Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
9: Telepon dari tua bangk*


__ADS_3

Detik ke detik, menit ke menit dan jam ke jam, kini sekolah selesai melaksanakan aktivitas mengajar dan belajar. Semua siswa-siswi berhamburan keluar gerbang dan ada yang masih di sekolah menunggu jemputan.


Saat ini Lesya sedang menjalani hukumannya karena kembali menjaili bu killer, Bu Hasni. Dia memasukkan ular karet ke dalam tas milik bu Hasni.


Dan hukuman yang diterimanya adalah mengepel koridor sekolah lantai 3 saja. Lantai 2 dan 1 sudah dibersihkan oleh OB school.


"Kelar juga, hadehh gerah gw! Mana kagak bawa tas ama minum pula" gerutu Lesya.


"Nongki ke cafe aja ya? Tapi duit gw dah nipis, gimana yah? " Lesya berpikir hingga terlintas ide cemerlang di benaknya.


"Malak gpp kan ya? Dosa gw yang tanggung kok, hihihi... Eh itu si cika culun kan? " gumam Lesya dan mendekat ke arah gadis yang bernama cika.


"Woy, ngapain di sini? Blom dijemput lo? " Lesya menepuk bahu cika membuat cika terkejut.


"Eh, ka-kakak ngapain disini? " cicit cika takut.


Cika merupakan siswa teladan dengan nilai pas-pasan. Dia tahu di depannya itu merupakan orang yang bisa saja bertingkah seperti preman. Cika merupakan adik kelas Lesya yang menempati kelas 11 C sedangkan Lesya 12 B.


"Lo ngapain di sini? Blom dijemput? Atau gak mau balik ke rumah? " tanya Lesya lalu duduk disamping cika.


"Aku takut pulang kak, pasti klo aku pulang mama ajak aku ketemu papa di Canada. Aku benci papa yang gak peduli sama aku" jawab cika jujur.


Lesya tersenyum dan menepuk bahu cika pelan. Cika tersentuh ternyata seorang preman di sampingnya berhati mulia.


"Gini, lo ke Canada buat ketemu papa lo yang sibuk kerja kan? Lo ngertiin papa lo dikit lah, dia sibuk kerja karena dia mau keluarganya bahagia tanpa kekurangan satu apapun. Mama lo juga pasti kangen sama papa lo yang udah lama gak ketemu. Jadi hargain perasaan orang lain jangan cuman perasaan lo aja"


Cika menangguk tersenyum paham atas nasehat dari Lesya. Dia memutuskan untuk ke Canada dan menetap di sana menemani ayahnya yang berasal dari Canada.


"Makasih kak atas nasehatnya, oh iya kakak kesini sebenarnya buat malak aku kan? " cicit cika yang takut Lesya marah.


Lesya menggaruk tenguk kepalanya yang tak gatal, "hehe, tau aja lo, ydh mana duitnya? "


Cika menyodorkan uang sebanyak 2 jt rupiah. Lesya terkejut, niatnya cuman minta 5 rb saja tak lebih.


"Ini kak, anggap aja karena kakak nasehatin aku tadi"


Lesya menerimanya dengan senang hati. Toh karena nasehatin cika dia harus ngomong panjang lebar bukan? Jadi halal saja uangnya pikir Lesya.


"Avv teyeh cik, klo gitu gw pergi dulu ya bay" pamit Lesya dan berniat menjenguk maminya di rumah sakit.


Tanpa mereka sadari, satu pasang mata mengintai mereka yang sedang berbincang. Dia mendengar semua percakapan Lesya dan cika. Setelah selesai dia pulang ke rumahnya tanpa diketahui kedua gadis tersebut.


Cika pun pulang ke rumahnya dan bersiap ke Canada menemui papanya. Sedangkan Lesya menerima telepon saat sudah berada di dalam mobil.

__ADS_1


📲 Halo mi, kenapa?


📲 Kamu ke rumah dulu trus siap-siap dia mau ke sini


📲 [terdiam]


📲 Halo Ra, kamu masih di sana kan?


📲 Ma-masih kok mi, ydh aku ke rumah dulu ya


📲 Okeh, hati-hati ya


📲 Iya mi


tuuuttt...


"Hufft! Ayo Sya, lakuin ini demi mami dan papi" Lesya memberikan semangat kepada dirinya sendiri.


Setelah menyemangati dirinya sendiri, Lesya segera menjalankan kan mobilnya ke arah rumah. Setiba di rumah Lesya segera membersihkan dirinya terlebih dahulu.


Lesya memilih menggenakan celana hitam sobek di lutut dan baju turtleneck hitam. Rambutnya dibiarkan tergerai lurus karena dia tak suka rambutnya dikuncir. Dia memakai snacker hitam dominasi putih.


Lesya sama sekali tak memakai make up di wajahnya. Bukan karena tak mau namun karena dia sama sekali tak bisa memakai make up. Dan kali ini Lesya terlihat tak cantik, namun manis dan cool. Ditambah muka datarnya yang menampakkan sifat bossy Lesya.


Lesya segera turun ke bawah dan berpamitan dengan bi Lani, salah satu asisten rumah tangganya. Setelah berpamitan, Lesya menancapkan gas motornya ke rumah sakit di mana Mila dirawat.


"Ayolah nak, mau ya demi bunda"


Seseorang yang dipanggil bunda memelas kepada anaknya supaya menuruti keinginannya. Sang anak sebenarnya tak tega melihat itu, tapi mau bagaimana lagi? Dia sangat berat menuruti keinginan bundanya.


"Klo kamu gak mau, jangan harap panggil bunda dengan sebutan bunda lagi" ancam sang bunda yang lengah dengan sikap sang anak yang kepala batu.


Lesya baru saja melewati drama tersebut. Tanpa melihat siapa yang memainkan, Lesya berjalan ke arah toilet terlebih dahulu.


"Yaudah, demi bunda aku mau" pasrah sang anak.


"Gini dong dari tadi, ya udah kita masuk yuk" ajak sang bunda.


Sementara sang ayah yang menonton drama tersebut dengan sang anak perempuannya, hanya geleng-geleng kepala. Mereka pun masuk ke ruangan VVVIP.


Ruangan VVVIP adalah ruangan yang terdapat banyak kamar. Mulai dari kelas A-E dan masing-masing kelas memiliki 3 kamar. Dan total kamar VVVIP ada 15 kamar.


ceklek...

__ADS_1


Mila menoleh dan tersenyum hangat, "Kalian udah datang? Sebentar anakku lagi di jalan"


"Iya Mil, oh iya dia siapa ya? " tanya Mayang menunjuk bi Ana.


"Saya Ana nyonya, saya salah satu asisten rumah tangga terlama di kediaman Fyo" jawab Ana memperkenalkan dirinya.


"Oh, bi Ana kenal saya gak bi? Saya Mayang temennya Mila" bi Ana tersenyum dan mengangguk bahwa dia masih ingat sosok Mayang yang sering berkunjung ke rumah alm. majikannya.


Mayang tersenyum kemudian berbincang dengan Mila dan bi Ana tentang kehidupan mereka setelah ditinggalkan alm. sahabat temannya. Mereka semua yang ada di sana sempat terkejut hanya karena Mila sering disiksa dengan cara kotor oleh Gilang.


Mila tak memberitahu tentang Lesya disiksa oleh Gilang. Biarlah mereka tahu dengan sendirinya dari mulut Lesya sendiri.


Setelah 2 menit berbincang, mereka mendengar samar-samar suara seseorang. Menurut prediksi Mila, bi Ana, dan seseorang lelaki, itu adalah suara khas milik Lesya yang sedang marah.


Sementara di sisi Lesya, dia sedang bertelepon dari orang yang dibencinya dari kecil. Papa tirinya adalah orang yang tak punya hati menurut Lesya.


Semenjak Lesya berumur 12 tahun, dia sering diancam oleh Gilang. Entah nyawa Mila dan Letha, itu ancamannya. Sebenarnya Gilang merupakan musuh lama dari alm. papi Lesya.


Dulu dia sangat marah besar saat mengetahui bahwa dia kalah dalam bidang apapun dari Arga [suami¹ Mila]. Bahkan Mila lebih memilih Arga dibandingkan Gilang.


Gilang sangat benci dengan seseorang yang bernama Arga. Hingga suatu hari di saat dunia tahu jika Arga sudah tiada, dia menikah dengan Mila.


Dengan membalaskan dendamnya, Gilang menyiksa Lesya dan Mila bergantian. Mengapa Letha tidak? Karena Lesya selalu mengusir Letha ketika tahu jika diincar oleh Gilang.


📲 Gimana sudah dapat kah?


📲 [Terdiam]


📲 Kenapa diam aja hem? Gak punya ya? Kasian sekali kamu *mengejek


📲 [Masih sabar]


📲 Oh iya jangan lupa, akan ada kejutan yang sangat menarik akan menantimu


📲 [Masih diam]


📲 Semoga suka anak tiriku


tuuuttt...


Lesya geram, pasti semua ini akan terjadi. Karena tak memiliki sandaran, Lesya berteriak geram selagi tak ada orang di sana.


"Shitt, ARGGHH! TUA BANGK* SIAL*N" umpat Lesya hampir meninju tembok.

__ADS_1


Namun niatnya diurungkan saat mengetahui bahwa dirinya masih di rumah sakit.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2