabkan karena beliau gantung diri di kamar. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, beliau mengaku jika dirinya kecewa dengan suaminya yang sudah berselingkuh di belakangnya. " jeda Luna.


"Bukan hanya satu, namun sudah banyak dia temui entah di mall, beberapa club, kantor, dan beberapa tempat lainnya. Dia juga rela menyewa banyak mata-mata untuk membuntuti Ericko. "

__ADS_1


"Bahkan di saat beliau sudah tiada, Ericko Norwn sudah meniduri puluhan wanita sekaligus. Woah! Mirip kek indosiar Sya! Ku menangis... Membayangkan... "


Luna justru menyanyikan lagu kebanggaan indosiar itu. Lesya tertawa kecil melihat tingkah sahabatnya, "Bisa ae maimunah! Lagi serius elah Lun"


"Bercanda dikit echaaa... Gw liat muka nya tegang amat! Dari pada serius bener kek ditagih hapalan ama guru mending canda dulu elah"


Lagi-lagi Lesya tertawa, "Di rumah hapal nya kek rel kereta! Giliran ditagih hapalan ama guru panik nyampe macet kek jalanan Jakarta"


Luna tertawa menyetujui candaan Lesya, "Saking paniknya nyampe pipi* di celana! Awokawok, gw ngakak waktu liat temen kelas gw dulu waktu SD"


Mereka tertawa lalu kembali serius dengan pembicaraan yang mereka tunda. "Di sini juga ditulis kalo istri pertama bokapnya Vannya itu punya 2 anak perempuan. "


"Yang terakhir Vannya dan yang pertama. . . " Luna mengernyit keningnya bingung mendengar penjelasan Lesya yang sengaja Lesya jeda.


Lesya memang sengaja karena dia sedang membaca data tentang anak pertama dari Ericko dan mendiang ibu Vannya. "Amanda Norwn! "


Mereka membulatkan mata dan menutup kedua tangannya tak percaya, "Omaigad! Ini serius kan Sya? "


"Gak! Ini gak mimpi! Gw cuman punya satu tebakkan yang gw yakin itu penyebab Amanda, kakak Vannya pindah sekolah! "


Luna menatap Lesya, "Why? " Lesya duduk dan melihat kuku panjangnya, "Balas dendam! "


Luna menatap bingung sahabatnya itu. "Balas dendam? Salah apa kita sama dia? " Lesya menarik senyum miringnya.


"Mungkin, karena dia ngira gw penyebab kematian adik kesayangannya. Dia cuman punya satu adik, yaitu Vannya! Lo tau? "


Luna dengan cepat menggeleng karena tak tahu dengan maksud Lesya. Lesya menghela nafasnya panjang.


"Kehilangan adik kesayangan itu bagai separuh nyawa yang menghilang dari diri lo sendiri. Gw beruntung kalo Letha masih hidup walau keserempet kemarin! "


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2